Download E-Book Bermutu dan Gratis ! Klik disini !
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘feng shui’

 Powered by Max Banner Ads 

Feng Shui: Abstrak Tapi Ilmiah

March 12th, 2010 1 comment

Dewasa ini kata feng shui atau hong shui sudah terasa akrab di telinga masyarakat. Istilah ini sering ditemukan di media-media cetak dan elektronik, terlebih setelah rubrik konsultasi dan sejenisnya muncul secara periodik di berbagai media. Adanya sejumlah website di internet semakin menambah kepopuleran feng shui, apalagi setelah menjamurnya berbagai buku feng shui dan terbitnya media cetak khusus feng shui.

Sering kita mendengar tentang orang-orang yang berubah menjadi kaya raya dan sukses setelah rumahnya dibangun atau diaudit menurut kaidah feng shui. Tidak heran bila cerita-cerita fantastis tentang manfaat feng shui menyebabkan banyak seminar feng shui juga laris manis dihadiri berbagai kalangan awam, meskipun biaya seminar relatif tinggi.

Kehebatan feng shui ternyata bukan hanya mengusik kalangan etnis Tionghoa saja. Rumah Bill Gates, miliarder terkaya di dunia, konon dirancang menurut tata letak feng shui. Si Raja Komputer itu dipercaya mendapatkan keberuntungan dari formasi Lima Hantu Mengantar Keberuntungan, sebuah formula Feng Shui Air yang sangat ampuh dalam menciptakan kekayaan. Dulu formula yang menjadi andalan master-master feng shui Taiwan itu, sangat dirahasiakan keberadaannya.

Kita tidak dapat pula mengesampingkan Genting Highland di Malaysia. Objek wisata yang terkenal dengan kasinonya itu dikunjungi tidak kurang 12 juta wisatawan setiap tahunnya. Ada daya tarik tersendiri pada objek wisata itu.

Dalam bahasa Mandarin Genting Highland dikenal dengan istilah Yun Ding (Di Atas Awan). Dibangun oleh Datuk Tan Sri Lim Goh Tong pada 1965 dengan modal awal 2,5 juta ringgit, kini seluruh aset kekayaannya mencapai miliaran ringgit.

Pencapaian Genting Highland begitu hebat berkat kombinasi keberuntungan bumi (dalam hal ini feng shui) dengan keberuntungan langit dan keberuntungan manusia yang sangat baik. Terutama ketika para master feng shui mengubah “struktur yang mengancam” menjadi “struktur yang menguntungkan”. Genting Highland dirancang oleh 14 master feng shui yang didatangkan dari Taiwan dan Hongkong. Sampai kini Genting Highland dianggap sebagai struktur feng shui ciptaan terbaik di dunia.

Angin dan Air

Secara harfiah feng shui yang berasal dari bahasa Mandarin (seharusnya dibaca fung swei, tapi sering diindonesiakan menjadi fengsui) berarti angin (feng) dan air (shui). Dalam dialek Hokkian, feng shui disebut hong shui.

Feng shui yang juga dikenal dengan nama geomantika adalah seni atau pengetahuan tentang tata bangunan, termasuk pengaturan perabot di dalamnya. Agar dapat hidup harmonis maka orang harus memperhatikan lingkungan internal dan eksternalnya. Bila sudah terjadi keselarasan dan keseimbangan antara manusia dengan alam, maka diyakini kehidupan akan menjadi lebih baik, misalnya rezeki akan berlimpah, karir akan mapan, usaha akan berkembang, kesehatan akan prima, kebahagiaan akan meningkat, kesuksesan akan berlanjut, dan kehidupan akan harmonis.

