Cara Membuat Wanita anda Orgasme berkali-kali! Free tutorial and Video! Semua Gratis!! Klik disini!
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘meditasi’

 Powered by Max Banner Ads 

Meditasi:Timur Bertemu Barat

April 12th, 2010 No comments

Meditasi adalah jalan pintas untuk mencapai pencerahan. Ini kata para guru spiritual. Meditasi, dalam banyak tradisi, memang sangat dianjurkan. Terutama dalam Buddhisme.

Ada dua jenis meditasi, pertama Samatha Bhavana atau Meditasi Ketenangan, dan yang kedua adalah Vipassana Bhavana atau Meditasi Pandangan Terang.

Ada pandangan yang berbeda di kalangan pengajar meditasi. Ada yang mengatakan bahwa seseorang harus melakukan dan mahir meditasi Samatha Bhavana terlebih dahulu. Baru setelah itu mereka masuk ke meditasi Vipassana Bhavana. Ada juga yang mengatakan bahwa untuk mencapai pencerahan tidak perlu dengan melakukan meditasi Samatha Bhavana terlebih dahulu tapi langsung meditasi Vipassana Bhavana.

Meditasi Samatha Bhavana adalah pemusatan konsentrasi atau perhatian pada objek tertentu, misalnya napas. Ada empat puluh objek yang bisa digunakan untuk menditasi. Napas hanya salah satunya.

Tujuan dari meditasi ini adalah untuk melatih pikiran sehingga terkendali dan akhirnya diam dan hening.Saat kondisi pikiran benar-benar terpusat sangat kuat, hening, diam, dan tercerap sepenuhnya pada objek meditasi maka pada saat itu meditator mencapai kondisi jhana.

Sedangkan meditasi Vipassana Bhavana adalah meditasi perhatian penuh, introspeksi, observasi realitas, kewaspadaan objektif, dan belajar dari pengalaman setiap momen. Inti dari meditasi ini adalah mengamati segala proses mental atau fisik yang paling dominan pada saat sekarang Dengan kata lain, menyadari, mencatat, ingat ketika lenyap.

Saya tidak dalam posisi untuk mengatakan mana atau siapa yang benar. Apakah perlu Samatha dulu baru Vipassana ataukah tidak perlu Samatha tapi langsung Vipassana? Yang ingin saya sampaikan dalam artikel ini adalah apakah sebenarnya yang terjadi dalam pikiran seseorang yang melakukan meditasi, baik itu Samatha maupun Vipassana, ditinjau dari riset di barat, dengan mengukur pola gelombang otak.

Saat belajar kepada Anna Wise, satu hal yang sangat mencerahkan saya adalah saat Beliau berkata, “Meditation is a state of consciousness, a spesific brain-wave pattern, no a technique”. Anna juga berkata bahwa, “There is state of consciousness and content of consciousness”.

Wow… ini sungguh suatu pencerahan luar biasa. Anna Wise sampai pada kesimpulan ini setelah mengukur, dengan menggunakan Mind Mirror, begitu banyak pola gelombang otak orang, termasuk para master dan guru meditasi Zen.

Dari pengukuran Anna Wise didapat satu data yang sangat menarik yaitu semua master dan guru meditasi itu punya gelombang otak yang sama. Pola ini disebut dengan pola Awakened Mind (AM) yang terdiri dari beta, alfa, theta, dan delta dengan komposisi yang pas. Beta di sini adalah low beta dan hanya sedikit saja, karena hanya digunakan untuk menyadari, mengetahui, mencatat.

Alfa berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pikiran sadar dan bawah sadar. Theta adalah pikiran bawah sadar dan delta adalah pikiran nirsadar.

Kita tetap membutuhkan beta, walaupun hanya sedikit saja, untuk bisa mengetahui atau menyadari apa yang sedang kita alami. Bila tidak ada beta maka kita sama sekali tidak akan tahu atau ingat yang terjadi atau alami saat meditasi.

Lalu, apa hubungannya dengan meditasi Samatha dan Vipassana?

Meditasi Samatha, bila dilihat dari pola gelombang otak, bertujuan untuk meng-OFF-kan gelombang beta. Beta adalah gelombang pikiran sadar dan berkisar pada kisaran frekuensi 12-25 Hz. Gelombang ini aktif bila kita berpikir, memberikan penilaian (judgement) atau memberikan makna pada sesuatu, mengkritik, membuat daftar, menganalisa, atau berbicara pada diri sendiri (self talk).

High Beta, frekuensi di atas 25 Hz berhubungan dengan stress dan kecemasan. Semakin aktif high beta seseorang maka semakin “liar” pikirannya. Pikiran akan lari ke sana ke mari, melompat dari satu hal ke hal lain, tidak bisa diam, sulit atau hampir tidak mungkin untuk dikendalikan. Kesulitan ini yang dialami oleh semua meditator pemula.

Banyak orang menghabiskan begitu banyak waktu hanya untuk belajar mendiamkan pikirannya mereka namun tidak berhasil. Akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti bermeditasi karena tidak merasakan manfaat.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat seseorang mahir meng-OFF-kan pikirannya? Ini semua bergantung pada waktu dan teknik yang digunakan. Umumnya, untuk meng-OFF-kan pikiran sadar, orang menggunakan objek napas.

Pikiran dilatih untuk diam dengan cara difokuskan pada napas. Dan pada saat pikiran lari ke objek lain maka pikiran ditarik kembali ke napas dan demikian selanjutnya sampai dicapai kekuatan konsentrasi yang sangat tinggi.

Sulitnya meditator mendiamkan pikirannya, selain karena aktifnya high beta, juga disebabkan tubuh yang tegang. Posisi duduk yang tidak tepat, apa lagi kalau sampai melakukan postur full lotus, membuat otot paha dan tubuh menjadi begitu tegang sehingga adalah tidak mungkin untuk bisa mencapai kondisi pikiran yang rileks.

Masih berdasar riset Anna Wise, untuk bisa merilekskan pikiran, menurunkan beta dengan cepat, bisa dilakukan dengan merilekskan tubuh terlebih dahulu. Ada teknik spesifik yang Beliau kembangkan untuk bisa mendiamkan pikiran dalam waktu yang sangat singkat.

