Mau Tahu Teknik Membesarkan Penis Cara Arab? Free Tutorial and Video: Semuanya Gratis! Klik disini!
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘Extraterrestrial’

 Powered by Max Banner Ads 

Misteri UFO di Langit Moscow

October 20th, 2009 No comments

Publik Eropa semingguan ini membicarakan berita tentang lingkaran bercahaya terang (halo) yang muncul di langit Moskow, Rusia, pada Rabu 7 Oktober silam. Tampilan  halo itu mirip gaya serangan alien dalam film Hollywood bertajuk Independence Day.

Cincin aneh itu diabadikan dalam bentuk video oleh warga lokal setempat. Ahli unidentified flying object (UFO) menggambarkan fenomena itu sungguh misterius. Demikian dilansir The Sun edisi 11 Oktober lalu.

Nick Pope, mantan analisis UFO di Dephan Inggris menyatakan, dia belum pernah melihat yang seperti itu. “Apa pun ini, ini adalah hal yang paling indah dan spektakuler yang saya lihat,” ujarnya.

Fenomena itu melahirkan spekulasi yang cukup ramai di internet. Kabar itu jadi bahan diskusi di forum, blog dan email di seluruh dunia. Sejumlah orang menyebutnya sebagai efek cuaca yang aneh.

Teori yang muncul antara lain menyebutkan, halo itu merupakan pesawat induk makhluk angkasa luar (alien), senjata cuaca Rusia bahkan ada yang menyebutnya sebagai tanda kiamat. Video itu telah muncul di Youtube dan dilihat lebih 100 ribu kali

Sumber: Detik.com

Categories: Extraterrestrial

Ketika Dewa-dewa Turun ke Bumi

October 4th, 2009 No comments

Kehadiran benda-benda terbang luar Bumi beserta makhluk yang dibawanya, dipercaya oleh sebagian kalangan telah berkunjung ke Bumi sejak masa prasejarah. Hal ini terlihat pada sejumlah lukisan gua yang menunjukkan bentuk-bentuk yang oleh manusia abad ini disebut sebagai UFO (unidentified flying object). Tidak hanya itu, sebagian kalangan pun memercayai kehadiran UFO dan alien yang dibawanya tersebut turut memberi andil dalam proses evolusi kehidupan yang berlangsung di planet ini.

Menurut pakar sejarah seni, Daniela Giordano, dalam publikasinya yang berjudul Do UFO’s Exist in the History of Arts? banyak dijumpai lukisan dari abad pertengahan yang menggambarkan objek-objek angkasa tak lazim yang sulit untuk diinterpretasi. Dalam lukisan-lukisan tersebut ditampilkan bentuk-bentuk menyerupai pesawat udara dan kubah terbang yang justru baru berabad-abad kemudian banyak dilaporkan oleh para saksi mata melalui sejumlah penampakan yang terjadi.Dibawah ini adalah contoh-contoh lukisan dari abad pertengahan yang menggambarkan UFO:

close upnya ini:

This painting is called “The Madonna with Saint Giovannino”. It was painted in the 15th century by Domenico Ghirlandaio (1449-1494) and hangs as part of the Loeser collection in the Palazzo Vecchio. Above Mary’s right shoulder is a disk shaped object. A man and his dog can clearly be seen looking up at the object.

The Life Of Mary – 14th Century Tapestries

The Babtism of Christ: A disk shaped object is shining beams of light down on John the Baptist and Jesus – Fitzwilliam Musuem, Cambridge, England – Painted in 1710 by Flemish artist Aert De Gelder. It depicts a classic, hovering, silvery, saucer shaped UFO shining beams of light down on John the Baptist and Jesus. What could have inspired the artist to combine these two subjects?

Frescos throughout Europe which reveal the appearance of space ships in the skies including this painting of ‘The Crucifixion’ – painted in 1350. This paintng hangs above the altar at the Visoki Decani Monestary in Kosovo.

[dan sekarang perhatikan baik2 close-up picturesnya]

It seems to depict a small human looking man looking over his shoulder – at another UFO as if in pursuit – as he flies across the sky in what is clearly a space ship. The leading craft is decorated with two twinkling stars, one reminiscent of national insignia on modern aircraft

———————————————————————————

Dalam kurun waktu yang lebih tua, di gua yang sekarang menjadi wilayah Lascaux di Prancis Selatan juga dapat dijumpai lukisan purba berusia sekitar 13.000 tahun sebelum Masehi (SM) yang mengesankan kehadiran “benda terbang” di antara mastodon. Pemerhati seni lukis paleolitik percaya bahwa para pemburu purba tersebut melukiskan hewan-hewan buruannya untuk menambah kekuatan magis guna keperluan perburuan mereka, meski makna simboliknya tetap menjadi bahan perdebatan.

