Mau Tahu Teknik Membesarkan Penis Cara Arab? Free Tutorial and Video: Semuanya Gratis! Klik disini!
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘jaman akhir’

 Powered by Max Banner Ads 

Jaman Akhir dan Dunia Baru (Bagian Keenam-Tamat)

August 27th, 2009 No comments

Ruh / atma adalah kodrat spiritual yang kita rasakan sebagai sesuatu yang menerangi pandangan kita, yang meringankan penderitaan dan meluaskan pemandangan hati. Itulah sebabnya ruh juga disebut nur (nur ilahi). Kodrat ini pula yang kita dengar sebagai suara yang amat halus di kala kita sudah putus asa mencari perlindungan, di kala kita dirundung prihatin yang mencekam. Suara ini acap kali disebut suara hati nurani yang berusaha menghibur kita dengan mencari perlindungan kepada Tuhan. Memang tugas nur ilahi ialah untuk menghantarkan kita ke jalan Sang Sumber / Divine Source.

Dalam Al Fathihah disebut bahwa perlindungan hanya datang dari Tuhan dan hanya pada-NYA kita meminta perlindungan dan diberikan petunjuk ke jalan Tuhan yaitu jalan yang lurus. Permintaan ini usah kita tujukan jauh-jauh karena Tuhan yang memberi petunjuk itu ada di dalam diri kita sendiri ( Menurut mahluk luar Bumi, tepatnya di cakra jantung ). Inilah yang menjelaskan ayat Q 50 : 16 yaitu bahwa Tuhan lebih dekat pada manusia daripada urat nadi di leher kita.

Doa / mantra untuk diberikan petunjuk ke jalan Tuhan kita ucapkan 17 kali dalam 5 kali shalat dan mustinya sudah cukup berhasil sebagai suatu disiplin spiritual yang akan menghasilkan efek spiritual pula. Efek spiritual ini adalah turunnya kodrat spiritual dari Sang Ilahi sendiri yang kita sebut nikmat khusuk / sat-cit ananda / bliss. Bliss adalah suatu keadaan dimana diri seseorang diliputi oleh perasaan yang kenikmatannya tidak dapat diucapkan oleh kata-kata, melebihi nikmatnya seluruh dunia ini. Dalam bliss seluruh diri manusia hanya tertuju pada Sang Sumber. Damai dan cinta kasih yang meliputi kita amat luar biasa. Keadaan nikmat khusuk ini dapat dirasakan oleh siapa saja, bersifat universal. Semua disiplin spiritual seperti yoga, meditasi, shalat, dll dapat menghantarkan kita menuju pemenuhan kodrat spiritual ini.

Manusia Baru dan Dunia Baru

Istilah manusia baru dan dunia baru terutama kita jumpai dalam kalangan umat nasrani. Dalam surat wahyu dapat dijumpai keterangan bahwa Yohanes menerima impresi supra normal mengenai pembaharuan dunia dan hal-hal yang akan terjadi pada jaman akhir. Impresi ini tentu bersyifat simbolis sehingga susah untuk ditafsirkan.

Dalam literatur modern telah banyak kita jumpai keterangan lebih jelas mengenai manusia baru. Satu sumber mengatakan bahwa perbedaan terbesar antara manusia lama dan baru terletak pada kesadaran mereka. Manusia lama masih berkiblat pada dunia yang materialistik, manusia baru sudah mulai berkiblat pada Tuhan. Untuk ini diperlukan perobahan struktural mengenai mekanisme terjadinya kesadaran.

Kesadaran manusia lama terutama diperoleh melalui impresi sensoris yang menggunakan sistem syaraf sentral. Pada manusia baru sistem syaraf ini tidak dapat digunakan sehingga harus dibentuk saluran baru. Saluran baru didapat dalam sistem urat syaraf otonom. Untuk itu kedua cabang urat syaraf ini di bagian bawah tubuh harus disambung secara anatomis.

