Mau Tahu Teknik Membesarkan Penis Cara Arab? Free Tutorial and Video: Semuanya Gratis! Klik disini!
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘pikiran bawah sadar’

 Powered by Max Banner Ads 

Meditasi:Timur Bertemu Barat

April 12th, 2010 No comments

Meditasi adalah jalan pintas untuk mencapai pencerahan. Ini kata para guru spiritual. Meditasi, dalam banyak tradisi, memang sangat dianjurkan. Terutama dalam Buddhisme.

Ada dua jenis meditasi, pertama Samatha Bhavana atau Meditasi Ketenangan, dan yang kedua adalah Vipassana Bhavana atau Meditasi Pandangan Terang.

Ada pandangan yang berbeda di kalangan pengajar meditasi. Ada yang mengatakan bahwa seseorang harus melakukan dan mahir meditasi Samatha Bhavana terlebih dahulu. Baru setelah itu mereka masuk ke meditasi Vipassana Bhavana. Ada juga yang mengatakan bahwa untuk mencapai pencerahan tidak perlu dengan melakukan meditasi Samatha Bhavana terlebih dahulu tapi langsung meditasi Vipassana Bhavana.

Meditasi Samatha Bhavana adalah pemusatan konsentrasi atau perhatian pada objek tertentu, misalnya napas. Ada empat puluh objek yang bisa digunakan untuk menditasi. Napas hanya salah satunya.

Tujuan dari meditasi ini adalah untuk melatih pikiran sehingga terkendali dan akhirnya diam dan hening.Saat kondisi pikiran benar-benar terpusat sangat kuat, hening, diam, dan tercerap sepenuhnya pada objek meditasi maka pada saat itu meditator mencapai kondisi jhana.

Sedangkan meditasi Vipassana Bhavana adalah meditasi perhatian penuh, introspeksi, observasi realitas, kewaspadaan objektif, dan belajar dari pengalaman setiap momen. Inti dari meditasi ini adalah mengamati segala proses mental atau fisik yang paling dominan pada saat sekarang Dengan kata lain, menyadari, mencatat, ingat ketika lenyap.

Saya tidak dalam posisi untuk mengatakan mana atau siapa yang benar. Apakah perlu Samatha dulu baru Vipassana ataukah tidak perlu Samatha tapi langsung Vipassana? Yang ingin saya sampaikan dalam artikel ini adalah apakah sebenarnya yang terjadi dalam pikiran seseorang yang melakukan meditasi, baik itu Samatha maupun Vipassana, ditinjau dari riset di barat, dengan mengukur pola gelombang otak.

Saat belajar kepada Anna Wise, satu hal yang sangat mencerahkan saya adalah saat Beliau berkata, “Meditation is a state of consciousness, a spesific brain-wave pattern, no a technique”. Anna juga berkata bahwa, “There is state of consciousness and content of consciousness”.

Wow… ini sungguh suatu pencerahan luar biasa. Anna Wise sampai pada kesimpulan ini setelah mengukur, dengan menggunakan Mind Mirror, begitu banyak pola gelombang otak orang, termasuk para master dan guru meditasi Zen.

Dari pengukuran Anna Wise didapat satu data yang sangat menarik yaitu semua master dan guru meditasi itu punya gelombang otak yang sama. Pola ini disebut dengan pola Awakened Mind (AM) yang terdiri dari beta, alfa, theta, dan delta dengan komposisi yang pas. Beta di sini adalah low beta dan hanya sedikit saja, karena hanya digunakan untuk menyadari, mengetahui, mencatat.

Alfa berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pikiran sadar dan bawah sadar. Theta adalah pikiran bawah sadar dan delta adalah pikiran nirsadar.

Kita tetap membutuhkan beta, walaupun hanya sedikit saja, untuk bisa mengetahui atau menyadari apa yang sedang kita alami. Bila tidak ada beta maka kita sama sekali tidak akan tahu atau ingat yang terjadi atau alami saat meditasi.

Lalu, apa hubungannya dengan meditasi Samatha dan Vipassana?

Meditasi Samatha, bila dilihat dari pola gelombang otak, bertujuan untuk meng-OFF-kan gelombang beta. Beta adalah gelombang pikiran sadar dan berkisar pada kisaran frekuensi 12-25 Hz. Gelombang ini aktif bila kita berpikir, memberikan penilaian (judgement) atau memberikan makna pada sesuatu, mengkritik, membuat daftar, menganalisa, atau berbicara pada diri sendiri (self talk).