Pemikiran feng shui berasal dari dua orang bijak masa Tiongkok kuno, yaitu Fu-hsi (3322 SM) dan Lao-tze (1122 SM). Konsepnya adalah adanya kekuatan gaib (qi atau chi) yang mengatur alam semesta, tubuh, nasib, dan pikiran seseorang. Qi terdiri atas dua unsur, yakni yin dan yang. Yin adalah bumi,bersifat gelap, pasif, dan betina, sementara yang adalah langit, bersifat terang, aktif, dan jantan. Yin dan yang selalu bertentangan dan terus berinteraksi menciptakan perubahan siklus. Meskipun begitu yin dan yang dapat disatukan dengan konsep Taoisme. Dari olahan inilah kemudian tercipta I-ching atau Buku Perubahan, yang menjadi acuan utama para master feng shui. I-ching yang dipercaya merupakan kitab tertua di dunia, selain menjadi dasar Feng Shui, juga menurunkan Qi Gong atau chikung (ilmu pernapasan), Akupunktur (ilmu pengobatan), dan Empat Pilar (ilmu peramalan nasib). Keempat ilmu berdiri sejajar dan saling mendukung.

Pada dasarnya feng shui memiliki dua aliran, yakni klasik atau otentik dan populer atau new age. Namun orang lebih mengakui kehebatan Feng Shui Klasik karena keandalannya telah teruji selama ribuan tahun dalam memakmurkan masyarakat penggunanya.

Sementara itu Feng Shui Populer yang baru dikembangkan dan diperkenalkan sekitar 1980 di AS, sering disebut Sekte Tibet. Ajarannya dikenal sebagai Teori Delapan Aspirasi yang bersumber pada versi Pakua yang disederhanakan. Intinya adalah setiap arah atau sektor rumah mewakili satu siklus hidup, seperti karir, ketenaran, kekayaan, perkawinan, pendidikan, dan kesehatan. Salah satu pengembangan dari Feng Shui Populer adalah bidang pengobatan terapi aroma (aromatherapy).

Aliran Feng Shui Klasik pun terbagi menjadi dua. Pertama, Feng Shui Tiga Kombinasi (San Ho) yang meliputi aspek gunung, air, bentuk tanah atau lingkungan alam, arah, naga air klasik, dan Ba Zhai (Delapan Rumah).

Kedua, Feng Shui Tiga Lingkaran (San Yuan) yang meliputi Bintang Bergerak, 64 Hexagram, Qi dari periode waktu, dimensi waktu, dan arah serta lokasi yang dipengaruhi oleh qi. Kesemuanya itu disederhanakan dalam Kotak Lo-shu dan Diagram Bagua (Pakua).

Kotak Lo-shu terdiri atas sembilan kotak kecil, masing-masing 3 baris vertikal dan 3 baris horisontal. Setiap kotak berisi angka 1 hingga 9. Sementara Diagram Pakua terdiri atas delapan arah mata angin. Perpaduan Kotak Lo-shu dan Diagram Pakua menghasilkan karakteristik alam, manusia, hubungan keluarga, arah kompas, elemen, warna, bentuk, dan bagian rumah sebagai patokan analisis feng shui.

Penerapan feng shui tergantung data kelahiran seluruh penghuni rumah, terutama kepala keluarga atau pencari nafkah utama. Jenis kelamin juga menentukan perhitungan angka kua. Kua adalah angka pribadi yang dimiliki setiap individu, berupa angka 1 hingga 9. Setiap bilangan memiliki arah bagus, arah buruk, dan penafsiran masing-masing.

Ilmiah

Banyak orang menganggap feng shui adalah pengetahuan yang berbau mistik atau takhayul. Tidak heran kalau banyak orang berpendapat demikian karena feng shui bersifat abstrak walaupun sering dipandang sebagai “kekuatan tak terlihat”.

Teori dasar feng shui adalah Pakua dan Lima Elemen (kayu, api, tanah, logam, air). Dalam feng shui dikenal dua jenis Pakua, yakni Pakua Langit Awal dan Pakua Langit Lanjutan. Pakua terdiri atas delapan buah trigram. Masing-masing trigram berupa tiga buah garis lurus dan/atau terputus.

