Lengkapi Rumah Anda dengan Orgonite 168. Klik disini !
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘kekuatan pikiran’

 Powered by Max Banner Ads 

Law of Attraction!

October 30th, 2009 1 comment

:hi: Mungkin anda sudah membaca buku best seller “The Secret” dan anda sudah banyak mempelajari mengenai Law of Attraction atau Hukum Atraksi atau Hukum Tarik Menarik yang merupakan inti dari buku itu.

Hukum atraksi secara sederhana kurang lebih menyatakan bahwa apapun yang kita pikirkan akan tertarik dalam kehidupan kita. Individu masing-masing akan mengalami pengalaman mental dan fisik yang berhubungan dengan pikiran, kata, perasaan dan aksi mereka masing-masing yang dominan, sehingga setiap individu dapat mengontrol realitas yang akan mereka temukan dalam kehidupan dengan pikiran mereka sendiri.

Prinsipnya adalah bahwa pikiran anda baik itu conscious/sadar atau subconscious/bawah sadar, kepercayaan, emosi dan aksi anda akan menarik realita atau pengalaman positif-negatif kedalam kehidupan anda.

Banyak sekali definisi dan cara manifestasi dari Law of Attraction yang dapat ditemukan dari berbagai sumber seperti misalnya :

  1. Bahwa pikiran positif akan menarik hal yang positif dan sebaliknya.
  2. Bahwa kekuatan atraksi adalah hasil dari kekuatan kreatif dari alam semesta.
  3. Bahwa apa yang anda pikirkan, anda akan dapatkan.
  4. Bahwa dengan kekuatan atraksilah yang menyebabkan terciptanya semua yang ada di alam semesta.
  5. Bahwa anda akan menarik apa saja yang anda pikirkan dan fokuskan.
  6. Bahwa bila anda berpikir dan fokus pada kebahagiaan, maka kebahagiaan akan datang dalam hidup anda.
  7. Bahwa mengisi pikiran dengan kesusahan, penderitaan akan menarik kejadian itu dalam kehidupan.
  8. Bahwa bila anda ingin sukses, jangan sekali-kali ada  keraguan akan kegagalan timbul dipikiran anda, karena kegagalanlah yang akan muncul.
  9. Bahwa diperlukan bukan saja pikiran, tapi juga hasrat besar akan keinginan itu agar termanifestasi.
  10. Bahwa apa yang anda pikirkan telah terjadi dan terima saja kapan datangnya.
  11. Bahwa pikiran andalah yang menentukan kehidupan anda.
  12. Bahwa pikiran-pikiran yang diinginkan harus selalu diulang, ditambah dengan hasrat, perasaan agar termanifestasi.
  13. Bahwa pikiran itu adalah magnit.
  14. Bahwa energi menarik energi yang sama.
  15. Bahwa  Law of Attraction terus terjadi dalam setiap saat kehidupan kita.
  16. Dan sebagainya.

Konsep dari Law of Attraction adalah bukan barang baru. Ia telah digunakan oleh banyak orang sukses dalam kehidupan mereka selama ini.

Juga banyak buku yang menulis mengenai pengembangan diri, sebenarnya berlandaskan hukum ini. Hanya saja mereka membuat variasi yang begitu bermacam sehingga menjadi best seller dalam masing-masing kategori yang mereka pilih.

Menurut Wikipedia buku pertama paling berpengaruh di jaman modern ini adalah “As a Man Thinketh” oleh James Allen (1864 – 1912), yang dipublikasi pada tahun 1902. Walaupun dibuku ini tidak ada kalimat Law of Attraction, tapi dalam banyak hal ia telah menerangkan prinsip-prinsipnya secara detail dan jelas.

Buku inilah yang menjadi pintu pembuka bagi buku-buku sukses lainnya mengenai Law of Attraction. Salah satunya adalah bukunya  William Walker Atkinson (1862 – 1932), yang menggunakan kalimat Law of Attraction, dalam buku berjudul ” Thought Vibration or the Law of Attraction in the Thought World”. Demikian juga buku dan film DVD “The Secret”.