High Beta, frekuensi di atas 25 Hz berhubungan dengan stress dan kecemasan. Semakin aktif high beta seseorang maka semakin “liar” pikirannya. Pikiran akan lari ke sana ke mari, melompat dari satu hal ke hal lain, tidak bisa diam, sulit atau hampir tidak mungkin untuk dikendalikan. Kesulitan ini yang dialami oleh semua meditator pemula.

Banyak orang menghabiskan begitu banyak waktu hanya untuk belajar mendiamkan pikirannya mereka namun tidak berhasil. Akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti bermeditasi karena tidak merasakan manfaat.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat seseorang mahir meng-OFF-kan pikirannya? Ini semua bergantung pada waktu dan teknik yang digunakan. Umumnya, untuk meng-OFF-kan pikiran sadar, orang menggunakan objek napas.

Pikiran dilatih untuk diam dengan cara difokuskan pada napas. Dan pada saat pikiran lari ke objek lain maka pikiran ditarik kembali ke napas dan demikian selanjutnya sampai dicapai kekuatan konsentrasi yang sangat tinggi.

Sulitnya meditator mendiamkan pikirannya, selain karena aktifnya high beta, juga disebabkan tubuh yang tegang. Posisi duduk yang tidak tepat, apa lagi kalau sampai melakukan postur full lotus, membuat otot paha dan tubuh menjadi begitu tegang sehingga adalah tidak mungkin untuk bisa mencapai kondisi pikiran yang rileks.

Masih berdasar riset Anna Wise, untuk bisa merilekskan pikiran, menurunkan beta dengan cepat, bisa dilakukan dengan merilekskan tubuh terlebih dahulu. Ada teknik spesifik yang Beliau kembangkan untuk bisa mendiamkan pikiran dalam waktu yang sangat singkat.

Saat seseorang telah mampu meng-OFF-kan pikiran sadarnya (gelombang beta) maka pada saat itu ia telah masuk ke kondisi meditatif yang sangat dalam. Jadi, meditasi sebenarnya adalah gelombang otak yang terdiri dari alfa, theta, dan atau tanpa delta. Di sini tampak jelas bahwa beta tidak dibutuhkan untuk meditasi. Justru beta perlu dihilangkan.

Lalu, apa hubungannya dengan meditasi Vipassana?

Dari pengalaman saya pribadi adalah cukup sulit atau bahkan tidak mungkin bisa melakukan pengamatan pada bentuk-bentuk pikiran, perasaan, atau sensasi fisik yang muncul saat pikiran sadar masih sangat aktif. Apalagi jika yang aktif adalah high beta.

Jelas sangat sulit melakukan pengamatan jika piranti yang digunakan untuk melakukan pengamatan atau observasi, yaitu pikiran sadar, masih sangat aktif dan sibuk sendiri.

Yang diamati dalam meditasi Vipassana, khususnya pada aspek bentuk-bentuk pikiran dan perasaan yang muncul, sebenarnya berasal dari pikiran bawah sadar dan nirsadar.

Dari pikiran bawah sadar biasanya muncul memori atau ingatan mengenai kejadian tertentu, yang berasal dari pengalaman di kehidupan saat ini, dan biasanya berisi muatan emosi dengan intensitas yang tinggi, baik positif maupun negatif.

Jadi, saat memori ini muncul, baik dalam bentuk gambar atau film, maka sebenarnya pada saat yang sama emosi yang berhubungan dengan memori ini juga aktif. Sedangkan dari pikiran nirsadar akan muncul memori dan emosi yang berasal dari kehidupan lampau.

Itulah sebabnya adalah sangat penting bagi seorang meditator untuk tidak masuk ke dalam pengalaman itu, karena biasanya mengandung emosi yang intens, dan cukup hanya mengetahui, menyadari, mencatat, dan mengingatnya ketika lenyap atau hilang.

Meditator tidak larut ke dalamnya. Akan sangat riskan bila meditator masuk ke dalam pengalaman itu, terutama jika pengalaman itu mengandung emosi negatif yang intens, misalnya akibat dari trauma masa lalu.

Jika sampai terjadi hal ini maka meditator akan mengalami kembali kejadian atau pengalaman itu. Istilah teknisnya revivification dan akan berdampak negatif pada kondisi mental dan emosinya.

Kemampuan untuk bisa menjadi pengamat (observer) dan tidak masuk ke dalam objek yang diamati hanya bisa dicapai bila pengendalian diri kita baik dan juga pikiran sadar (baca: beta) tidak terlalu aktif dan tidak memberikan penilaian atau penghakiman.

