Mau Tahu Teknik Membesarkan Penis Cara Arab? Free Tutorial and Video: Semuanya Gratis! Klik disini!
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘music theraphy’

 Powered by Max Banner Ads 

Terapi Musik

August 21st, 2009 No comments

Bagaimana Musik Mempengaruhi Hidup Kita?

Sejak kita lahir kita telah dibekali penginderaan. Setiap alat indera menerima rangsang stimulus dari lingkungan kita hidup. Penginderaan kita memiliki hubungan satu dengan yang lainnya dan bekerja secara bersama-sama. Rangsang stimulus tertentu yang ditangkap oleh indera tertentu menghasilkan kesan tertentu di dalam diri kita.

Musik merupakan salah satu bentuk rangsang suara yang merupakan stimulus khas untuk indera pendengaran. Musik lebih dari sekadar bunyi. Bunyi dihasilkan oleh adanya benda yang bergetar atau adanya benturan benda yang menggetarkan udara disekelilingnya. Lebih daripada sekadar bunyi, musik merupakan bunyi yang dibentuk secara harmonis. Musik merupakan getaran udara harmonis yang ditangkap oleh organ pendengaran dan melalui saraf di dalam tubuh kita dan disampaikan ke susunan saraf pusat sehingga menimbulkan kesan tertentu di dalam diri kita. Akibatnya jika kita mendengarkan musik kita cenderung menghentakkan kaki pada lantai atau mengetukkan tangan pada meja, atau membayangkan iramanya di dalam diri kita sendiri. Getaran udara (vibrasi) yang dihasilkan oleh alat musik mempengaruhi getaran udara yang ada di sekeliling kita. Harmonisasi nada dan irama musik mempengaruhi kesan harmoni di dalam diri kita. Jika harmoni musik setara dengan irama internal tubuh kita, maka musik akan memberikan kesan yang menyenangkan, sebaliknya jika harmoni musik tidak setara dengan irama internal tubuh kita, maka musik akan memberikan kesan yang kurang menyenangkan. Karena musik dihasilkan oleh adanya getaran udara, bukan hanya organ pendengaran atau telinga saja yang mampu menangkap stimulus musik, tetapi saraf pada kulit juga turut merasakannya. Demikian pula organ vestibul (pada sekitar belakang telinga) yang merupakan alat keseimbangan manusia memperoleh dampak yang berarti dari adanya musik.

Mengapa Musik Dapat Menjadi Alat Terapi?

Getaran suara adalah alami sifatnya, namun alat yang menghasilkan secara garis besar ada dua:

  • Alat musik alami karya Illahi seperti suara manusia.
  • Alat musik buatan manusia seperti yang banyak kita kenal

Kedua jenis alat ini memiliki warna pada masing-masingnya yang dipengaruhi oleh unsur benda yang menghasilkan bunyinya. Warna masing-masing alat musik dan jenis suara yang dihasilkan mempengaruhi organ dan proses kebutuhan seseorang. Suara dan alat musik tiup dihasilkan oleh gerakan udara dan mempengaruhi pernapasan. Perkusi (musik pukul) dihasilkan oleh adanya benturan benda padat dan menghasilkan hentakan yang mempengaruhi detak nadi. Alat musik dawai menghasilkan bunyi yang mempengaruhi arus aliran darah di dalam tubuh kita.

Musik memiliki irama (ritme) yang mempengaruhi irama yang ada di dalam diri kita. Jika irama musik cepat, kesan irama yang kita rasakan juga cepat, sebaliknya jika irama lambat, kesan irama yang kita peroleh juga lambat. Jadi jika ritme kehidupan seseorang terlalu cepat, ia dapat menetralisirnya dengan sering mendengarkan musik dengan tempo yang relatif lambat. Sebaliknya jika ritme kehidupan seseorang terlalu lambat, ia dapat menetralisirnya dengan mendengarkan musik yang bertempo agak cepat. Suara yang dihasilkan bisa kuat bisa pula lemah. Kuat – lemahnya suara ditangkap oleh penginderaan seseorang yang dipengaruhi oleh ambang kepekaan seseorang. Jika seseorang mempunyai kepekaan tinggi dan mendengar suara yang terlalu kuat, ia dapat merasa terganggu. Jika seseorang memiliki ambang kepekaan rendah dan mendengar suara terlalu lemah, ia tidak akan merasakan dampak yang berarti.
Musik mengandung unsur harmoni dengan adanya orkestrasi yang tersusun secara harmonis pula. Hal ini menyebabkan musik mempengaruhi orkestrasi kehidupan internal seseorang. Jika harmoni nada dan irama sesuai dengan nada dan irama seseorang, musik akan dirasakan menyenangkan. Sebaliknya jika harmonisasi musik tidak sesuai dengan irama internal seseorang, musik akan dirasakan mengganggu.

Musik berkaitan erat dengan emosi. Karena, pencipta musik menciptakannya dengan melibatkan emosi yang dimilikinya. Sebaliknya pendengar musik kerap kali mengasosiasikan musik dengan peristiwa tertentu di masa lampau. Peristiwa tertentu di masa lampau mungkin membangkitkan emosi tertentu. Dengan mendengarkan musik tertentu, seseorang bisa mengulang kembali pengalaman masa lampaunya secara bayangan.

Musik juga merupakan alat komunikasi yang menjembatani dunia dalam dan dunia luar seseorang. Melalui musik seseorang dapat mengungkapkan dirinya ke luar, untuk menyampaikan pesanpesan dari dalam dirinya kepada orang lain.