Saat seseorang telah mampu meng-OFF-kan pikiran sadarnya (gelombang beta) maka pada saat itu ia telah masuk ke kondisi meditatif yang sangat dalam. Jadi, meditasi sebenarnya adalah gelombang otak yang terdiri dari alfa, theta, dan atau tanpa delta. Di sini tampak jelas bahwa beta tidak dibutuhkan untuk meditasi. Justru beta perlu dihilangkan.

Lalu, apa hubungannya dengan meditasi Vipassana?

Dari pengalaman saya pribadi adalah cukup sulit atau bahkan tidak mungkin bisa melakukan pengamatan pada bentuk-bentuk pikiran, perasaan, atau sensasi fisik yang muncul saat pikiran sadar masih sangat aktif. Apalagi jika yang aktif adalah high beta.

Jelas sangat sulit melakukan pengamatan jika piranti yang digunakan untuk melakukan pengamatan atau observasi, yaitu pikiran sadar, masih sangat aktif dan sibuk sendiri.

Yang diamati dalam meditasi Vipassana, khususnya pada aspek bentuk-bentuk pikiran dan perasaan yang muncul, sebenarnya berasal dari pikiran bawah sadar dan nirsadar.

Dari pikiran bawah sadar biasanya muncul memori atau ingatan mengenai kejadian tertentu, yang berasal dari pengalaman di kehidupan saat ini, dan biasanya berisi muatan emosi dengan intensitas yang tinggi, baik positif maupun negatif.

Jadi, saat memori ini muncul, baik dalam bentuk gambar atau film, maka sebenarnya pada saat yang sama emosi yang berhubungan dengan memori ini juga aktif. Sedangkan dari pikiran nirsadar akan muncul memori dan emosi yang berasal dari kehidupan lampau.

Itulah sebabnya adalah sangat penting bagi seorang meditator untuk tidak masuk ke dalam pengalaman itu, karena biasanya mengandung emosi yang intens, dan cukup hanya mengetahui, menyadari, mencatat, dan mengingatnya ketika lenyap atau hilang.

Meditator tidak larut ke dalamnya. Akan sangat riskan bila meditator masuk ke dalam pengalaman itu, terutama jika pengalaman itu mengandung emosi negatif yang intens, misalnya akibat dari trauma masa lalu.

Jika sampai terjadi hal ini maka meditator akan mengalami kembali kejadian atau pengalaman itu. Istilah teknisnya revivification dan akan berdampak negatif pada kondisi mental dan emosinya.

Kemampuan untuk bisa menjadi pengamat (observer) dan tidak masuk ke dalam objek yang diamati hanya bisa dicapai bila pengendalian diri kita baik dan juga pikiran sadar (baca: beta) tidak terlalu aktif dan tidak memberikan penilaian atau penghakiman.

Saat kita mampu melihat atau hanya menjadi pengamat maka kita telah mampu melakukan disosiasi sehingga tidak dipengaruhi emosi yang melekat pada suatu memori. Saat kita mampu tenang hanya menyadari, mencatat, dan mengingat kejadian atau pengalaman yang muncul, maka kita akan tahu dan sadar bahwa kita bukanlah pengalaman atau emosi kita. Pengalaman atau emosi itu muncul dan tenggelam/hilang. Dan saat kita memberi jarak atau memisahkan diri dari pengalaman atau emosi itu maka mereka tidak bisa mempengaruhi diri kita.

Banyak yang berpikir, “Jika tidak ada beta, lalu bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan insight atau mengerti?”

Insight atau kebijaksanaan yang sesungguhnya berasal dari theta atau pikiran bawah sadar. Kedalamam meditasi ditentukan oleh kedalaman theta yang berhasil kita capai. Theta adalah tempat terjadinya koneksi spiritual paling dalam. Saat seseorang berada dalam deep theta maka ia akan merasakan ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan yang luar biasa.

Pikiran bawah sadar mempunyai proses berpikir sendiri yang terpisah dari pikiran sadar. Jadi, saat kita bermeditasi Vipassana, saat pikiran sadar yang tidak terlalu aktif, maka informasi atau insight yang berasal dari pikiran bawah sadar akan naik, melalui jembatan alfa, ke pikiran sadar (beta) dan kita menyadari atau tahu (ingat) informasi ini.

Jadi, yang dilakukan oleh meditator yang bertahun-tahun melakukan meditasi Samatha sebenarnya adalah persiapan untuk awakening atau pencerahan. Para meditator ini biasanya, setelah bertahun-tahun berlatih meditasi, berhasil mengembangkan pola gelombang otak Awakened Mind.

Namun meditasi Samatha, walaupun telah lama dilakukan, walaupun telah berhasil mencapai pola Awakened Mind, tidak mampu memfasilitasi pencapaian pencerahan.

Mengapa? Karena meditasi Samatha sebenarnya adalah cara untuk mencapai kondisi kesadaran (state of consciousness) yang spesifik. Kondisi kesadaran ini selanjutnya perlu ditindaklanjuti dengan melatih meditasi Vipassana karena Vipassana sebenarnya adalah content-based meditation atau meditasi berdasarkan isi.

Yang dimaksud dengan isi, selain sensasi fisik yang dirasakan, juga adalah konten dari pikiran bawah sadar dalam bentuk-bentuk pikiran dan emosi yang muncul, dirasakan, atau dialami pada saat meditasi berlangsung, pada momen here and now.

Contoh yang paling populer adalah koan dalam meditasi Zen. Saat seorang master Zen bertanya pada muridnya, “Bagaimana bunyinya bila tepuk tangan dilakukan hanya dengan satu tangan?”, maka pada saat itu sang master memberikan pertanyaan yang tidak bisa dijawab bila si murid hanya menggunakan pikiran sadar atau beta.

Saat berpikir keras untuk menemukan jawabannya maka pikiran murid yang terlatih akan begitu fokus, dan ini sebenarnya adalah meditasi Samatha, akan mendapatkan pemahaman atau pengetahuan, yang berasal dari pikiran bawah sadarnya, yang mampu memfasilitasi tercapainya pencerahan.

Ini bukan meditasi dengan “pikiran kosong”. Sebaliknya, ini adalah meditasi dengan konten yang sangat spesifik yang dilakukan oleh praktisi dengan kondisi pikiran yang telah disiapkan dengan sangat baik dan hati-hati sekali, dengan menggunakan teknik yang spesifik.

Pembaca, setelah membaca sejauh ini, jika anda bermeditasi, teknik mana yang akan anda gunakan? Samatha atau Vipassana? Semua saya kembalikan pada diri anda sendiri. Saat bermeditasi kenalilah diri anda sendiri. Anda akan tahu apakah anda akan langsung ke Vipassana ataukah perlu melatih Samatha dulu.

