Cara Membuat Wanita anda Orgasme berkali-kali! Free tutorial and Video! Semua Gratis!! Klik disini!
Powered by MaxBlogPress 

 Powered by Max Banner Ads 

Akupuntur: Tubuh Manusia dan Hukum Universal

November 2nd, 2009 Leave a comment Go to comments

Studi tentang prinsip-prinsip Cara Integral membimbing kita untuk
mempelajari seni akupuntur. Kalau sudah memahami bahwa proses spiritual
mengharmoniskan dan memperbaiki energi spiritual, fisik, dan mental, kita
perlu mengetahui mekanisme sistem energi dan cara kerjanya di dalam tubuh.
Kita juga perlu memahami bahwa pengetahuan tentang kesatuan tubuh, pikiran,
dan jiwa tidak diperoleh dengan membedah dan mengamati tubuh sebagaimana
yang dilakukan dalam praktek riset medis. Orang berbatin sehat di masa lalu
secara megagumkan meggunakan kemampuan penglihatan mental dan mencoba
mengenal sirkulasi energi di salurannya dalam tubuh manusia. Walaupun kita
tidak tertarik pada evolusi spiritual, pemahaman atas prinsip energi tetap
saja penting untuk menjaga keseimbagan dan kesehatan baik fisik maupun
mental.

Akupuntur, salah satu bidang penyembuhan integral, adalah ilmu yang
berkaitan dengan pemrosesan, penyimpanan, distribusi, pengaktifan energi
vital di dalam tubuh manusia, dan pengaitan energi dengan energi alam
semesta. Akupuntur mempengaruhi sirkulasi energi dalam diri manusia agar
menjadi halus. Orang berbatin sehat di zama dulu menemukan bahwa ada
manifestasi energi halus yang beredar melalui organ-organ dan daging, yang
pada akhirnya menembus tiap jaringan dan sel tubuh. Nama yang diberikan
untuk energi ini adalah Chi. Chi diterjemahkan sebagai ‘energi vital’ atau
‘kekuatan hidup’. Manusia merupakan perwujudan dari semua energi alam
semesta, termasuk energi matahari, bulan, bintang, dan bumi.

Selama ribuan tahun, orang-orang berbatin sehat mencoba memahami kesatuan
dan keterkaitan antara manusia dan alam. Energi yang diwujudkan manusia, dan
yang diwujudkan semsta tunduk pada hukum alam yang sama. Karenanya,
prinsip-prinsip yin dan yang serta lima fase evolusi energi berlaku untuk
tubuh manusia, seperti juga untuk tubuh semesta.

Lima fase evolusi energi berhubungan dengan organ-organ internal: kayu
mempengaruhi hati dan kantung empedu: api mempengaruhi jantung, usus kecil,
perikardium, dan jaringan lemak; bumi mempengaruhi limpa, pankreas, dan
lambung; logam mempengaruhi paru-paru dan usus besar; dan air mempengaruhi
ginjal dan empedu. Iklim pada empat musim, termasuk angin, hujan, petir,
guntur, dan embun, juga perwujudan dari energi Yin-Yang. Semua trasformasi
energi berinteraksi di dalam diri manusia, menghasilkan tubuh, pikiran, dan
jiwa dengan segala ekspresinya.

SALURAN ENERGI

Energi organisme manusia memiliki jalan dan arah, yang menentukan perilaku
manusia. Energi bersirkulasi seperti juga darah dan cairan limpa.
Orang-orang yang berbatin sehat mengamati bahwa sakit di dalam tubuh akan
hilang kalau pengobatannya manjur. Mereka juga memperhatikan bahwa
perangsang dan obat penenang berefek pada organ-organ tubuh. Obat penenang
yang diarahkan pada titik di lutut dapat mempengaruhi wajah, sedangkan yang
diarahkan pada titik di ibu jari dapat mempengaruhi paru-paru dan
kerongkongan.

Melewati masa observasi yang lama serta pegalaman penyembuhan dan respons,
titik-titik sensitif pada tubuh dirumuskan. titik-titik sensitif ini
digolongkan ke dalam duabelas kelompok tama dan dua kelompok penunjang.
Semua titik dapat dihubungkan dengan sebuah garis yang menjadi jalur energi
tubuh. Hasil akhir observasi disimpulkan melewati masa ribuan tahun.
Hasilnya: ada jalur-jalur transmisi energi yang tidak hanya menghubungkan
semua organ tubuh, tetapi juga menghubungkan semua organ di luar tubuh
dengan di dalam tubuh.