Sementara itu, di Abydos, kota kuno di Mesir yang menjadi “kota pemakaman” bagi sebagian besar raja-raja Mesir dari dinasti pertama dan ke dua (2920–2649 SM), terdapat kuil besar Abydos yang dibangun pada masa kepemimpinan Seti I (1306–1290 SM). Di dalam kuil dijumpai hieroglif yang menampilkan bentuk helikopter, kapal selam, dan mesin-mesin terbang lainnya yang oleh kita, manusia abad teknologi, diklaim sebagai produk modern.

Keyakinan sebagian kalangan bahwa planet ini telah disinggahi oleh makhluk cerdas luar Bumi (extraterrestrial intelligent being) sejak zaman dulu bercermin pada fakta-fakta berupa kehadiran sejumlah konstruksi raksasa yang memerlukan pengetahuan dan teknologi yang dipandang sebagian orang mendahului zamannya, seperti Stonehenge di dataran Salisbury Inggris barat daya, susunan arca di Pulau Paskah di selatan Samudra Pasifik (berukuran tinggi 3 – 12 m dengan bobot tidak kurang dari 12,5 ton dan jumlah mencapai lebih dari 880 buah), piramida di Giza Mesir yang formasinya diyakini sebagai proyeksi tiga buah bintang (Alnitak, Alnilam, dan Mintaka) di rasi Orion (Pemburu), maupun Machu Picchu di Peru dan Baalbek di Lebanon timur.

Gagasan bahwa makhluk cerdas luar Bumi telah memberi pengaruh besar terhadap perkembangan kebudayaan ras manusia melalui serangkaian kunjungannya jauh pada masa lalu, yang dikenal sebagai Paleocontact Theory, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1919 dengan pendukung utamanya kala itu Charles Fort dan Erich von Däniken. Hingga kini teori di atas terus disebarkan melalui publikasi buku-buku hasil karya para penulis seperti Robert K.G. Temple dan Zecharia Sitchin.

Menurut von Däniken, hadirnya ilustrasi kendaraan angkasa dan makhluk berpakaian ala astronot masa kini dalam seni lukis purba dapat menjadi bukti kehadiran mereka sekaligus kontak yang telah dilakukan dengan penduduk Bumi. Masih menurut von Däniken, bukti adanya kesamaan tema dalam sejarah dan budaya meskipun secara geografis terpisah jauh juga dapat menjadi petunjuk tentang asal-muasal yang sama.

Argumen von Däniken mungkin ada benarnya. Bila kita perhatikan, candi Sukuh yang berada di lereng gunung Lawu, Jawa Tengah, memiliki struktur bangunan yang unik karena bentuknya menyerupai piramida bangsa Maya di Amerika Tengah. Apakah ada hubungan kebudayaan di antara kedua bangsa ini? Dari manakah datangnya inspirasi pembuatan candi tersebut? Bagaimanapun, sejak dulu gunung Lawu memang dikenal memiliki banyak misteri dan keanehan sehingga dikeramatkan oleh penduduk yang berdiam di sekitarnya.

Candi Hindu yang dibangun pada masa antara 1416–1456, ketika Majapahit berada di bawah pemerintahan Suhita (putri dari Wikramawardhana) yang menganut aliran Hindu Tantrayana ini, memiliki sejumlah arca berupa makhluk bersayap. Dua arca dengan ukuran yang lebih besar daripada manusia namun dengan bagian kepala yang telah hilang, memiliki detil relief yang berbeda meski sama-sama berbadan manusia dan dalam keadaan mengembangkan sayap. Satu arca diketahui memiliki kaki menyerupai bentuk kaki unggas lengkap dengan tajinya, sementara arca lainnya dengan kaki manusia dan diilustrasikan sedang mamanggul buah-buahan.

Arca manusia bersayap yang sedang memanggul buah-buahan tersebut sepintas mirip dengan relief yang dijumpai di Mesopotamia kuno meski dengan penggayaan (stilasi) yang berbeda, yaitu manusia berkepala burung dan bersayap yang sedang memetik buah-buahan dari pohon kehidupan yang membuat para dewa dapat hidup abadi.

Legenda warga di sekitar lereng gunung Lawu menyebut candi Sukuh sebagai tempat untuk berjumpa dengan roh orang yang sudah meninggal. Relif di Mesopotamia kuno tersebut sepintas juga mirip dengan mitos Garudeya (Garuda) yang mengambil air kehidupan dan harus bertarung dengan makhluk serupa naga. Lagi-lagi ini pun menyerupai legenda Timur Tengah yang menyebutkan adanya makhluk bersayap yang bertempur dengan seekor naga. Apakah semua kemiripan yang terjadi hanya kebetulan belaka?

