Lengkapi Rumah Anda dengan Orgonite 168. Klik disini !
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘misteri ufo’

 Powered by Max Banner Ads 

Misteri UFO di Langit Moscow

October 20th, 2009 No comments

Publik Eropa semingguan ini membicarakan berita tentang lingkaran bercahaya terang (halo) yang muncul di langit Moskow, Rusia, pada Rabu 7 Oktober silam. Tampilan  halo itu mirip gaya serangan alien dalam film Hollywood bertajuk Independence Day.

Cincin aneh itu diabadikan dalam bentuk video oleh warga lokal setempat. Ahli unidentified flying object (UFO) menggambarkan fenomena itu sungguh misterius. Demikian dilansir The Sun edisi 11 Oktober lalu.

Nick Pope, mantan analisis UFO di Dephan Inggris menyatakan, dia belum pernah melihat yang seperti itu. “Apa pun ini, ini adalah hal yang paling indah dan spektakuler yang saya lihat,” ujarnya.

Fenomena itu melahirkan spekulasi yang cukup ramai di internet. Kabar itu jadi bahan diskusi di forum, blog dan email di seluruh dunia. Sejumlah orang menyebutnya sebagai efek cuaca yang aneh.

Teori yang muncul antara lain menyebutkan, halo itu merupakan pesawat induk makhluk angkasa luar (alien), senjata cuaca Rusia bahkan ada yang menyebutnya sebagai tanda kiamat. Video itu telah muncul di Youtube dan dilihat lebih 100 ribu kali

Sumber: Detik.com

Categories: Extraterrestrial

Ketika Dewa-dewa Turun ke Bumi

October 4th, 2009 No comments

Kehadiran benda-benda terbang luar Bumi beserta makhluk yang dibawanya, dipercaya oleh sebagian kalangan telah berkunjung ke Bumi sejak masa prasejarah. Hal ini terlihat pada sejumlah lukisan gua yang menunjukkan bentuk-bentuk yang oleh manusia abad ini disebut sebagai UFO (unidentified flying object). Tidak hanya itu, sebagian kalangan pun memercayai kehadiran UFO dan alien yang dibawanya tersebut turut memberi andil dalam proses evolusi kehidupan yang berlangsung di planet ini.

Menurut pakar sejarah seni, Daniela Giordano, dalam publikasinya yang berjudul Do UFO’s Exist in the History of Arts? banyak dijumpai lukisan dari abad pertengahan yang menggambarkan objek-objek angkasa tak lazim yang sulit untuk diinterpretasi. Dalam lukisan-lukisan tersebut ditampilkan bentuk-bentuk menyerupai pesawat udara dan kubah terbang yang justru baru berabad-abad kemudian banyak dilaporkan oleh para saksi mata melalui sejumlah penampakan yang terjadi.Dibawah ini adalah contoh-contoh lukisan dari abad pertengahan yang menggambarkan UFO:

close upnya ini:

This painting is called “The Madonna with Saint Giovannino”. It was painted in the 15th century by Domenico Ghirlandaio (1449-1494) and hangs as part of the Loeser collection in the Palazzo Vecchio. Above Mary’s right shoulder is a disk shaped object. A man and his dog can clearly be seen looking up at the object.

The Life Of Mary – 14th Century Tapestries

The Babtism of Christ: A disk shaped object is shining beams of light down on John the Baptist and Jesus – Fitzwilliam Musuem, Cambridge, England – Painted in 1710 by Flemish artist Aert De Gelder. It depicts a classic, hovering, silvery, saucer shaped UFO shining beams of light down on John the Baptist and Jesus. What could have inspired the artist to combine these two subjects?

Frescos throughout Europe which reveal the appearance of space ships in the skies including this painting of ‘The Crucifixion’ – painted in 1350. This paintng hangs above the altar at the Visoki Decani Monestary in Kosovo.

[dan sekarang perhatikan baik2 close-up picturesnya]

It seems to depict a small human looking man looking over his shoulder – at another UFO as if in pursuit – as he flies across the sky in what is clearly a space ship. The leading craft is decorated with two twinkling stars, one reminiscent of national insignia on modern aircraft

———————————————————————————

Dalam kurun waktu yang lebih tua, di gua yang sekarang menjadi wilayah Lascaux di Prancis Selatan juga dapat dijumpai lukisan purba berusia sekitar 13.000 tahun sebelum Masehi (SM) yang mengesankan kehadiran “benda terbang” di antara mastodon. Pemerhati seni lukis paleolitik percaya bahwa para pemburu purba tersebut melukiskan hewan-hewan buruannya untuk menambah kekuatan magis guna keperluan perburuan mereka, meski makna simboliknya tetap menjadi bahan perdebatan.

Sementara itu, di Abydos, kota kuno di Mesir yang menjadi “kota pemakaman” bagi sebagian besar raja-raja Mesir dari dinasti pertama dan ke dua (2920–2649 SM), terdapat kuil besar Abydos yang dibangun pada masa kepemimpinan Seti I (1306–1290 SM). Di dalam kuil dijumpai hieroglif yang menampilkan bentuk helikopter, kapal selam, dan mesin-mesin terbang lainnya yang oleh kita, manusia abad teknologi, diklaim sebagai produk modern.