Pendeteksian jalur-jalur energi diibaratkan sebagai usaha menemukan sumber
air dengan “menusuk-nusuk” tanah. Titik-titik sensitif menyediakan data
berguna, yang kemudian menghasilkan teori tentang adanya jalur energi
tersebut. Pertemuan jalur energi, disisi lain, sebenarnya juga bisa
dikatakan sebagai spekulasi, namun yang bersifat sistematis. Jalur-jalur
yang mengedarkan energi itu muncul di kulit dan di dalam tubuh, melewati
organ-organ. Pemetaan atas jalur energi memang dilakukan di masa prasejarah.
Meskipun demikian, hingga saat ini tak ada penemuan fisiologi lain yang bisa
menandingi pemetaan jalur energi itu. Guru-guru di masa silam menemukan
bahwa jalur energi adalah jalur energi kosmis, dan jalur energi tidak hanya
menghubungkan satu organ dengan organ lainnya, tetapi juga menghubungkan
organ dengan alam semesta. Studi komunikasi internal dan eksternal serta
keterkaitan antar organ ini bersasaran penyembuhan integral.

Di dalam tubuh ada tiga sirkulasi kekuatan hidup. Pertama, sirkulasi dalam
atau sirkulasi inti yang berupa aliran energi ke seluruh organ-organ dalam.
Kedua, sirkulasi luar yang berupa aliran energi di sekitar jaringan kulit.
Ketiga, sirkulasi gabungan sirkulasi dalam dengan luar. Energi vital yang
bersirkulasikan di dalam tubuh manusia dibangkitkan, disimpan, dan diedarkan
oleh organ-organ dalam.

jalur-jalur sirkulasi energi di dalam organ dan antar organ tidak dapat
terwujud begitu saja. Sirkulasi dalam dan sirkulasi gabungan tidak dapat
berlangsung secara langsung karena keduanya dipengaruhi oleh titik-titik di
permukaan tubuh. Dengan begitu, titik-titik penting dipermukaan tubuh
(kulit) dicari. titik yang dapat menciptakan kekuatan hidup ini disebut
titik-titik akupuntur — disebut demikian karena menggunakan jarum yang
ditusuk pada titik-titik di kulit.

Beberapa titik berfungsi mengontrol energi permukaan secara langsung;
beberapa lainnya mempengaruhi energi inti secara tidak langsung; sisanya
mempengaruhi sirkulasi gabungan agar dapat menciptakan energi cadangan.
Dengan merangsang titik-titik di permukaan tubuh, ketidakseimbangan,
kekurangan, kelebihan, kemacetan, dan kebocoran energi dapat dinormalkan.

Guru-guru mengadakan klasifikasi atas YiN-yANG berdasarkan polarisasi
(pengtubuan) energi di dalam tubuh. Organ-organ pencernaan makanan, mulut,
hidung, dan pelepasan dihubugkan oleh saluran Yang. Sementara itu, saluran
Yin menghubungkan organ-organ yang aktif dalam transformasi dan penyimpanan
energi. Kedua belas saluran utama berikut adalah saluran energi organ tubuh
yang diklasifikasikan berdasarkan Yin-Yang dan lima fase evolusi energi.

paru-paru — Yin, dipengaruhi logam
usus besar — Yang, dipengaruhi logam
lambung — Yang, dipengaruhi bumi
limpa — Yin, dipengaruhi bumi
jantung — Yin, dipengaruhi api
usus kecil — Yang, dipengaruhi api
empedu — Yang, dipengaruhi air
ginjal — Yin, dipengaruhi air
perikardium — Yin, dipengaruhi api
jaringan lemak — Yang, dipengaruhi api
kantung empedu — Yang, dipengaruhi kayu
hati — Yin, dipengaruhi kayu

Arah aliran energi sangat peting. Normalnya, energi Yang mengalir ke atas,
sedangkan energi Yin mengalir ke bawah. Aliran energi sepanjang saluran di
permukaan kulit mudah digambarkan ketika posisi tubuh berdiri tegak lurus.
Saluran Yin berada di bagian depan tubuh dan berpusat di dada, sdangkan
saluran Yang berada di belakang. Semua saluran berjalin sedemikian rupa
sehingga energi dapat mengalir secara konstan dan berkelanjutan.