Menariknya, ilustrasi tentang mesin-mesin terbang juga dapat dijumpai dalam teks-teks kuno, seperti dalam epik dari India dengan sebutan “vimana”. Dalam kitab Mahabharata disebutkan bahwa Bhima terbang bersama vimananya yang bersinar seterang Matahari dengan suara menggelegar laksana guntur. Lebih jauh, tulis von Däniken dalam buku larisnya According to the Evidence, dalam kitab Mahabharata pula dapat ditemukan informasi tentang senjata mematikan yang dimiliki oleh para dewa. Disebutkan bahwa senjata tersebut memancarkan cahaya dan membuat tubuh-tubuh menjadi tak dapat dikenali lagi, sementara yang lolos dari maut akan kehilangan rambut dan kuku-kuku mereka. Tembikar pun pecah tanpa sebab dan burung-burung menjadi pucat pasi. Bahkan dalam waktu singkat makanan menjadi beracun. Keadaan yang semula terang menjadi gelap gulita dan yang tersisa hanyalah abu.

Demikian gambaran kedahsyatan senjata para dewa. Apakah ini ilustrasi untuk senjata pemusnah massal semacam senjata nuklir yang sekarang kita kenal? Sebagian orang bahkan percaya bahwa kisah nabi Yehezkiel di dalam Alkitab merupakan ilustrasi peristiwa yang berkaitan dengan “penerbangan” yang dialami nabi bangsa Israel tersebut ke suatu tempat yang diduga kuat sebagai wilayah Kashmir saat ini.

Beranjak ke daratan Amerika, tepatnya di sebuah gurun di dataran tinggi Peru, dapat dijumpai lukisan-lukisan di tanah yang dibuat oleh indian Nazca yang menempati wilayah tersebut pada 200 SM hingga 600 Masehi. Lukisan-lukisan yang dikenal sebagai Nazca Lines tersebut digoreskan di atas tanah yang berada di bawah lapisan batuan gurun dan mengambil bentuk hasil stilasi yang menggambarkan hewan, manusia, dan anggota tubuh tertentu. Menariknya, meski telah berusia lebih dari ratusan tahun, garis-garis tersebut tetap bertahan akibat iklim yang sedemikian rupa sehingga meniadakan erosi. Wajarlah bila para pakar arkeologi dan antropologi memberi acungan jempol kepada para “pelukis alam” tersebut berkenaan dengan pemilihan lokasi.

Hal menarik lainnya adalah untuk dapat mengesani bentuk-bentuk yang tergambar di permukaan Bumi tersebut, pengamat harus berada di ketinggian yang cukup mengingat gambar-gambar yang ada memiliki ukuran raksasa. Menggores batu-batu dengan akurasi yang menakjubkan untuk menggambarkan bentuk-bentuk berukuran raksasa, yang para pemahatnya belum tentu dapat menikmati bentuk utuh karya mereka sendiri, telah menarik perhatian para ahli dan menjadi salah satu misteri yang belum terpecahkan.

Wajar bila secuil misteri yang telah disampaikan di atas mengusik sisi kemanusiaan kita karena berkaitan dengan silsilah kita sendiri sebagai manusia modern (homo sapiens) yang baru muncul untuk pertama kali di muka Bumi 130.000 tahun yang lalu. Dalam kerangka ilmiah jawaban atas suatu pertanyaan tidak dapat hanya didasarkan pada dugaan-dugaan semata, walaupun pada awalnya kita berhak untuk mengajukan usulan sebaga pijakan untuk membantu melangkah lebih jauh.

Meski kadang kala suatu fakta yang hadir di hadapan kita dapat ditafsirkan dengan banyak cara, pada akhirnya penjelasan yang berlaku umum, sederhana, dan tidak bertentangan dengan fakta-fakta lain yang ada, itulah yang akan dipilih sebagai jawaban. Walau klaim Paleocontact Theory belum tentu benar adanya, kita tetap harus bersikap terbuka dengan segala macam kemungkinan solusi. Bagaimana pun, sejarah masa lalu manusia sendiri memang masih menyimpan banyak misteri.***

Berbagai bukti kedatangan Ancient Astronaut lain yang ditemukan di Bumi:

This cave painting is c.10,000 BC and is from Val Camonica, Italy.
It appears to depict two beings in protective suits holding strange implements

Utah Petroglyphs, ditemukan di Sego Canyon, Utah Estimated up to 5,500 BC

Wandjina petroglyphs from Kimberley, Australia.
About 5,000 years old and may represent alien beings

This is an artistic reproduction of a relief found in a labyrinth on the island Jotuo in the Toengt’ing lake. An expedition took place in 1957 (two years before an earthquake in that region). The expedition was led by professor Tsj’i Pen-Lai. They found various reliefs showing “humans” in strange clothes which looked like astronaut suits (hose like objects attached to the clothes). They also found a painting which apparently resembled the solar system. The third and fourth circle (planet) were connected with a line. Also there were ten planets (excluding the sun as planet). This connects easily to the theories about Nibiru, planet X, etc

6000 BC from Tassili, Sahara Desert, North Africa.

Ancient Figures in Space Suits found in Equador

Author: Dading H. Nugroho, M.Si.
Bergiat dalam popularisasi sains pada Najmascience dadinghnugroho@gmail.com.