Keyakinan sebagian kalangan bahwa planet ini telah disinggahi oleh makhluk cerdas luar Bumi (extraterrestrial intelligent being) sejak zaman dulu bercermin pada fakta-fakta berupa kehadiran sejumlah konstruksi raksasa yang memerlukan pengetahuan dan teknologi yang dipandang sebagian orang mendahului zamannya, seperti Stonehenge di dataran Salisbury Inggris barat daya, susunan arca di Pulau Paskah di selatan Samudra Pasifik (berukuran tinggi 3 – 12 m dengan bobot tidak kurang dari 12,5 ton dan jumlah mencapai lebih dari 880 buah), piramida di Giza Mesir yang formasinya diyakini sebagai proyeksi tiga buah bintang (Alnitak, Alnilam, dan Mintaka) di rasi Orion (Pemburu), maupun Machu Picchu di Peru dan Baalbek di Lebanon timur.

Gagasan bahwa makhluk cerdas luar Bumi telah memberi pengaruh besar terhadap perkembangan kebudayaan ras manusia melalui serangkaian kunjungannya jauh pada masa lalu, yang dikenal sebagai Paleocontact Theory, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1919 dengan pendukung utamanya kala itu Charles Fort dan Erich von Däniken. Hingga kini teori di atas terus disebarkan melalui publikasi buku-buku hasil karya para penulis seperti Robert K.G. Temple dan Zecharia Sitchin.

Menurut von Däniken, hadirnya ilustrasi kendaraan angkasa dan makhluk berpakaian ala astronot masa kini dalam seni lukis purba dapat menjadi bukti kehadiran mereka sekaligus kontak yang telah dilakukan dengan penduduk Bumi. Masih menurut von Däniken, bukti adanya kesamaan tema dalam sejarah dan budaya meskipun secara geografis terpisah jauh juga dapat menjadi petunjuk tentang asal-muasal yang sama.

Argumen von Däniken mungkin ada benarnya. Bila kita perhatikan, candi Sukuh yang berada di lereng gunung Lawu, Jawa Tengah, memiliki struktur bangunan yang unik karena bentuknya menyerupai piramida bangsa Maya di Amerika Tengah. Apakah ada hubungan kebudayaan di antara kedua bangsa ini? Dari manakah datangnya inspirasi pembuatan candi tersebut? Bagaimanapun, sejak dulu gunung Lawu memang dikenal memiliki banyak misteri dan keanehan sehingga dikeramatkan oleh penduduk yang berdiam di sekitarnya.

Candi Hindu yang dibangun pada masa antara 1416–1456, ketika Majapahit berada di bawah pemerintahan Suhita (putri dari Wikramawardhana) yang menganut aliran Hindu Tantrayana ini, memiliki sejumlah arca berupa makhluk bersayap. Dua arca dengan ukuran yang lebih besar daripada manusia namun dengan bagian kepala yang telah hilang, memiliki detil relief yang berbeda meski sama-sama berbadan manusia dan dalam keadaan mengembangkan sayap. Satu arca diketahui memiliki kaki menyerupai bentuk kaki unggas lengkap dengan tajinya, sementara arca lainnya dengan kaki manusia dan diilustrasikan sedang mamanggul buah-buahan.

Arca manusia bersayap yang sedang memanggul buah-buahan tersebut sepintas mirip dengan relief yang dijumpai di Mesopotamia kuno meski dengan penggayaan (stilasi) yang berbeda, yaitu manusia berkepala burung dan bersayap yang sedang memetik buah-buahan dari pohon kehidupan yang membuat para dewa dapat hidup abadi.

Legenda warga di sekitar lereng gunung Lawu menyebut candi Sukuh sebagai tempat untuk berjumpa dengan roh orang yang sudah meninggal. Relif di Mesopotamia kuno tersebut sepintas juga mirip dengan mitos Garudeya (Garuda) yang mengambil air kehidupan dan harus bertarung dengan makhluk serupa naga. Lagi-lagi ini pun menyerupai legenda Timur Tengah yang menyebutkan adanya makhluk bersayap yang bertempur dengan seekor naga. Apakah semua kemiripan yang terjadi hanya kebetulan belaka?

Menariknya, ilustrasi tentang mesin-mesin terbang juga dapat dijumpai dalam teks-teks kuno, seperti dalam epik dari India dengan sebutan “vimana”. Dalam kitab Mahabharata disebutkan bahwa Bhima terbang bersama vimananya yang bersinar seterang Matahari dengan suara menggelegar laksana guntur. Lebih jauh, tulis von Däniken dalam buku larisnya According to the Evidence, dalam kitab Mahabharata pula dapat ditemukan informasi tentang senjata mematikan yang dimiliki oleh para dewa. Disebutkan bahwa senjata tersebut memancarkan cahaya dan membuat tubuh-tubuh menjadi tak dapat dikenali lagi, sementara yang lolos dari maut akan kehilangan rambut dan kuku-kuku mereka. Tembikar pun pecah tanpa sebab dan burung-burung menjadi pucat pasi. Bahkan dalam waktu singkat makanan menjadi beracun. Keadaan yang semula terang menjadi gelap gulita dan yang tersisa hanyalah abu.

