Sembuhkan Diri Anda dari Ejakulasi Dini ! Ayo Masbro klik disini !
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘new age’

 Powered by Max Banner Ads 

Jaman Akhir dan Dunia Baru (Bagian Ketiga)

August 17th, 2009 No comments


Dewasa ini mahluk luar Bumi datang kembali dalam jumlah yang jauh lebih besar dari yang sudah-sudah karena Bumi kita menghadapi keadaan gawat dalam siklus perjalanannya di galaxy. Dibawah ini saya kutip beberapa ucapan mereka yang diperoleh secara telepatis :

- Dari surya agung telah keluar perintah bahwa Bumi tidak lagi akan
disebut “The Dark Planet” (Planet Hitam). Bumi akan mengalami pembersihan sebagai persiapan untuk diterima menjadi anggota dalam Dewan Galaxy. Mahluk-mahluk Agung/Celestial Beings yang mengeluarkan perintah ini menyertainya dengan memancarkan energi yang dahsyat ke Bumi.

- Energi spiritual ini akan menggugah hati manusia dan bangsa-bangsa.
Apa dan siapa yang tidak dapat mengikuti keagungan sinar kemuliaan ini akan runtuh. Inilah aspek Shiva yang menghancurkan. Pola lama akan runtuh, dan ini akan terjadi di segala aspek kehidupan manusia. Lembaga politik, sosial-budaya, ekonomi, hubungan internasional, agama, bahkan hubungan keluarga akan mengalami goncangan.

- Energi Shiva akan disusul oleh energi spiritual yang membangkitkan
kesadaran baru dalam diri manusia. Manusia baru akan lahir, dunia lama akan lenyap dan digantikan oleh Dunia Baru untuk mengisi New Age, Jaman Baru, Sathya Yuga.

- Planet Bumi akan melalui suatu masa transisi yang sangat berat.
Vibrasi atom-atom akan meningkat sedemikian rupa sehingga atom-atom ini akan mencapai dimensi baru. Yang tidak dapat mengikuti vibrasi ini akan mengalami keruntuhan. Namun sebelum runtuh, dunia akan mengalami tegangan struktural yang dalam diri manusia tegangan struktural ini merupakan tegangan bathin, dan dalam kehidupan masyarakat merupakan tegangan sosial. Sebelum runtuh, kejahatan dan penderitaan akan meningkat pesat.

- Namun anda tidak sendirian di alam semesta yang maha luas ini.
Kehidupan bukanlah hanya untuk spesies manusia saja. Banyak sekali jenis mahluk yang lain, berbagai jenis kehidupan dan planet yang berbeda-beda. Planet anda (Bumi) hanyalah suatu contoh. Kami datang bukan untuk mencampuri urusan dunia anda. Kami datang untuk membantu dan melaksanakan perintah dari Mahluk-mahluk Celestial. Hukum Kosmis tidak memperkenankan kami dan siapapun di atas kami untuk mencampuri kehidupan mahluk-mahluk lain. Karma pribadi dan karma kolektif tidak dapat dicampuri oleh siapa pun juga, tapi di luar batasan karma, kami diperintahkan untuk menyelamatkan anda dan planet ini dari kehancuran.

- Sebagaimana ada struktur organisasi dalam usaha industri dan
pemerintahan anda, demikian pula ada struktur organisasi dalam kehidupan planet dan galaxy, serta kehidupan-kehidupan lain di atasnya yang jauh melebihi kemampuan daya tangkap pikiran anda. Setelah melewati masa transisi pembersihan ini maka planet anda telah siap untuk bergabung menjadi anggota Dewan Galaxy. Kami datang juga dalam rangka persiapan ini.