Diambil dari: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/message/11917, gambar dari Forum Misteri dan Supranatural WG. Credit goes to red_conjurer

Categories: Extraterrestrial

Dogon dan Misteri Sirius

October 1st, 2009 No comments

:ngintip: Becermin pada sejumlah fakta yang dijumpai di bumi, kehadiran makhluk luar-bumi “extraterrestrial beings” dipercaya oleh sebagian kalangan telah berkunjung ke planet ini sejak masa prasejarah. Gagasan bahwa makhluk cerdas luar-bumi telah memberi pengaruh besar terhadap perkembangan kebudayaan ras manusia melalui serangkaian kunjungannya jauh pada masa lalu, yang kemudian dikenal sebagai “paleocontact theory”, untuk pertama kalinya diperkenalkan pada tahun 1919. Bahkan hingga kini, gagasan di atas terus disebarkan melalui publikasi sejumlah buku. Salah satu di antaranya adalah karya penulis Robert K.G. Temple.

Pada tahun 1975, di dalam bukunya yang berjudul The Sirius Mistery, Robert K.G. Temple menggunakan legenda yang dimiliki suku Dogon di kawasan Afrika Barat untuk mendukung hipotesisnya tentang astronaut purba (ancient astronaut). Yang menggugah minat Temple atas orang-orang Dogon ini adalah pengetahuan astronomi yang mereka miliki yang tersembunyi dalam legenda asal-usul mereka.

Menariknya, sebagai produk budaya lisan, legenda tua yang mereka miliki justru dibuktikan kebenarannya setelah manusia mengenal teknologi yang belum tersedia ketika itu. Salah satu di antaranya adalah pengetahuan mereka tentang bintang Sirius, bintang paling terang yang menghiasi langit malam di rasi Canis Major (Anjing Besar), yang juga dipuja-agungkan oleh banyak kultur bangsa.

Legenda Nommo

Legenda orang-orang Dogon yang mendiami wilayah Mali sekarang ini menyebutkan bahwa proses penciptaan berawal dengan makhluk surgawi berwujud telur yang disebut Amma. Setelah bergetar sebanyak tujuh kali, Amma pun menetaskan Nommo atau roh pencipta. Menetasnya Nommo yang pertama ini diikuti dengan kemunculan sepasang wanita kembar dan empat pasang Nommo lainnya. Pada tahap berikutnya, Nommo mulai menciptakan dan mengatur langit dan Bumi, pergantian siang-malam, musim, dan kehidupan manusia.

Dalam kepercayaan orang-orang Dogon, Nommo yang pernah berkunjung ke Bumi sejak ribuan tahun lalu berasal dari bintang Sirius atau Po Tolo dalam bahasa mereka, yang merupakan pusat alam semesta. Nommo berupa amfibi dan menyerupai ikan duyung, yang hidup di salah sebuah planet yang mengorbit bintang lainnya dalam sistem bintang Sirius tersebut. Menariknya, bila ditelusuri jauh ke belakang, tidak hanya dalam legenda orang-orang Dogon saja, sosok Nommo pun dapat dijumpai dalam mitologi Babilonia, Akadia, maupun Sumeria.

Disebutkan pula bahwa Nommo telah mendarat di Bumi menggunakan bahtera besar yang berputar mengeluarkan suara bising dan angin kencang. Nommo-lah yang mengajari orang-orang Dogon tentang segala sesuatu, termasuk di antaranya konsep kosmologi mereka. Kelompok etnik lainnya, Bozo, yang hidup di wilayah berdekatan dengan orang-orang Dogon juga memiliki legenda serupa tentang bintang Sirius yang mereka sebut sebagai The Eye Star.

Dalam konsep kosmologi Dogon, alam semesta digambarkan sebagai “tak berhingga namun terukur” (infinite but measurable) dan dipenuhi dengan sistem bintang berbentuk spiral (galaksi spiral) atau Yalu Ulo, yang salah satu di antaranya menjadi tempat berlabuh Matahari berikut sejumlah planet yang menjadi pengiringnya.

Dogon dan Rahasia Langit

Bintang Sirius yang menandai jantung “Sang Anjing” di rasi Canis Major (Anjing Besar) berada di belahan langit selatan, dekat dengan khatulistiwa langit tempat bernaungnya Orion, Sang Pemburu. Bukan pekerjaan sulit untuk dapat menemukan Sirius di langit malam. Dengan mudah bintang yang berwarna putih kebiruan ini ditemukan dengan bantuan tiga buah bintang terang di bagian pinggang Sang Pemburu. Bila ketiga bintang yang menandai sabuk Orion kita hubungkan, perpanjangan garis khayal yang terbentuk akan mengarah ke Sirius.

Dalam dongeng orang-orang Dogon disebutkan bahwa Sirius atau Po Tolo memiliki bintang pasangan yang tak terlihat oleh mata manusia. Bintang pasangan ini mengorbit Sirius dalam lintasan berbentuk elips dan menyelesaikan satu kali revolusinya dalam waktu 50 tahun. Disebutkan pula bahwa bintang tersebut sangat berat sebab tersusun atas bahan logam dan berpusing pada porosnya (rotasi) dalam waktu 1 tahun.

