Powered by Max Banner Ads 

Seni Meramal Tiongkok Kuno

Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Tiongkok, begitulah kata-kata fenomenal yang pernah diucapkan seorang nabi. Ternyata kata-kata tersebut bukanlah omong kosong belaka. Terbukti, sejak lama banyak seni dan pengetahuan yang berasal dari Tiongkok, dipelajari dan dikembangkan di banyak negara. Termasuk berbagai seni meramal dan pengobatan, seperti feng shui, akupunktur, dan refleksologi.

Ilmu peramalan lahir di Tiongkok ribuan tahun lalu. Perkembangan ilmu itu hingga terbentuk sebagaimana yang kita kenal sekarang, tentu saja telah melalui proses yang panjang. Berbeda dengan seni meramal dari berbagai negara lain yang muncul hampir bersamaan, seni meramal Tiongkok kuno sebenarnya berkaitan dengan perhitungan.

Pada masa dinasti Tang, Liu Yu Xi dalam bukunya Tian Lun menyatakan bahwa ilmu perhitungan adalah akar dari segala macam ilmu. “Setiap benda memiliki perhitungan dan dengan menghitung kita bisa mendapatkan cara yang sesuai dengan alam,” begitu kata Liu. Beliau mengumpamakan kapal dengan air, dan katanya, agar kapal bisa berlayar dan mengambang perlu ada perhitungan yang cermat.

Begitu juga dengan yang sekarang disebut “ramalan”. Dengan perhitungan yang teliti, maka seorang pakar mampu membaca masa depan seseorang dengan akurat.

Tiga kategori

Pada masa dinasti Qin dan Han, ilmu perhitungan ini sudah menjadi satu cabang yang berkembang luas. Uniknya, ilmu perhitungan Tiongkok kuno lambat laun berkembang menjadi ilmu peramalan. Pada dasarnya, ilmu peramalan Tiongkok kuno dibagi menjadi tiga kategori.

Pertama adalah Ming. Peramalan ini menggunakan “tanggal lahir” sebagai patokan utama. Yang paling dikenal adalah Ba Zi dan Zi Wei Dou Shu.

Kedua adalah Xiang. Peramalan ini menggunakan “bentuk”, misalnya feng shui, bentuk wajah dan tubuh (xiang mian atau fisiognomi), dan bentuk garis tangan (shou xiang atau palmistri).

Ketiga adalah Pu. Peramalan ini menggunakan “probabilitas”, misalnya ciamsi (qian shi) dan heksagram.

Selama ini feng shui dan ramalan astrologi (horoskop) Tiongkok sudah cukup dikenal luas di Indonesia karena sering mengisi halaman-halaman media cetak, situs-situs internet, dan program-program acara media elektronik. Horoskop Tiongkok mendasarkan ramalannya pada 12 zodiak hewan atau shio. Setiap shio diperoleh berdasarkan tahun kelahiran seseorang.

Namun sesungguhnya, dalam seni metafisika Tiongkok shio bukanlah patokan untuk meramal nasib. Yang benar, seharusnya shio digunakan untuk mengidentifikasi jenis-jenis chi (qi) yang memengaruhi pada tahun tertentu. Chi adalah energi negatif atau positif yang ada di bumi dan memengaruhi kehidupan manusia. Dengan demikian, ramalan horoskop Tiongkok yang sering kita jumpai sebenarnya tidak akurat dan lebih bersifat selebritis atau bacaan di kala iseng.

Seni ramalan yang sesungguhnya adalah Ba Zi. Di Indonesia dikenal sebagai Delapan Karakter atau Empat Pilar. Sejajar dengan Ba Zi adalah Zi Wei Dou Shu (Ramalan Bintang Ungu).

Kedua teknik peramalan itu memelajari keberuntungan langit dan keberuntungan manusia. Sementara keberuntungan buminya berkenaan dengan feng shui. Pada dasarnya, praktek Ba Zi dan Zi Wei (nama populernya) sangat terlepas dari mistis. Kehebatan sang ahli hanya didasarkan pada kemampuan analisisnya yang tinggi.