Saat kita mampu melihat atau hanya menjadi pengamat maka kita telah mampu melakukan disosiasi sehingga tidak dipengaruhi emosi yang melekat pada suatu memori. Saat kita mampu tenang hanya menyadari, mencatat, dan mengingat kejadian atau pengalaman yang muncul, maka kita akan tahu dan sadar bahwa kita bukanlah pengalaman atau emosi kita. Pengalaman atau emosi itu muncul dan tenggelam/hilang. Dan saat kita memberi jarak atau memisahkan diri dari pengalaman atau emosi itu maka mereka tidak bisa mempengaruhi diri kita.

Banyak yang berpikir, “Jika tidak ada beta, lalu bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan insight atau mengerti?”

Insight atau kebijaksanaan yang sesungguhnya berasal dari theta atau pikiran bawah sadar. Kedalamam meditasi ditentukan oleh kedalaman theta yang berhasil kita capai. Theta adalah tempat terjadinya koneksi spiritual paling dalam. Saat seseorang berada dalam deep theta maka ia akan merasakan ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan yang luar biasa.

Pikiran bawah sadar mempunyai proses berpikir sendiri yang terpisah dari pikiran sadar. Jadi, saat kita bermeditasi Vipassana, saat pikiran sadar yang tidak terlalu aktif, maka informasi atau insight yang berasal dari pikiran bawah sadar akan naik, melalui jembatan alfa, ke pikiran sadar (beta) dan kita menyadari atau tahu (ingat) informasi ini.

Jadi, yang dilakukan oleh meditator yang bertahun-tahun melakukan meditasi Samatha sebenarnya adalah persiapan untuk awakening atau pencerahan. Para meditator ini biasanya, setelah bertahun-tahun berlatih meditasi, berhasil mengembangkan pola gelombang otak Awakened Mind.

Namun meditasi Samatha, walaupun telah lama dilakukan, walaupun telah berhasil mencapai pola Awakened Mind, tidak mampu memfasilitasi pencapaian pencerahan.

Mengapa? Karena meditasi Samatha sebenarnya adalah cara untuk mencapai kondisi kesadaran (state of consciousness) yang spesifik. Kondisi kesadaran ini selanjutnya perlu ditindaklanjuti dengan melatih meditasi Vipassana karena Vipassana sebenarnya adalah content-based meditation atau meditasi berdasarkan isi.

Yang dimaksud dengan isi, selain sensasi fisik yang dirasakan, juga adalah konten dari pikiran bawah sadar dalam bentuk-bentuk pikiran dan emosi yang muncul, dirasakan, atau dialami pada saat meditasi berlangsung, pada momen here and now.

Contoh yang paling populer adalah koan dalam meditasi Zen. Saat seorang master Zen bertanya pada muridnya, “Bagaimana bunyinya bila tepuk tangan dilakukan hanya dengan satu tangan?”, maka pada saat itu sang master memberikan pertanyaan yang tidak bisa dijawab bila si murid hanya menggunakan pikiran sadar atau beta.

Saat berpikir keras untuk menemukan jawabannya maka pikiran murid yang terlatih akan begitu fokus, dan ini sebenarnya adalah meditasi Samatha, akan mendapatkan pemahaman atau pengetahuan, yang berasal dari pikiran bawah sadarnya, yang mampu memfasilitasi tercapainya pencerahan.

Ini bukan meditasi dengan “pikiran kosong”. Sebaliknya, ini adalah meditasi dengan konten yang sangat spesifik yang dilakukan oleh praktisi dengan kondisi pikiran yang telah disiapkan dengan sangat baik dan hati-hati sekali, dengan menggunakan teknik yang spesifik.

Pembaca, setelah membaca sejauh ini, jika anda bermeditasi, teknik mana yang akan anda gunakan? Samatha atau Vipassana? Semua saya kembalikan pada diri anda sendiri. Saat bermeditasi kenalilah diri anda sendiri. Anda akan tahu apakah anda akan langsung ke Vipassana ataukah perlu melatih Samatha dulu.

Dan yang paling penting adalah anda perlu belajar di bawah bimbingan seorang guru meditasi yang berpengalaman. Hanya duduk dan memperhatikan napas memperhatikan pikiran belum tentu bisa disebut meditasi. Meditasi, seperti yang didefisinikan oleh Anna Wise adalah kondisi kesadaran spesifik bukan sekedar teknik.

Jika anda telah melakukan meditasi sekian lama namun belum bisa masuk atau mengalami kondisi kesadaran (state of consciousness) yang spesifik itu maka meditasi anda bisa dibilang belum berhasil.