Pada abad ke-17 seorang ahli matematika Jerman Gottfried Wilhelm von Leibniz (1646-1716) terinspirasi oleh perpaduan trigram-trigram yang ada pada Pakua. Dia kemudian menyempurnakan sistem penomoran binari sehingga menemukan kalkulus intergral dan diferensial yang merupakan teori dasar komputer modern. Dari sinilah orang yakin kalau feng shui sebenarnya telah dikaji secara ilmiah oleh pakar-pakar Tiongkok purba.

Tak cuma itu, pada Pakua Langit Awal digambarkan bahwa trigram Qian yang menyimbolkan aktivitas, kreativitas, dan pergerakan diletakkan pada posisi Selatan. Sementara trigram Kun yang menyimbolkan penerimaan dan diam diletakkan pada posisi Utara. Ternyata dalam Ilmu Fisika Modern bidang magnetik bumi bergerak dari sisi Selatan menuju sisi Utara, persis seperti gambaran Pakua Langit Awal itu. Maka orang semakin yakin bahwa pendalaman feng shui telah melalui proses yang amat teliti.

Teori Lima Elemen juga sesuai dengan Ilmu Fisika Modern. Siklus produktif, siklus destruktif, dan siklus pelemahan pada Teori Lima Elemen ternyata cocok dengan teori kekekalan massa dan teori kekekalan energi.

Masih pada dunia sains modern, dr. Ernst Hartmann dari Jerman berhasil melihat jaringan energi di permukaan bumi. Garis-garis energi itu persis sama dengan garis meridian di tubuh manusia dalam teknik pengobatan akupunktur. Ternyata, menurut hasil penelitian selanjutnya, jika sebuah simpul energi bangunan terganggu maka akan segera mempengaruhi tubuh manusia. Banyak temuan dalam ilmu psikologi lingkungan pun sejalan dengan prediksi yang dilakukan ilmu feng shui.

Banyak orang menyangka cara perhitungan waktu dalam ilmu feng shui hanya berdasarkan kalender lunar atau kalender Imlek, misalnya berhubungan dengan shio (lambang zodiak hewan). Sebenarnya feng shui juga menggunakan kalender solar yang mengungkapkan bahwa secara periodik terjadi pergantian periode setiap 20 tahun. Saat ini kita berada dalam periode feng shui ke-8, yakni mulai 2004 hingga 2023 nanti. Setelah diobservasi ternyata Planet Yupiter dan Saturnus akan berada pada posisi satu garis lurus setiap 20 tahun.

Jelas, keilmiahan feng shui sudah terbukti. Sekarang tinggal bagaimana kita memandangnya secara positif.

Abad XVII

Beberapa tahun belakangan ini penerapan feng shui sudah menjadi trend bagi banyak kalangan di Indonesia. Bilamana feng shui mulai dikenal di Indonesia, belum diketahui pasti. Denys Lombard dalam bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya, mengatakan paling tidak teknik-teknik feng shui sudah diperkenalkan di Jawa sejak abad XVII. Penerapan feng shui yang baik pada masa itu telah menyebabkan tumbuhnya kota secara teratur. Melalui China Town atau pecinan, bangsa Barat membangun berbagai fasilitas di sana. Rumah dan toko di pecinan dibangun dengan pola bujur sangkar dilengkapi jalur pemisah untuk melindungi barang dagangan dari kebakaran. Pola demikian sejalan dengan logika feng shui.

Perwira Jerman Caspar Schmalkalden yang bekerja untuk VOC pada 1646-1648 meninggalkan sebuah catatan yang sangat rinci tentang kompas feng shui (disebut luopan) yang sempat diamatinya di Batavia. Beberapa kota di pesisir juga ditata berdasarkan bentuk “kotak-kotak” sejak akhir abad XVII. Bentuk “kotak-kotak” dikenal “amat keramat” dalam feng shui. Sampai kini itulah informasi tentang feng shui di Indonesia yang dianggap tertua.

(dari berbagai sumber/ DJULIANTO SUSANTIO, Pemerhati Feng Shui)

Categories: Divination

Seni Meramal Tiongkok Kuno

March 10th, 2010 No comments

Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Tiongkok, begitulah kata-kata fenomenal yang pernah diucapkan seorang nabi. Ternyata kata-kata tersebut bukanlah omong kosong belaka. Terbukti, sejak lama banyak seni dan pengetahuan yang berasal dari Tiongkok, dipelajari dan dikembangkan di banyak negara. Termasuk berbagai seni meramal dan pengobatan, seperti feng shui, akupunktur, dan refleksologi.