Demikian gambaran kedahsyatan senjata para dewa. Apakah ini ilustrasi untuk senjata pemusnah massal semacam senjata nuklir yang sekarang kita kenal? Sebagian orang bahkan percaya bahwa kisah nabi Yehezkiel di dalam Alkitab merupakan ilustrasi peristiwa yang berkaitan dengan “penerbangan” yang dialami nabi bangsa Israel tersebut ke suatu tempat yang diduga kuat sebagai wilayah Kashmir saat ini.

Beranjak ke daratan Amerika, tepatnya di sebuah gurun di dataran tinggi Peru, dapat dijumpai lukisan-lukisan di tanah yang dibuat oleh indian Nazca yang menempati wilayah tersebut pada 200 SM hingga 600 Masehi. Lukisan-lukisan yang dikenal sebagai Nazca Lines tersebut digoreskan di atas tanah yang berada di bawah lapisan batuan gurun dan mengambil bentuk hasil stilasi yang menggambarkan hewan, manusia, dan anggota tubuh tertentu. Menariknya, meski telah berusia lebih dari ratusan tahun, garis-garis tersebut tetap bertahan akibat iklim yang sedemikian rupa sehingga meniadakan erosi. Wajarlah bila para pakar arkeologi dan antropologi memberi acungan jempol kepada para “pelukis alam” tersebut berkenaan dengan pemilihan lokasi.

Hal menarik lainnya adalah untuk dapat mengesani bentuk-bentuk yang tergambar di permukaan Bumi tersebut, pengamat harus berada di ketinggian yang cukup mengingat gambar-gambar yang ada memiliki ukuran raksasa. Menggores batu-batu dengan akurasi yang menakjubkan untuk menggambarkan bentuk-bentuk berukuran raksasa, yang para pemahatnya belum tentu dapat menikmati bentuk utuh karya mereka sendiri, telah menarik perhatian para ahli dan menjadi salah satu misteri yang belum terpecahkan.

Wajar bila secuil misteri yang telah disampaikan di atas mengusik sisi kemanusiaan kita karena berkaitan dengan silsilah kita sendiri sebagai manusia modern (homo sapiens) yang baru muncul untuk pertama kali di muka Bumi 130.000 tahun yang lalu. Dalam kerangka ilmiah jawaban atas suatu pertanyaan tidak dapat hanya didasarkan pada dugaan-dugaan semata, walaupun pada awalnya kita berhak untuk mengajukan usulan sebaga pijakan untuk membantu melangkah lebih jauh.

Meski kadang kala suatu fakta yang hadir di hadapan kita dapat ditafsirkan dengan banyak cara, pada akhirnya penjelasan yang berlaku umum, sederhana, dan tidak bertentangan dengan fakta-fakta lain yang ada, itulah yang akan dipilih sebagai jawaban. Walau klaim Paleocontact Theory belum tentu benar adanya, kita tetap harus bersikap terbuka dengan segala macam kemungkinan solusi. Bagaimana pun, sejarah masa lalu manusia sendiri memang masih menyimpan banyak misteri.***

Berbagai bukti kedatangan Ancient Astronaut lain yang ditemukan di Bumi:

This cave painting is c.10,000 BC and is from Val Camonica, Italy.
It appears to depict two beings in protective suits holding strange implements

Utah Petroglyphs, ditemukan di Sego Canyon, Utah Estimated up to 5,500 BC

Wandjina petroglyphs from Kimberley, Australia.
About 5,000 years old and may represent alien beings

This is an artistic reproduction of a relief found in a labyrinth on the island Jotuo in the Toengt’ing lake. An expedition took place in 1957 (two years before an earthquake in that region). The expedition was led by professor Tsj’i Pen-Lai. They found various reliefs showing “humans” in strange clothes which looked like astronaut suits (hose like objects attached to the clothes). They also found a painting which apparently resembled the solar system. The third and fourth circle (planet) were connected with a line. Also there were ten planets (excluding the sun as planet). This connects easily to the theories about Nibiru, planet X, etc

6000 BC from Tassili, Sahara Desert, North Africa.

Ancient Figures in Space Suits found in Equador

Author: Dading H. Nugroho, M.Si.
Bergiat dalam popularisasi sains pada Najmascience dadinghnugroho@gmail.com.

