Lengkapi Rumah Anda dengan Orgonite 168. Klik disini !
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘edgar cayce’

 Powered by Max Banner Ads 

Lemuria: Benua yang Hilang

August 21st, 2009 No comments

Lemuria/Mu merupakan peradaban kuno yg muncul terlebih dahulu sebelum peradaban Atlantis. Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria disekitar periode 75000 SM – 11000 SM.Jika kita lihat dari periode itu,Bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun lamanya.

Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat kita peroleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908), seorang peneliti dan penulis pada abad ke -19 yang mengadakan penelitian terhadap situs2 purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan. Informasi tsb diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya. Dari hasil terjemahan,diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis).Namun dikatakan juga,bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dasyat meluluh lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.

Hingga saat ini,letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi sebuah kontroversi, namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para peneliti,kemungkinan besar peradaban tsb berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang).Banyak arkeolog memepercayai bahwa Easter Island yang misterius itu merupakan bagian dari Benua Lemuria.Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban  maju pada masa silam. Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap dipulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulu kala pernah ada sebuah daratan besar besar di Pasifik yang yang hancur diterjang oleh gelombang pasang air laut dasyat (tsunami), namun sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan.

Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban Atlantis,  memiliki tanah yang subur, masyarakat yang makmur dan penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam. faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi Bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju dan memiliki banyak ahli/ilmuwan yang dapat menciptakan suatu trobosan baru dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi mereka.

Seperti banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi, bahwa bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan crystal secara intensif dalam kehidupan mereka. Edgar Cayce, seorang spiritualis Amerika melalui channelingnya berkali2 mengungkapkan hal yang sama. Kuil2 Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah crystal generator raksasa yang dikelilingi crystal2 lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna berbagai penyembuhan.

Banyak info mengenai atlantis dan lemurian diperoleh dengan men-channel crystal2 ‘old soul’ yang pernah digunakan pada kedua jaman ini. Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan fisik,teknologi dan gemar berperang,Bangsa Lemuria justru dipercaya sebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yang tinggi,sangat damai dan bermoral.

Menurut Edgar Cayce,munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban super power pada saat itu (kalau sekarang mirip Amerika Serikat begitulah) membuat mereka sangat ingin menaklukkan bangsa-bangsa didunia,diantaranya Yunani dan Lemuria yang dipandang oleh para Atlantean sebagai peradaban yang kuat. Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang baik, invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan.

Karena sifat dari Lemurian yang menjunjung tinggi konsep perdamaian,mereka tidak dibekali dengan teknologi perang secanggih bangsa Atlantean,sehingga dalam sekejap Lemuria pun jatuh ketangan Atlantis. Para Lemurian yang berada dalam kondisi terdesak,ahirnya banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet lain yang memiliki karakteristik mirip bumi, mungkin keberadaan mereka saat ini belum kita ketahui (ada yang mengatakan saat ini mereka tinggal di Planet Erra/Terra digugus bintang Pleiades)

Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalkan bumi untuk menetap diplanet lain ini sedikit tidak masuk akal, tapi perlu kita ketahui bahwa teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju,penguasaan teknologi penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat mereka realisasikan dijauh2 hari.Tentunya penguasaan teknologi yang sama pada era peradaban kita ini,belum bisa disandingkan dengan kemajuan teknologi yang mereka ciptakan.

Beberapa monumen batu misterius berhasil ditemukan di bawah perairan Yonaguni, Jepang. Mungkinkah monumen-monumen itu merupakan sisa-sisa dari peradaban Lemuria? Selengkapnya baca disini

sumber: www.misteridigital.com

Categories: Mysterious Places

Jaman Akhir dan Dunia Baru (Bagian Keempat)

August 21st, 2009 No comments

Akhir Jaman
Menurut penulis, keterangan yang diperoleh dari mahluk luar Bumi cocok dengan keterangan dalam Quran dan Injil. Atas dasar kecocokan tersebut penulis mengambil kesimpulan bahwa ucapan mahluk luar Bumi itu benar adanya dan dengan sendirinya kita dapat menyimpulkan bahwa mahluk luar Bumi benar-benar ada.

