Agama dan Gejala Supranormal (2)

Bila benar kita telah berada dalam hari akhir sebagaimana yang saya tulis dalam artikel terdahulu, maka masa yang lama dalam Quran disebut “malam” yang sedang menggelap (Q 93:2) oleh karena gelapnya kehidupan secara spiritual. Masa yang akan datang disebut “siang” karena terang dengan adanya penglihatan spiritual.
Maka kita dewasa ini sudah berada di waktu “subuh” dari hari yang akan terbit. Di waktu ini sedang dilakukan persiapan menjelang hari yang baru, jaman baru, New Age. Siapa yang diserahi tugas di waktu “subuh” ini tepat disebut komandan dalam istilah militer, manajer dalam istilah manajemen, atau “rabbi” dalam istilah spiritual. Dialah yang disebut “Rabbilfalaq” dalam Surat 113. Memang terlampau ringkas keterangan dalam surat ini untuk dapat dijadikan patokan. Tapi sebagaimana lazimnya dalam ayat-ayat kitab suci, kita hanya diberi petunjuk yang sangat samar, sehingga seribu interpretasi pun mungkin saja terjadi. Kembali bukan itu yang pokok, melainkan kemampuan kita mengenali kebenaran bila hidung kita menyentuhnya atau mengenali kodrat spiritual bilamana kita melihat hasilnya. Sebagaimana yang dikatakan Jesus, “pada buahnya pohon itu dapat dikenal”. Yang dapat saya katakan dalam konteks ini ialah pohon sudah berada di tengah-tengah kita dan buahnya pun sudah siap dipetik. Tinggal siapa yang ingin tahu pohon itu pasti dapat menemukannya.
Pembinaan manusia oleh mahluk celestial sudah dimulai sekitar 500.000 tahun yang lampau. Pada waktu itu serombongan besar mahluk celestial mendarat di suatu tempat yang sekarang kita kenal sebagai Iran. Mereka adalah mahluk spiritual yang tidak berbadan material. Untuk dapat bergaul dan berkomunikasi dengan manusia primitif waktu itu, diadakan modifikasi sedemikian rupa sehingga mereka mempunyai badan semi-material yang harus dirawat dengan makan, minum dan istirahat. Mereka bahkan dapat pula melakukan hubungan sex. Mungkin dari masa inilah berlaku ayat dalam Kitab Kejadian (Book of Genesis) di Taurat yang mengatakan bahwa : “Maka pada jaman itu ada raksasa-raksasa di dunia dan juga sesudah itu ketika anak-anak Tuhan kawin dengan anak-anak perempuan manusia sehingga lahirlah keturunan mereka yang menjadi orang berkuasa dan kenamaan” (Kejadian 6:4)
Anggota rombongan ini memang orang-orang yang jangkung, sama dengan Adam yang tingginya lebih dari 240 cm. Bahwa keturunan mereka menjadi terkenal akan kekuasaannya dapat diketahui dari kemampuan mereka sebagai hasil mutu genetik yang kualitasnya sangat tinggi. Rombongan pertama ini terdiri dari 100 orang dan disebut “kelompok seratus”. Mereka dibagi dalam 10 kelompok untuk meningkatkan mutu kehidupan manusia primitif agar lebih beradab. Mereka dibagi dalam kelompok: pengajaran adanya Tuhan, pengajaran bahasa dan tulis menulis, peningkatan kecerdasan, pemeliharaan kesehatan, pertanian, peternakan dan penjinakan hewan liar untuk dipelihara, menenun, membuat barang tembikar, dll.
Wajah mereka sangat menyilaukan, demikian juga dengan pakaiannya. Dalam sastra Timur dapat kita jumpai istilah “sons of the dazzling face” (dazzling = menyilaukan). Ini disebabkan tingginya putaran dan vibrasi elektron dalam tubuh mereka. Seperti pada las listrik, elektron meningkat kecepatannya sehingga las busur itu memancarkan sinar yang menyilaukan. Tapi sinar yang menyilaukan itu tidak menimbulkan panas sama dengan lampu neon yang menyala terang, tidak terjadi panas yang membakar tubuh. Sons of the dazzling face dalam bahasa Sanskrit (Sansekerta) disebut Deva(s) atau Dewa-dewa. Mereka datang dalam pesawat yang dalam Epic of Ramayana disebut “aerial vehicle” atau “vimana” (Sanskrit). Mereka sempat berfungsi selama 300.000 tahun.
Dalam kurun waktu sekian lama, mereka tentu sudah banyak menyebar ke tempat-tempat lain dan meninggalkan bekas peradaban yang mereka bina. Kalau tidak dalam ujud material, mungkin dalam ujud legenda, folklore dan sebagainya. Agama Hindu kemungkinan besar adalah campuran dari ajaran agama, folklore dan legenda yang bercampur aduktanpa dapat ditemukan lagi bentuk aslinya.
Usaha awal mahluk celestial ini menemui kegagalan dengan terjadinya suatu pembangkangan dalam pemerintahan celestial. Lucifer adalah pemimpin pemerintahan celestial tingkat rendah yang membawahi 619 planet hunian. Ia mengutus Sat-an (wakilnya) ke Bumi untuk mengajak pemerintahan planet Bumi turut serta dalam pembangkangan itu. (Kisah pembangkangan ini terekam dalam Book of Enoch / Kitab Enoch yg mengisahkan pertempuran Arcangel Mi-Ka-EL melawan seorang malaikat Seraphim yang memberontak – Lucifer). Sat-an berhasil dan semenjak itulah planet Bumi terkucil dari pergaulan kosmik hingga sekarang. Akibat dari pada pengucilan ini ialah bahwa kita tidak dapat lagi bergaul bebas dengan mahluk-mahluk luar Bumi dan dewasa ini sulit sekali bagi umat manusia untuk menerima keterangan adanya mahluk-mahluk luar Bumi dengan peradaban yang amat tinggi. Kita selama 200.000 tahun berada dalam kegelapan informasi mengenai adanya pemerintahan celestial. Tapi kini sudah tiba saatnya kepada kita kembali diberitakan pengetahuan ini. Tentu saja ini perlu waktu karena apa yang hilang dalam kurun waktu 200.000 tahun tidak begitu saja dapat kembali dan diterima.
Mungkin perlu beberapa generasi lagi agar kita terbiasa kembali dengan ide
adanya mahluk-mahluk celestial (meski saat ini mulai ada manusia-manusia yang tergerak hatinya untuk menyelidiki hal-hal demikian). Sekarang ini masih banyak orang yang takut dengan mahluk UFO, dikiranya mereka adalah kuasa gelap / setan (baca : utusan Sat-an). Sungguh ironis bahwa yang memerangi Sat-an ini malah dikira Sat-an sendiri. Tapi ini mungkin merupakan siasat Sat-an untuk mengacaukan DNA kita
Oleh M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 8 Tahun 1 dari kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di Forum Supranatural WebGaul



Tulisan bpk. RM Tjokrowaspodo dalam Warta Parapsikologi no 2 sangat menarik.