Diambil dari: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/message/11917, gambar dari Forum Misteri dan Supranatural WG. Credit goes to red_conjurer

Categories: Extraterrestrial

Misteri Pesawat Terbang Purba

October 2nd, 2009 No comments

Menurut penjelasan manuskrip-manuskrip India kuno, masyarakat mereka ketika itu mempunyai mesin terbang yang dipanggil sebagai “Vimanas”.Dari beberapa kajian yang dilakukan , terdapat beberapa jenis pesawat terbang india kuno (Vimana) , diantaranya adalah Rukma Vimana, Shakuna Vimana, Sundara Vimana, dll

Banyak para penyelidik UFO ingin mengetahui suatu fakta penting. Ketika UFO disebut sebagai kendaraan milik makhluk asing, atau mungkin asalnya dari tentera kerajaan, muncul satu lagi kemungkinan yang mungkin tentang UFO yaitu benda itu berasal dari India dan Atlantis Kuno. Apa yang kita ketahui tentang pesawat terbang orang India kuno datangnya daripada sumber-sumber India kuno yang mencakup penulisan teks yang datangnya dari turun-temurun. Tanpa banyak prasangka bisa kita katakan bahwa kebanyakan teks ini adalah sah dan asli melihat sebagian besar belum lagi diterjemahkan dari bahasa Sanskrit lama.

Maharaja India Ashoka telah mendirikan sebuah organisasi “Sembilan Lelaki Misterius” yang merupakan para ilmuwan terkenal India yang dikatakan mengkatalogkan berbagai jenis sumber-sumber sains. Ashoka telah merahasiakan kerja-kerja mereka semua karena beliau merasa bahwa penemuan ilmiah yang terbaru itu akan terpasung dari sumber India kuno itu sendiri dan justru yang akan disalahgunakan bagi tujuan peperangan yang kejam yang mana tidak diinginkan oleh Ashoka sendiri.

“Sembilan lelaki misteri” telah menulis sembilan buah buku yang saling berkaitan antara satu sama lain.Buku bertajuk “Rahasia-Rahasia Gravitasi” amat dikenali di kalangan sejarawan tetapi tidak dianggap oleh mereka sebagai sesuatu yang berkaitan dengan gravitasi bumi. Ia dianggap masih ada, tersimpan di dalam sebuah perpustakaan rahasia di India, Tibet, atau di mana-mana (mungkin juga berada di sekitar Amerika Utara). Hanya beberapa tahun silam, rakyat China telah menemui beberapa buah dokumen sanskrit di Lhasa, Tibet serta telah membawanya ke Universitas Chandrigargh untuk diterjemahkan. Dr. Ruth Reyna dari Universitas itu menjelaskan bahwa dukumen itu mengandung petunjuk untuk membuat pesawat luar angkasa! Cara-cara pembuatan mereka , adalah anti-gravitasi dan berasaskan kepada satu sistem analog yaitu “laghima”, satu sumber tenaga yang tidak diketahui oleh manusia modern. Menurut ahli Yoga Hindu, “laghima” ini menjadikan seseorang itu mempunyai kemampuan untuk terbang. Dr.Reyna menjelaskan bahwa pada papan mesin ini yang dikenali sebagai “Astras”, dikatakan telah digunakan oleh masyarakat India kuno untuk membawa satu rombongan manusia ke planet lain, sesuai yang tertera pada dokumen tersebut, yang mana dikatakan telah berusia beribu-ribu tahun. Manuskrip itu juga dikatakan telah memaparkan rahasia “antima” (cara-cara untuk menjadi menghilang) dan “gerima” (bagaimana untuk menjadi seberat gunung). Pada mulanya para ilmuwan India tidak begitu serius dengan kandungan manuskrip tersebut tetapi kemudian mereka menyedari akan hakikat bernilainya manuskrip tersebut apabila negara China mengumumkan bahawa mereka akan memasukkan bagian tertentu dari data manuskrip tersebut ke dalam program kajian angkasa mereka! Ini adalah salah satu contoh pertama kerajaan untuk mengaku membuat kajian tentang anti-gravitasi. Walaupun manuskrip tersebut memaparkan secara jelas tentang rancangan penjelajahan antar planet dan penjelajahan ke bulan tapi tidak dijelaskan apakah semua perjalananan angkasa itu benar-benar dilakukan. Walau bagaimanapun satu dari epik terkenal India yaitu Ramayana, mempunyai satu cerita terperinci tentang satu penjelajahan ke bulan dengan menggunakan Vimana (atau “Astra”).