Perbedaan manusia lama dan baru demikian besarnya hingga Quran menyebutnya sebagai ciptaan baru. Quran mengatakan :

- akankah kami lelah dengan ciptaan yang pertama ? Tidak ! namun mereka meragukan adanya ciptaan baru (Q 50:15)

- Tidakkah engkau lihat bahwa Tuhan menciptakan langit dan bumi dengan
kebenaran ? Bila ia kehendaki digantinya kamu dengan ciptaan baru (Q 14:19)

Apa yang terjadi, menurut keterangan mahluk luar Bumi adalah bahwa dengan masuknya tata surya kita dalam suatu medan bio-magnetik yang sangat kuat, atom-atom yang terdapat dalam diri semua mahluk di bumi akan mendapatkan vibrasi yang lebih tinggi. Mungkin belum setinggi atom-atom mahluk lainnya di alam semesta namun gejalanya sama yaitu meningkatnya kebutuhan untuk pemenuhan kesadaran ilahi dalam diri manusia.

Untuk tercapainya peningkatan kesadaran yang permanen, diperlukan mekanisme untuk penyaluran energi spiritual yang menimbulkan kesadaran tersebut. Hal ini sudah kita singgung dalam bersambungnya kedua cabang sistem urat syaraf otonom.

Energi spiritual ini diperoleh dari nur ilahi dalam diri kita yang kini mempunyai mekanisme anatomis bagi penguasaan diri kita. Dengan adanya mekanisme ini kita mampu benar-benar berkiblat pada Tuhan karena nur ilahi-lah yang mengendalikan sistem urat syaraf otonom ini. Pribadi-pribadi yang tenang, damai, bahagia, dan selalu dipenuhi cinta kasih dan bliss akan bermunculan dalam masyarakat. Mereka ini akan membentuk keluarga-keluarga khusuk dan keluarga – keluarga ini akan membentuk masyarakat khusuk. Ini adalah dasar untuk membangun peradaban baru yang penuh dengan perdamaian umat manusia yang mengabdi pada Tuhan. Ilmu dan teknologi akan menjadi tools bagi manusia untuk lebih dekat pada-NYA. Jaman ini disebut sathya yuga (jaman keemasan / golden age).

Bila nur ilahi telah sepenuhnya menguasai kita, badan eterik kita memancarkan cahaya yang sangat terang. Khususnya di bagian ubun-ubun dan kening akan memancarkan cahaya yang terang. Mahluk-mahluk luar Bumi melakukan pencatatan manusia-manusia nur ilahi ini melalui semacam scanning dan komputer. Komputer mereka bekerja sedemikian rupa sehingga dapat menemukan kita dimanapun kita
berada. Menurut mereka inilah yang disebut dengan “penyaringan, penghitungan atau pengadilan” dalam kitab-kitab suci agama-agama. Hanya manusia-manusia dengan nur ilahi aktif-lah yang akan diselamatkan dari bencana yang menimpa bumi.

Walaupun akan terjadi bencana, perobahan-perobahan yang akan datang tetap disebut menggembirakan. Itulah sebabnya Jesus Christ disebut-sebut membawa “kabar gembira” atau Injil. Pun Nabi Muhammad membawa berita gembira sebagaimana dapat kita baca dari ayat berikut :

- Kami mengutus anda wahai Muhammad dengan kebenaran, pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan (Q 2 : 119)

Kegembiraan ini terletak dalam diri manusia baru yang penuh diliputi oleh rasa damai dan cinta kasih dalam dirinya karena nur ilahi telah berfungsi sepenuhnya mengendalikan diri manusia tsb. Apapun yang akan dilakukan oleh manusia ini semata-mata untuk kebaikan saja. Oleh karena itu kehidupan masyarakat, kebudayaan dan peradaban yang akan ia bangun adalah dunia yang penuh damai, persaudaraan dan kekeluargaan. Ini adalah kabar gembira yang telah digemakan oleh para nabi-nabi terdahulu. Jika semua ini terwujud maka barulah kemanusiaan akan diterima sebagai anggota baru Dewan Galaxy. Seluruh alam semesta menantikan
kita bergabung dengan mereka !

Sebagai anggota baru Dewan Galaxy, nantinya kita akan diberikan ilmu untuk menghapus penyakit dari muka Bumi agar umur tubuh jasmani kita semakin panjang seperti orang-orang berumur ratusan bahkan ribuan tahun yang diceritakan dalam kitab-kitab suci. Kita akan diberikan ilmu untuk membangkitkan energi murah yang tidak akan mengotori udara, air dan tanah kita. Rahasia interdimensional travel akan diberikan pula pada kita agar kita dapat melakukan perjalanan antar planit ala film star trek. Ketahuilah dahulu nenek moyang umat manusia telah mampu melakukan hal ini (sebagaimana yang diceritakan dalam banyak literatur Hindu).