Selain Sirius, legenda yang untuk pertama kali dituliskan oleh dua orang ahli antropologi asal Prancis, Marcel Griaule dan Germaine Dieterlen, ini juga berkisah tentang rahasia-rahasia langit lainnya. Seperti tentang keempat buah bulan terang yang dimiliki Jupiter serta cincin planet Saturnus, sebuah kebenaran yang belum diketahui manusia modern hingga ditemukannya teleskop pada permulaan abad ke-17. Mereka pun telah mengetahui bahwa planet-planet sebagai pengiring Matahari mengitari bintang induknya tersebut dalam orbit elips.

Griaule dan Dieterlen sampai menghabiskan waktu 25 tahun lamanya (1931 – 1956) tinggal bersama orang-orang Dogon untuk menggali legenda ini dari empat orang pendeta mereka. Siapakah yang telah bertutur kepada orang-orang Dogon tentang rahasia-rahasia ilmu pengetahuan yang justru baru terungkap pada era modern yang tersimpan secara turun-temurun dalam legenda mereka? Apakah semuanya kebetulan belaka?

Dalam dunia ilmu pengetahuan Barat, legenda yang memuat kehadiran bintang pasangan bagi Sirius ini baru terungkap kebenarannya pada tahun 1862, yakni ketika untuk pertama kalinya Sirius B (nama yang diberikan astronom untuk bintang pasangan tersebut) berhasil diamati dengan bantuan teleskop oleh Alvan G. Clark. Meskipun demikian, bukti otentik sistem bintang ganda ini baru diperoleh pada tahun 1970 ketika Sirius A dan Sirius B berhasil dipotret dengan teleskop besar.

Pengetahuan orang-orang Dogon tentang Sirius B yang “berat” pun baru berhasil ditentukan (verification) pada abad ke-19. Dari pengamatan gerak orbit sistem bintang ganda, menggunakan Hukum III Kepler yang sedikit dimodifikasi, astronom dapat menentukan massa masing-masing bintang. Meskipun massa Sirius B (0,98 kali massa Matahari) lebih kecil daripada massa Sirius A (2,28 kali massa Matahari), dari pengamatan spektrum Sirius B diketahui bahwa temperatur bintang ini lebih panas (8200 derajat Celcius) dibandingkan dengan Matahari (5500 derajat Celcius). Dari informasi lainnya, bahwa daya yang dipancarkan Sirius B hanya 1/400 kali daya Matahari, dapat ditentukan jari-jari Sirius B yang hanya sekitar 2,5 kali jari-jari Bumi! Ukuran yang sangat kecil untuk sebuah bintang.

Fakta menariknya justru bermula dari sini. Dengan massa dan jari-jari yang telah diketahui, kita dapat menghitung kerapatan bintang ini menggunakan persamaan yang sudah kita kenal dengan baik sejak di bangku sekolah menengah pertama, dan diperoleh hasil sekitar 100 kilogram tiap cc (centimeter cubic)-nya! Astronom menyebut bintang berukuran kecil dengan kerapatan yang tinggi seperti Sirius B ini sebagai bintang Katai Putih (white dwarf).

Bintang Katai Putih tersusun atas materi yang lebih berat dari hidrogen maupun helium yang berada dalam keadaan termampatkan dengan sempurna. Bila yang dimaksud oleh legenda orang-orang Dogon tentang Sirius B yang berat adalah kerapatannya yang besar, maka dongeng tersebut sesuai dengan fakta yang kini telah diperoleh para astronom modern.***

Author: Judhistira Aria Utama, M.Si.
Instruktur Olimpiade Sains Bidang Astronomi
Bergiat dalam popularisasi sains dalam NajmaScience judhistira@students.itb.ac.id.

Categories: Extraterrestrial

Petani Meksiko Menangkap Bayi Alien

August 31st, 2009 No comments

Belakangan ini televisi Meksiko melaporkan sebuah peristiwa yang luar biasa: pada bulan Mei 2007 “bayi alien” yang masih hidup terperangkap di sebuah peternakan dan berhasil ditangkap. Ilmuwan kini mulai menyelidiki kejadian ini.

Surat kabar Jerman Bild website, menerbitkan sebuah artikel pada 24 Agustus berjudul “Misteri di Meksiko : Bayi Alien Terjebak”. Menurut Global Times yang mengutip artikel teresebut mengatakan, seorang Meksiko yang berumur 56-tahun pembawa acara terkenal bersama dengan seorang ahli UFO Jaime Maussan untuk pertama kalinya mengungkapkan secara terbuka  foto alien tersebut, ia mengatakan bahwa hal itu adalah benar!

Artikel tersebut mengatakan, Jaime Maussan secara tidak sengaja mengetahui keajaiban yang  terjadi di daerah terpencil di Meksiko tersebut. Namun, sampai akhir tahun lalu, petani tersebut baru bersedia menyerahkan makhluk tersebut ke universitas setempat untuk dilakukan  penelitian ilmiah, dan melaksanakan analisis komparatif DNA dan CT studi.