Apakah Law of Attraction benar atau memang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? atau hanya kebohongan belaka? seperti pertanyaan talk show host Larry King dari CNN, yang menunjuk penderitaan di dunia, bahwa apabila alam semesta dapat memberi kelimpahan hanya dengan hanya berpikir benar, mengapa tetap saja ada kemiskinan, penderitaan dan kematian?

Yang jelas, hukum ini adalah salah satu dari HUKUM ALAM SEMESTA.

Hukum yang juga dikenal sebagai Universal Law, banyak dibahas dalam berbagai buku, seminar atau di internet.

Universal Law mempunyai banyak sekali hukum, dengan berbagai variasinya dan semua hukum ini mutlak dan tidak dapat berdiri sendiri. Jadi Hukum Atraksi pun dengan sendirinya juga harus tunduk atau mengikuti hukum lainnya di alam semesta.

Ia akan termanifestasi bila hukum-hukum lainnya yang berkaitan dengannya juga dijalankan.

Banyak orang yang frustasi dengan buku The Secret dengan Law of Attractionnya, karena memang hukum itu tidak semudah seperti yang diuraikan dalam buku itu.

Tapi perlu diketahui bahwa bukan buku itu atau Law of Attraction yang salah, mungkin pengertian kita saja yang belum lengkap untuk memanifestasikan apa yang diinginkan.

Pertama kita, harus memahami dahulu konsep dan fungsi dari Hukum Alam Semesta yang merupakan induk dari Law of Attraction bila kita ingin mengerti dengan benar mengenai hukum atraksi itu sendiri.

Jadi, apa itu Universal Law?

Universal adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan universe atau alam semesta.

Law adalah hukum….:-)

Jadi Universal Law adalah hukum atau aturan yang berlaku di alam semesta.

Apa hubungannya dengan kita?

Selain hukum-hukum yang telah kita kenal selama ini, adalah perlu bagi kita untuk mengenal juga hukum alam semesta untuk pengembangan diri kita seutuhnya.

Kita yang berada dialam semesta harus mempelajari dan menerapkan hukum ini.

Hukum ini adalah aturan bermain dalam kehidupan, dan aturan ini ada agar kita dapat bermain dengan baik sesuai dengan hukum itu. Dengan bermain baik kita akan mengerti dan memahami makna dari kehidupan dan selanjutnya menjalankan kehidupan dengan lebih baik. Hukum ini dapat diterapkan dengan baik jika kita mau belajar untuk memahaminya.

sumber: Sumpah Palapa.com

Categories: Law of Attraction

Memotret Pikiran?

October 25th, 2009 No comments

:ngelamun: Ted Serios, cenayang berkebangsaan Amerika, mengaku mampu memotret pikiran. Mungkinkah itu? Bagaimana pula caranya?

Memotret pikiran. Terdengarnya absurd. Namun, itulah yang dilakukan Ted Serios, cenayang berkebangsaan Amerika. Tak pelak karya-karya thoughtography-nya yang tampil dalam lembaran film mengundang kontroversi. Yang lebih kontroversial lagi, kecuali mampu memotret benda yang masih ada, ia pun bisa “memotret” benda-benda dari masa lalu.

Berita tentang kemampuannya itu menarik perhatian banyak peneliti, di antaranya Dr. Jule Eisenbud, lektor kepala jurusan psikiatri di University of Colorado Medical School. Tahun 1964, saat terbang menuju Chicago untuk sesi pertama penelitian itu, Eisenbud hampir merasa pasti akan menyaksikan akal-akalan seorang tukang sulap. Pendapat itu wajar karena selama ini banyak orang yang mengaku sebagai ahli thoughtograph, namun selalu ketangkap basah telah berbuat curang. Biasanya mereka mengotak-atik film dan kamera polaroid yang dipakai.
Untuk mengatasi siasat itu, Eisenbud menyediakan sendiri kamera dan filmnya. Bahkan Eisenbud sendiri yang menjepretkan kamera dengan lensa menghadap langsung ke wajah paranormal itu.