Ba Zi dan Zi Wei mendasarkan analisisnya pada dua elemen, yaitu Batang Langit dan Cabang Bumi. Batang Langit terdiri atas lima elemen negatif (yin) dan lima elemen positif (yang). Kelima elemen itu adalah kayu, api, tanah, logam, dan air yang masing-masing memiliki siklus menguntungkan dan merugikan satu sama lain.

Sedangkan Cabang Bumi terdiri atas 12 shio dari Tahun, Bulan, Tanggal (Hari), dan Jam kelahiran seseorang. Dengan catatan jam kelahiran tidak mutlak, artinya kalau tidak tahu, tidak mengapa. Hanya, tanpa jam kelahiran analisis menjadi kurang lengkap.

Yang disebut Empat Pilar adalah tahun, bulan, hari, dan jam kelahiran. Karena setiap pilar terdiri atas dua elemen (yin dan yang), maka kemudian dikenal sebagai Delapan Karakter.

Setelah data kelahiran seseorang diperoleh, maka ahli Ba Zi melakukan kalkulasi berdasarkan Teori Yin dan Yang, Lima Elemen, dan Pergerakan Musim, ditambah perhitungan memakai kalender Hsia atau kalender solar (matahari). Sedangkan Zi Wei berdasarkan konfigurasi bintang-bintang yang jumlahnya lebih dari 100.

Namun umumnya bintang yang dipakai hanya berjumlah 40-an. Itu pun sudah dianggap memberikan akurasi yang luar biasa. Berbeda dengan Ba Zi, Zi Wei memakai kalender Imlek atau kalender lunar (bulan) sebagai dasar perhitungan.

Dalam perkembangannya, teknik peramalan Ba Zi menjadi lebih populer daripada Zi Wei karena dianggap lebih dinamis, logis, revolusioner, dan menantang. Dari generasi ke generasi ramalan Ba Zi selalu disempurnakan. Dewasa ini, pada level praktek tertinggi, ketepatan Ba Zi mencapai di atas 95 persen.

Bentuk

Di antara berbagai peramalan bentuk, feng shui tentulah sudah amat populer di Indonesia. Feng shui adalah seni purba yang berhubungan dengan tata letak makam dan bangunan (kantor, ruang usaha, dan tempat tinggal). Menurut feng shui, tata letak yang bagus adalah yang selaras dan seimbang dengan alam, apalagi bila dikaitkan dengan data kelahiran seseorang.

Lokasi makam/bangunan yang benar ditambah arah hadap yang tepat dipercaya akan memberikan segala peruntungan kepada keluarga yang ditinggalkan atau orang-orang yang menempati suatu bangunan. Di samping rezeki melimpah, kesehatan pun akan prima. Bahkan karir lancar, dan pokoknya, nasib akan bagus.

Namun seseorang yang tidak mengetahui tanggal kelahirannya secara pasti, tidak perlu berputus asa. Masih ada upaya lain yang tidak kalah mujarabnya dengan teknik-teknik peramalan di atas. Berbagai peruntungan Anda, termasuk sifat dan karakter, bisa diketahui lewat pembacaan yang teliti terhadap wajah, tubuh, dan tangan Anda.

Lima elemen yang dikenal sebelumnya, juga digunakan pada praktek ramalan lewat bentuk. Masing-masing elemen memiliki karakteristik, kualitas, dan bentuknya sendiri-sendiri. Jangan heran kalau seorang peramal akan mengatakan Anda mempunyai “Tangan Air, Wajah Tanah, Tubuh Logam, dsb”.

Bentuk-bentuk demikian merupakan petunjuk bagi karakter pribadi seseorang. Agar didapatkan sebuah ramalan yang lengkap, maka harus dipertimbangkan ciri-ciri wajah dan garis-garis tangan.

Para peramal nasib Tiongkok klasik membedakan 130 posisi pada wajah. Posisi-posisi yang paling penting dimasukkan dalam berbagai kategori. Kategori-kategori itu mencakup Dua Belas Istana, yang meliputi daerah-daerah berbeda di seluruh wajah; Tiga Belas Posisi memanjang dalam satu garis dari dahi ke dagu; Dua Belas Batang Duniawi yang membentuk sebuah lingkaran di sekeliling wajah; dan Tiga Daerah Wajah yang terdiri atas langit (dari garis rambut hingga telinga atas), manusia (dari telinga atas hingga ujung hidung), dan bumi (dari ujung hidung hingga dagu).