Malah epik Ramayana menceritakan dengan terperinci maklumat satu pertempuran di atas bulan dengan sebuah pesawat “Asvin” (atau Atlantean). Ini adalah suatu bukti mengenai anti-gravitasi dan teknologi kapal angkasa telah digunakan oleh masyarakat kuno India. Untuk benar-benar memahami teknologi tersebut, kita harus meninjau kembali ke masa lampau, ke Kerajaan Rama di India Utara dan Pakistan yang terbentuk pada masa sekitar 15.000 tahun silam. Pada masa itu disebutkan bahwa telah muncul kota-kota canggih yang segala sesuatunya teratur secara sistematis mulai dari penataan lanscape sampai saluran air. Ingat bagaimana kisah Nabi Sulaiman yang menawan Ratu Balqis ? Bagaimana bentuk istananya, sehingga digambarkan apabila kita berjalan di atas lantai istana itu, seolah-olah kita berjalan di atas permukaan air ! Mungkin ini ada kaitannya. Sedangkan di dalam Al-Quran ada disebutkan tentang mukjizat Nabi Sulaiman yang bisa mengendarai angin. Ini mungkin berkaitan erat dengan teknologi yang berkembang pada jaman itu. Bukti keberadaan Rama masih dapat ditemukan di padang pasir Pakistan utara dan India barat. Rama diperkirakan hidup sejaman dengan bangsa di Benua Atlantis. Tujuh buah kota besar yang teragung dalam Kerajaan Rama yang terkenal dengan nama “Tujuh Kota-Kota Rishi” dalam teks klasik Hindu.

Menurut penjelasan teks India kuno, masyarakat ketika itu mempunyai mesin terbang yang dipanggil sebagai “Vimanas!” Epiks India kuno telah menjelaskan sebuah Vimana sebagai satu pesawat yang mempunyai dua dek dan berbentuk bulatan dengan terdapatnya lubang pada bahagian bawah pesawat dan menara pada bagian atasnya. Berdasarkan kepada keterangan tersebut kita mungkin akan mengaitkannya dengan piring terbang alias UFO . Vimana dikatakan mempunyai kemampuan untuk terbang dengan kecepatan angin dan mengeluarkan bunyi bermelodi. Terdapat sekurang-kurangnya 4 jenis bagi pesawat Vimana , sebagian berbentuk piring dan yang lain berbentuk silinder panjang (kapal angkasa berbentuk kerucut). Masyarakat India kuno yang menghasilkan kapal sendiri, telah menulis tentang manual penerbangan berbagai jenis Vimanas, yang sebagian besar manuskripnya masih dicari-cari para ilmuwan. Sedangkan bgaian manuskrip yang ditemukan malah telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Samara Sutradara adalah satu karya sastra ilmiah yang berkaitan dengan keberhasilan perjalanan angkasa dengan menggunakan sebuah Vimana.

Terdapat 230 puisi berkaitan dengan cara membuat, perjalanan sejauh seribu batu, pendaratan secara normal, kecemasan, dan kisah penerbangan di antara burung-burung! Pada tahun 1875, sebuah kitab berjudul Vaimanika Sastra ditulis oleh ilmuwan bernama ditulis oleh ilmuwan Bhara Dewaji yang menggunakan kitab-kitab yang lebih lama sebagai sumbernya. Kitab itu ditemui di dalam sebuah kuil di India dan di dalamnya tercantum keterangan-keterangan yang berkaitan dengan cara mengemudikan Vimana, langkah-langkah penyelamatan, penerbangan jauh, dan perlindungan terhadap pesawat dari ancaman badai, kilat, dan petir. Kita itu menjelaskan bagaimana cara menyerap energi matahari. Vaimanika Sastra (atau Vymaanika-Shaastra) mempunyai delapan peringkat dengan gambar sketsa yang menjelaskan tentang tiga jenis kapal udara, termasuk jenis-jenis yang bisa mudah terbakar atau hancur. Ia juga menerangkan tentang 31 jenis bagian tertentu bagi kenderaan ini dan 16 bahan mentah sebagai sumber energinya yang mana bisa juga menyerap cahaya dan tenaga panas yang sesuai untuk menggerakkan Vimana. Dokumen ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan bisa didapat dengan mengirim surat kepada penerbit Vymaani Dashaastra Aeronotics untuk Maharishi Bharadwaaja. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disunting, dicetak dan dikeluarkan oleh En. G.R. Josyer, Mysore, India, 1979. En. Josyer adalah seorang pengarah bagi akademi Tehnik Sanskrit Antar Bangsa, terletak di Mysore. Memang tiada keraguan bahwa Vimana telah digerakkan oleh sumber energi “anti-gravitasi”. Vimana lepas landas secara melintang, dan dikatakan mampu untuk beterbangan di langit seperti sebuah helikopter moden. Bharadvajy merujuk bahwa tidak kurang daripada 70 orang pihak pemerintah dan 10 orang pakar penerbangan udara yang terlibat. Sumber energi ini sekarang telah hilang. Vimana telah disimpan di sebuah Vimana griha, seperti penyangkut, dan dikatakan kadangkala dicat dengan sejenis cat putih kekuningan dan kadangkala dengan sejenis bahan merkuri.