Diduga bahwa petani tersebut  saat menemukan bahwa bayi alien terjebak dalam perangkap bahkan mengeluarkan suara teriakan. Karena takut, awalnya mereka mencoba menenggelamkannya. Setelah mereka mencoba tiga kali baru berhasil. Pada ketiga kalinya mereka menenggelamkannya ke dalam air selama beberapa jam.

Petani setempat mengatakan bahwa saat itu masih ada makhluk kehidupan yang mirip berada di tempat yang sama, tetapi ketika para petani  mendekati perangkap, ia kemudian melarikan diri.

Penelitian terhadap makhluk kehidupan tersebut mengungkapkan, makhluk itu tidak termasuk makhluk kehidupan apa pun yang dikenal di bumi. Struktur fisik mereka mirip dengan karakteristik kadal (misalnya, tidak ada akar gigi, bisa bertahan lama dalam air), tetapi ada bagian yang mirip manusia (seperti beberapa sendi). Kepala makhluk kehidupan tersebut sangat besar – khusus bagian otak belakang, dengan manusia sebagai contoh, posisi ini adalah tempat bagian untuk belajar dan mengingatan. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa makhluk ini memiliki pikiran yang sangat cerdas.

Di daerah tersebut sering kali ada laporan saksi mata tentang UFO, dengan demikian, orang mencurigai  bahwa makhluk itu “alien kecil”, ia secara sengaja atau tidak sengaja ditinggalkan oleh pengunjung manusia planet di bumi. Pembawa acara terkenal Meksiko bersama dengan ahli UFO Jaime Maussan akan melanjutkan penyelidikannya

Petani Meksiko Penemu Bayi Alien Meninggal Secara Misterius

Berita tentang peristiwa bayi alien yang ditangkap oleh seorang petani di sebuah peternakan terpencil di Meksiko. Beberapa bulan setelah peristiwa itu petani Meksiko yang menemukan bayi alien dan kemudian membunuhnya kemudian meninggal secara misterius. sementara para peneliti yang melakukan pengujian DNA terhadap tubuh bayi alien tersebut juga tidak membuahkan hasil.

Menurut laporan bahwa petani Marao Lopez yang menemukan bayi alien dan kemudian menenggelamkannya hingga mati, beberapa bulan setelah insiden itu meninggal di dalam mobilnya. Polisi setempat tidak dapat memberikan kesimpulan apapun tentang kejadian ini.

Seorang ahli UFO Amerika Serikat Yosua P. Warren menunjukkan bahwa korban mati terbakar oleh api dengan suhu tinggi, tubuhnya terbakar menjadi abu, untuk mencapai efek ini, suhu nyala api harus jauh lebih tinggi dari suhu nyala api pada umumnya.

Laporan mengutip sejumlah pernyataan ahli UFO lainnya yang mengatakan bahwa kematian misterius ini kemungkinan besar adalah tindakan balas dendam dari makhluk asing. Dulu juga ada peristiwa saksi UFO atau orang kategori ketiga yang pernah kontak dengannya terbunuh secara misterius. Khususnya petani setempat yang menemukan bayi alien tersebut dan kemudian menenggelamkannya, kemungkinan telah mendapat pembalasan.

Istri korban mengatakan kepada “Bild”:”Pada awalnya saya pikir hal ini hanyalah lelucon, atau monyet yang kulitnya terkupas.”namun setelah suaminya mati misterius, ia akhirnya memutuskan untuk menyerahkan tubuh bayi alien tersebut ke para peneliti.

Tes DNA Bayi Alien Gagal

Peneliti mengambil sejumlah sampel jasad bayi alien, sampel tulang, rambut dan sampel kulit untuk melakukan tes DNA. Namun tiga laboratorium di Meksiko dan satu di Kanada tidak dapat memberikan hasil tes. Mereka mengklaim bahwa sampel membusuk dengan taraf tinggi karena itu tidak dapat menentukan hasil tes DNA.

Di lain pihak, tes sel jaringan menyimpulkan bahwa susunan sel memang termasuk organisme tertentu (yang tidak diketahui), tekstur kulit sangat baik. Penampilan luar mata, otak dan bagian-bagian telinga dalam lebih menonjol dari pada primate (jenis tertinggi binatang menyusui)

Para peneliti UFO mengatakan bahwa saat ini susunan jasad bayi alien tersebut cepat kering dan tidak membusuk. Tes lab DNA telah gagal, karena DNA “bayi alien” belum pernah ditemui. Saat ini, para ahli UFO sedang memeriksa beberapa foto-foto yang diambil oleh petani tersebut ketika sedang menangkap bayi alien, foto akan dirilis dalam waktu dekat. Peneliti UFO Meksiko dan seorang pembawa acara TV terkenal Maussan mengatakan bahwa mereka akan melakukan penelitian yang lebih banyak lagi

sumber: EpochTimes.com, diterjemahkan oleh Erabaru.net

Categories: Extraterrestrial

Jaman Akhir dan Dunia Baru (Bagian Keenam-Tamat)