Ada juga delapan saluran energi. Dua yang pokok adalah tu mo atau pembuluh
yang mengontrol semua saluran Yang dan menjaga spiritualitas, dan jen mo
yang mengontrol saluran Yin dan menjaga metabolisme.

Sirkulasi energi tidak hanya dilakukan jen mo dan tu mo. Enam saluran Yang,
enam saluran Yin, dan delapan saluran energi ekstra membentuk jaringan.
Penjelasan lengkap tentang saluran energi termuat di buku-buku akupuntur.

Tiap saluran mengalami pembesaran dan penyusutan selama 24 jam setiap hari.
Setiap saluran dialiri paling banyak energi selama dua jam.

Tiga jenis aliran dikenal sebagai sirkulasi orbit kecil, sirkulasi orbit
besar, dan sirkulasi delapan saluran energi ekstra.

PENYEMBUHAN INTEGRAL DAN HUKUM ALAM
Basis penyembuhan energi adalah hukum kosmis Yin-Yang. Kelangsungan hidup
makhluk, keharmonisan individual, fenomena, dan sirkumstansi bergantung pada
keseimbangan Yin-Yang. Menjaga keseimbangan menjadi fungsi lima fase evolusi
energi. Jika lingkungan internal dan eksternal tak berubah, tak akan ada
kebutuhan akan mekanisme pengatur. Hidup sendiri tidak statis, selalu ada
perubahan dalam hidup. Polaritas energi juga berubah-ubah. Karenanya, harus
ada sistem pengontrol yangtidak hanya menjaga keseimbangan polaritas energi,
tetapi juga mengatur pergantian suasana. Sistem pengontrol tersebut adalah
lima fase evolusi energi.

Kalau siklus transformasi energi terganggu, sakit akan muncul. Saat itulah
lima fase evolusi energi saling bertempur dan saling menghancurkan. Sistem
lima fase evolusi energi menjadi proses homeostasis yang jauh lebih lengkap
daripada proses yang dilakukan pengobatan Barat. Homeostasis diartikan
sebagai sistem pengontrol diri otomatis yang menjaga makhluk hidup dan
mengatur keseimbangan di dalam dan di luar tubuh.

Semua makhluk hidup bersifat homeostasis. Kalau tidak, makhluk hidup tak
akan bertahan. Semakin kompleks organisme semakin penting proses
homeostasis. Kalau homeostasis tak berfungsi, organisme menderita dan mati.
Tujuan penyembuhan integral adalah menjaga homeostasis dengan menerapkan
prinsip Yin-Yang dan lima fase evolusi energi.

ORGAN – GAMBARAN UMUM
Sebelum kita diskusikan sistem rga dari sudut penyembuhan integral,
perbedaan antara pemahaman sistem organ cara Barat dan cara Timur
(spiritualitas perlu diketahui).

Anatomi Barat memandang manusia sebagai struktur yang dapat dipilah-pilah
seperti mesin. Tujuan pemilihan adalah mengetahui bagaimana bagian-bagian
tubuh bekerja. Jadi, dapat dikatakan bentuk menentukan fungsi. Di pihak
lain, pendekatan spiritual memandang manusia sebagai kesatuan tubuh,
pikiran, dan jiwa.

Dari perspektif pengobatan integral, fungsi organ yang justru menentukan
struktur dan bentuk organ. Penyembuhan integral mengutamakan dua belas
sistem inilah yang membuat manusia bisa bernapas, mencerna makanan,
bergerak, dan berpikir. Keterkaitan energi menjadi tanggung jawab semua
fungsi.

Menurut pengobatan tradisional integral, konsep organ bukan sekadar bentuk
fisik, melainkan pemegang peran dalam pemrosesan, penyimpangan, dan
distribusi energi. Pengobatan modern memperhatikan struktur dan organ yang
menentukan fungsi. Ini berbeda dengan pengobatan integral yang mengutamakan
fungsi.