Keterangan dalam kitab suci yang khusus menyangkut adanya akhir jaman dapat kita temui dalam sejumlah ayat yang cukup besar jumlahnya. Dibawah ini penulis mengutip beberapa keterangan pokok :

- Keadaan Bumi dan kehidupan dunia dewasa ini hanya akan berlangsung sampai pada suatu jangka waktu tertentu saja. Quran menyatakan : Hari akhir itu adalah suatu jangka waktu yang telah ditentukan (Q 11:104). Jadi baik adanya jangka waktu sudah ditentukan, demikian pula lamanya jangka waktu ini sudah tetap. Injil menyebut adanya kesudahan alam. Yang lebih tepat meungkin adalah kesudahan suatu pola kehidupan, kesudahan suatu peradaban (Matius 24:3)

- Jesus Christ mengatakan bahwa pada akhir jangka waktu akan dilakukan panen jiwa-jiwa yang selamat (Matius 13:39). Quran mengatakan bahwa akan diadakan perhitungan (Q 21:1) atau akan dilakukan pengadilan (Q 51:12). Di hari itu akan terjadi pemisahan (Q 37:21).

- Pada hari akhir jangka waktu yang telah ditetapkan itu akan terjadi goncangan. Dalam Quran kita dapatkan ayat yang bunyinya : Sudahkah sampai kepada anda berita tentang kejadian yang menggemparkan ? Beberapa muka di hari itu menunduk, bersusah payah, kelelahan, terbakar oleh api yang menyala (Q 88:1 sd 4)

- Orang yang berkiblat pada tuhan akan selamat, karena mereka diselamatkan. Quran mengatakan : … menjadi kewajiban bagi kami untuk menyelamatkan orang-orang yang beriman (Q 10:103)

Secara umum keterangan mahluk luar Bumi senada dengan ajaran agama, malah saling melengkapi. Suatu keterangan dapat kita tambahkan dalam hal ini :

Tata surya anda telah memasuki sektor baru dalam galaxy. Ini akan berpengaruh pada dimensi kehidupan. Vibrasinya akan meningkat menurut siklus perkembangan yang harus dilaluinya. Planet anda akan mengalami goncangan disebabkan bergesernya sumbu perputaran planet anda. Namun ahli-ahli kami menguasai masalah seperti ini. Mereka akan menuntun Bumi melewati titik yang gawat sehingga goncangan menjadi sekecil mungkin. Letusan gunung berapi dan gempa akan meningkat.

Adanya keterangan-keterangan di atas bila benar, telah menempatkan umat manusia dalam suatu posisi yang istimewa. Penulis tidak ragu akan kebenarannya karena ditunjang oleh kenyataan yang dapat kita saksikan setiap hari. Penulis menemukan suatu petunjuk bilamana kiranya jaum il akhir itu mulai. Petunjuk ini dapat kita jumpai dalam ayat dimana Tuhan berfirman pada bani Israil setelah mereka diselamatkan Musa dari penjajahan Mesir (Q 17:104) : … Diamlah kamu di negeri ini (Palestina) dan bila datang janji hari akhir itu, kami akan mengumpulkan kamu dari berbagai penjuru.

Pembentukan negara Israil Modern pada 1947 merupakan petunjuk jelas tentang awal Yaum Il Akhir. Tidak dapat disangkal bahwa pertengahan kedua pada aban 20 dipenuhi oleh berbagai peristiwa luar biasa, misalnya istilah piring terbang dikemukakan tepat pada tahun 1947. Gejala UFO ini menjadi penyebab lahirnya kesadaran kosmis (Cosmic consciousness) dalam diri manusia. Dalam kesadaran inilah mula-mula berfikir bahwa mungkin ada kehidupan cerdas di luar Bumi. Ini akan membawa implikasi yang amat luas dan akan merobah sikap manusia terhadap segala hal yang bersyifat kosmis.

Bila untuk awal Yaum Il Akhir kita temukan petunjuk, demikian juga ada petunjuk untuk lamanya yaum il akhir. Petunjuk ini penulis temukan dalam gejala pertambahan penduduk. Pertambahan digambarkan sebagai garis hiperbola yang mempunyai asimptot. Secara teoretis, pertambahan penduduk tidak akan dapat melewati suatu nilai batas. Untuk menemukan nilai batas ini kita dapat menuliskan persamaan garis sebagai berikut :

Y = A / ( B – X ) dimana Y = jumlah penduduk pada tahun X; A dan B = dua bilangan konstan yang dapat kita hitung dari dua harga Y pada dua harga X.

Untuk data kependudukan dunia yang penulis pakai, diperoleh nilai B = 2025. Ini berarti antara tahun 1947 dan 2025 akan terjadi sesuatu yang menyebabkan pertambahan penduduk terhenti.