August 27th, 2009 No comments

Ruh / atma adalah kodrat spiritual yang kita rasakan sebagai sesuatu yang menerangi pandangan kita, yang meringankan penderitaan dan meluaskan pemandangan hati. Itulah sebabnya ruh juga disebut nur (nur ilahi). Kodrat ini pula yang kita dengar sebagai suara yang amat halus di kala kita sudah putus asa mencari perlindungan, di kala kita dirundung prihatin yang mencekam. Suara ini acap kali disebut suara hati nurani yang berusaha menghibur kita dengan mencari perlindungan kepada Tuhan. Memang tugas nur ilahi ialah untuk menghantarkan kita ke jalan Sang Sumber / Divine Source.

Dalam Al Fathihah disebut bahwa perlindungan hanya datang dari Tuhan dan hanya pada-NYA kita meminta perlindungan dan diberikan petunjuk ke jalan Tuhan yaitu jalan yang lurus. Permintaan ini usah kita tujukan jauh-jauh karena Tuhan yang memberi petunjuk itu ada di dalam diri kita sendiri ( Menurut mahluk luar Bumi, tepatnya di cakra jantung ). Inilah yang menjelaskan ayat Q 50 : 16 yaitu bahwa Tuhan lebih dekat pada manusia daripada urat nadi di leher kita.

Doa / mantra untuk diberikan petunjuk ke jalan Tuhan kita ucapkan 17 kali dalam 5 kali shalat dan mustinya sudah cukup berhasil sebagai suatu disiplin spiritual yang akan menghasilkan efek spiritual pula. Efek spiritual ini adalah turunnya kodrat spiritual dari Sang Ilahi sendiri yang kita sebut nikmat khusuk / sat-cit ananda / bliss. Bliss adalah suatu keadaan dimana diri seseorang diliputi oleh perasaan yang kenikmatannya tidak dapat diucapkan oleh kata-kata, melebihi nikmatnya seluruh dunia ini. Dalam bliss seluruh diri manusia hanya tertuju pada Sang Sumber. Damai dan cinta kasih yang meliputi kita amat luar biasa. Keadaan nikmat khusuk ini dapat dirasakan oleh siapa saja, bersifat universal. Semua disiplin spiritual seperti yoga, meditasi, shalat, dll dapat menghantarkan kita menuju pemenuhan kodrat spiritual ini.

Manusia Baru dan Dunia Baru

Istilah manusia baru dan dunia baru terutama kita jumpai dalam kalangan umat nasrani. Dalam surat wahyu dapat dijumpai keterangan bahwa Yohanes menerima impresi supra normal mengenai pembaharuan dunia dan hal-hal yang akan terjadi pada jaman akhir. Impresi ini tentu bersyifat simbolis sehingga susah untuk ditafsirkan.

Dalam literatur modern telah banyak kita jumpai keterangan lebih jelas mengenai manusia baru. Satu sumber mengatakan bahwa perbedaan terbesar antara manusia lama dan baru terletak pada kesadaran mereka. Manusia lama masih berkiblat pada dunia yang materialistik, manusia baru sudah mulai berkiblat pada Tuhan. Untuk ini diperlukan perobahan struktural mengenai mekanisme terjadinya kesadaran.

Kesadaran manusia lama terutama diperoleh melalui impresi sensoris yang menggunakan sistem syaraf sentral. Pada manusia baru sistem syaraf ini tidak dapat digunakan sehingga harus dibentuk saluran baru. Saluran baru didapat dalam sistem urat syaraf otonom. Untuk itu kedua cabang urat syaraf ini di bagian bawah tubuh harus disambung secara anatomis.

Perbedaan manusia lama dan baru demikian besarnya hingga Quran menyebutnya sebagai ciptaan baru. Quran mengatakan :

- akankah kami lelah dengan ciptaan yang pertama ? Tidak ! namun mereka meragukan adanya ciptaan baru (Q 50:15)

- Tidakkah engkau lihat bahwa Tuhan menciptakan langit dan bumi dengan
kebenaran ? Bila ia kehendaki digantinya kamu dengan ciptaan baru (Q 14:19)

Apa yang terjadi, menurut keterangan mahluk luar Bumi adalah bahwa dengan masuknya tata surya kita dalam suatu medan bio-magnetik yang sangat kuat, atom-atom yang terdapat dalam diri semua mahluk di bumi akan mendapatkan vibrasi yang lebih tinggi. Mungkin belum setinggi atom-atom mahluk lainnya di alam semesta namun gejalanya sama yaitu meningkatnya kebutuhan untuk pemenuhan kesadaran ilahi dalam diri manusia.

Untuk tercapainya peningkatan kesadaran yang permanen, diperlukan mekanisme untuk penyaluran energi spiritual yang menimbulkan kesadaran tersebut. Hal ini sudah kita singgung dalam bersambungnya kedua cabang sistem urat syaraf otonom.

