Powered by Max Banner Ads 

Jaman Akhir dan Dunia Baru (Bagian Kelima)

Manusia Lama dan Dunia Lama

Untuk dapat memahami manusia baru yang akan menghuni Bumi, terlebih dahulu kita harus memahami syifat dan ujud manusia lama. Dalam ajaran agama dikatakan bahwa jalan kepada Kerajaan Tuhan adalah melalui pengenalan diri. Namun baik dalam Injil dan Quran tidak diberikan banyak penjelasan mengenai diri manusia. Bahan untuk itu penulis temukan dalam literatur Asia Timur dan keterangan dari mahluk luar Bumi.

Secara anatomis, manusia adalah mahluk biologis yang mempunyai badan jasmani. Secara struktural, badan jasmani ini terdiri dari sel-sel yang terbangun dari atom. Mahluk luar Bumi mengatakan bahwa dalam sel terdapat proses bio kimia dan proses ionik. Sel adalah sejenis elektrolit dimana terdapat ion-ion di dalamnya. Sel diliputi oleh suatu medan bio magnetik yang menyebabkan ion-ion bergerak dan melakukan proses bio kimia tersebut.

Proses-proses biologis ini menimbulkan impresi sensoris dalam diri manusia yang menjelma menjadi nafsu dan naluri. Inilah sumber daya pendorong yang menjadikan manusia bergerak, bekerja dan berusaha. Dalam melakukan kegiatan ini manusia juga terdorong oleh daya emosi dan daya akal fikiran. Kedua daya ini yang dalam literatur Asia Timur dikatakan berpusat pada badan “halus” atau badan energi atau badan eterik. Badan eterik (lingga sharira) adalah medan bio magnetik yg dihasilkan oleh proses-proses bio kimia dalam badan jasmani.

Badan eterik berhubungan dengan badan jasmani melalui sentra-sentra energi eterik atau prana. Sentra-sentra ini dikenal luas sebagai chakra. Penulis percaya pada mazhab 7 cakra besar/major chakra dalam tubuh eterik manusia.

  • Cakra mahkota terletak di ubun-ubun kepala mengatur bagian otak dan pineal gland.
  • Cakra dahi terletak di bagian wajah dan mengatur pituitary gland. Cakra ini juga populer disebut sebagai mata ketiga, pusat dari penglihatan supra-normal.
  • Di leher juga ada cakra besar yg mengatur tiroid gland. Bila cakra ini belum aktif sepenuhnya maka cakra leher ini justru menjadi semacam belenggu bagi naiknya kesadaran manusia menuju kesadaran ilahi.
  • Cakra besar berikutnya terletak di tengah-tengah dada, di ulu hati (solar plexus), di limpa kecil dan di ujung tulang ekor.

Sentra-sentra energi/prana ini dapat diaktifkan melalui disiplin yang disebut yoga menurut ajaran Hindu atau tarekat menurut ajaran Islam. Aktifnya suatu cakra menimbulkan pengalaman supra normal tapi tidak ada kaitannya dengan kemajuan spiritual manusia. Untuk itu semua chakra harus aktif dan energi chakra disalurkan melalui sistem urat syaraf otonom. Pada manusia lama, sistem urat syarat otonom mereka tidak bersambung, makanya mereka belum punya kesadaran spiritual. Pikiran mereka amat sempit dan tidak dapat menerima kebenaran yang diusung oleh kelompok lain dengan gaya yang berbeda.

Semua pengalaman hidup manusia menembus sampai badan halus emosional dan mental (perasaan dan fikiran). Menurut keterangan dari mahluk luar Bumi, rangsangan pada badan eterik ini menimbulkan zat baru yang lebih tinggi baik terhadap zat-nya emosi dan zat-nya akal fikiran. Zat baru ini disebut “morontial” dan zat Ini adalah komponen yang membangun ruh manusia. Menurut literatur Yoga, tubuh jasmani – emosi dan fikiran akan sirna tapi ruh bersyifat kekal. Inilah wahana yang kita tumpangi kelak dalam perjalanan menuju kehidupan akhirat. Menurut keterangan mahluk luar Bumi, Jesus Christ bangkit dari Goa Kuburnya dalam ujud morontial untuk memberikan bukti bagi umat manusia bahwa kehidupan setelah kematian itu benar-benar ada.

Kesadaran manusia lahir sebagai hasil rangsangan terhadap zat-nya badan emosi dan badan mental (fikiran). Rangsangan ini datang dari dunia fisikal melalui impresi sensoris, sehingga isi kesadaran kita pada umumnya bersifat
fisikal/keduniawian juga. Inilah dasar kita membangun kehidupan individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan akhirnya peradaban dunia. Dengan sendirinya peradaban dunia juga bercorak fisikal / keduniaan ini atau materialistik. Inilah peradaban dunia di jaman Kaliyuga dan peradaban inilah yang akan dihancurkan oleh energi Shiva yang sudah mulai beraksi.

Kepribadian adalah sumber dari akhlak dan watak yang membuat setiap individu manusia itu unik, tunggal tak ada duanya. Ini disebabkan oleh adanya kehendak bebas (free will) sebagai anugerah penciptaan dari Sang Sumber. Mahluk luar Bumi mengatakan bahwa free will ini adalah anugerah tertinggi di alam semesta yang tidak boleh dilanggar tanpa menimbulkan karma. Penindasan free will sebagaimana yang masih sering merajalela di Bumi akan berhenti jika dunia baru sudah datang. Manusia harus diberi keleluasaan untuk mengembangkan diri sesuai dengan kodrat-kodrat yang bersarang di dalam dirinya dan berdasar berfungsinya free will. Bila manusia memilih kejahatan secara bebas maka ia akan menuai karma negatif yang harus ia bayar sendiri. Bila ia memilih kebaikan secara bebas maka nantinya ia memperoleh karma positif. Karma ini akan tergores dalam ruh dan tidak ada yang dapat menghapusnya atau menambahkan karma ini ke dalam ruh seseorang kecuali Sang Sumber.

Oleh M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 5 Tahun 1 dari kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di milis Mayapada Prana (milisnya admin)


 Powered by Max Banner Ads