Selain itu ada daerah-daerah khusus yang disebut daerah Lima Gunung dan Empat Sungai. Di antara beberapa bagian wajah, yang paling mendapat perhatian adalah mata, alis, mulut, hidung, dan telinga.

Di samping yang kelihatan, peramal-peramal Tiongkok klasik juga memerhatikan bagian-bagian tubuh yang tidak tampak dari luar, misalnya pusar, payudara, kemaluan, dan rambut kemaluan. Bahkan ramalan yang lengkap luar dalam juga melihat cairan dari vagina dan sperma seseorang. Di mata mereka tentunya bukan porno, bukan jorok. Hal itu dianggap “untuk mengetahui kepribadian seseorang selengkap-lengkapnya”.

Di antara sekian banyak objek, yang paling banyak mempunyai “cerita” adalah tangan. Bentuk tangan, ukuran tangan, warna tangan, ukuran jari, bentuk jari, bentuk kuku, dan garis-garis tangan diyakini mampu mengungkapkan watak, kesehatan, peruntungan, jodoh, karir, hingga hubungan keluarga.

Probabilitas

Sesuai namanya, probabilitas berarti kemungkinan. Memang ada kesan teknik peramalan ini bersifat untung-untungan. Ciamsi sering dipandang mengandung mistis. Teknik peramalan ini terbilang sederhana karena hanya berpegang pada hasil kocokan.

Biasanya peramalan dengan ciamsi terdapat pada kelenteng. Namun kini orang bisa mengikuti ciamsi pada beberapa situs internet. Meskipun dianggap mistis, ciamsi banyak dipercaya oleh masyarakat Tionghoa. Sebab, sebelum mengocok ciamsi, sebelumnya yang bersangkutan berdoa terlebih dulu.

Lebih rumit dari ciamsi adalah heksagram. Caranya adalah menggunakan tiga buah koin yang dilemparkan sebanyak enam kali. Hasilnya dimasukkan ke dalam sebuah rumusan yang kemudian dikembangkan menjadi format baku.

Heksagram berasal dari Teori Yin dan Yang dilengkapi diagram Pakua atau Bagua (delapan arah mata angin). Disebut heksagram karena menggunakan prinsip 8 diagram. Setiap diagram berisi 8 kotak. Karena ada 8 diagram, maka semuanya ada 64. Nomor-nomor mana yang akan keluar tergantung dari hasil lemparan.

Setiap angka, dari 1 hingga 64, memiliki makna masing-masing. Penganalisis yang baik mampu meramalkan perkembangan nasib dan keberuntungan seseorang, seperti keuangan, pekerjaan, percintaan, kesehatan, keluarga, dan lain-lain.

Sebenarnya, warisan Tiongkok kuno masih menyisakan beberapa teknik peramalan lain, seperti Wu Xing, Xing Ming Xue, hasta aksara, bentuk sidik jari, dll. Namun tampaknya, teknik-teknik peramalan tersebut kurang begitu populer.

Teknik-teknik peramalan demikian, sebagaimana permintaan para klien, berfungsi utama untuk mengetahui nasib. Misalnya usaha atau pekerjaan apa yang cocok dan bagaimana masa depan seseorang. Tetapi di balik itu, teknik-teknik peramalan tersebut bisa digunakan untuk mendeteksi kesehatan atau penyakit, memilih jodoh yang tepat, menyeleksi karyawan yang berpotensi, dan masih banyak lagi.

Masa lalu, masa sekarang, dan masa depan seseorang memang ada pada dirinya sendiri. Semuanya bisa diteropong lewat perhitungan tanggal lahir atau tanda-tanda pada tubuh, termasuk bentuk, ukuran, dan warna tahi lalat.

Author: Djulianto Susantio, sumber: santai2008.wordpress.com


 Powered by Max Banner Ads