Dalam Epic of Ramayana diceritakan bahwa Ravan (Rahwana/Dasa Muka) melarikan Sita (Dewi Shinta) dengan burung Garuda. Menurut keterangan mahluk luar Bumi, sesungguhnya cerita ini bukan rekaan dan benar-benar pernah terjadi. Yang terjadi adalah Sita dibawa dengan semacam Aerial Vehicle, yaitu pesawat yang dapat mengorbit di luar atmosfer Bumi. Pesawat ini disebut Vimana. Bahkan ada yang lebih besar dari Vimana. Pesawat ini seperti kota yang mengapung di luarangkasa. Disebut Hirayanapura.

Mahluk luar angkasa mengatakan “ … a remnant of your people will find themselves relocated in the great city craft that orbit the upper heavens”

Terjemahan bebas : Sejumlah manusia akan mendapatkan diri mereka beralih tempat ke dalam pesawat kota yang mengambang di angkasa raya. Pesawat kota yg dimaksud adalah pesawat yang besarnya beberapa mil. Memang sukar dibayangkan ada pesawat sebesar itu, sukar untuk dipercaya karena kita tidak pernah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Tapi inilah yang telah terjadi dan tidak lama lagi kemanusiaan akan menyaksikan semuanya itu.

** TAMAT **

Oleh M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 5 Tahun 1 dari kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di milis Mayapada Prana

Categories: Extraterrestrial

Jaman Akhir dan Dunia Baru (Bagian Keempat)

August 21st, 2009 No comments

Akhir Jaman
Menurut penulis, keterangan yang diperoleh dari mahluk luar Bumi cocok dengan keterangan dalam Quran dan Injil. Atas dasar kecocokan tersebut penulis mengambil kesimpulan bahwa ucapan mahluk luar Bumi itu benar adanya dan dengan sendirinya kita dapat menyimpulkan bahwa mahluk luar Bumi benar-benar ada.

Keterangan dalam kitab suci yang khusus menyangkut adanya akhir jaman dapat kita temui dalam sejumlah ayat yang cukup besar jumlahnya. Dibawah ini penulis mengutip beberapa keterangan pokok :

- Keadaan Bumi dan kehidupan dunia dewasa ini hanya akan berlangsung sampai pada suatu jangka waktu tertentu saja. Quran menyatakan : Hari akhir itu adalah suatu jangka waktu yang telah ditentukan (Q 11:104). Jadi baik adanya jangka waktu sudah ditentukan, demikian pula lamanya jangka waktu ini sudah tetap. Injil menyebut adanya kesudahan alam. Yang lebih tepat meungkin adalah kesudahan suatu pola kehidupan, kesudahan suatu peradaban (Matius 24:3)

- Jesus Christ mengatakan bahwa pada akhir jangka waktu akan dilakukan panen jiwa-jiwa yang selamat (Matius 13:39). Quran mengatakan bahwa akan diadakan perhitungan (Q 21:1) atau akan dilakukan pengadilan (Q 51:12). Di hari itu akan terjadi pemisahan (Q 37:21).

- Pada hari akhir jangka waktu yang telah ditetapkan itu akan terjadi goncangan. Dalam Quran kita dapatkan ayat yang bunyinya : Sudahkah sampai kepada anda berita tentang kejadian yang menggemparkan ? Beberapa muka di hari itu menunduk, bersusah payah, kelelahan, terbakar oleh api yang menyala (Q 88:1 sd 4)

- Orang yang berkiblat pada tuhan akan selamat, karena mereka diselamatkan. Quran mengatakan : … menjadi kewajiban bagi kami untuk menyelamatkan orang-orang yang beriman (Q 10:103)

Secara umum keterangan mahluk luar Bumi senada dengan ajaran agama, malah saling melengkapi. Suatu keterangan dapat kita tambahkan dalam hal ini :

Tata surya anda telah memasuki sektor baru dalam galaxy. Ini akan berpengaruh pada dimensi kehidupan. Vibrasinya akan meningkat menurut siklus perkembangan yang harus dilaluinya. Planet anda akan mengalami goncangan disebabkan bergesernya sumbu perputaran planet anda. Namun ahli-ahli kami menguasai masalah seperti ini. Mereka akan menuntun Bumi melewati titik yang gawat sehingga goncangan menjadi sekecil mungkin. Letusan gunung berapi dan gempa akan meningkat.