Energi spiritual ini diperoleh dari nur ilahi dalam diri kita yang kini mempunyai mekanisme anatomis bagi penguasaan diri kita. Dengan adanya mekanisme ini kita mampu benar-benar berkiblat pada Tuhan karena nur ilahi-lah yang mengendalikan sistem urat syaraf otonom ini. Pribadi-pribadi yang tenang, damai, bahagia, dan selalu dipenuhi cinta kasih dan bliss akan bermunculan dalam masyarakat. Mereka ini akan membentuk keluarga-keluarga khusuk dan keluarga – keluarga ini akan membentuk masyarakat khusuk. Ini adalah dasar untuk membangun peradaban baru yang penuh dengan perdamaian umat manusia yang mengabdi pada Tuhan. Ilmu dan teknologi akan menjadi tools bagi manusia untuk lebih dekat pada-NYA. Jaman ini disebut sathya yuga (jaman keemasan / golden age).

Bila nur ilahi telah sepenuhnya menguasai kita, badan eterik kita memancarkan cahaya yang sangat terang. Khususnya di bagian ubun-ubun dan kening akan memancarkan cahaya yang terang. Mahluk-mahluk luar Bumi melakukan pencatatan manusia-manusia nur ilahi ini melalui semacam scanning dan komputer. Komputer mereka bekerja sedemikian rupa sehingga dapat menemukan kita dimanapun kita
berada. Menurut mereka inilah yang disebut dengan “penyaringan, penghitungan atau pengadilan” dalam kitab-kitab suci agama-agama. Hanya manusia-manusia dengan nur ilahi aktif-lah yang akan diselamatkan dari bencana yang menimpa bumi.

Walaupun akan terjadi bencana, perobahan-perobahan yang akan datang tetap disebut menggembirakan. Itulah sebabnya Jesus Christ disebut-sebut membawa “kabar gembira” atau Injil. Pun Nabi Muhammad membawa berita gembira sebagaimana dapat kita baca dari ayat berikut :

- Kami mengutus anda wahai Muhammad dengan kebenaran, pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan (Q 2 : 119)

Kegembiraan ini terletak dalam diri manusia baru yang penuh diliputi oleh rasa damai dan cinta kasih dalam dirinya karena nur ilahi telah berfungsi sepenuhnya mengendalikan diri manusia tsb. Apapun yang akan dilakukan oleh manusia ini semata-mata untuk kebaikan saja. Oleh karena itu kehidupan masyarakat, kebudayaan dan peradaban yang akan ia bangun adalah dunia yang penuh damai, persaudaraan dan kekeluargaan. Ini adalah kabar gembira yang telah digemakan oleh para nabi-nabi terdahulu. Jika semua ini terwujud maka barulah kemanusiaan akan diterima sebagai anggota baru Dewan Galaxy. Seluruh alam semesta menantikan
kita bergabung dengan mereka !

Sebagai anggota baru Dewan Galaxy, nantinya kita akan diberikan ilmu untuk menghapus penyakit dari muka Bumi agar umur tubuh jasmani kita semakin panjang seperti orang-orang berumur ratusan bahkan ribuan tahun yang diceritakan dalam kitab-kitab suci. Kita akan diberikan ilmu untuk membangkitkan energi murah yang tidak akan mengotori udara, air dan tanah kita. Rahasia interdimensional travel akan diberikan pula pada kita agar kita dapat melakukan perjalanan antar planit ala film star trek. Ketahuilah dahulu nenek moyang umat manusia telah mampu melakukan hal ini (sebagaimana yang diceritakan dalam banyak literatur Hindu).

Dalam Epic of Ramayana diceritakan bahwa Ravan (Rahwana/Dasa Muka) melarikan Sita (Dewi Shinta) dengan burung Garuda. Menurut keterangan mahluk luar Bumi, sesungguhnya cerita ini bukan rekaan dan benar-benar pernah terjadi. Yang terjadi adalah Sita dibawa dengan semacam Aerial Vehicle, yaitu pesawat yang dapat mengorbit di luar atmosfer Bumi. Pesawat ini disebut Vimana. Bahkan ada yang lebih besar dari Vimana. Pesawat ini seperti kota yang mengapung di luarangkasa. Disebut Hirayanapura.

Mahluk luar angkasa mengatakan “ … a remnant of your people will find themselves relocated in the great city craft that orbit the upper heavens”

Terjemahan bebas : Sejumlah manusia akan mendapatkan diri mereka beralih tempat ke dalam pesawat kota yang mengambang di angkasa raya. Pesawat kota yg dimaksud adalah pesawat yang besarnya beberapa mil. Memang sukar dibayangkan ada pesawat sebesar itu, sukar untuk dipercaya karena kita tidak pernah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Tapi inilah yang telah terjadi dan tidak lama lagi kemanusiaan akan menyaksikan semuanya itu.

** TAMAT **

Oleh M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 5 Tahun 1 dari kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di milis Mayapada Prana

Categories: Extraterrestrial