- Kami datang dengan penuh kasih karena kami paham betapa berat dan
sulitnya beban yang saat ini ditanggung oleh manusia dan kemanusiaan.. Planet ini sedang melintasi masa-masa yang amat gawat. Kami datang dalam sebuah armada angkasa. Untuk sementara kami belum akan mendarat dan hanya melakukan hubungan komunikasi secara telepatis kepada orang-orang tertentu saja. Kami amat berharap
dapat mendarat dan bertemu dengan kalian, namun ini sangat bergantung pada sikap anda semua.

- Kami datang dalam suatu misi yang amat mendesak. Waktu tidak banyak
lagi. Anda sedang diancam oleh bahaya yang anda sendiri tidak menyadarinya. Inilah kesulitan terbesar yang sedang kami hadapi, yaitu menyelamatkan orang-orang yg tidak pernah tahu bahaya yang sedang mereka hadapi.

- Dewan Galaxy telah memerintahkan kami untuk meninggalkan Orion dan
menuju Bumi dengan membawa awak pesawat terpilih. Diantara mereka terdapat beberapa yang ahli dalam “Planetary Engineering” oleh karena tugas utama kami adalah untuk menyelamatkan dunia anda. Dalam pesawat kami terdapat alat-alat untuk menyelesaikan tugas ini, namun kemampuan kami akan sia-sia saja jika anda terus menerus bermain dengan nuklir dan meledakkan planet anda sendiri.

- Dalam siklus evolusinya, sumbu perputaran Bumi anda akan bergeser.
Kami bekerja keras agar pergeseran ini terjadi secara bertahap dan perlahan. Namun jika terjadi ledakan nuklir, pergeseran ini bisa terjadi secara tiba-tiba.Dalam keadaan demikian lempeng-lempeng tektonik akan bergerak secara drastis. Berbagai benua akan timbul tenggelam dan membawa manusia ke dalam samudera. Gunung-gunung akan meletus dan beterbangan sebagai debu, sebagaimana yang telah diungkapkan dalam kitab suci anda.

- Dalam pesawat kami ada scanner dan komputer yang dapat meneliti
berapa besarnya gaya yang bekerja pada lempeng tektonis. Kami mengarahkan sinar magnetis agar batas lempengan yang mengalami tegangan yang terlampau besar, menurun temperaturnya dan kembali stabil. Kadang-kadang anda melihat pesawat kami waktu bertugas dan memasuki dimensi 3. Inilah yang anda sebut UFO. Kami memang mengadakan patroli terus-menerus selama 24 jam dan tidak pernah lengah.

Demikianlah penulis mengutip beberapa keterangan komunikasi supra-normal yang saya kira cukup penting untuk dikaji dalam rangka memahami makna dari kata akhir jaman dan Jaman baru yang kita hadapi ini.

Oleh M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 5 Tahun 1 kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di milis Mayapada Prana (milisnya admin)

Categories: Extraterrestrial

Spiritualitas “New Age”

August 15th, 2009 No comments

SALAH satu trend ekspresif zaman post modern adalah ditandainya pergolakan sosial yang cepat. Namun, kita tak sekadar bersaksi atas progresivitas pergolakan sosial, kecanggihan teknologi post industri abad ini. Di sisi lain, kita dihadapkan seribu krisis kemanusiaan: mulai dari krisis diri, alienasi, depresi, stres, keretakan institusi keluarga, sampai beragam penyakit psikologis lainnya. Justru, jenis penyakit yang mengguncang diri kita di tengah situasi krisis dewasa ini, tak lain adalah hadirnya perasaan ketidaknyamanan psikologis. Ada semacam ketakutan eksistensial yang mengancam diri kita di tengah situasi krisis, sarat teror, konflik, dan kekerasan, sampai pembunuhan yang menghiasi keseharian hidup kita.

Di Barat, khususnya Amerika Utara, situasi krisis serupa, justru diiringi meningkatnya ketidakpercayaan pada institusi agama formal (a growing distrust of organized religion). Barangkali, ekstrimnya seperti dislogankan futurolog John Naisbitt bersama istrinya, Patricia Aburdene dalam Megatrend 2000, Spirituality Yes, Organized Religion No!.