Adanya keterangan-keterangan di atas bila benar, telah menempatkan umat manusia dalam suatu posisi yang istimewa. Penulis tidak ragu akan kebenarannya karena ditunjang oleh kenyataan yang dapat kita saksikan setiap hari. Penulis menemukan suatu petunjuk bilamana kiranya jaum il akhir itu mulai. Petunjuk ini dapat kita jumpai dalam ayat dimana Tuhan berfirman pada bani Israil setelah mereka diselamatkan Musa dari penjajahan Mesir (Q 17:104) : … Diamlah kamu di negeri ini (Palestina) dan bila datang janji hari akhir itu, kami akan mengumpulkan kamu dari berbagai penjuru.

Pembentukan negara Israil Modern pada 1947 merupakan petunjuk jelas tentang awal Yaum Il Akhir. Tidak dapat disangkal bahwa pertengahan kedua pada aban 20 dipenuhi oleh berbagai peristiwa luar biasa, misalnya istilah piring terbang dikemukakan tepat pada tahun 1947. Gejala UFO ini menjadi penyebab lahirnya kesadaran kosmis (Cosmic consciousness) dalam diri manusia. Dalam kesadaran inilah mula-mula berfikir bahwa mungkin ada kehidupan cerdas di luar Bumi. Ini akan membawa implikasi yang amat luas dan akan merobah sikap manusia terhadap segala hal yang bersyifat kosmis.

Bila untuk awal Yaum Il Akhir kita temukan petunjuk, demikian juga ada petunjuk untuk lamanya yaum il akhir. Petunjuk ini penulis temukan dalam gejala pertambahan penduduk. Pertambahan digambarkan sebagai garis hiperbola yang mempunyai asimptot. Secara teoretis, pertambahan penduduk tidak akan dapat melewati suatu nilai batas. Untuk menemukan nilai batas ini kita dapat menuliskan persamaan garis sebagai berikut :

Y = A / ( B – X ) dimana Y = jumlah penduduk pada tahun X; A dan B = dua bilangan konstan yang dapat kita hitung dari dua harga Y pada dua harga X.

Untuk data kependudukan dunia yang penulis pakai, diperoleh nilai B = 2025. Ini berarti antara tahun 1947 dan 2025 akan terjadi sesuatu yang menyebabkan pertambahan penduduk terhenti.

Baik Quran maupun Injil mengatakan akan terjadi goncangan. Tapi tidak jelas syifat dari goncangan tersebut. Namun dalam Quran kita dapati suatu petunjuk ke arah ini. Suatu ayat mengatakan bahwa siang akan tetap siang dan malam akan tetap malam (Q 28:71 dan 72). Ini hanya mungkin terjadi bila kutub utara menuju kearah matahari sehingga belahan bumi sebelah utara akan tetap siang, sebaliknya belahan selatan akan tetap malam. Akibatnya belahan utara akan terlalu panas dan belahan selatan akan terlalu dingin. Ini ditunjang oleh ayat Q 78:25 yang menyebut adanya air mendidih dan kedinginan yang mencekam. Dalam keadaan serupa ini, berat bagi umat manusia untuk bertahan. Keadaan inilah yang disebut neraka dalam kitab-kitab suci.

Mahluk luar Bumi memberikan keterangan yang lebih terperinci dan lebih jelas tentang apa yang akan terjadi. Memang benar bahwa kutub akan bergeser. Akibatnya keseimbangan Bumi akan terganggu. Permukaan Bumi adalah ibarat kulit telor yang pecah. Bila sumbu akan bergeser, maka pecahan-pecahan kulit ini yang disebut lempengan tektonis akan turut bergerak. Dalam skala Bumi pergeseran satu kilometer tidak berarti apa-apa, tapi untuk kehidupan manusia turunnya lempengan sejauh satu kilometer ini berarti lenyapnya sebuah benua ditelan samudera.