Bisa memotret sasaran
Di kamar sebuah hotel Ted Serios duduk, mengarahkan kamera polaroid tepat ke wajahnya. Beberapa detik kemudian lampu kilat berpendar menyambar wajahnya. Dr. Jule Eisenbud segera mengambil hasilnya. Ternyata, yang tampil di kertas foto bukan wajah Serios, namun bayang-bayang gedung. Foto itu oleh Serios, bellboy di Chicago itu disebut sebagai hasil kemampuannya melakukan fotografi pikiran atau thoughtograph.

Foto thoughtograph karyanya tidak selalu menampilkan gambar benda yang ia pikirkan. Ada foto yang melulu menampilkan warna putih, sebaliknya tak jarang yang seluruhnya hitam. Padahal kedua hasil pemotretan itu dilakukan di tempat yang sama, dengan penerangan dan aspek lain yang tidak berbeda. Selain itu, ada kalanya gambar yang muncul memenuhi seluruh lembar kertas, meski ada pula yang hanya menempati sebagian kecil ruang kertas, sementara sisanya dipenuhi oleh rekaman gambar Serios dan benda-benda dalam ruangan tempat berlangsungnya penelitian.

Di sesi-sesi awal, Serios hanya perlu menatap kamera untuk berkonsentrasi. Namun, pada sesi berikutnya, Serios memegang sebuah alat yang diacungkannya di depan lensa sambil berkonsentrasi. Kadang alat yang disebutnya gismo itu berupa tabung kecil berdiameter 2,5 cm dari plastik hitam dengan satu ujung yang ditutup dengan selembar plastik selofan – biasanya untuk membungkus makanan di pasar swalayan. Sedangkan ujung lainnya dengan film hitam yang kemudian dilapisi selofan. Namun, kali lain ia cuma memakai gulungan secarik kertas.

“Selain membantu berkonsentrasi untuk memfokuskan kekuatan mental, gismo mencegah jari-jari saya menyentuh lensa dan mengaburkan gambar,” aku Serios.

Eisenbud terkesan dengan demonstrasi kekuatan paranormal yang ditunjukkan Ted Serios. Melalui pengamatan selama bertahun-tahun Eisenbud melaporkan, Ted menggunakan kekuatan psikokinesis. Hasil penelitiannya diterbitkan dalam buku yang berjudul The World of Ted Serios.

Untuk membuktikan kebenaran kemampuannya, Serios sampai menantang beberapa peneliti untuk datang sambil membawa gambar sasaran yang disembunyikan dalam amplop. Dengan kekuatan paranormal Serios yakin mampu mereproduksi gambar yang dimaksud dalam film polaroid.

Pada kali pertama Eisenbud menyaksikan kebolehan Serios di sebuah hotel di Chicago, ia membawa dua gambar kompleks gedung Kremlin, pusat pemerintahan di Moskow. Masing-masing gambar itu disimpan dalam sampul kertas manila yang dilapisi karton.

Saat itu Serios menghasilkan foto samar bangunan tinggi ramping, yang oleh beberapa orang saksi yang hadir segera dikenali sebagai Menara Air di Chicago – landmark yang mungkin akrab bagi Serios. Meski tidak tepat sasaran, Eisenbud sangat terkesan, karena beberapa gambar dan simbol dalam foto relevan dengan pikirannya saat itu.

Dua tahun kemudian, Eisenbud kebetulan menjumpai gambar kompleks gedung Kremlin dari sisi jalan yang lain. Pada gambar itu Menara Lonceng Ivan amat jelas, yang dalam salah satu foto sasaran yang dulu diujikan untuk Serios hanya tampak sebagian. Barulah ia sadar, ternyata Serios dulu tidak keliru sasaran, karena bangunan itu mirip benar dengan Menara Air di Chicago.