Ilmu peramalan lahir di Tiongkok ribuan tahun lalu. Perkembangan ilmu itu hingga terbentuk sebagaimana yang kita kenal sekarang, tentu saja telah melalui proses yang panjang. Berbeda dengan seni meramal dari berbagai negara lain yang muncul hampir bersamaan, seni meramal Tiongkok kuno sebenarnya berkaitan dengan perhitungan.

Pada masa dinasti Tang, Liu Yu Xi dalam bukunya Tian Lun menyatakan bahwa ilmu perhitungan adalah akar dari segala macam ilmu. “Setiap benda memiliki perhitungan dan dengan menghitung kita bisa mendapatkan cara yang sesuai dengan alam,” begitu kata Liu. Beliau mengumpamakan kapal dengan air, dan katanya, agar kapal bisa berlayar dan mengambang perlu ada perhitungan yang cermat.

Begitu juga dengan yang sekarang disebut “ramalan”. Dengan perhitungan yang teliti, maka seorang pakar mampu membaca masa depan seseorang dengan akurat.

Tiga kategori

Pada masa dinasti Qin dan Han, ilmu perhitungan ini sudah menjadi satu cabang yang berkembang luas. Uniknya, ilmu perhitungan Tiongkok kuno lambat laun berkembang menjadi ilmu peramalan. Pada dasarnya, ilmu peramalan Tiongkok kuno dibagi menjadi tiga kategori.

Pertama adalah Ming. Peramalan ini menggunakan “tanggal lahir” sebagai patokan utama. Yang paling dikenal adalah Ba Zi dan Zi Wei Dou Shu.

Kedua adalah Xiang. Peramalan ini menggunakan “bentuk”, misalnya feng shui, bentuk wajah dan tubuh (xiang mian atau fisiognomi), dan bentuk garis tangan (shou xiang atau palmistri).

Ketiga adalah Pu. Peramalan ini menggunakan “probabilitas”, misalnya ciamsi (qian shi) dan heksagram.

Selama ini feng shui dan ramalan astrologi (horoskop) Tiongkok sudah cukup dikenal luas di Indonesia karena sering mengisi halaman-halaman media cetak, situs-situs internet, dan program-program acara media elektronik. Horoskop Tiongkok mendasarkan ramalannya pada 12 zodiak hewan atau shio. Setiap shio diperoleh berdasarkan tahun kelahiran seseorang.

Namun sesungguhnya, dalam seni metafisika Tiongkok shio bukanlah patokan untuk meramal nasib. Yang benar, seharusnya shio digunakan untuk mengidentifikasi jenis-jenis chi (qi) yang memengaruhi pada tahun tertentu. Chi adalah energi negatif atau positif yang ada di bumi dan memengaruhi kehidupan manusia. Dengan demikian, ramalan horoskop Tiongkok yang sering kita jumpai sebenarnya tidak akurat dan lebih bersifat selebritis atau bacaan di kala iseng.

Seni ramalan yang sesungguhnya adalah Ba Zi. Di Indonesia dikenal sebagai Delapan Karakter atau Empat Pilar. Sejajar dengan Ba Zi adalah Zi Wei Dou Shu (Ramalan Bintang Ungu).

Kedua teknik peramalan itu memelajari keberuntungan langit dan keberuntungan manusia. Sementara keberuntungan buminya berkenaan dengan feng shui. Pada dasarnya, praktek Ba Zi dan Zi Wei (nama populernya) sangat terlepas dari mistis. Kehebatan sang ahli hanya didasarkan pada kemampuan analisisnya yang tinggi.