Organ tidak mengacu pada kesatuan anatomis, melainkan mengacu pada
manifestasi energi yang bisa bereaksi terhadap fisik. Pengatur suhu,
misalnya, bereaksi kalau suhu tubuh tidak beres. Dengan demikian, apa yang
menjadi fokus dalam pemikiran integral memang berbeda dengan pemikiran
Barat.

Organ-organ dibedakan atas sifatnya, yang menyesuaikan diri dengan fase-fase
siklus alam semesta. Sifat organ menentuka tanggung jawab organ dalam
menjaga keharmonisan dengan alam. Dengan memahami siklus transformasi
energi, aktivitas fisiologis di dalam tubuh manusia dapat dikaitkan dengan
hal-hal penyeimbang di alam. Transformasi energi yang sama menyehatkan. Bumi
dan musimnya juga menanggapi tubuh manusia.

Tiap organ mewakili tiap fase evolusi energi tertentu. Tiap organ meanggapi
manifestasi dari fase lainnya di alam semesta. Karenanya, definisi organ
tidak terbatas hanya pada organ fisik dalam tubuh. Organ didefinisikan
sebagai semua fenomena atas tubuh, baik di dalam tubuh maupun di luar. Yang
menjadi manifestasi dari energi organ. Organ yang mencakup kaitannya dengan
alam semesta di luar.

MANIFESTASI ENERGI DALAM TUBUH

Perubahan, baik perubahan baru maupun transformasi, terjadi karena chi.
Semua makhluk juga terjadi karena chi. Chi menyelimuti alam semesta dan
menggerakkan alam semesta. Bagaimana bisa sesuatu selainchi memberikan sinar
pada matahari, bulan, planet, dan bintang; menyebabkan guruh bersuara;
menciptakan angin dan awan; menumbuhkan makhluk; mengubah musin? (Nei Ching)

Chi adalah energi universal yang menyusun, menembus, dan menggerakkan apa
pun. Chi dapat didefinisikan sebagai penyebab, asal sekaligus efek Asal. Chi
menjadi esensi awal alam semesta sekaligus hukum semua gerakan.

Chi yang membeku disebut masalah. Chi yang menyebar disebut ruang. Chi yang
menggerakkan bentuk dinamakan hidup. Chi yang bercerai dan keluar dari
bentuk sama dengan kematian. Chi yang mengalir mendatangkan kesehatan. Chi
yang terhalang membawa sakit. Chi meliputi semua hal, mengalir melalui semua
hal. Sinar planet bergantung pada chi. Cuaca terjadi karena chi; juga musim.
Nei Ching memuat: “Di surga ada chi, sementara di bumi ada bentuk. Kalau
keduanya saling mempengaruhi, maka ada kehidupan.”

Chi atau energi vital mengaktifkan dan menjaga hidup. Chi menghidupkan
proses-proses di dalam tubuh, yakni pencernaan, pernapasan, sirkulasi darah,
mengedarkan cairan tubuh, dan pengeluaran. Chi organ-organ membuat lima
indera manusia berfungsi sebagaimana dinyatakan dalam kutipan berikut:

“Indera penciuman berfungsi kalau chi paru-paru mengalir di hidung. Manusia
dapat membedakan warna kalau chi menembus ke mata; dapat merasa kalau
jantung dimasuki chi, dan merasakan apakah makanan dapat dimakan kalau limpa
ditembus chi. Kemampuan tujuh lubang bergantung pada penembusan chi kelima
organ.” (Su-Wen)

Meskipun sifat chi tak perah berubah, energi bipolar (dua kutub) ini
mewujudkan diri dalam bentuk yang berbeda. Ada beberapa bentuk chi. Chen chi
menciptakan vitalitas fisik. Hsieh chi merupakan energi yang tidak
menyehatkan. Yuan chi mewujudkan vitalitas manusia, sedangkan shing chi
adalah energi reproduktif dan energi fisik. Dalam terminologi fisiologi
integral, yeng chi menandai energi cair yang tampak, sedagkan wei chi energi
tubuh yang tak tampak.