Rekayasa dengan alat?
Namun, jalan Serios untuk mendapat pengakuan tak mudah dicapai. Tak sedikit yang menilai karya fotonya itu hanya tipuan. Serios dituduh menyembunyikan mikrofilm atau transparansi dalam gismo. Sampai-sampai Majalah Popular Photography mengirim tim peneliti yang terdiri atas seorang pesulap dan dua fotografer profesional yang juga mahir sulap-menyulap.

Tim itu menuding, gismo menggunakan trik kecepatan tangan sederhana yang bisa ditukar dengan tabung lain yang mirip. Nah, di dalam alat khusus itu dapat disembunyikan lensa mini dan transparansi berisi subjek gambar yang diinginkan. Melalui lensa itu sebuah “thoughtograph” diproyeksikan ke lensa kamera.

Kedua reporter majalah itu, Charles Reynolds dan David Eisendrath, malah berhasil membuat tiruan gismo Serios yang dilengkapi alat-alat yang disembunyikan di dalamnya, lalu mencoba membuat berbagai gambar. Hasilnya, mirip dengan karya Serios. Pengakuan mereka yang diterbitkan di Popular Photography bulan Oktober 1967, mampu menjawab mereka yang ragu atas kemampuan Serios.

Sebaliknya, pendapat itu disanggah Eisenbud dan peneliti lain, yang yakin telah benar-benar memeriksa gismo milik Serios. Pemeriksaan menunjukkan, di dalam alat itu tidak ada peralatan sekecil apa pun. Serios pun tidak ketahuan menyisipkan sesuatu ke dalamnya sebelum pemotretan.

Sadar akan kemungkinan pemakaian mikrocip yang bisa dengan mudah disembunyikan, mereka mengantisipasi dengan menyusun aturan resmi eksperimen. Begitu Serios merasa “saat”-nya tiba, gismo baru diserahkan kepadanya. Selesai pemotretan, gismo segera diambil untuk diteliti. Jadi, benda itu berada di genggaman Serios paling lama 15 detik di saat pemotretan. Itu pun di bawah pengawasan amat ketat. Malah di beberapa pemotretan gambar tetap muncul meski gismo beserta kameranya dipegang orang lain, yang mengawasi dua benda itu sekaligus.

Kecurigaan bahwa Serios menggunakan kecepatan tangan juga dapat dengan mudah ditolak karena, selama pemotretan, Serios selalu mengenakan kaus lengan pendek atau bertelanjang dada. Jadi, tidak mungkin baginya menyembunyikan sesuatu di balik baju untuk memanfaatkan keterampilan menyulap.

Para peneliti pun bercerita bagaimana mereka secara teratur mendekat, bahkan sangat dekat, bila Serios beraksi – terutama saat Serios memberi aba-aba untuk memencet tombol kamera. Jarak yang demikian dekat memungkinkan mereka melihat segala gerak-geriknya.

Dua peneliti parapsikologi terkenal dari Amerika Dr. J. G. Pratt dan Dr. Ian Stevenson, yang pernah melakukan tes pada Serios mengatakan, “Selama sekitar 800 kali percobaan, tak pernah sekali pun kami melihatnya berperilaku aneh dan mencurigakan, terutama saat memegang alat baik sebelum maupun setelah percobaan berlangsung.”

Kenyataannya memang, Serios belum pernah tertangkap basah menggunakan transparansi atau mikrofilm secara tersembunyi. Apalagi, Dr. Eisenbud berargumen, foto-foto karya Serios menampakkan keanehan yang sekaligus mencoret kemungkinan adanya rekayasa.