Ba Zi dan Zi Wei mendasarkan analisisnya pada dua elemen, yaitu Batang Langit dan Cabang Bumi. Batang Langit terdiri atas lima elemen negatif (yin) dan lima elemen positif (yang). Kelima elemen itu adalah kayu, api, tanah, logam, dan air yang masing-masing memiliki siklus menguntungkan dan merugikan satu sama lain.

Sedangkan Cabang Bumi terdiri atas 12 shio dari Tahun, Bulan, Tanggal (Hari), dan Jam kelahiran seseorang. Dengan catatan jam kelahiran tidak mutlak, artinya kalau tidak tahu, tidak mengapa. Hanya, tanpa jam kelahiran analisis menjadi kurang lengkap.

Yang disebut Empat Pilar adalah tahun, bulan, hari, dan jam kelahiran. Karena setiap pilar terdiri atas dua elemen (yin dan yang), maka kemudian dikenal sebagai Delapan Karakter.

Setelah data kelahiran seseorang diperoleh, maka ahli Ba Zi melakukan kalkulasi berdasarkan Teori Yin dan Yang, Lima Elemen, dan Pergerakan Musim, ditambah perhitungan memakai kalender Hsia atau kalender solar (matahari). Sedangkan Zi Wei berdasarkan konfigurasi bintang-bintang yang jumlahnya lebih dari 100.

Namun umumnya bintang yang dipakai hanya berjumlah 40-an. Itu pun sudah dianggap memberikan akurasi yang luar biasa. Berbeda dengan Ba Zi, Zi Wei memakai kalender Imlek atau kalender lunar (bulan) sebagai dasar perhitungan.

Dalam perkembangannya, teknik peramalan Ba Zi menjadi lebih populer daripada Zi Wei karena dianggap lebih dinamis, logis, revolusioner, dan menantang. Dari generasi ke generasi ramalan Ba Zi selalu disempurnakan. Dewasa ini, pada level praktek tertinggi, ketepatan Ba Zi mencapai di atas 95 persen.

Bentuk

Di antara berbagai peramalan bentuk, feng shui tentulah sudah amat populer di Indonesia. Feng shui adalah seni purba yang berhubungan dengan tata letak makam dan bangunan (kantor, ruang usaha, dan tempat tinggal). Menurut feng shui, tata letak yang bagus adalah yang selaras dan seimbang dengan alam, apalagi bila dikaitkan dengan data kelahiran seseorang.

Lokasi makam/bangunan yang benar ditambah arah hadap yang tepat dipercaya akan memberikan segala peruntungan kepada keluarga yang ditinggalkan atau orang-orang yang menempati suatu bangunan. Di samping rezeki melimpah, kesehatan pun akan prima. Bahkan karir lancar, dan pokoknya, nasib akan bagus.

Namun seseorang yang tidak mengetahui tanggal kelahirannya secara pasti, tidak perlu berputus asa. Masih ada upaya lain yang tidak kalah mujarabnya dengan teknik-teknik peramalan di atas. Berbagai peruntungan Anda, termasuk sifat dan karakter, bisa diketahui lewat pembacaan yang teliti terhadap wajah, tubuh, dan tangan Anda.

Lima elemen yang dikenal sebelumnya, juga digunakan pada praktek ramalan lewat bentuk. Masing-masing elemen memiliki karakteristik, kualitas, dan bentuknya sendiri-sendiri. Jangan heran kalau seorang peramal akan mengatakan Anda mempunyai “Tangan Air, Wajah Tanah, Tubuh Logam, dsb”.

Bentuk-bentuk demikian merupakan petunjuk bagi karakter pribadi seseorang. Agar didapatkan sebuah ramalan yang lengkap, maka harus dipertimbangkan ciri-ciri wajah dan garis-garis tangan.

Para peramal nasib Tiongkok klasik membedakan 130 posisi pada wajah. Posisi-posisi yang paling penting dimasukkan dalam berbagai kategori. Kategori-kategori itu mencakup Dua Belas Istana, yang meliputi daerah-daerah berbeda di seluruh wajah; Tiga Belas Posisi memanjang dalam satu garis dari dahi ke dagu; Dua Belas Batang Duniawi yang membentuk sebuah lingkaran di sekeliling wajah; dan Tiga Daerah Wajah yang terdiri atas langit (dari garis rambut hingga telinga atas), manusia (dari telinga atas hingga ujung hidung), dan bumi (dari ujung hidung hingga dagu).

