Ikhlas Dengan Teknologi Gelombang Otak

Suara musik lembut yang sesekali diwarnai suara gemericik air sungai dan kicau burung mengalun perlahan di ruang seluas 50 meter persegi. Sementara 25 peserta training MindFocus dengan posisi duduk bersandar di kursi sambil memejamkan mata. Setelah 15 menit, seorang trainer mempersilakan para peserta membuka mata. Beberapa peserta menunjukkan rasa puas atas exercise yang baru saja mereka lakukan.
Suasana itu merupakan bagian dari training The Braiwave Management Training, yang diselenggarakan Katahati Institute Jakarta, di Hotel Equator, akhir pekan lalu.
“Teknik rileksasi merupakan bagian pembelajaran mencapai ikhlas dengan teknologi,” kata Erbe Sentanu, pendiri Katahati Institute.
Menurut Sentanu, untuk meraih keikhlasan sebenarnya sederhana. Tetapi, karena setiap individu biasanya berpikir secara sophisticated dan rumit, maka kesederhanaan ikhlas sulit dicerna.
“Ikhlas itu aktivasi hati, sehingga untuk memahaminya kita harus mengistirahatkan pikiran dan mulai berlatih menggunakan hati. Dengan kata lain memindahkan kesadaran kita dari otak ke hati,” ujar Sentanu.
Dijelaskannya, untuk mencapai ikhlas, Katahati Institute memperkenalkan teknologi ikhlas. Teknologi ini berisi program aplikasi praktis ilmu pengetahuan modern untuk melatih, mengukur, membuktikan dan memproduksi tingkat keikhlasan hati sesorang.
Teknologi yang dipergunakan merupakan hasil penggabungan kekuatan budaya timur dan barat serta ilmu pengetahuan terkini. Misalnya Neuroscience, Quantum Physics, Evolutionary Biologi, Chaos Theory, Brain Science of The Mind, serta tuntunan bijak filsafah hidup dan tauhid keagamaan.
Dalam pelatihan, Katahati Institute memberikan dua tahapan. Pertama, pelatihan tentang MindFocus brainwave management atau pengelolaan gelombang energi otak. Pelatihan tahap pertama ini untuk meraih keikhlasan melalui otak dan pikiran.
Pelatihan tahap kedua, disebut HeartFocus heartwave management. Yang ini lebih menekan pengelolaan gelombang energy jantung. Tujuannya untuk meraih keikhlasan melalui jantung dan perasaan.
“Metode ini untuk membongkar akar terdalam dari nafsu yang terpuaskan, keinginan untuk menang sendiri, keresahan, ketakutan dan kepalsuan hati,” jelas Sentanu
sumber: detikBandung Selasa, 18/11/2008