Inilah gambaran kejadian tentang apa yang akan dialami oleh Bumi yang telah diketahui secara luas oleh mahluk-mahluk celestial. Banyak sumber-sumber yang ingin menyampaikan situasi gawat ini agar manusia berhati-hati dan waspada, khususnya mengenai penggunaan tenaga atom. Mahluk-mahluk “discarnate” (non fisikal) berusaha menemukan manusia Bumi yg sensitif panca inderanya dan memberikan impresi kepada mereka secara telepatis. Inilah sumber pengalaman supra-normal yang disebut oleh Lobsang Rampa dalam bukunya “Chapters of Life”. Dalam suatu pengalaman clairvoyance (penglihatan supra-normal/gaib) ia melihat California tenggelam dalam samudera. Tapi Lobsang Rampa menambahkan apa yang ia lihat jangan dianggap sebagai suatu ramalan yang pasti terjadi melainkan suatu hologram yang sifatnya mungkin terjadi. Suatu probability.

Edgar Cayce dalam keadaan “trance” dimana badan jasmaninya digunakan oleh “entity” lain mengatakan bahwa sungai Missisipi akan mengalir ke sebelah timur, bukan lagi ke sebelah selatan. California dan New York akan mengalami goncangan yang sangat dahsyat. Banyak daerah pantai di muka Bumi ini yang akan tenggelam ke laut. Pengalaman ini dipaparkan secara luas dalam buku “Edgar Cacye’s Prophecy” karangan Mary Ellen Carter.

Jeanne Dixon dalam bukunya “My Life and Prophecies mengalami banyak sekali kejadian supra-normal yang bersifat visi ke depan. Seperti Lobsang Rampa, Jeanne juga mengatakan bahwa visi yang ia lihat ini adalah hologram yang mempunyai kemungkinan terjadi atau tidak terjadi. Mahluk-mahluk luar Bumi sendiri mengatakan bahwa yang dapat diramal adalah kejadian yang bersyifat alamiah. Bila sudah menyangkut nasib manusia, semua ramalan akan menjadi hologram dan mengandung probability untuk terjadi/tidak terjadi. Hologram terjadi karena bekerjanya hukum alam semesta “Free Will” (kehendak bebas) yang tidak dapat diramal.

Untuk penyelamatan Bumi, para Celestial Beings mengerahkan tenaga dan keahlian dari mahluk-mahluk luar Bumi yang sudah advance ilmu pengetahuannya. Namun usaha ini dapat menemui kegagalan bila umat manusia dengan kehendak bebas yang mereka miliki memilih untuk terus menerus menghancurkan planet ini dengan perang, polusi dan pengrusakan lingkungan hidup mereka.
Oleh M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 5 Tahun 1 kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di milis Mayapada Prana (milisnya admin)

Categories: Extraterrestrial

Jaman Akhir dan Dunia Baru (Bagian Kedua)

August 16th, 2009 No comments

Keadaan takut dan setengah sadar ini sering dialami oleh orang yang dibawa oleh jin. Jin adalah mahluk yang mempunyai vibrasi lebih tinggi daripada manusia. Selain itu mereka tidak banyak berbeda dengan kita, khususnya dalam pemahaman mengenai Tuhan dan Alam Semesta. Tapi ini akan membawa kita terlampau jauh dari topik yang sedang kita bicarakan, yaitu mengenai peningkatan vibrasi atom. Saya menyinggung UFO karena UFO-lah yang paling dekat untuk menerangkan bagaimana kehidupan berlangsung dalam getaran/vibrasi yang jauh lebih tinggi.

UFO dikendalikan oleh mahluk-mahluk luar Bumi yang sengaja datang ke planet ini dalam suatu misi yang bersyifat spiritual. Mereka dapat dibagi ke dalam 3 golongan yaitu :

- yang berujud semi-material, artinya atom-atom dalam diri mereka tidak berbeda jauh dengan atom-atom dalam badan jasmani kita. Tapi atom-atom dalam diri mereka berada dalam vibrasi yang lebih tinggi, sehingga mereka berada dalam dimensi keempat. Mereka berasal dari planet dimana tingkat kehidupan di permukaan planet tsb telah mencapai taraf kemajuan spiritual yang tinggi.

- yang berujud semi-material juga namun bukan berasal dari planet. Mereka berasal dari suatu tempat “buatan” – artifisial yang dipahami sebagai suatu bagian dari pemerintahan celestial.