Ada penolakan terhadap agama formal yang memiliki gejala umumnya sama saja: eksklusif dan dogmatis, sambil menengok ke arah spiritualitas baru lintas agama, yang menurut Majalah Newsweek (28 November 1994), jumlahnya fantastis: 58 persen responden dalam suatu survei, menunjukkan kegairahannya pada kebutuhan spiritualitas baru.

Inilah model generasi baru yang gandrung pada Spiritualitas New Age. Russel Chandler, mantan jurnalis agama pada Los Angeles Times, mengklaim, 40 persen orang Amerika percaya pada panteisme (kepercayaan yang berprinsip pada all is God and God is all), 36 persen percaya pada astrologi sebagai scientific, tepatnya percaya pada astrologi sebagai metode peramalan masa depan (a method of foretelling the future), dan 25 persen percaya pada reinkarnasi (lih. Chadler, Understanding the New Age, 1988, hlm 20, 130-33).

Nah, fenomena keagamaan inilah yang menarik dipotret. Apa itu gerakan New Age berikut ciri khasnya? Bagaimana model praktik spiritual New Age di tengah eksistensi agama-agama besar selama ini? Benarkah spiritualitas New Age tampil sebagai alternatif keberagaman dewasa ini?

Gerakan “New Age”

Secara literal, New Age Movement adalah gerakan zaman baru, yang oleh Rederic dan Mery Ann Brussat disebut sebagai “zaman kemelekan spiritual”. Ada semacam arus besar kebangkitan spiritual yang melanda generasi baru dewasa ini, terutama di Amerika, Inggris, Jerman, Italia, Selandia Baru, dan seterusnya. Ekspresinya beragam; mulai dari cult, sect, New Thought, New Religious Movement, Human Potentials Movement, The Holistic Health Movement, sampai New Age Movement. Namun, benang merahnya hampir sama: memenuhi hasrat spiritual yang mendamaikan hati.

Hasrat spiritual inilah yang menjadi ciri khas New Agers (istilah New Agers ini relatif lebih lazim dipakai dalam konteks gerakan New Age, dibanding misalnya istilah New Age Adherents maupun New Age Believers). Sebagai a new revivalist religious impulse directed toward the esoteric/metaphysical/spiritualism…, hasrat spiritual New Agers yang secara praktis adalah a free-flowing spiritual movement, terartikulasi ke berbagai manuskrip metafisika-spiritualitas (Manuskrip Celestine, baik The Celestine Prophecy maupun The Celestine Vision, Sophia Perennis yang menjadi filsafatnya New Agers, paradigma The Tao of… yang sangat ekspresif menjadi trend penerbitan judul buku-buku ilmiah dan populer, The Aquarian Conspiracy yang menjadi buku pegangan New Agers, hingga merambah ke “pendidikan spiritual” dan bahkan klinik-klinik spiritual dengan beragam variasinya.

Sebagaimana disinggung sepintas oleh Naisbitt dalam Megatrend 2000, In turbulent times, in times of great change, people head for the two extremes: fundamentalism and personal, spiritual experience… With no membership lists of even a coherent philosophy or dogma, it is difficult to define or measure the unorganized New Age movement. But in every major U.S. and European city, thousands who seek insight and personal growth cluster around a metaphysical bookstore, a spiritual teacher, or and education center.

Oleh karena itu, seperti sudah menjadi fakta yang tak terbantahkan adalah adanya gerakan masif dari generasi New Age yang selalu menyebut-nyebut dirinya sebagai flower generations, berkiblat pada mainstream spiritualitas, mulai dari kegemaran menyelami Manuskrip Celestine sampai mengalami apa yang menjadi tradisi spiritual New Agers sebagai spiritual gathering dengan berbagai variasi mistik-spiritualnya.