Cat putih kekuningan kelihatan mencurigakan seperti gaselin dan mungkin Vimana mempunyai hitungan sumber energi yang berlainan termasuk mesin penggerak dan malah mesin jet saraf. Adalah menarik untuk diketahui bahwa pihak Nazi juga telah membuat mesin jet saraf praktikal pertama bagi roket V.8 mereka. Kakitangan Hitler dan Nazi juga dikatakan berminat dengan India kuno dan Tibet sehingga pada awal tahun 30- an telah membawa satu tim ekspedisi ke dua tempat tersebut setiap tahun, sebagai usaha untuk mendapatkan bukti kuat dan tidak mustahil jika dikatakan pihak Nazi mungkin memperoleh panduan ilmiah mereka dari dua sumber kuno ini. Merujuk pada Dranaparva yang merupakan sebagian dari epiks Mahabarata dan Ramayana, Vimana digambarkan berbentuk seperti sebuah bentuk bujur dan mempunyai kecepatan yang hebat seperti angin kuat, yang dihasilkan oleh bahan merkuri. Ia bergerak seperti sebuah UFO, ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan seperti yang diinginkan pilot. Di dalam satu lagi sumber India lain yaitu Samaranganasutradhara telah menjelaskan bagaimana kenderaan ini dibentuk. Pada jaman tersebut telah dikenal pemakaian bahan merkuri sebagai bahan bakar Vimana, melihat gambaran yang dijelaskan oleh buku itu. Banyak ilmuwan Rusia terheran-heran saat menemukan catatan berupa panduan mengemudikan kendaraan yang tertera di bebeperapa dinding gua di turki dan Gurun Gobi. Dari ukiran dan relief yang terdapat pada potongan tanah liat dan kaca digambarkan bagaimana sebuah kendaraan kosmik melaju. Pesawat terbang antar planet itu dilambangkan dengan segitiga yang di dalamnya terdapat simbol merkuri. Ini jelas menunjukkan bahwa orang-orang India purba telah mampu mengirim utusan dengan kendaraaan ini dan menjelajahi wilayah Asia, Atlantis, sampai ke Amerika Selatan. Di Mohenjodaro (Pakistan) terdapat manuskrip yang menjelaskan tentang peperangan Ramayana yang menggunakan segala bentuk persenjataan dan kendaraan terbang semcam itu. Bayangkan betapa teknologi laser, jet, dan roket telah ada di kerajaan Ramayana sejak jaman dulu dan menghancurleburkan peradaban pada jaman itu. Mari kita simak bait-bait yang tertulis dalam kitab Mahawira dan Bhawabhuti yang berasal dari abad ke-8: “Sebuah kendaraan udara, Pushpaka membawa banyak orang ke ibukota ayodhya. Langit dipenuhi berbagai kendaraan terbang. gelap bagaikan malam, namun terlihat dari cahaya mereka yang kekuningan.” Malangnya Vimana, seperti kebanyakan ciptaan ilmiah yang lain, telah digunakan untuk tujuan peperangan. Orang-orang Atlantis menggunakan kenderaan terbang mereka, “Vailixi” untuk menyerang negeri-negeri lain dan menguasai dunia. Dalam teks kuno India mereka dikenal dengan bangsa Aswins. Meskipun tak ada catatan tentang pesawat Vailixi dari bangsa atlantis sendiri tapi kedatangan mereka ke India melalui udara banyak sekali diceritakan. Deskripsi Vailixi berbentuk silinder panjang dan selain dapat terbang juga mampu bergerak di bawah air seperti kapal selam modern.

Kendaraan-kendaraan lain, seperti Vimana berbentuk seperti piring dan mungkin juga bisa bergerak di bawah air. Menurut Eklal Kuehshana, penulis “The Ultimate Frontier”, dalam satu artikel yang ditulisnya dalam 1966, menyatakan bahwa Vailixi yang paling awal dibuat di Atlantis yaitu kira-kira 20,000 tahun lampau dan bentuk yang paling biasa ialah bentuk piring dengan tiga ruang mesin dibawahnya.” “Mereka menggunakan satu peralatan mekanikal yang anti-gravitasi dengan menggunakan tenaga mesin sebesar 80,000 tenaga kuda,” Dalam teks Mahabarata, salah satu sumber yang menerangkan Vimana, ada yang menjelaskan tentang kemusnahan yang hebat yang menunjukkan kesan dari peperangan tersebut: “…(senjata itu merupakan) satu alat yang mengandung semua energi yang ada di dunia ini. Satu kepulan asap yang besar dan cahaya yang terang benderang bagaikan sinaran dari beribu-ribu matahari telah dihasilkannya…Satu pancaran kilat, satu pembawa pesan maut yang dahsyat, yang menyebabkan kemusnahan seluruh keturunan Vrishni dan Andhaka..mayat-mayat mereka terbakar hangus sehingga tidak dapat dikenal pasti. Rambut dan kuku mereka terlepas; pecah tanpa sebab, dan burung- burung bertukar menjadi putih.. selepas beberapa jam semua bahan makan turut tercemar.. untuk mengelakkan diri dairpada api itu, para laskar terjun ke dalam sungai untuk membersihkan diri mereka dan peralatan mereka..” Dari penjelasan ini, seolah-olah Mahabrata sedang menggambarkan satu keadaan peperangan menggunakan bom atom! Kini pihak Barat telah mampu mengungkap sebagian dari rahasia gravitasi .. mereka telah mampu mencipta mesin anti- gravitasi dari penghasil tenaga medan elektromagnetasi yang mereka namakan sebagai levitasi, namun masih belum lagi dipraktikkan..apakah kita dari Asia Tenggara harus bersikap acuh tak acuh saja dengan hal ini? Sadarlah. Rujukan seperti ini bukan hanya satu; peperangan senjata yang menakjubkan dan kendaraan terbang merupakan gambaran biasa dalam buku-buku epik India. Terdapat sebuah epik yang menggambarkan peperangan Vimana-Vailixi di bulan !

