Powered by Max Banner Ads 

Scientific Meditation

Meditation is not a technique.
Meditation is a state of consciousness

~ Anna Wise

-Artikel dari Adi W. Gunawan-

Seorang rekan bertanya, “Pak, apa sih yang Bapak ajarkan di gathering QHI di Jakarta baru-baru ini? Saya lihat di facebook Bapak ada gambar gelombang otak yang ditunjukkan di layar. Lalu apa hubungannya dengan meditasi?”

Pembaca, memang benar baru-baru ini saya memberikan update pengetahuan dan teknik terapi advanced, yang saya dapatkan dari Tom Silver dan Anna Wise, kepada para alumni Quantum Hypnosis Indonesia di Jakarta. Tujuan pertemuan ini adalah selain temu kangen juga untuk saling berbagi pengalaman.

Dalam kesempatan itu saya memberikan update berupa teknik induksi instan, cara membawa klien masuk ke kondisi somnambulisme dengan sangat mudah dan cepat (bahkan bisa dikatakan tanpa menggunakan teknik apapun), teknik untuk memastikan bahwa perubahan yang dihasilkan dari proses restrukturisasi menjadi sungguh-sungguh permanen sehingga klien tidak akan bisa kembali ke pola lamanya, walaupun ia menginginkannya atau sengaja berusaha kembali ke pola itu.

Pertemuan ini diikuti oleh cukup banyak alumni. Ada yang datang dari Jakarta, Surabaya, Pontianak, Menado, Kendari, dan berbagai kota lainnya.

Dalam artikel ini saya tidak akan membahas mengenai materi yang diajarkan di gathering. Saya akan berbagi pengetahuan yang saya dapatkan dari Anna Wise khususnya yang berhubungan dengan meditasi.

Saya yakin Anda pasti familiar dengan meditasi. Kita sering mendengar kata meditasi namun apa sih sebenarnya meditasi? Pertanyaan inilah yang akhirnya membuat saya melanglang buana, terbang ke Amerika, untuk bertemu dengan Anna Wise. Dan akhirnya saya menemukan jawabannya.

Sebagai seorang praktisi meditasi saya selama ini hanya menjalani latihan secara rutin seperti yang diajarkan oleh guru meditasi. Dan dari apa yang saya pelajari, baik melalui literatur maupun melalui diskusi langsung dengan para pakar meditasi, ternyata ada banyak sekali cara melakukan meditasi.
Beberapa waktu lalu saat berdikusi dengan Y.M. Uttamo Mahathera, Beliau berkata bahwa meditasi itu ibarat kita mau masuk ke dalam rumah. Masuknya bisa lewat pintu depan, pintu belakang, jendela, atap/genteng, bawah tanah, atau membobol tembok. Apapun cara yang dilakukan tujuannya sama yaitu masuk ke dalam rumah.

Cukup lama saya merenungkan apa yang Beliau sampaikan. Dan semuanya menjadi jelas dan gamblang saat saya bertemu Anna Wise di Berkeley. Melalui pelatihan intensif dan pengajaran yang ia sampaikan pada saya akhirnya saya mengerti.

Anna berkata, seperti kutipan pada awal artikel ini, “Meditation is not a technique. Meditation is a state of consciousness”. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Y.M. Uttamo Mahathera. “Dalam rumah” adalah state of consciousness atau kondisi meditatif. Dan cara untuk bisa mencapai state of consciousness bisa lewat berbagai cara atau ritual.

Hal ini ditegaskan Anna berdasarkan riset yang ia lakukan selama lebih dari 35 tahun dengan menggunakan Mind Mirror. Anna, satu-satunya pakar Mind Mirror di dunia saat ini, adalah murid yang dipercaya Maxwell Cade, psychobiologist dan biophysicist Inggris, yang mengawali penelitian hubungan antara pola gelombang otak dan kesadaran manusia, untuk meneruskan penelitiannya.

Penelitian awal dilakukan Cade dengan melakukan pengukuran pola gelombang otak lebih dari 4.500 kali pada sangat banyak subjek penelitian. Dan hebatnya lagi Cade mengukur tidak hanya gelombang otak orang biasa namun terutama pada master, guru spiritual, yogi, dan meditator yang sangat berpengalaman.

Setelah melakukan begitu banyak pengukuran dan pembacaan pola gelombang otak akhirnya Cade menyimpulkan satu hal yang sangat penting yaitu meditasi adalah kondisi kesadaran seseorang pada suatu saat tertentu yang ditentukan oleh komposisi pola gelombang otak yang konsisten.

Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa tidak peduli apapun teknik meditasi yang digunakan, apakah dengan Trancendental Meditation, fokus pada napas, membaca mantra tertentu, membaca ayat suci tertentu secara berulang, melakukan gerakan tertentu, visualisasi, atau teknik lainnya, hasilnya tetap sama. Semuanya menunjukkan pola gelombang otak yang sama. Pola gelombang otak ini dinamakan dengan The Awakened Mind.

Melalui riset itu pula akhirnya berhasil disusun satu tabel yang menjelaskan mengenai hubungan subjektif dan objektif antara level relaksasi fisik, yang diukur dengan ESR dan menggunakan skala Lesh, dan pola gelombang otak yang diukur dengan menggunakan Mind Mirror.

Berdasar penelitian Anna Wise diketahui bahwa saat melakukan meditasi maka yang aktif hanya dua jenis gelombang otak yaitu alfa dan theta saja. Bisa dengan atau tanpa delta. Saat seseorang sedemikian fokus dan tercerap ke dalam objek meditasinya maka pada saat itu gelombang beta hilang. Dengan demikian ia tidak lagi bisa mendengar suara atau kejadian di sekitarnya.