Gerakan yang dimulai di Inggris tahun 1960-an ini, antara lain dipelopori Light Groups, Findhorm Community, Wrekin Trust. Ia menjadi sangat cepat mendunia berskala internasional, terutama setelah diselenggarakan seminar New Age oleh Association for Research and Enlightenment di Amerika Utara, dan diterbitkannya East West Journal tahun 1971 yang dikenal luas sebagai jurnalnya New Agers. Yang agak sensasional dari gerakan New Age ini adalah setelah disiarkan via televisi secara miniseri Shirley MacLaine Out on a Limb, bulan Januari 1987.

Spiritualitas “New Agers”

Ekspansi New Age menjadi populer dan fenomenal pada dasawarsa 1970-an sebagai protes keras atas kegagalan proyek Kristen dan sekulerisme dalam menyajikan wawasan spiritual dan petunjuk etis menatap masa depan.

Pertama, di lingkungan gereja Kristen, misalnya, kita sulit menghapus ingatan masa lalu saat Gereja menerapkan doktrin extra ecclesiam nulla salus. No salvation outside the Church. Tidak ada keselamatan di luar Gereja. Bukankah ini cermin watak Gereja yang sarat claim of salvation? Bukankah claim of salvation tidak saja mengakibatkan sikap menutup diri terhadap kebenaran agama lain, tetapi juga berimplikasi serius terhadap konflik atas nama agama dan Tuhan. Karena itu, “keselamatan” itu tidaklah penting di kalangan New Age. Sebab, New Agers lebih percaya prinsip Enlightenment, di mana muncul kesadaran spiritualitas di kalangan New Age bahwa manusia dapat tercerahkan, menjadi sacred self, karena pada kenyataannya manusia adalah divine secara intrinsik (persis konsep fithrah dalam Islam). Paham inilah yang akhirnya menjadikan “pantheisme” begitu fenomenal di kalangan New Age.

Kedua, protes New Agers atas hilangnya kesadaran etis untuk menatap masa depan. Oleh karena itu, salah satu manuskrip terpenting yang menjadi wawasan etis New Agers dalam menatap masa depan adalah The Art of Happiness, New Ethic for the Milllenium karya Dalai Lama. Sebagai alternatif dari protesnya terhadap kegagalan gereja Kristen dan sekulerisme dalam menyajikan wawasan spiritual dan petunjuk etis menatap masa depan, maka New Agers menoleh pada spiritualitas baru lintas agama. Kita tahu, betapa New Agers begitu kuat berpegang pada prinsip spirituality: the heart of religion.

Oleh karena itu, New Agers sangat menghayati betul arti pentingnya monisme (segala sesuatu yang ada, merupakan derivasi dari sumber tunggal, divine energy), pantheisme (all is God and God is all, menekankan kesucian individu, dan karenanya proses pencarian Tuhan tidaklah melalui Teks Suci, tetapi justru melalui diri sendiri, karena God within our self), reinkarnasi (setelah kematian, manusia terlahirkan kembali, dan hidup dalam alam kehidupan lain sebagai manusia. Mirip konsep transmigration of the soul dalam Hindu), dan seterusnya, seperti astrologi, channeling, pantheisme, tradisi Hinduisme, tradisi Gnostis, Neo-Paganisme, Theosofi, karma, crystal, meditasi, dan seterusnya.

Tradisi spiritual New Agers lintas agama ini, tidak saja dapat mengobati kegersangan spiritual yang sekian lama hampa dari lingkungan agama formal, tetapi juga memberi muara kepada New Ages ke arah terwujudnya Universal Religion. Agama Universal, di mana ada proses awal kesadaran akan all is God and God is all yang menjadi sandaran doktrin Pantheisme, tetapi kemudian bergeser ke arah kesadaran spiritualitas New Age yang meyakini bahwa “hanya ada Satu Realitas yang eksis”. Semua agama, begitu keyakinan New Agers, hanyalah sekadar jalan-jalan menuju kepada Satu Realitas yang menjadi ultimate reality dari semua pejalan spiritual (agama-agama).