Dan yang paling penting adalah anda perlu belajar di bawah bimbingan seorang guru meditasi yang berpengalaman. Hanya duduk dan memperhatikan napas memperhatikan pikiran belum tentu bisa disebut meditasi. Meditasi, seperti yang didefisinikan oleh Anna Wise adalah kondisi kesadaran spesifik bukan sekedar teknik.

Jika anda telah melakukan meditasi sekian lama namun belum bisa masuk atau mengalami kondisi kesadaran (state of consciousness) yang spesifik itu maka meditasi anda bisa dibilang belum berhasil.

Anna Wise pernah membantu seorang kliennya, seorang meditator. Keluhan klien ini adalah walaupun ia telah meditasi Samatha selama 12 tahun non stop, setiap hari 1 jam, ia masih belum bisa masuk ke kondisi meditatif yang dalam.

Saat dilihat pola gelombang otaknya, dengan menggunakan Mind Mirror, tampak bahwa selama 12 tahun meditasi klien ini tidak bisa mendiamkan pikirannya. Hal ini tampak dari high beta yang sangat aktif saat ia melakukan meditasi.

Dengan teknik yang spesifik Anna berhasil membantu klien ini mendiamkan pikirannya sehingga menjadi tenang dan hening dalam waktu yang relatif singkat. Sungguh sayang bila ketekunan selama 12 tahun ini ternyata tidak berbuah hasil seperti yang diinginkan.

Selamat bermeditasi……….

Author: Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pakar pendidikan dan mind technology dan neuro-feedback, pembicara publik, dan trainer yang telah berbicara di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri. Ia telah menulis empat belas best seller “Born to be a Genius”, “Genius Learning Strategy, Manage Your Mind for Success”, “Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan?”, “Hypnosis – The Art of Subcsoncsious Communication”, “Becoming a Money Magnet”, “Kesalahan Fatal dalam Mengejar Impian”, dan “Hypnotherapy: The Art of Subconscious Restructuring”, “Cara Genius Menguasai Tabel Perkalian”, “Kesalahan Fatal Dalam Mengejar Impian 2, dan “Five Principles to Turn Your Dreams Into Reality”, The Secret of Mindset, Quitters Can Win, dan Quantum Life Transformation. Adi dapat dihubungi melalui facebook: Adi W. Gunawan, email adi@adiwgunawan.com, www.adiwgunawan.com,www.quantum-hypnosis.com ,dan www.QLTI.com
Categories: Mind, Body and Soul

Meditasi Kristiani

March 20th, 2010 No comments

:beer:  Banyak yang menilai mang Ucup ini adalah Kristen yang murtad moso
sih umat Kristen mo diajakin samedi, bahkan mengucapkan mantra
segala macem, emangnya mang Ucup sekarang ini udah alih agama jadi
penganut aliran kejawen begitu ? Tidak, hanya mereka yang menilai
saya demikian, mereka itu sebenarnya kagak nyaho alias ora ngerti
makna dari samedi maupun mantra tsb.

Samedi itu artinya meditasi dalam bahasa Sansekerta atau dalam
bahasa Ibrani = hagah. Dalam Alkitab bahasa Inggris perkataan tsb
diterjemahkan sebagai Meditation dan dalam bahasa Indonesia =
merenungkan. Dalam Alkitab sendiri tercantum 20 kata meditasi. Yosua
1:8 … but you shall meditate in it day and night – Mazmur 1:1-2
blessed is the man… And in His law he meditates day and night.

Rasul Paulus sendiri mengusulkan Timotius untuk melakukan meditasi 1
Tim 4:15 “Meditate upon these things….”; dalam bahasa Yunani =
meletao (to meditate).

Jadi tidak bisa dipungkiri, bahwa meditasi itu alkitabiah. Meditasi
tertua yang diketahui dilakukan oleh orang Kristen pada abad ke
empat adalah meditasi “Lectio Divina” = Pembacaan Suci.

Meditasi tsb dibagi dalam empat tahapan:

  • Lectio = membaca Alkitab
  • Meditatio = merenungkannya sambil bermeditasi
  • Oratio = mengucapkannya
  • Contemplatio = menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah untuk bisa menyatu dengan Dia

Orang dapat mencapai derajat meditasi tertinggi apabila mereka sudah
dapat meleburkan dirinya dengan Sang Pencipta menjadi satu atau
manunggal yang lebih dikenal juga sebagai satori, zen, dhyana, fana
bi´l-fana” dan hal ini sebenarnya sudah tercantum dalam Alkitab.

Meditasi Kristen harus dibedakan dengan meditasi lain yang dilakukan
oleh para penganut kebatinan maupun agama-agama lainnya. Meditasi
Kristen itu adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah
(theosentris), sedangkan meditasi Zen tertuju pada penyatuan diri
dengan kekuatan semesta melalui pencerahan batin (antroposentris).

Meditasi bisa dibagi dalam dua tingkatan

  1. tingkatan pertama ialah ialah mengisolir sang aku dengan cara penyendirian ini disebut “En-stase”
  2. tingkat kedua yang disebut “Ex-tase” keluar dari sang aku

Apabila sang aku sudah keluar, atau sudah mencapai tingkat ex-tase,
maka raga kita dengan mudah di isi oleh yang lain, entah itu oleh
roh kudis seperti halnya dalam pertunjukan “Kuda lumping” dsb-nya
ataukah akan di isi oleh Roh Kudus tergantung kepada siapa kita
memusatkan diri kita.

Oleh sebab itulah juga banyak umat Kristen berpandangan negatif
terhadap meditasi, karena adanya kekhawatiran dimana pada saat jiwa
kita di kosongkan roh kudis lah yang akan masuk!

Memang harus diakui bahwa meditasi dengan cara mengosongkan pikiran
akan bisa mencapai satu tingkatan sehingga mampu menangkis segala
macam godaan duniawi, bahkan sampai melupakan pancainderanya
sendiri, walaupun demikian ia tidak akan berdaya untuk menyebabkan
turunnya berkat dari Allah.

Sebab iman kepada Tuhan bukanlah merupakan hasil prestasi kerja
manusia oleh konsentrasi pikiran dan olah rasa melalui meditasi,
melainkan anugerah dari Tuhan itu sendiri. Dan anugerah itu
diturunkan dan diberikan secara cuma-cuma oleh Tuhan, jadi bukannya
dari hasil usaha manusia itu sendiri entah itu melalui meditasi atau
cara apapun juga.