Baik Quran maupun Injil mengatakan akan terjadi goncangan. Tapi tidak jelas syifat dari goncangan tersebut. Namun dalam Quran kita dapati suatu petunjuk ke arah ini. Suatu ayat mengatakan bahwa siang akan tetap siang dan malam akan tetap malam (Q 28:71 dan 72). Ini hanya mungkin terjadi bila kutub utara menuju kearah matahari sehingga belahan bumi sebelah utara akan tetap siang, sebaliknya belahan selatan akan tetap malam. Akibatnya belahan utara akan terlalu panas dan belahan selatan akan terlalu dingin. Ini ditunjang oleh ayat Q 78:25 yang menyebut adanya air mendidih dan kedinginan yang mencekam. Dalam keadaan serupa ini, berat bagi umat manusia untuk bertahan. Keadaan inilah yang disebut neraka dalam kitab-kitab suci.

Mahluk luar Bumi memberikan keterangan yang lebih terperinci dan lebih jelas tentang apa yang akan terjadi. Memang benar bahwa kutub akan bergeser. Akibatnya keseimbangan Bumi akan terganggu. Permukaan Bumi adalah ibarat kulit telor yang pecah. Bila sumbu akan bergeser, maka pecahan-pecahan kulit ini yang disebut lempengan tektonis akan turut bergerak. Dalam skala Bumi pergeseran satu kilometer tidak berarti apa-apa, tapi untuk kehidupan manusia turunnya lempengan sejauh satu kilometer ini berarti lenyapnya sebuah benua ditelan samudera.

Inilah gambaran kejadian tentang apa yang akan dialami oleh Bumi yang telah diketahui secara luas oleh mahluk-mahluk celestial. Banyak sumber-sumber yang ingin menyampaikan situasi gawat ini agar manusia berhati-hati dan waspada, khususnya mengenai penggunaan tenaga atom. Mahluk-mahluk “discarnate” (non fisikal) berusaha menemukan manusia Bumi yg sensitif panca inderanya dan memberikan impresi kepada mereka secara telepatis. Inilah sumber pengalaman supra-normal yang disebut oleh Lobsang Rampa dalam bukunya “Chapters of Life”. Dalam suatu pengalaman clairvoyance (penglihatan supra-normal/gaib) ia melihat California tenggelam dalam samudera. Tapi Lobsang Rampa menambahkan apa yang ia lihat jangan dianggap sebagai suatu ramalan yang pasti terjadi melainkan suatu hologram yang sifatnya mungkin terjadi. Suatu probability.

Edgar Cayce dalam keadaan “trance” dimana badan jasmaninya digunakan oleh “entity” lain mengatakan bahwa sungai Missisipi akan mengalir ke sebelah timur, bukan lagi ke sebelah selatan. California dan New York akan mengalami goncangan yang sangat dahsyat. Banyak daerah pantai di muka Bumi ini yang akan tenggelam ke laut. Pengalaman ini dipaparkan secara luas dalam buku “Edgar Cacye’s Prophecy” karangan Mary Ellen Carter.

Jeanne Dixon dalam bukunya “My Life and Prophecies mengalami banyak sekali kejadian supra-normal yang bersifat visi ke depan. Seperti Lobsang Rampa, Jeanne juga mengatakan bahwa visi yang ia lihat ini adalah hologram yang mempunyai kemungkinan terjadi atau tidak terjadi. Mahluk-mahluk luar Bumi sendiri mengatakan bahwa yang dapat diramal adalah kejadian yang bersyifat alamiah. Bila sudah menyangkut nasib manusia, semua ramalan akan menjadi hologram dan mengandung probability untuk terjadi/tidak terjadi. Hologram terjadi karena bekerjanya hukum alam semesta “Free Will” (kehendak bebas) yang tidak dapat diramal.

Untuk penyelamatan Bumi, para Celestial Beings mengerahkan tenaga dan keahlian dari mahluk-mahluk luar Bumi yang sudah advance ilmu pengetahuannya. Namun usaha ini dapat menemui kegagalan bila umat manusia dengan kehendak bebas yang mereka miliki memilih untuk terus menerus menghancurkan planet ini dengan perang, polusi dan pengrusakan lingkungan hidup mereka.
Oleh M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 5 Tahun 1 kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di milis Mayapada Prana (milisnya admin)

Categories: Extraterrestrial