Author: Sukidi (*)

* Sukidi, Alumnus Fakultas Syariah IAIN Ciputat
Categories: Spiritualism

Jaman Akhir dan Dunia Baru (Bagian Pertama)

August 10th, 2009 No comments

Tulisan bpk. RM Tjokrowaspodo dalam Warta Parapsikologi no 2 sangat menarik.
Literatur Barat dewasa ini dibanjiri dengan buku-buku tentang “The New Age” atau “Zaman Baru”. Dalam literatur ini banyak kita jumpai gejala ESP (Extra Sensory
Perception), supra normal, gaib, dsb yang kesemuanya tergolong dalam
parapsikologi.

Dalam tulisan bpk Harijanto Moehardjo ada disinggung tentang buku karangan
Lobsang Rampa. Penulis ini telah mengeluarkan sekitar 18 judul buku yang
semuanya menyangkut bidang parapsikologi. Beliau adalah orang Tibet, meninggal
tahun 1949 namun jiwanya kemudian memasuki badan orang Inggris yang rela
mengosongkan badan jasmaninya alias meninggal. Seluruh peristiwa ini tergolong
gejala supranormal yang sukar ditelan oleh otak dan diterima sebagai kenyataan.
Namun demikianlah keadaannya di masa ini yang sesungguhnya memang masa yang penuh dengan gejala parapsikologis.

Tulisan Lobsang Rampa ditujukan untuk orang Barat. Itulah sebabnya ia
memerlukan otak orang Inggris yang menguasai bahasa Inggris. Menurut
pengakuannya, ia memang mempunyai tugas/misi untuk mempersiapkan dunia Barat
memasuki Zaman Baru yang akan penuh dengan berbagai gejala spiritual yang
bersyifat supranormal. Otak orang Barat yang terlampau biasa pada alam material,
perlu diberikan penjelasan mengenai eksistensi alam non material atau alam
supramaterial agar mereka tidak mengalami tegangan bathin di kala planet ini
dibanjiri oleh gejala-gejala supranormal.

Topik ini sangat menarik dan perlu kita kaji dan pelajari. Bila literatur
tentang Zaman Baru ini berdasarkan pada kebenaran, maka umat manusia dewasa ini
telah berada di ambang suatu perkembangan yang sangat mendasar dan menyeluruh.
Perkembangan ini patut diberi skala kosmik oleh karena sumber terjadinya
perkembangan berada di luar Bumi. Bila kita periksa ajaran-ajaran Kitab suci
akan kita jumpai bahwa di dalam ajaran ini juga disebut dengan datangnya suatu
Zaman Baru/New Age yang dalam Injil di sebut Dunia Baru dan dalam Quran disebut
Ciptaan Baru.

Untuk dapat memahami ayat-ayat dalam kitab suci yang menyangkut Dunia Baru,
manusia baru, dsbnya kita perlu mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai
apa yang kita maksud dengan supranormal, gaib, dsb. Untuk ini penulis banyak
menggunakan bahan yang diperoleh dari mahluk-mahluk luar Bumi.

Supranormal

Kata gaib banyak kita jumpai dalam Quran dan berarti tersembunyi. Tersembunyi
dari kita bukan karena berada di balik tembok namun karena luput dari pengamatan
panca indera kita. Luput dari pengamatan manusia oleh karena syifat atau ujudnya
yang non fisikal. Kepada Nabi Muhammad diwahyukan apa-apa yang gaib (Q 11:49)
oleh karena tanpa pemberitahuan wahyu ini kita tidak akan mengetahuinya.