Perkataan “Mantra” itu diserap dari bahasa Sansekerta (Man =
berpikir; manas = pikiran) dan “Tra” = alat, jadi kalau
diterjemahkan secara bebas kata Mantra itu sama seperti juga “alat
untuk mengingat”.

Dan sebagai mantera yang diucapkan maupun di ingat secara berulang-
ulang oleh umat Kristen bukannya “Om Mani Padme Hum” melainkan
Firman Allah.

Kita bisa mendapatkan ketenangan melalui meditasi, karena kita akan
bisa melupakan kekhawatiran maupun problem sehari-hari kita dan
sebagai gantinya kita berusaha untuk mengingat Firman Allah dengan
mengucapkan Firman tsb secara berulang-ulang. Semakin sering kita
merenungkan firman Allah (baca Mantra), semakin tidak perlu kita
khawatir. Itulah ucapan Mantra nya dari umat Kristen.

Seperti juga yang diucapkan oleh Daud dalam doanya “Let the words of
mouth and the MEDITATION of my heart Be acceptable in Your sight, “O
Lord, my strength and my redeemer.” Mazmur 19:14 Mudah-mudahan
Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN,
gunung batuku dan penebusku.

Rick Warren, penulis buku The Purpose-Driven Life,
menulis: “Kekhawatiran adalah apabila Anda memikirkan sebuah masalah
berulang-ulang. Akan tetapi apabila Anda merenungkan firman Allah
berulang-ulang, itu berarti Anda bermeditasi. Maka jika Anda bisa
merasa khawatir, berarti Anda pun bisa bermeditasi!”

Semakin sering kita merenungkan firman Allah, semakin tidak perlu
pula kita khawatir. Dalam Mazmur 23, Daud merenungkan Sang Gembala
Agung, sehingga ia tidak merasa khawatir. Di kemudian hari, Allah
memilih Daud untuk menggembalakan umat-Nya (Mazmur 78:70-72). Allah
memakai orang-orang yang dengan jujur berkata, “Tuhan adalah
gembalaku”

Pada saat berdoa kita berbicara kepada Allah sedangkan pada saat
kita bermeditasi Allah berbicara kepada kita.

Dan tanyalah kepada diri sendiri kapankah Anda terakhir kalinya mau
meluangkan waktu sejenak khusus untuk mendengarkan suara-Nya Dia
yang lembut dan penuh kasih ?

Maranatha
Mang Ucup

Sumber: email dari mang Ucup alias Jusuf Randy bertanggal 22 Maret 2006, judul aslinya: Yuk Samedi dan Bermantra – ria!

Categories: Spiritualism

Meditasi: Pengaruh dan Refleksi Diri

February 20th, 2010 No comments

Meditasi. Satu kata sederhana tetapi memiliki banyak perspektif di belakangnya. Mereka yang pro meditasi mengatakan bahwa meditasi adalah suatu teknik (atau bahkan ilmu) tingkat tinggi yang hanya segelintir orang bisa lakukan untuk mencapai kesaktian dan superioritas terhadap orang lain. Sementara yang kontra menganggap bahwa meditasi ‘berbahaya’ karena membuat pelakunya menjadi tidak terikat oleh agama dan moral; jika bermeditasi maka pikiran akan kosong dan bisa dimasukkan apapun, entah kerasukan setan atau bisa dihipnotis.

Kedua pandangan ini tidak memberikan penjelasan yang cukup baik tentang meditasi itu sendiri. Meditasi adalah proses yang berjalan. Ada berbagai macam teknik dan cara bermeditasi dan hampir dalam setiap tradisi atau agama mengenal satu atau lebih bentuk meditasi, seperti kontemplasi, adorasi, tafakur, atau semedi. Apakah meditasi identik dengan agama tertentu? Jelas tidak. Tetapi meditasi adalah suatu cara untuk membuat diri kita lebih reseptif dan sadar akan diri kita sendiri. Meditasi membuat kita lebih peka akan eksistensi kita sebagai bagian dari lingkungan, alam, bumi, bahkan makro kosmos. Dari sudut pandang Semesta di mana terdapat milyaran galaksi dengan masing-masing milyaran tata surya, bumi tempat kita berpijak bagaikan organisme satu sel yang hidup dan bernapas. Bumi bukanlah benda mati seperti dugaan kita dulu, tetapi suatu makhluk hidup yang mampu mengambil keputusan dalam kondisi tertentu. Ketika bencana muncul, sebetulnya bumi sedang melakukan penyeimbangan atas kondisi ekstrem yang manusia (dalam ketidaksadarannya) lakukan terhadapnya. Pembuktian terhadap hal ini makin marak dan tidak bisa disangkal lagi.

Institute of HearthMath menemukan bahwa jantung manusia memancarkan medan electromagnet yang mempengaruhi sekitarnya. Bahkan ketika peristiwa 11 September 2001 muncul, tiga jam sebelum penyerangan, peneliti lain yaitu Roger Nelson dan timnya dari Universitas Princeton menemukan bahwa kesadaran dan emosi manusia mempengaruhi mesin penelitian mereka. Secara intuitif manusia memahami peristiwa besar akan terjadi. Secara kolektif dalam alam bawah sadar mereka, manusia sedang mempersiapkan diri untuk suatu bencana. Dan medan magnet bumi pun mengalami perubahan drastis hingga beberapa hari setelah 11 September. Perubahan medan magnet bumi ini dideteksi oleh satelit cuaca National Oceanic and Atmospheric Administration.

Secara intuitif manusia bisa mengetahui apa yang terjadi ketika akan terjadi ‘ledakan’ atau perubahan mendadak di alam. Kita menangkap seluruh vibrasi yang ada di semesta dan setiap perubahan vibrasi sebetulnya bisa dirasakan jika kita mau ‘mendengarkan’ vibrasi tersebut. Di sinilah salah satu fungsi meditasi. Meditasi membuat kita lebih peka, lebih memahami apapun yang terjadi di sekeliling kita, bahkan apa yang terjadi pada belahan bumi yang lain. Meditasi membuat pikiran-pikiran kita yang mengganggu emosi menjadi lepas dengan sendirinya.