Musik merupakan salah satu bentuk bahasa simbolis yang iramanya dapat bersifat universal. Vibrasi yang dihasilkan musik mempengaruhi secara fisik, sedangkan harmoni yang dihasilkan mempengaruhi secara psikis. Padahal fisik dan psikis memiliki hubungan yang timbal balik. Dengan menggunakan musik keadaan fisik dan psikis seseorang dapat dipengaruhi. Jika vibrasi dan harmoni musik yang digunakan tepat, pendengar akan merasa nyaman. Jika pendengar merasa nyaman ia akan merasa tenang. Jika ia merasa tenang metabolisme tubuhnya akan berfungsi maksimal. Jika metabolisme tubuhnya berfungsi maksimal ia akan merasa lebih bugar, sistem pertahanan tubuhnya akan bekerja lebih sempurna, dan kemampuan kreatifnya akan berkembang lebih baik.  Bagaimana Caranya?

Memanfaatkan musik ada dua cara secara garis besar:

  • Secara aktif yaitu memainkan alat musik.
  • Secara pasif yaitu mendengarkan musik.

Cara aktif dilakukan dalam upaya menggiatkan kegiatan energi psikofisik, sehingga kegiatan fisik dan mental diarahkan ke keadaan seimbang. Hal ini serupa dengan melakukan senam kebugaran. Cara pasif dilakukan dalam upaya menerima sumbangan tenaga psikofisik, dan melalui proses pencernaan tenaga psikofisik membawa keadaan tubuh dan mental ke dalam keadaan seimbang. Hal ini serupa dengan makan makanan yang bergizi.

Di samping itu musik dapat dinikmati dengan berbagai cara yang secara garis besar terbagi atas empat cara:

  • Aktif sendiri (memainkan suatu alat musik tertentu).
  • Aktif berkelompok (memainkan alat musik bersama-sama seperti dalam “band”).
  • Pasif sendiri (mendengarkan musik secara individu
  • Pasif berkelompok (menonton pagelaran musik).

Upaya individual dilakukan untuk menghimpun tenaga di dalam diri dan menyebarkan tenaga secara merata ke seluruh tubuh sehingga tercapai keadaan seimbang. Sedangkan upaya sosial, atau berkelompok dilakukan untuk memperoleh tenaga sosial dan pada saat yang bersamaan memberikan sumbangan tenaga pada orang lain melalui vibrasi psikofisik; jika keseimbangan tercapai maka fungsi psikofisik akan bekerja lebih sempurna sehingga sistem pertahanan dan kekebalan tubuh dapat berfungsi secara maksimal.

Musik Seperti Apa?

Berbagai jenis musik memiliki manfaat bagi kesehatan. Musik yang terkait dengan budaya tradisional cenderung melibatkan aspek emosi secara lebih mendalam daripada musik yang belum dikenal oleh pendengarnya. Musik yang memiliki irama dan tekanan nada secara beraturan cenderung mempengaruhi irama psikofisik seseorang secara beraturan pula. Sebaliknya musik yang memiliki irama dan
tekanan nada kurang beraturan cenderung mengganggu sistem psikofisik seseorang.

Di bawah ini terdapat beberapa contoh musik serta dampak khususnya berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di beberapa negara maju. Senandung berpengaruh secara positif terhadap pernapasan. Musik ini baik untuk meditasi dan mengurangi stres.

  • Musik yang berasal dari masa Barok seperti karya Bach, Handel, Vivaldi, bersifat stabil, beraturan, sehingga membangkitkan rasa aman.
  • Musik masa Romantik seperti karya Schubert, Schumann,
    Tchaikovsky, Chopin dan Liszt membangkitkan perasaan simpati,
    cinta.
  • Musik karya Mozart menggambarkan kejernihan, transparansi,
    dan mampu membangkitkan kemampuan ingatan serta
    kemampuan persepsi ke ruangan.
  • Musik masyarakat kulit hitam Amerika dan Puerto Riko seperti
    Jazz, Blues, Dixieland, Soul, Calypso, Reggae, cenderung
    membangkitkan semangat.
  • Musik Amerika Selatan seperti Salsa, Rhumba, Maranga,
    Macarena, cenderung bersifat eksotis, dan memacu ritme hidup.
  • Musik dari “New Age” (Abad Baru) seperti Steven Halpern, J. Michel Jarre, memperluas kesan ruang dan waktu.
  • Musik agama terarah pada upaya pendekatan diri kepada Sang
    Pencipta.

Perlu diperhatikan bahwa setiap budaya memiliki bentuk musiknya sendiri, dan pendekatan sosiologis sangat berperan dalam menentukan musik yang memiliki manfaat kesehatan terhadap budaya tertentu

Untuk dapat memanfaatkan peranan musik bagi kesehatan perlu dikaji terlebih dahulu suatu musik dengan cara sebagai berikut

  • Jika musik belum terlalu dikenal, kenali musiknya terlebih
    dahulu, kenali iramanya.Ikuti iramanya, pejamkan mata, rasakan kesan yang ditimbulkan, perhatikan bayangan yang muncul di dalam alam pikiran
  • Jika musik tersebut mengandung syair, coba mengerti dan pahami syairnya.
  • Hindari musik keras dan hingar-bingar yang kurang beraturan. Hal ini akan  menghambat proses psikofisik ke keseimbangan.
  • Gunakan musik tradisional seperti bunyi tambur, genta dan gamelan bertenaga untuk membangkitkan gairah hidup.
  • Gunakan senandung internal untuk memperoleh rasa kedamaian. Suara pribadi adalah alat musik Illahi yang dibekali untuk memperoleh rasa damai di dalam diri

Author: Drs. Monty P. Satiadarma, MS/AT, MCP/MFCC (Psikolog)

Sumber: milis IndoSoundWave

Categories: Mind, Body and Soul