Kita merasa menjadi manusia baru kalau esensi hidup, ching chi ibu dan
bapak, bertemu dan menyatu di dalam rahim. Persatuan ini menghasilkan yuan
chi — eneri vital sebagai fondasi pembentukan struktur mental dan fisik
manusia. Yuan chi dapat memodifikasi diri bergantung pada tuntutan
lingkungan eksternal. Bagaimana pun, sifat yuan chi tak pernah berubah.
Ketika manusia meninggal, yuan chi terpecah belah menjadi beberapa komponen
aspek: aspek fisik kembali ke bumi, sedangkan aspek halus (roh) kembali ke
surga. Yuan chi adalah energi pertama manusia. Selama masa kehamilan, yuan
chi jabang bayi bergantung sepenuhnya pada ibu dengan sarana tali pusar.
Saat lahir, yuan chi berfungsi membantu transformasi energi yang dihasilkan
dari makanan.

Yuan chi berdiam di bawah pusar, lebih rendah dari tan tien. Kekuatan yuan
chi menentukan lama hidup manusia. Kerjanya tak dapat ditingkatkan, namun
justru dapat menyusut akibat gaya hidup yang berlebihan. Kalau yuan chi
menyusut, lama hidup manusia pun berkurang. Meskipun demikian, yuan chi
dapat diperbaiki dengan hidup tenang dan sederhana.

Pemeliharaan tubuh bersumber dari dua hal: makanan dan udara. Makanan, yang
mengandung esensi bumi, masuk ke perut, tempat yuan chi beraktivitas dan
tempat panas dihasilkan dari pembakaran energi. Energi esensial yang
disaring dari makanan (ku chi) dikirim ke limpa untuk diperbaiki. Dari
limpa, ku chi menuju paru-paru. Ditunjang panas yang dihasilkan pada organ
pengatur suhu, esensi bumi dari makanan bercampur dengan esensi surga dari
udara. Hasil pencampuran ini disebut chung chi. Chung chi kemudian
ditanggapi oleh yuan chi di tan tien yang ada di bagian lebih bawah. Di tan
tien, chung chi berubah menjadi cheng chi atau esensi fisik, sebentuk energi
yang sanggup bersirkulasi ke seluruh tubuh dan memenuhi kebutuhan tubuh.

Dalam Ling-Shu dinyatakan:

Manusia menerima chi dari makanan. Chi disaring, disimpan, dan dialirkan ke
seluruh tubuh melalui aktivitas enam lubang dan lima organ. Sebagian
komponen mewujudkan wei chi, energi pelindung dan penjaga; komponen yang
lain merealisasikan yeng chi, energi perawat dan konstruktif. Yeng chi
bersirkulasi di dalam pembuluh darah dan kelenjar air. Wei chi sendiri
bersirkulasi di tempat lain pada tubuh.

Sebagaimana diuraikan di atas, chen chi bersirkulasi ke seluruh tubuh dalam
dua bentuk utama. Satu disebut yeng chi atau energi cair yang membawa sari
makanan ke seluruh tubuh. Sementara yeng chi mengalir di pembuluh darah,
kelenjar limpa dan kelenjar lainnya, wei chi juga diedarkan ke seluruh
tubuh. Wei chi menjaga vitalitas yang tak tampak. Wei chi mewujudkan satu
lapis kehangatan pada kulit dan menyebarkan panas ke semua organ, otot, dan
tulang.

Beberapa fungsi wei chi adalah melindungi tubuh dari penyakit, menghangatkan
daging, membuka dan menutup pori-pori, menjaga kesehatan, dan melindungi
tulang serta sendi. Sakit apa pun yang disebabkan faktor eksternal menandai
malfungsi wei chi. Sementara itu, yeng chi dianggap sebagai Yin karena
tersusun atas substansi yang halus dan mengalir di pembuluh darah, serta
cairan tubuh. Sebaliknya, wei chi sebagai pelindung digolongkan sebagai Yang
dan tersusun atas unsur kasar.

Yeng chi dan wei chi saling bergantung. Yeng chi menjaga tubuh dari dalam,
sedangkan wei chi melindungi dari luar. Penjagaan tidak dapat berlangsung
kalau tubuh terkena penyakit. Meskipun yeng chi ditekankan sebagai pelindung
dalam dan wei chi sebagai pelindung luar, keduanya saling menjaga luar, dan
dalam tubuh.