Contoh pengaruh meditasi pada fisik, beberapa teknik yang diajarkan oleh Bp. Anand Krishna, dengan melakukan teknik napas cepat tertentu, maka kadar CO2 akan menurun cukup signifikan dan membuat otak mengira tubuh mengalami kejenuhan O2. Ini disebut hyperventilation dan otak akan memerintahkan pembuluh darah mengecil agar otak tidak mengalami kerusakan karena kelebihan O2 dan justru kadar O2 dalam tubuh berkurang. Ini yang menyebabkan orang yang melakukan meditasi sering merasa kebas tubuhnya. Efek ini berbeda dengan latihan-latihan yang disebut tenaga dalam, di mana untuk mendapatkan kekuatan instan, pembakaran tubuh justru ditingkatkan dengan teknik tertentu yang justru meningkatkan O2 dalam darah. Padahal O2 yang berlebihan dalam tubuh akan menyebabkan sel-sel tubuh mengalami pembakaran lebih cepat dan pemendekan usia sel.

Pada tatanan otak, dengan pasokan O2 berkurang secara menyeluruh dalam tubuh, otak mengalami penurunan kadar O2 dan synaps-synaps otak juga melemah. Synaps adalah hubungan antara sel-sel syaraf di otak. Setiap tindakan dan pikiran kita akan membentuk suatu pola synaps tertentu. Jika tindakan atau pikiran itu menjadi kebiasaan, maka pola synaps yang terbentuk akan menjadi makin kuat. Seperti pendapat psikologi bahwa manusia adalah makhluk kebiasaan. Walaupun kita tahu bahwa kebiasaan kita tidak memberi manfaat kepada kita, tetap saja kita lakukan. Synaps inilah yang oleh ilmu psikologi dianggap sebagai alam bawah sadar. Dari sisi neuroscience, ini terjadi karena synaps-synaps di otak sudah terbentuk dengan kuat. Bisa dikatakan bahwa orang yang kecanduan substansi, emosi, atau kondisi tertentu, dari sudut neuroscience terjadi karena synaps yang terbentuk sudah sedemikian kuat. Meditasi dengan beberapa teknik katarsis (seperti yang diajarkan oleh Bp. Anand Krishna) mampu melemahkan synaps-synaps tersebut hingga kita bisa membentuk synaps baru yang lebih produktif. Banyak peserta meditasi di Anand Ashram yang dulunya adalah pecandu rokok, narkoba, dll, berhasil melepaskan diri dari kecanduan mereka. Dari sudut pandang neuroscience, hipnotisme atau hipnoterapi bukanlah suatu solusi yang tepat untuk orang yang mengalami trauma, karena hipnoterapi tidak bisa mematahkan synaps dan yang dilakukan justru membentuk synaps baru di atas yang lama. Akibatnya, suatu peristiwa atau kondisi tertentu bisa memicu kembali kebiasaan atau trauma lama. Dan karena synaps lama sudah terbentuk lebih kuat, maka synaps yang baru terbentuk oleh hipnotis akan mundur ke belakang.

Jika dipandang dari sudut mekanika kuantum, setiap partikel memiliki muatan energy tertentu. Misalnya, partikel warna merah jika ditembakkan ke elektron maka tumbukan energi yang muncul tidak akan sebesar partikel warna ungu. Jika partikel warna ungu ditembakan ke elektron, maka elektron tersebut akan berpindah ke orbit yang lebih jauh dibandingkan warna lain. Bisa disimpulkan bahwa setiap warna mewakili vibrasi tertentu. Meditasi menyebabkan beban-beban pikiran, emosi dan mental yang menempel pada diri untuk lepas. Dan ketika sudah terlepaskan, vibrasi seseorang akan makin meningkat, karena pada dasarnya setiap manusia memiliki vibrasi yang tinggi. Setiap beban pikiran, mental, emosional seperti depresi, sedih, kemarahan, dendam, stress, semuanya akan membuat vibrasi tubuh menurun dan tubuh akan mulai bekerja di luar range tubuh yang normal. Jika ini terjadi, maka tubuh akan mengalami ketidaknyamanan hingga akhirnya jatuh sakit. Jika pola ini dilanjutkan, maka penyakit-penyakit akan bermunculan hingga penyakit yang terminal. Kabar baiknya adalah, tubuh memiliki kemampuan rekuperasi yang luar biasa kuat sehingga jika kita bisa membebaskan diri kita untuk sejenak selama beberapa hari beban-beban yang mengganggu diri kita, maka kesehatan akan mulai muncul kembali.

Itukah tujuan meditasi? Seharusnya meditasi bertujuan untuk mengembangkan kesadaran, menumbuhkan cinta dari dalam diri, merasakan persatuan dengan semesta. Dalam bahasa awam, indikator yang lebih penting yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berproses dalam meditasi adalah rasa cinta dan kasih yang meluap-luap terhadap semua makhluk hidup. Seseorang yang sedang mengalami cinta, berenang dalam kasih, tidak bisa mengangkat senjata atau menghujat orang lain, apapun perlakuan orang tersebut padanya. Mereka akan berusaha berdamai pada orang-orang yang berusaha menyalibkan. Mereka akan memaafkan kesalahan orang lain padanya. Namun pada titik tertentu, orang yang penuh kasih pun harus mengangkat senjata untuk melindungi kepentingan lebih luas. Mari kita renungkan apa tujuan kita bermeditasi? Atau mengkritik orang lain? Sudahkah kita mencapai kehidupan yang meditatif?

Penulis Artikel: Roy B. Efferin

Categories: Mind, Body and Soul

Meditasi Orbit Mikrokosmos

January 8th, 2010 No comments

Pada meditasi ini, kita akan belajar untuk meningkatkan dan mensirkulasikan energi. Meditasi ini akan membuat terbukanya jalur energi di bagian belakang dan depan tubuh. Pada jaman dulu, meditasi ini disebut dengan Lingkaran Kuning Emas, dan hanya diberikan kepada mereka yang pantas. Ini juga disebut dengan Chi Kung. Rahasianya terletak pada energi mentikuti pikiran. Kita belajar memindahkan energi dengan pikiran kita.

Hasil yang diperoleh paling tidak dalam jangka waktu satu atau tiga bulan, kita akan mulai merasakan adanya aliran energi yang hangat. Jika tidak merasakan apapun, tidak apa-apa, teruskan saja, biarkan energi berkembang seiring dengan waktu. Meditasi sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari. Jangan bermeditasi ketika perut dalam keadaan penuh. Tidak perlu terpengaruh dengan teknis detailnya yang akan diterangkan kemudian, walaupun sebenarnya meditasi ini cukup mudah untuk dilakukan. Yang penting adalah belajar untuk menciptakan aliran energi.