Tuhan berada di alam gaib bagi kita, demikian pula para malaikat. Namun Tuhan
mengambil keputusan dan bekerja di alam nyata dan keputusan ini perlu
disampaikan pada kita. Itulah sebabnya turun wahyu. Ucapan ini mungkin akan
ditentang oleh ilmuwan karena mereka bertitik tolak dari anggapan bahwa semua
kejadian di alam semesta ini mempunyai sumber alamiah pula. Segala sesuatu harus
dapat diterangkan berdasarkan hukum-hukum fisika. Oleh karena itu untuk dapat
menerangkan gejala supranormal kita jangan mengharap bantuan dari sudut ini.
Yang dapat kita ambil adalah cara-cara kerja para ilmuwan yang mengumpulkan data
dan informasi, menelitinya, menganalisanya dan mengkollasinya. Cara ini dapat
kita gunakan tapi bukan pendapat mereka.

Dunia dan alam yang kita kenal pada dasarnya berpangkal pada struktur atomik
dari apa yang kita sebut materi. Atom kiranya sudah cukup kita kenal dan fahami,
terbukti dari kemampuan manusia merombak atom dan menggunakan energi yang
terlepas. Secara sepintas lalu perlu dicatat disini bahwa usaha perombakan atom
ini amat ditentang oleh para mahluk luar Bumi. Mereka mengatakan bahwa apa-apa
yang telah disusun oleh Tuhan dengan cermat, bila dirombak manusia maka akan
terjadi kekacauan (chaos) yang belum sepenuhnya difahami oleh kita. Akan terjadi
perobahan genetik pada sel-sel yang tumbuh yang akan melahirkan monster yang
mengerikan.

Untuk kembali pada struktur atom, menurut keterangan para mahluk luar Bumi pula,
vibrasi elektronik dari atom dapat ditingkatkan sedemikian rupa hingga
gejala-gejala fisikal yang kita kenal meningkat menjadi gejala-gejala supra
fisikal. Dalam keadaan biasa, atom menimbulkan gejala optis yang kita sebut
visibility / ketampakan. Pada percepatan elektronik yg cukup tinggi, gejala
optik ini hilang dari atom-atom atau kumpulan atom hilang dari pandangan mata.
Bukan berarti gumpalan materi yang kita hadapi itu sirna – meniada. Atom itu
masih tetap mempunyai massa walau berkurang atau menjadi anti massa. Gumpalan
atom itu masih ada hanya tak terlihat.

Keadaan ini dapat disamakan dengan gelas. Dalam keadaan tegangan tertentu,
matriks penyusunan elektron berubah sehingga sinar dapat berjalan terus. Bahan
logam dapat dibuat tembus sinar dengan menggunakan energi gelombang yang mirip
dengan sinar gamma. Dalam UFO terdapat alat untuk memancarkan sinar gamma ini.
Bila ditujukan pada orang, sinar ini membuatnya menjadi lumpuh, namun dengan
merobah frekuensinya, sinar itu dapat meningkatkan kecerdasan orang. Penggunaan
sinar ini sangat luas karena baik kekuatan dan frekuensinya dapat dirobah dalam
ukuran yang sangat luas pula.

Segala sesuatu di UFO berada dalam vibrasi yang tinggi. Dinding UFO dan
peralatan di dalamnya memancarkan sinar seperti sinar dari lampu neon. Sinar ini
adalah akibat eksitasi elektron dan tidak menimbulkan panas. Di dalam UFO tidak
terdapat lampu namun keadaan di dalamnya terang, tanpa ada bayangan. Orang yang
memasuki UFO harus dapat menyesuaikan diri dengan vibrasi yang lebih tinggi ini,
yaitu atom-atom dalam tubuhnya harus mengikuti vibrasi yang ada. Bila demikian
halnya ia akan merasakan rasa nyaman yang kita samakan dengan bahagia/bliss,
perasaan gembira yang diliputi rasa damai dan semangat tinggi (high spirits).
Tapi bila tidak dapat mengikutinya, kita akan diliputi rasa takut dan berada
dalam keadaan setengah sadar.

Oleh M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 5 Tahun 1 kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di milis Mayapada Prana (milisnya admin)

Categories: Extraterrestrial