Chi dalam tubuh manusia tidak berbentuk tetap. Kadangkala chi muncul dalam
bentuk yang tak tampak, misalnya energi suhu panas ketika demam, cairan
embun di telapak tangan, dan ionisasi ketika mengadakan latihan Tai Chi. Chi
dapat tampak dalam keadaan berkeringat, diare, demam disertai pilek,
orgasme, menangis, dan mulut berliur. Tampak tidaknya chi bergantung pada
faktor internal dan eksternal dalam hidup, emosi, iklim, dan lain-lain.
Kalau chi kuat, chi akan mengalami ionisasi. Kalau lemah, chi mencair.

Organ-organ menggunakan chi yang beredar untuk menjaga hidup dan menunjang
aktivitas tubuh. Kelebihan energi dikirim ke ginjal. Di ginjal energi diubah
menjadi ching chi, energi fisik, untuk kemudian disimpan. Ginjal berlaku
sebagai gudang penyimpan energi cadangan yang telah diperbaiki. Energi itu
dikirim ke organ-organ lain kalau diperlukan. Sakit, trauma, stres,
keranjingan sesuatu, dan seks yang berlebihan menyebabkan penipisan ching
chi. Kalau ching chi tidak mencukupi, aktivitas yeng chi dan wei chi juga
menurung sehingga tubuh mudah terkena penyakit. Ini akan melemahkan
vitalitas tubuh.

Penyimpanan dan konsumsi ching chi berlangsung secara normal sepanjang tahun
dan aktif dilakukan selama musim gugur dan musim dingin. Kalau persediaan
ching chi mencukupi pada musim dingin, penyakit yang sering muncul di musim
semi dapat dihindarkan. Kapan pun energi yang menjadi esensi hidup
diperlukan organ tubuh, ginjal akan mengirimkannya. Jadi, kalau tubuh
terserang peyakit atau kelelahan, ching chi dikonsumsi. Jika persediaan
ching chi banyak, tubuh akan kuat.

Sebagai energi reproduktif, ching chi bertanggung jawab atas pembentukan
sperma dan sel telur dan meentukan kesuburan pada musim semi. Persatuan
ching chi induklah yang menghasilkan yuan chi dan rahim kehidupan baru.
Kalau ching chi rusak, fungsi ginjal akan mempengaruhi organ-organ lain,
misalnya merapuhkan tulang dan gigi. Kasus demikian kerap terjadi pada
ibu-ibu yang sedang hamil. Kehamilan dapat menghabiskan ching chi. Cara
mengatasinya dengan diet dan hidup alamiah.

Ching chi mendewasakan wanita di usia 14 tahun, sedangkan pria di usia 16
tahun. Lebih lanjut, menopouse dialami wanita di usia 49 tahun, sedangkan
pria di usia 64 tahun. Waktu itu bisa bervariasi.

Manusia yang berkembang di masa lalu menemukan bahwa chi adalah indikator
hidup yang pasti dan penting. Agar makhluk hidup dapat berfungsi vital, yeng
chi dan wei chi mutlak dikandung. Pengobatan integral mempertimbangkan
fungsi-fungsi vital manusia, yakni energi fisik, energi emosional, energi
mental, nergi spiritual, dan energi kehendak. Semua fungsi dalam diri
manusia menjadi ekspresi yang berbeda dari chi. Tanpa pemahaman atas fungsi
chi, pengobatan medis terbaik tidaklah lengkap.

DARAH
Organ pemanas di tengah tubuh menyaring cairan dan mengubah warnanya menjadi
merah. Cairan merah itulah yang disebut darah. (Ling-Shu)

Energi dari makanan yang telah diperbaiki, ku chi, bukan hasil transformasi
energi makanan satu-satuya. Sari makanan dimanfaatkan untuk pembentukan
darah. Darah dihasilkan dan disimpan di organ pemanas bagian tengah tubuh,
tepatnya di lambung, limpa dan hati. Dari organ-organ itu, darah diedarkan
ke seluruh tubuh. Walaupun merupakan substansi yang konkrit, darah dan
cairan tubuh tak dianggap mengandung energi spesifik seperti organ-organ
lainnya. Karnanya, volume dan komposisinya konstan. Dalam situasi tak
stabil, darah baru harus dibentuk, sebagaimana yeng chi, dan wei chi. Darah
dengan begitu lebih merupakan alat energi ketimbang energi.