Peperangan yang digambarkan dalam aksi di atas menggambarkan dengan tepat tentang satu kesan letupan atomik dan kesan radioaktif ke atas penduduk. Ketika kota besar Rishi di Mohenjodaro (Pakistan) ditemukan oleh para arkeologi pada akhir abad yang lalu, mereka melihat kerangka-kerangka yang bergelimpangan di jalan-jalan, ada yang berpegangan tangan, seolah-olah mereka telah dilanda satu malapetaka yang amat dasyhat secara tiba-tiba. Pada kerangka-kerangka tersebut terdapat sisa radioaktif yang tinggi, sama dengan yang dijumpai di Hiroshima dan Nagasaki. Dari kota-kota kuno yang dibuat dari batu-bata dan batuan yang telah berubah bentuk, yaitu di India, Irlandia, Scotlandia, Perancis, Turki dan beberapa tempat lain, tiada penjelasan yang logik mengenai perubahan itu melainkan akibat ledakan atomik. Selain itu, di Mohenjo-Daro, sebuah kota besar yang terancang di dalam bentuk grid, dengan sistem saluran yang lebih baik daripada yang terdapat di Pakistan dan India, jalan-jalannya dipenuhi dengan serpihan “kaca-kaca hitam”.

Serpihan tersebut kemudiannya dikenal pasti sebagai tanah-tanah liat yang telah cair akibat kepanasan yang melampaui batas. Pasca tenggelamnya Atlantis dan kemusnahan Rama akibat senjata atomik, dunia untuk sesaat kembali ke zaman batu seperti beberapa ribu tahun sebelumnya. Namun begitu, nampaknya bukan semua Vimana dan Vailixi milik Rama dan Atlantis yang hilang. Karena diciptakan untuk berfungsi selama beribu-ribu tahun, kebanyakan masih bisa digunakan, seperti yang terdapat dalam karya tulis “Nine Unknown Men”, Ashoka, dan manuskrip Lhasa.

Yang menarik adalah terdapat satu petikan sejarah yang menyatakan bahwa semasa Iskandar Yang Agung menyerang India lebih daripada dua ribu tahun lalu, pasukannya telah diserang dengan “perisai yang berterbangan dan bercahaya” yang menakutkan pasukan tentera dan pasukan berkudanya. Walau bagaimanapun “piring-piring terbang” itu tidak menggunakan sembarang bom atom atau senjata lain ke atas laskar Iskandar. Di masa itu juga Iskandar menawan India Ramai. penulis yang menyatakan bahwa kebanyakan masyarakat rahasia telah menyimpan sebagian Vimana dan Vailixi mereka di dalam gua-gua rahasia di Tibet atau tempat-tempat lain di Asia Tengah dan Gurun Lop Nor di barat China yang sampai sekarang dikenal sebagai pusat suatu misteri UFO yang besar. Mungkin di situlah kebanyakan kapal angkasa disimpan, di pangkalan bawah tanah yang dibangun oleh pihak Amerika, Inggris, dan Rusia beberapa dekade yang lalu. Namun kemunculan UFO di masa sekarang yang begitu sering tetap saja menyisakan banyak pertanyaan tentang aktivitas mereka.

Author : unknown, diambil dari webgaul.net

Categories: Extraterrestrial

Petani Meksiko Menangkap Bayi Alien

August 31st, 2009 No comments

Belakangan ini televisi Meksiko melaporkan sebuah peristiwa yang luar biasa: pada bulan Mei 2007 “bayi alien” yang masih hidup terperangkap di sebuah peternakan dan berhasil ditangkap. Ilmuwan kini mulai menyelidiki kejadian ini.

Surat kabar Jerman Bild website, menerbitkan sebuah artikel pada 24 Agustus berjudul “Misteri di Meksiko : Bayi Alien Terjebak”. Menurut Global Times yang mengutip artikel teresebut mengatakan, seorang Meksiko yang berumur 56-tahun pembawa acara terkenal bersama dengan seorang ahli UFO Jaime Maussan untuk pertama kalinya mengungkapkan secara terbuka  foto alien tersebut, ia mengatakan bahwa hal itu adalah benar!

Artikel tersebut mengatakan, Jaime Maussan secara tidak sengaja mengetahui keajaiban yang  terjadi di daerah terpencil di Meksiko tersebut. Namun, sampai akhir tahun lalu, petani tersebut baru bersedia menyerahkan makhluk tersebut ke universitas setempat untuk dilakukan  penelitian ilmiah, dan melaksanakan analisis komparatif DNA dan CT studi.