- Yang berujud spiritual dan tidak memiliki badan jasmani lagi, baik yang bersyifat material atau semi-material. Mereka hidup, mempunyai kesadaran, dapat merancang, berpikir, mengambil keputusan, dsb. Untuk mencapai efek material, mereka memerlukan bantuan mahluk-mahluk semi material atau material.

Bergaul dengan mahluk UFO membawa kita pada suatu taraf kehidupan yang berbeda secara radikal dengan kehidupan dunia yang kita kenal dan ketahui. Pernah kepada mereka ini (UFO) diajukan pertanyaan apakah mereka beragama Kristen ?

Apa jawab mereka ? kira-kira begini :

“ Anda yang menyebut diri sebagai orang Kristen esungguhnya baru menempelkan suatu atribut keagamaan pada diri anda. Anda belum menghayati apalagi menjalankan dan mengerti hakekat ajaran yang terkandung di dalam atribut tsb yaitu tolong menolong, kasih sayang, hidup dalam kedamaian, dsb. Kami tidak menyebut diri kami orang Kristen, tapi kami datang dari jauh dengan penuh kasih sayang untuk untuk menyelamatkan anda dan planet anda dari kehancuran yang mengancamnya. “

Mahluk UFO banyak memperlihatkan kemampuan supra-normal. Mereka dapat berkomunikasi secara telepatis dengan manusia. Untuk itu mereka dapat memancarkan energi gelombang yang ditujukan dengan tepat kepada sel-sel otak manusia yang sedang dihubungi. Energi gelombang ini merangsang sel otak sehingga terjadi suatu impresi bathin. Impresi ini ada kalanya berbentuk penglihatan, pendengaran dan ada kalanya berbentuk pengertian/pemahaman akan suatu hal yang belum kita mengerti.

Wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad saw bekerja atas prinsip di atas. Dalam hal ini malaikat Jibril-lah yang melakukan komunikasi antar dimensi dengan Beliau sehingga Nabi mendengar dengan jelas suara di kepalanya. Kini istilah wahyu sebaiknya tidak kita gunakan karena di kalangan agamawan mungkin terdapat pendapat bahwa wahyu hanya diperuntukkan bagi nabi-nabi/orang suci saja. Namun gejala-gejala supra-normal yaitu turunnya wahyu seperti di jaman Nabi Muhammad, saat ini datang lagi. Pesan-pesan antar dimensi ini dichannelkan kepada beberapa orang manusia bukan untuk membawa ajaran moral melainkan sebagai penyelesaian dari apa yang sudah dikatakan akan datang, baik dalam Taurat, Injil, dan Quran yaitu akan datangnya perkembangan spiritual pada manusia. Disebut Al Kiamah. Kebangkitan dalam Quran (Q 75:1).

Ada kelemahan dalam komunikasi antar dimensi ini yaitu hasil komunikasi akan sangat bergantung pada perbendaharaan kata dalam bathin orang yang menerima pesan supra-normal tersebut. Bila Jibril hendak menjelaskan kepada Nabi bahwa di hari akhir nanti umat manusia akan dikejutkan dengan ledakan nuklir, tentu saja dalam otak Nabi tidak ada kata-kata yagn dapat menjelaskan apa itu nuklir. Jibril lalu mengirimkan impresi yang dapat ditangkap oleh Nabi tentang apa yang terjadi jika Nuklir meledak. Ini tidak sulit bagi Jibril karena sebuah planet dalam tata surya kita ini dahulu ada yang pernah meledak karena para penghuninya “bermain-main” dengan nuklir.

Gambaran ini lalu dipancarkan oleh Jibril dan diterima Nabi sehingga Nabi melihatnya secara gaib, secara supra-normal. Nabi melihat pohon yang dalam Quran disebut pohon zaqquum (Q 17:60). Tapi pohon ini berwarna kuning bagai tembaga yang lebur (Q 44:43 dan 45). Sebelum dunia mengenal ledakan bom atom, ayat ini pasti tidak banyak difahami. Demikianlah masih banyak ayat-ayat lain yang luput dari penafsiran yang tepat, karena untuk dapat menafsirkannya dengan tepat, diperlukan pengetahuan multi dimensi yang luas secara teologis, fisika, sejarah,
psikologi, dll. Ini sukar kita harapkan dapat dimiliki oleh para alim ulama kita sedangkan banyak orang bergantung pada mereka untuk penafsiran ayat-ayat kitab suci.