Tirai tertutup, kekuatan pun hilang
Sebagai contoh, Mei 1965 Serios menghasilkan 11 versi foto yang berbeda dari sebuah toko. Dua lembar jelas menampilkan nama toko: “The Old Gold Store”. Padahal nama toko itu ketika foto dibuat adalah “Old Wells fargo Express Office”. Nama lamanya “Old Gold Store”, dan diperkirakan penggantian nama terjadi paling tidak tujuh tahun sebelum foto Serios dibuat. Ketika diselidiki, tak ditemukan dokumentasi foto toko itu dengan nama lamanya.

Hal serupa terjadi pada gambar bangunan dua lantai dan beberapa huruf kabur yang masih terbaca. Bangunan itu akhirnya dikenal sebagai hangar Divisi Udara dari Royal Canadian Mounted. Anehnya, huruf dalam foto justru salah tulis, “Air Division Cainadain Mount”.

Gambar lain yang sangat jelas adalah William’s Livery Stable, di seberang jalan dari Gedung opera di Central City. Tapi ada beberapa penyimpangan. Dalam foto Serios dindingnya lebih nampak sebagai dinding batu, sedangkan pada kenyatannya bangunan itu terbuat dari bata. Perbedaan lain, beberapa jendela di bangunan asli juga berubah menjadi dinding tembok.

Karena nampaknya Serios mampu memotret masa lampau Eisenbud dan beberapa peneliti rekannya merancang sesi percobaan pada 27 Mei 1967 di Denver Museum of Natural History. Dikelilingi oleh artefak paleolitikum dan neolitikum, diharapkan kekuatannya mampu menangkap gambar atas sesuatu yang terjadi ribuan tahun silam.

Serios yakin berhasil dan mulai membayangkan melihat orang yang sedang membuat api. Pemotretan segera dilakukan. Beberapa foto menampilkan gambar aneh, namun yang paling mengesankan adalah laki-laki dari zaman batu dalam posisi jongkok.

Kemudian disadari oleh seorang saksi yaitu Profesor H. Marie Wormington dari jurusan antropologi Colorado College, gambar itu serupa dengan model sebesar ukuran normal sekelompok manusia zaman batu di Chicago Field Musuem of Natural History, bahkan kartu pos bergambarnya pun dijual di sana.

Maka muncul kecurigaan Serios memalsukan foto-fotonya.

Namun, penelitian berikutnya menunjukkan, laki-laki dalam gambar Serios diambil dari berbagai sudut yang berbeda. Malah, menurut pendapat beberapa fotografer dan insinyur fotogrametrik profesional, cetakan paranormal itu tidak mungkin dihasilkan hanya dari sebuah mikrotransparansi. Untuk hasil pemotretan demikian perlu beberapa – mungkin hingga 8 jenis yang berbeda – pun sebagian besar di antaranya tidak dapat dibuat dengan hanya mengandalkan reproduksi sederhana dari foto Field Museum atau foto yang diambil oleh Serios sendiri.

Segera setelah sesi itu, kekuatan paranormal Serios memudar. Dalam setahun – meski ia tetap mau bekerja sama untuk diteliti, mengumpulkan hasilnya cuma foto-foto lembaran hitam atau putih tanpa gambar.

Sebelumnya Serios sudah berkali-kali kehilangan kekuatannya. Yang paling lama, dua tahun dan terjadinya begitu saja, tanpa tanda-tanda atau peringatan terlebih dahulu. “Persis seperti layar yang menutup tiba-tiba – wuss. Semua selesai,” ujarnya.

Namun, bila lebih teliti, sebenarnya sudah ada peringatan sebelumnya. Hasil karya terakhirnya yang berupa gambar penuh di bawah pengawasan peneliti,terjadi pada Juni 1967 … menunjukkan gambar sebuah tirai.

Hal ini membuat peneliti keheranan. Belum mereka mengetahui dengan cara bagaimana pengaruh kekuatan paranormal mampu bekerja untuk menghasilkan foto-foto yang mengagumkan itu, kini muncul pertanyaan baru, bagaimana kekuatan itu bisa hilang begitu saja?

sumber: http://www.geocities.com/juve3x/file/potret_pikiran.html

Categories: rahasia otak