Sama seperti ketika belajar mengendarai sepeda. Kita harus mencobanya naik sepeda dan mengendarainya. Kuncinya terletak pada latihan! Banyak orang yang lebih mementingkan kepada kepunyaan mereka dan penampilan luar mereka, dibandingkan dengan energi yang sebenarnya mempengaruhi tubuh dan jiwa mereka. Energi walaupun tidak terlihat sama seperti oksigen, tetapi merupakan hal yang sangat penting untuk kehidupan kita. Sebelum perkembangan dari akupuntur, meditasi inilah yang membuat orang tetap sehat. Menurut legendanya, pada jaman dahulu orang telah mampu untuk meningkatkan dan menyalurkan energi, tetapi kemudian lenyap ditelan waktu. Kita terlahir dengan aliran energi, tetapi lenyap umumnya pada saat kita masa pubertas. Meditasi ini akan mengembalikan aliran energi tersebut.

Apa saja keuntungan dari meditasi ini?

  • Kita akan belajar menyalurkan energi dengan menggunakan pikiran.
  • Menyalurkan energi ke seluruh tubuh dan organ-organ tubuh untuk memperoleh kesehatan, pengobatan diri sendiri, dan vitalitas.
  • Kita bisa meningkatkan dan mengubah energi seksual
  • Kita dapat mencegah terhambatnya energi seksual yang bisa terbuang percuma dari tubuh ini.
  • Meditasi ini adalah sebagai dasar untuk semua latihan lanjutan

Meditasi ini dimulai dengan “Senyuman Hati”, Ini akan menciptakan energi kehidupan yang positif yang bisa disalurkan. Gunakan pakaian yang longgar, di dalam suatu tempat yang bebas dari perhatian orang lain dan juga suhu yang nyaman. Duduk tegak dan rileks pada ujung kursi tanpa punggung menyentuh kursi. Renggangkan kaki pada lantai selebar bahu. Telapak tangan kanan berada diatas telapak tangan kiri dan kemudian letakkan pada pangkal paha. Tutuplah mata.

Ciptakan suatu keadaan emosi yang menyenangkan dan ekspresikanlah dengan senyuman yang terbaik. Biarkan energi mengalir pada pertengah dua alis (cakra ajna) dan kemudian turun ketika kita tersenyum pada jantung, paru-paru, liver, dan ginjal. Kirimlah energi “senyum” tersebut ke organ-organ tubuh dan “mandikanlah” organ-organ tersebut dengan energi…. Biarkan proses tersebutselama 5 menit.

Setelah tersenyum pada organ-organ tubuh, kumpulkanlah energi tersebut di tan tien . Sekarang kita akan menyalurkan energi melalui 12 orbit pada mikrokosmos orbit. Untuk pertama kali, kita dapat menekan orbit-orbit tersebut untuk lebih mengarahkan pikiran kita. Mengalirkan energi dapat dilakukan secara mudah dengan menempatkan perhatian kita pada orbit-orbit energi.

  1. Kumpulkan energi di tan tien. Letaknya kira-kira dua jari atau satu setengah inci dari pusar
  2. Alirkan energi ke pusat seks. Untuk pria letaknya pada dasar penis dan untuk wanita letaknya diantara liang rahim. Letakkan dua ibu jari pada tan tien dengan jari telunjuk mengarah kebawah hingga membentuk segitiga. Tempat dimana pertemuan jari telunjuk itulah adalah pusat seks.
  3. Alirkan energi dari pusat seks ke perinium. Letaknya antara kelamin dan anus
  4. Alirkan energi ke pusat seks (svadishthana cakra) di bagian belakang.
  5. Alirkan energi ke cakra manipura bagian belakang
  6. Alirkan energi ke cakra solar plexus bagian belakang. Letaknya tepat di ulu hati
  7. Alirkan energi ke cakra visuddhi bagian belakang
  8. Alirkan energi ke cakra sahasrara (cakra mahkota)
  9. Alirkan energi ke cakra ajna di antara dua alis
  10. Alirkan energi ke cakra visuddhi bagian depan dengan terlebih dahulu melipat lidah dan sentuhkan ke langit-langit mulut
  11. Alirkan energi ke cakra anahata (cakra jantung)
  12. Alirkan energi ke cakra solar plexus depan

Kemudian kumpulkan kembali energi tersebut di tan tien. 12 langkah tersebut akan membentuk satu siklus. Lakukanlah sebanyak 9 kali. Kira-kira waktu yang diperlukan kurang lebih selama 20 menit. “Senyuman Hati” hanya dilakukan sekali pada waktu awal meditasi. Akhirilah meditasi dengan cara sebagai berikut.

Untuk pria, letakkan telapak tangan kanan pada tan tien dan kemudian di tutup dengan telapak tangan kiri. Kemudian niatkan untuk memutarkan energi sebanyak 36 kali searah jarum jam dimulai dari tengah dan 24 kali berlawanan arah jarum jam dan berakhir ditengah juga. Kedudukan jam berada seperti menempel pada diri kita.

Untuk wanita, letakkan telapak tangan kiri pada tan tien dan kemudian di tutup dengan telapak tangan kanan. Kemudian niatkan untuk memutarkan energi sebanyak 36 kali berlawanan arah jarum jam dimulai dari tengah dan 24 kali berlawanan searah jarum jam dan berakhir ditengah juga. Kedudukan jam berada seperti menempel pada diri kita

Catatan:
Kecenderungan alami dari pikiran adalah selalu berpindah-pindah. Ketika kita sadar bahwa pikiran telah melenceng, kembalikan saja pada keadaan terakhir dan kemudian lanjutkan. Akhiri selalu meditasi dengan memutar energi di tan tien secara lengkap. Bukalah mata perlahan-lahan pada akhir meditasi

sumber: webgaul.net, credit goes to: Raden Mahesa

Categories: Mind, Body and Soul

Meditasi Angka Pelangi

December 23rd, 2009 No comments
Langkah Pertama – Relaksasi Bertahap

Duduk atau berbaringlah dalam posisi yang paling nyaman. Pastikan bahwa ruangan tersebut cukup hangat dan bebas dari gangguan. Anda mungkin memerlukan selimut karena Anda akan kehilangan satu atau dua derajat suhu badan selama proses meditasi ini.