Diduga bahwa petani tersebut  saat menemukan bahwa bayi alien terjebak dalam perangkap bahkan mengeluarkan suara teriakan. Karena takut, awalnya mereka mencoba menenggelamkannya. Setelah mereka mencoba tiga kali baru berhasil. Pada ketiga kalinya mereka menenggelamkannya ke dalam air selama beberapa jam.

Petani setempat mengatakan bahwa saat itu masih ada makhluk kehidupan yang mirip berada di tempat yang sama, tetapi ketika para petani  mendekati perangkap, ia kemudian melarikan diri.

Penelitian terhadap makhluk kehidupan tersebut mengungkapkan, makhluk itu tidak termasuk makhluk kehidupan apa pun yang dikenal di bumi. Struktur fisik mereka mirip dengan karakteristik kadal (misalnya, tidak ada akar gigi, bisa bertahan lama dalam air), tetapi ada bagian yang mirip manusia (seperti beberapa sendi). Kepala makhluk kehidupan tersebut sangat besar – khusus bagian otak belakang, dengan manusia sebagai contoh, posisi ini adalah tempat bagian untuk belajar dan mengingatan. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa makhluk ini memiliki pikiran yang sangat cerdas.

Di daerah tersebut sering kali ada laporan saksi mata tentang UFO, dengan demikian, orang mencurigai  bahwa makhluk itu “alien kecil”, ia secara sengaja atau tidak sengaja ditinggalkan oleh pengunjung manusia planet di bumi. Pembawa acara terkenal Meksiko bersama dengan ahli UFO Jaime Maussan akan melanjutkan penyelidikannya

Petani Meksiko Penemu Bayi Alien Meninggal Secara Misterius

Berita tentang peristiwa bayi alien yang ditangkap oleh seorang petani di sebuah peternakan terpencil di Meksiko. Beberapa bulan setelah peristiwa itu petani Meksiko yang menemukan bayi alien dan kemudian membunuhnya kemudian meninggal secara misterius. sementara para peneliti yang melakukan pengujian DNA terhadap tubuh bayi alien tersebut juga tidak membuahkan hasil.

Menurut laporan bahwa petani Marao Lopez yang menemukan bayi alien dan kemudian menenggelamkannya hingga mati, beberapa bulan setelah insiden itu meninggal di dalam mobilnya. Polisi setempat tidak dapat memberikan kesimpulan apapun tentang kejadian ini.

Seorang ahli UFO Amerika Serikat Yosua P. Warren menunjukkan bahwa korban mati terbakar oleh api dengan suhu tinggi, tubuhnya terbakar menjadi abu, untuk mencapai efek ini, suhu nyala api harus jauh lebih tinggi dari suhu nyala api pada umumnya.

Laporan mengutip sejumlah pernyataan ahli UFO lainnya yang mengatakan bahwa kematian misterius ini kemungkinan besar adalah tindakan balas dendam dari makhluk asing. Dulu juga ada peristiwa saksi UFO atau orang kategori ketiga yang pernah kontak dengannya terbunuh secara misterius. Khususnya petani setempat yang menemukan bayi alien tersebut dan kemudian menenggelamkannya, kemungkinan telah mendapat pembalasan.

Istri korban mengatakan kepada “Bild”:”Pada awalnya saya pikir hal ini hanyalah lelucon, atau monyet yang kulitnya terkupas.”namun setelah suaminya mati misterius, ia akhirnya memutuskan untuk menyerahkan tubuh bayi alien tersebut ke para peneliti.

Tes DNA Bayi Alien Gagal

Peneliti mengambil sejumlah sampel jasad bayi alien, sampel tulang, rambut dan sampel kulit untuk melakukan tes DNA. Namun tiga laboratorium di Meksiko dan satu di Kanada tidak dapat memberikan hasil tes. Mereka mengklaim bahwa sampel membusuk dengan taraf tinggi karena itu tidak dapat menentukan hasil tes DNA.

Di lain pihak, tes sel jaringan menyimpulkan bahwa susunan sel memang termasuk organisme tertentu (yang tidak diketahui), tekstur kulit sangat baik. Penampilan luar mata, otak dan bagian-bagian telinga dalam lebih menonjol dari pada primate (jenis tertinggi binatang menyusui)

Para peneliti UFO mengatakan bahwa saat ini susunan jasad bayi alien tersebut cepat kering dan tidak membusuk. Tes lab DNA telah gagal, karena DNA “bayi alien” belum pernah ditemui. Saat ini, para ahli UFO sedang memeriksa beberapa foto-foto yang diambil oleh petani tersebut ketika sedang menangkap bayi alien, foto akan dirilis dalam waktu dekat. Peneliti UFO Meksiko dan seorang pembawa acara TV terkenal Maussan mengatakan bahwa mereka akan melakukan penelitian yang lebih banyak lagi

sumber: EpochTimes.com, diterjemahkan oleh Erabaru.net

Categories: Extraterrestrial