Proses tercerapnya seseorang ke dalam objek meditasinya dipengaruhi oleh kerja Reticular Activating System (RAS) yang ada di batang otak. RAS ini yang mengendalikan objek dan intensitas fokus seseorang.

Pola gelombang meditasi ini, bila ditambahkan sedikit (low) beta, akan menjadi pola The Awakened Mind. Pola ini mempunyai banyak nama. Ada yang menyebutnya dengan Lucid Awareness, Sabikalpa Samadhi, Cosmic Consciousness, Fifth State, Illumination, dan Nirbikalpa Samadhi. Apapun nama yang diberikan pola gelombang otaknya sama. Semua ini tampak pada Mind Mirror.

Yang sungguh luar biasa dari hasil penelitian ini yaitu kita, dengan menggunakan Mind Mirror, selain mampu mengukur pola gelombang, juga dapat melatih per segmen pola gelombang otak.

Apa maksudnya?

Contohnya begini. Saat seseorang menutup mata dan berusaha memfokuskan pikiran pada objek meditasi maka biasanya pikiran orang akan lari ke sana ke mari. Ini yang dikenal dengan istilah Monkey Mind. Monkey Mind ini disebabkan oleh beta (medium & high) yang sangat aktif. Maka langkah awal untuk meditasi adalah bagaimana menjinakkan pikiran yang liar. Cara umum yang digunakan adalah dengan memaksa diri untuk fokus ke objek meditasi. Ternyata cara ini justru tidak efektif. Anna berhasil mengembangkan satu teknik yang mampu secara cepat menghentikan pikiran yang liar hanya dalam waktu 1 menit. Teknik ini juga yang ia bagikan kepada seorang guru meditasi Zen untuk lebih meningkatkan kualitas meditasinya. Hasilnya… sungguh luar biasa.

Nah, ini tadi yang segmen gelombang beta. Bagaimana dengan yang lain? Inilah dahsyatnya Mind Mirror. Dengan membaca hasil pengukuran awal kita akan tahu persis apa yang harus dilakukan. Bila ternyata meditator sulit menghasilkan gelombang alfa yang cukup untuk bisa masuk ke kondisi meditatif yang dalam maka kita bisa melatihnya dengan mudah dan cepat. Meditator harus bisa menghasilkan alfa yang cukup banyak agar bisa masuk lebih dalam.

Demikian pula dengan gelombang theta dan delta. Jadi, pertama-tama kita “break down” dan kita latih per segmen. Setelah bisa mengotak-atik tiap segmen gelombang otak, bisa meningkatkan dan menurunkan tiap segmen secara sadar (sengaja) baru kita menggabungkan empat segmen gelombang otak dan dengan mudah kita mencapai kondisi meditatif yang dalam dan kalau perlu menghasilkan gelombang The Awakened Mind.

Oh ya, ada satu lagi pola gelombang di atas The Awakened Mind yaitu The Evolved Mind. Sangat jarang ada orang yang bisa mencapai level ini. Pola ini berhubungan dengan pencapaian dan perkembangan spiritual seseorang.

Untuk bisa masuk ke kondisi meditatif maka, menurut Anna Wise, yang pertama harus bisa dilakukan adalah dengan merilekskan tubuh. Jika tubuh tidak rileks maka pikiran juga akan sangat sulit rileks. Jika pikiran tidak bisa rileks maka gelombang otak yang aktif dominan adalah beta.

Mengapa kita perlu merilekskan tubuh terlebih dahulu? Karena lebih mudah merilekskan tubuh daripada pikiran. Dan karena tubuh dan pikiran saling terhubung dan mempengaruhi maka dengan merilekskan tubuh kita juga membuat pikiran menjadi rileks. Rileksasi tubuh ada hubungannya dengan postur tubuh saat kita melakukan meditasi. Jika postur tubuh salah maka akan sangat mengganggu.

Kedalaman kondisi meditasi tidak ditentukan oleh berapa lama seseorang telah bermeditasi. Anna pernah mengukur gelombang otak seorang klien yang telah meditasi selama 12 (dua belas) tahun konsisten tiap hari 1 jam. Hasilnya? Sama sekali tidak bisa masuk. Setelah dibimbing oleh Anna hanya dalam waktu 30 menit klien ini bisa masuk dengan sangat dalam ke kondisi menditatif yang ia inginkan selama ini.

Dengan bekal pengetahuan dan pelatihan yang saya dapatkan dari Anna Wise saya sekarang bisa masuk ke kondisi meditatif yang sangat dalam dengan cepat. Dan sekarang saya baru bisa mengerti dan merasakan nikmatnya melakukan meditasi.

Dengan pengetahuan yang didapat dari Anna Wise ibaratnya kita bisa melakukan copy paste kondisi meditatif yang telah dicapai seorang master, yang telah melakukan meditasi bertahun-tahun, kepada seorang pemula dengan sangat mudah.

Sudah tentu ini dilakukan dengan mengotak-atik pola gelombang otak seseorang untuk bisa menghasilkan pola gelombang otak seperti yang dihasilkan master itu.

* Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pakar pendidikan dan mind technology dan neuro-feedback, pembicara publik, dan trainer yang telah berbicara di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri. Ia telah menulis empat belas best seller “Born to be a Genius”, “Genius Learning Strategy, Manage Your Mind for Success”, “Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan?”, “Hypnosis – The Art of Subcsoncsious Communication”, “Becoming a Money Magnet”, “Kesalahan Fatal dalam Mengejar Impian”, dan “Hypnotherapy: The Art of Subconscious Restructuring”, dll

>>>> Pesan sponsor: untuk mendapatkan meditasi yang mendalam, bisa dengan menggunakan bantuan tools berupa simulasi gelombang otak. click here for details <<<<

:rate

 


 Powered by Max Banner Ads