Tariklah satu kali nafas panjang, lalu pejamkan mata saat menghembuskan nafas. Sadarilah nafas tersebut, dan biarkan diri Anda menjadi kian rileks dan rileks pada setiap tarikan nafas. Perasaan rileks itu sangat menyenangkan dan biarkan dunia ini berputar tanpa kehadiran Anda untuk sementara waktu. Setiap tarikan nafas akan membuat Anda semakin rileks dan rileks, rileks dan rileks.

Berfokuslah pada jari-jari kaki Anda sekarang; rilekskan mereka. Setelah itu, alirkan relaksasi itu ke kaki-kaki Anda sampai keduanya terasa lemas dan rileks sepenuhnya. Alirkan relaksasi itu ke pergelangan kaki Anda, dan secara perlahan gerakkan ke arah kaki, menuju otot betis, lutut dan paha. Rileks dan rileks lagi dalam setiap tarikan nafas. Tidak ada apa-apa lagi yang merisaukan atau mengusik Anda karena Anda kini semakin rileks, lebih dalam, lebih dalam, dan lebih dalam lagi.

Sekarang relaksasi yang menyenangkan ini terasa di perut Anda. Dan kini separuh dari tubuh Anda sudah rileks, sangat rileks, lemas, kendur, dan rileks sepenuhnya.

Beranjaklah naik ke dada lalu lengan. Rasakan relaksasi itu menyebas ke lengan-lengan Anda, buanglah setiap tekanan, kecemasan dan ketegangan. Sesudah lengan Anda betul-betul rileks, alirkan relaksasi itu ke ujung-ujung jari Anda.

Alihkan perhatian Anda ke leher dan biarkan otot-otot leher Anda rileks. Rasakan relaksasi ini mengalir naik ke wajah Anda hingga ke atas kepala. Biarkan otot-otot sekitar mata Anda menjadi rileks.

Tariklah satu kali nafas panjang dan hembuskan dengan perlahan. Kini Anda rileks sepenuhnya, dari atas kepala hingga ujung jari kaki, dan setiap tarikan nafas akan membawa Anda masuk lebih dalam lagi ke keadaan relaksasi serta kedamaian total yang menyenangkan ini.

Sekarang cermatilah tubuh Anda dalam pikiran dan pastikan apakah setiap bagiannya sudah serileks yang Anda inginkan. Berfokuslah pada tempat-tempat yang masih terlalu tegang atau kencang dan biarkan otot-ototnya menjadi rileks sampai akhirnya Anda sepenuhnya lemas, kendur, dan rileks.

Langkah Kedua – Menembus Pelangi

Dalam suasana relaksasi total yang indah dan menyenangkan ini, bayangkan diri Anda sedang berada di suatu padang rumput. Anda berjalan di atas rerumputan yang hijau segar. Hari sangat indah dan langit terlihat biru cerah dengan hanya sedikit awan.

Di depan Anda terlihat segaris pelangi yang sempurna menakjubkan. Anda sangat gembira karena belum pernah sedekat ini dengan kaki pelangi. Baunya segar serta bersih, dan warnaya lebih terang dari apa pun yang pernah Anda jumpai.

Anda berjalan mendekati pelangi itu hingga Anda dapat menyentuhnya. Saat Anda mendongak, pelangi itu seperti menjulang langsung ke langit. Anda menjulurkan tangan untuk menyentuhnya dan tangan Anda melayang memasuki bagian merahnya. Tangan Anda terasa agak bergelenyar dan Anda sadar bahwa bagian merah itu membuat tangan serta lengan Anda semakin rileks.

Rasanya nyaman, karena itu Anda memutuskan untuk melangkah memasuki pelangi tersebut. Saat Anda melayangkan pandangan ke sekeliling, yang Anda lihat hanyalah warna merah. Merah di depan, belakang, samping, atas dan bawah Anda. Anda betul-betul diselimuti dan bermandikan warna merah yang mempesona ini.

Rasanya begitu murni, damai, tenang, dan nyaman. Yang Anda pikirkan hanya merah, merah, merah…

Berhentilah selama 60 detik. Banyak orang secara spontan memasuki sebuah kehidupan lalu pada fase ini. Apabila hal ini terjadi pada Anda, nikmatilah selama yang Anda kehendaki, lalu lanjutkan meditasi Anda. Jika Anda tidak masuk ke sebuah kehidupan lalu, tunggulah selama 60 detik, lalu lanjutkan.

Anda ingin melanjutkan perjalanan sehingga Anda berjalan maju beberapa langkah, dan kini Anda telah memasuki daerah jingga. Daerah merah tadi membuat Anda begitu nyaman dan rileks, tetapi tidak dapat dibandingkan dengan ketenangan dan kedamaian jingga. Jingga yang lembut ini merasuk ke dalam setiap sel tubuh Anda. Anda diselimuti sepenuhnya oleh jingga. Anda adalah bagian dari jingga karena ia berada dalam setiap sel tubuh Anda. Anda adalah murni jingga, jingga, jingga…

Berhentilah selama 60 detik dan lihatlah apakah ada ingatan kehidupan lalu yang Anda terima. Apabila ingatan tersebut muncul, nikmatilah selama yang Anda kehendaki, lalu lanjutkan. Jika tidak ada yang terjadi, teruskan selama 60 detik.

Hasrat untuk menjelajah lebih jauh kini memasuki kesadaran Anda, sehingga Anda berjalan maju beberapa langkah sampai Anda tiba di daerah kuning. Anda tidak merasa asing dengan warna kuning, tetapi Anda belum pernah melihat kuning yang sesempurna dan sejernih ini. Seolah Anda ingin mandi selamanya dalam pancaran energinya, karena kuning sangat damai, tenang, dan sempurna. Anda diselimuti oleh kuning, kuning, kuning…

Berhentilah lagi selama 60 detik dan saksikan apa yang terjadi. Setelah Anda siap, lanjutkan meditasi.

Anda kini siap berjalan memasuki daerah hijau. Energi yang penuh dengan pancaarn kehidupan dan kesembuhan ini nyaris membuat Anda tersengal kehabisan nafas. Keberadaan Anda serasa dipulihkan dan disegarkan. Rileks dan biarkan hijau menyatu dengan sel-sel tubuh Anda. Oh, indahnya hijau, hijau, hijau…

Berhentilah selama 60 detik kemudian lanjutkan jika Anda sudah siap.