Selain itu ada daerah-daerah khusus yang disebut daerah Lima Gunung dan Empat Sungai. Di antara beberapa bagian wajah, yang paling mendapat perhatian adalah mata, alis, mulut, hidung, dan telinga.

Di samping yang kelihatan, peramal-peramal Tiongkok klasik juga memerhatikan bagian-bagian tubuh yang tidak tampak dari luar, misalnya pusar, payudara, kemaluan, dan rambut kemaluan. Bahkan ramalan yang lengkap luar dalam juga melihat cairan dari vagina dan sperma seseorang. Di mata mereka tentunya bukan porno, bukan jorok. Hal itu dianggap “untuk mengetahui kepribadian seseorang selengkap-lengkapnya”.

Di antara sekian banyak objek, yang paling banyak mempunyai “cerita” adalah tangan. Bentuk tangan, ukuran tangan, warna tangan, ukuran jari, bentuk jari, bentuk kuku, dan garis-garis tangan diyakini mampu mengungkapkan watak, kesehatan, peruntungan, jodoh, karir, hingga hubungan keluarga.

Probabilitas

Sesuai namanya, probabilitas berarti kemungkinan. Memang ada kesan teknik peramalan ini bersifat untung-untungan. Ciamsi sering dipandang mengandung mistis. Teknik peramalan ini terbilang sederhana karena hanya berpegang pada hasil kocokan.

Biasanya peramalan dengan ciamsi terdapat pada kelenteng. Namun kini orang bisa mengikuti ciamsi pada beberapa situs internet. Meskipun dianggap mistis, ciamsi banyak dipercaya oleh masyarakat Tionghoa. Sebab, sebelum mengocok ciamsi, sebelumnya yang bersangkutan berdoa terlebih dulu.

Lebih rumit dari ciamsi adalah heksagram. Caranya adalah menggunakan tiga buah koin yang dilemparkan sebanyak enam kali. Hasilnya dimasukkan ke dalam sebuah rumusan yang kemudian dikembangkan menjadi format baku.

Heksagram berasal dari Teori Yin dan Yang dilengkapi diagram Pakua atau Bagua (delapan arah mata angin). Disebut heksagram karena menggunakan prinsip 8 diagram. Setiap diagram berisi 8 kotak. Karena ada 8 diagram, maka semuanya ada 64. Nomor-nomor mana yang akan keluar tergantung dari hasil lemparan.

Setiap angka, dari 1 hingga 64, memiliki makna masing-masing. Penganalisis yang baik mampu meramalkan perkembangan nasib dan keberuntungan seseorang, seperti keuangan, pekerjaan, percintaan, kesehatan, keluarga, dan lain-lain.

Sebenarnya, warisan Tiongkok kuno masih menyisakan beberapa teknik peramalan lain, seperti Wu Xing, Xing Ming Xue, hasta aksara, bentuk sidik jari, dll. Namun tampaknya, teknik-teknik peramalan tersebut kurang begitu populer.

Teknik-teknik peramalan demikian, sebagaimana permintaan para klien, berfungsi utama untuk mengetahui nasib. Misalnya usaha atau pekerjaan apa yang cocok dan bagaimana masa depan seseorang. Tetapi di balik itu, teknik-teknik peramalan tersebut bisa digunakan untuk mendeteksi kesehatan atau penyakit, memilih jodoh yang tepat, menyeleksi karyawan yang berpotensi, dan masih banyak lagi.

Masa lalu, masa sekarang, dan masa depan seseorang memang ada pada dirinya sendiri. Semuanya bisa diteropong lewat perhitungan tanggal lahir atau tanda-tanda pada tubuh, termasuk bentuk, ukuran, dan warna tahi lalat.

Author: Djulianto Susantio, sumber: santai2008.wordpress.com

Categories: Divination