Yeng chi dan darah selalu dikaitkan dengan sirkulasi dan gizi. Apabila
fungsi yeng chi dan darah normal, tubuh menjadi kuat. Semua mekanisme juga
berjalan lancar. Kalau sirkulasi yeng chi dan darah terhambat, tubuh
terserang penyakit. Bila sirkulasi lancar, kulit, daging, otot, tulang, dan
sedi akan kuat dan fleksibel.

Dengan demikian, alasan kenapa mata dapat melihat, kaki dapat berjalan,
tangan dapat menggenggam, kulit berkeringat, dan lain-lain dapat diawab
dengan memperhatikan darah yang mengaliri mata, kaki, tangan, dan bagian
tubuh lainya. Chi menjadi “jenderal” bagi darah. Kalau chi mengalir, darah
juga ikut mengalir. Sepanjang saluran dan pembuluh darah, darah dan yeng chi
mengalir seiring sejalan.

Kalau chi dan darah tidak seimbang, Yin dan Yang saling menyerang. Yeng chi
melawan wei chi: darah melawan chi, sehingga darah dan chi terpisah dengan
keadaan yang satu jelek, sedagkan lainnya bagus. (Ling-Shu)

SHEN

Shen–yang terkadang ditulis sen–dapat didefinisikan sebagai energi
pengarah yang menentukan dan menguatkan karakter istimewa manusia. Energi
bertanggung jawab atas pengaturan hidup. Shen mewakili konsep perkembangan
yang tak dapat dirasakan langsung. Shen dapat mewujudkan diri, sehingga
dapat dirasakan. Itu terjadi kalau shen berhadapan dengan energi Yin. Shen
menentukan, menghasilkan, dan menjaga konfigurasi energi dalam diri mausia.
Di Barat, kata “roh” sering dipakai untuk mengacu shen.

Bagaimana pun, shen tidak sama dengan roh. Shen merupakan dewa yang
megarahkan hidup, sedangkan rohmerupakan perasaan. Shen aktif mempengaruhi
konfigurasi manusia atau benda.

Shen ditumbuhkan oleh esensi yang disaring dari udara, makanan, dan air.
Shen juga merupakan jiwa yang mengarahkan aktivitas chi. Empat grup aktif
mewujudkan shen di dalam tubuh.

Po berkaitan dengan aspek fisik. Po menjaga fungsi paru-paru. Lebih khusus,
Po mengarahkan energi-energi fisik, yakni yeng chi, wei chi, chen chi, dan
yuan chi.

Jiwa pengarah lainnya adalah hun sebagai aspek halus yang menjaga fungsi
organ hati. Hun mewakili kekuatan yang membentuk kepribadian dan kecakapan
berpikir baik sadar maupun tak sadar.

Po dianggap sebagai Yin, sedangkan Hun sebagai Yang. Sebuah kitab kuno
menyebutkan Po adalah jiwa (ling) yang melekat pada makhluk hidup, sementara
HUn adalah shen yang melekat pada chi.

“I” adalah energi yang menjaga fungsi limpa. Energi ini mengarahkan ingatan.

Berikutnya, Chih atau kemaan, yang menjaga fungsi gijal, mengarahkan
kehendak.

Semua fungsi di atas ditentukan dan dikontrol oleh shen yang menempati
jantung. Melihat, mendengar, berbicara, kesadaran, berpikir, dan pergerakan
tubuh merupakan manifestasi shen. Jiwa yang tidak sanggup menjalankan
fungsinya mengakibatkan sakit. Kalau jiwa lemah, mata tidak awas, vitalitas
lenyap, sehingga bisa saja menyebabkan sakit jiwa.

Author: Michael Suswanto, Sumber: Milis Filsafat @YahooGroups.Artikel asli berjudul: Tubuh Manusia dan Hukum Universal

Categories: Mind, Body and Soul
Share This Post To :
Facebook | Twitter | Digg | Technorati | Delicious | Google
Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Keajaiban Kristal Air
  2. Terapi Musik
  3. Olahraga Secara Rutin Pelihara Daya Ingat
  4. Menghemat Energi Seks
  5. Intuisi
  6. Meditasi Angka Pelangi
  7. Psychopuncture : Terapi Jiwa dan Fisik ala Timur-Barat
  8. Fenomena Orgonite
  9. Meditasi untuk Kebugaran!
  10. Yoga: Hidup Seimbang dengan Yoga