Hanya beberapa langkah lagi sebelum Anda dilingkupi sepenuhnya oleh biru. Anda pernah menyaksikan biru yang cantik sebelumnya, tetapi biru tersebut tidak dapat dibandingkan dengan kebesaran yang satu ini. Anda melihat ke sekeliling, terbuai oleh pesona biru, biru, biru…

Berhentilah lagi selama 60 detik.

Kini Anda memasuki energi lembayung yang menyembuhkan. Anda merasa lebih baik dari sebelumnya dan Anda menikmati perasaan damai serta kebahagiaan yang sangat dalam saat Anda memandang megahnya lembayung, lembayung, lembayung…

Berhentilah lagi selama 60 detik.

Hanya tersisa satu warna yang dapat Anda kunjungi. Anda merasa khawatir saat berjalan memasuki ungu, tetapi perasaan-perasaan indah yang telah Anda alami dengan warna-warna lain sebelumnya ternyata tidak memudar.

Sekaranglah saat untuk bergerak. Satu langkah, dua langkah, tiga langkah. Anda kini dilingkupi oleh pesona spiritual ungu. Anda merasakannya sedang menyebar ke sekujur organ tubuh Anda, memulihkan raga, pikiran, dan jiwa Anda. Anda merasa seolah ingin berdiam di daerah ungu itu selamanya, menikmati kelembutan dan kebangkitan pusat spiritual Anda. Ada sesuatu yang tidak terbayangkan dari ungu, ungu, ungu…

Berhentilah lagi selama 60 detik. Pada tahap ini, Anda mungkin telah menjumpai sejumlah kehidupan lalu. Walaupun tidak tertutup kemungkinan bahwa Anda tidak mengalami apa pun. Tidak jadi soal, karena tahap berikut dirancang untuk membuka ingatan-ingatan kehidupan lalu Anda yang lama terlupakan.

Langkah Ketiga – Kehidupan lalu demi Kehidupan lalu

Sekaranglah saat untuk meninggalkan pelangi itu. Sesungguhnya Anda tidak ingin pergi, tetapi Anda tahu bahwa meditasi pelangi hanyalah cicipan awal dari sesuatu yang akan segera terjadi. Anda berjalan keluar dari pelangi dan kembali ke padang rumput itu. Anda menemukan sebuah tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk berbaring. Anda menarik satu kali nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.

Kini Anda benar-benar rileks; seluruh urat saraf, serat, dan sel tubuh Anda. Tubuh Anda lemas, kendur, dan sangat rileks. Anda telah menerima energi pemulihan dari setiap warna pelangi dan kini Anda siap masuk ke salah satu kehidupan lalu Anda.

Jangan memikirkan apa pun, pikirkan saja sebuah angka, angka berapapun. Sewaktu Anda memikirkan angka ini, ingatan-ingatan Anda akan terbuka, ingatan-ingatan kehidupan lalu Anda.

Pada tahap ini, Anda dapat melangkah maju ke mana pun Anda suka. Apabila angka pertama yang Anda pikirkan membawa Anda ke sebuah kehidupan lalu yang menarik, jelajahilah selama yang Anda kehendaki. Anda dapat memundur-majukan kehidupan ini dengan cara memikirkan angka-angka yang berselisih sedikit dengan angka pertama Anda. Sesudah mengumpulkan informasi apa pun dari kehidupan lalu ini, Anda dapat memilih sebuah angka lain dan menyaksikan apa saja yang memasuki alam pikiran. Anda juga dapat melakukannya sesingkat mungkin, dan kembali ke kehidupan sekarang setelah Anda siap.

Langkah Keempat – Kembali ke Kehidupan Sekarang

Sekaranglah saat untuk melepaskan pengalaman-pengalaman itu dan kembali ke kehidupan sekarang. Ingatan-ingatan ini tidak akan hilang. Anda akan mengingat semua itu saat kembali ke kehidupan sehari-hari. Anda akan dapat menjelajahinya dengan lebih mendetail kapan pun Anda kehendaki.

Kini Anda kembali ke kehidupan sekarang, menembus ruang dan waktu hingga tiba pada titik di mana Anda memulainya. Dengan mata batin Anda, pandangilah diri Anda yang sedang berada di ruangan dalam kehidupan sekarang. Perhatikan lingkungan sekeliling, mebel, dan sadarilah suara-suara yang datang dari luar ruangan.

Kini, pada hitungan kelima, Anda akan membuka mata yang kini terasa disegarkan, dipulihkan, dan Anda akan mengingat semua peristiwa yang Anda alami selama beregresi.

Satu, fokuskan kesadaran Anda; Anda merasa gembira dan energi Anda dipenuhkan.
Dua, Anda merasa enak, sempurna dalam segala hal.
Tiga, Anda merasa seolah baru saja terbangun dari tidur yang sangat nyenyak.
Empat, bersiaplah untuk menghadapi dunia lagi.
Lima, bukalah mata, Anda dipenuhi energi dan semangat hidup.

Biasanya, apabila melakukan eksperimen ini di tempat tidur saat malam, Anda tidak ingin bangun sesudahnya. Dalam kasus ini, segera sesudah Anda kembali ke kehidupan sekarang, katakan pada diri Anda bahwa Anda ingin lekas tidur pulas hingag Anda bangun di pagi harinya.

Saya lebih suka tidak melakukan eksperimen ini di tempat tidur. Karena jika saya melakukannya, saya menjadi terlalu rileks dan tertidur sebelum selesai berjalan menembus pelangi. Saya mengalami mimpi yang sangat jelas ketika saya tertidur seperti ini. Walaupun begitu, mimpi-mimpi tersebut biasanya tidak ada hubungannya, dengan kehidupan lalu.

Terkadang Anda akan mengungkap banyak kehidupan lalu dalam waktu yang sangat singkat. Ketika menerapkan metode ini, saya mencatat segala hal yang dapat saya ingat sesegera mungkin sesudah menyelesaikan eksperimen ini. Saya cenderung mengabaikan kehidupan lalu yang tidak begitu menarik bagi saya, namun saya mencatat kehidupan lalu lainnya secara mendetail selagi peristiwa-peristiwa tersebut masih segar di dalam ingatan.

sumber:
Practical Guide to Past Life Memories
Richard Webster
PT. Bhuana Ilmu Populer

diambil dari: www.tranquility.web.id

Categories: Mind, Body and Soul