Komunikasi Supra-normal

Menurut keterangan yang dapat kita jumpai pada buku “Briefing for The Landing on Planet Earth” (Stuart Holroyd – Corgi Books), Bumi kita secara periodik dikunjungi oleh mahluk-mahluk luar Bumi> mula-mula tiap 6000 tahun sekali mereka datang berkunjung. Mereka-lah yang memberikan impetus pada berkembangnya peradaban tinggi di jama Babilonia, Mesir, dan India. Kira-kira 35000 tahun yang lalu mereka mendarat di suatu tempat yang kini dikenal sebagai Tanah Rendah Tarim, di sekitar Sinkiang sekarang. Mereka datang dengan tugas khusus untuk mengembangkan bahasa. Ada kemungkinan bahwa sebagai hasil bimbingan mereka inilah lahir bahasa Sanskrit (Sansekerta) yang dilihat secara tata bahasa sangat sempurna sehingga menjadi induk dari banyak bahasa di dunia. Banyak kata berasal dari bahasa Sanskrit. Kata father berasal dari bahasa sanskrit patr, mother berasal dari kata matr.

Nama-nama dewa dalam mitologi Yunani berasal dari nama-nama Hindu. Misalnya Dyaus Patr adalah nama dewa yang kemudian menjadi Zeus Pater (Dewa langit – pemimpin para dewa Yunani) dan kemudian diadopsi oleh mitologi Romawi menjadi Yupiter. Penulis (M. Siregar) cenderung beranggapan bahwa dari periode inilah lahir agama Hindu sebagai hasil ajaran moral yang dibawa oleh mahluk-mahluk luar Bumi. Di waktu itu mungkin mahluk luar Bumi bergaul erat dengan manusia. Pergaulan ini lalu dalam mitologi Yunani melahirkan cerita tentang dewa-dewi yang banyak jumlahnya lalu segalanya kemudian menjadi kabur/tidak jelas.

Mahluk luar Bumi datang lagi pada jaman Nabi Ibrahim sehingga melahirkan ajaran agama yang berdasar pada penyerahan diri pada bimbingan Tuhan. Ajaran ini jugayang diusung oleh Nabi Musa, namun sayang kelak ajaran ini membatu dalam syariat agama yang sangat kaku dalam ajaran agama Yahudi. Jesus Christ (nama kosmiknya adalah Sananda) juga berusaha menyempurnakan ajaran moral yang telahdirintis pada jaman Ibrahim. Tapi ajaran yang dibawa Jesus ini terlalu tinggi untuk jaman tersebut dengan mengatakan bahwa seorang manusia harus mencintai musuh-musuhnya, bahkan memberikan pipi kiri jika pipi kanannya ditampar. Hakekat ajaran Jesus adalah melampaui permusuhan apapun bentuknya. Kondisi inilah yang akan dicapai seorang manusia jika ia telah mencapai taraf spiritual yang tinggi. Oleh karena itu di jaman Muhammad ajaran moral ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan manusia. Beliau menerapkan disiplin rohaniah melalui ibadah. Disiplin ini hanyalah langkah awal untuk menuju taraf pencapaian spritualitas yang lebih tinggi.

Pola hidup berdasarkan penyerahan pada kekuasaan dan bimbingan Tuhan diberi nama dalam bahasa Arab yaitu “aslama”. Pokok kata adalah “slm”, yang dapat juga dibaca “salam” (damai). Kata “Islam” dan “muslim” berasal dari kata “aslama”. Dalam Quran, disebut bahwa jalan semua nabi ialah Islam, yaitu orang-orang yang berserah diri kepada Tuhan, mereka yang berkiblat kepada Tuhan. Jangan diartikan secara harfiah, yaitu Islam sebagai sebuah lembaga agama. Oleh karena itu akan ditentang oleh para pengikut agama lainnya. Secara syariat semua agama memang berbeda, tapi barang siapa yang dapat melampaui syariat dan menemukan hakekat agamanya maka ia akan melihat bahwa semua agama adalah sama!

Oleh M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 5 Tahun 1 kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di milis Mayapada Prana (milisnya admin)

Categories: Extraterrestrial