Anna Wise pernah membantu seorang kliennya, seorang meditator. Keluhan klien ini adalah walaupun ia telah meditasi Samatha selama 12 tahun non stop, setiap hari 1 jam, ia masih belum bisa masuk ke kondisi meditatif yang dalam.

Saat dilihat pola gelombang otaknya, dengan menggunakan Mind Mirror, tampak bahwa selama 12 tahun meditasi klien ini tidak bisa mendiamkan pikirannya. Hal ini tampak dari high beta yang sangat aktif saat ia melakukan meditasi.

Dengan teknik yang spesifik Anna berhasil membantu klien ini mendiamkan pikirannya sehingga menjadi tenang dan hening dalam waktu yang relatif singkat. Sungguh sayang bila ketekunan selama 12 tahun ini ternyata tidak berbuah hasil seperti yang diinginkan.

Selamat bermeditasi……….

Author: Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pakar pendidikan dan mind technology dan neuro-feedback, pembicara publik, dan trainer yang telah berbicara di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri. Ia telah menulis empat belas best seller “Born to be a Genius”, “Genius Learning Strategy, Manage Your Mind for Success”, “Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan?”, “Hypnosis – The Art of Subcsoncsious Communication”, “Becoming a Money Magnet”, “Kesalahan Fatal dalam Mengejar Impian”, dan “Hypnotherapy: The Art of Subconscious Restructuring”, “Cara Genius Menguasai Tabel Perkalian”, “Kesalahan Fatal Dalam Mengejar Impian 2, dan “Five Principles to Turn Your Dreams Into Reality”, The Secret of Mindset, Quitters Can Win, dan Quantum Life Transformation. Adi dapat dihubungi melalui facebook: Adi W. Gunawan, email adi@adiwgunawan.com, www.adiwgunawan.com,www.quantum-hypnosis.com ,dan www.QLTI.com
Categories: Mind, Body and Soul

Memprogram Ulang Pikiran Bawah Sadar

March 6th, 2010 1 comment

:siul Kekuatan pikiran bawah sadar sungguh luar biasa. Sebagian besar perilaku kita termasuk apa yang kita dapatkan sekarang dalam hidup kita adalah hasil kerja bawah sadar. Jika kita ingin merubah hidup kita..maka mulailah dengan merubah pikiran bawah sadar atau tepatnya memprogram ulang pikiran bawah sadar kita. Dibawah ini saya sajikan strategi Program Ulang Pikiran Bawah yang saya sarikan dari buku Dr. Muruga berjudul Reprogramming Sub Conscious Mind (RSCM). Teknik ini harus dilakukan dalam 90 hari.

STRUKTUR DASAR RSCM :

1.IDENTIFIKASI SEMUA TUJUAN HIDUP ANDA DALAM BERBAGAI BIDANG. TUJUAN INI HARUSLAH REPRESENTASI DARI VISI HIDUP ANDA.

2.TETAPKAN SEMUA TUJUAN HIDUP ANDA. TUJUAN JASMANI, TUJUAN INTELEKTUAL DAN PROFESIONAL, TUJUAN SOSIAL DAN TUJUAN-TUJUAN SPIRITUALITAS. TULISLAH SEMUA TUJUAN ANDA TERSEBUT.

3.TETAPKAN PERAN YANG ANDA INGINKAN DARI SETIAP TUJUAN ANDA DAN TULISKAN JUGA PERAN ANDA TERSEBUT.

4.SETELAH SEMUA TUJUAN DAN PERAN ANDA PADA SETIAP TUJUAN TELAH ANDA TULIS, PADA SETIAP PAGI HARI SETELAH BANGUN TIDUR TULISKAN KEMBALI SEMUA TUJUAN DAN PERAN ANDA PADA SETIAP TUJUAN. LAKUKAN INI SELAMA 90 HARI.

5.SETELAH SELESAI MENULIS TUJUAN HIDUP DAN PERAN ANDA PADA TUJUAN TERSEBUT SETIAP HARINYA, LAKUKAN VISUALISASI. VISUALISASI ADALAH MEMASUKKAN SEMUA GAMBAR DARI TUJUAN HIDUP ANDA KE DALAM PIKIRAN ANDA DAN DIPERTAHANKAN DISANA SEKITAR 3 MENIT. VISUALISASI DAPAT JUGA DILAKUKAN MELALUI PENCITRAAN.

6.PERCAYAI TUJUAN HIDUP ANDA, KARENA BILA ANDA TIDAK MEMPERCAYAINYA, ANDA TAK PANTAS MENDAPATKANNYA DAN TAK AKAN MENDAPATKANNYA.

CARA MEMULAI VISUALISASI :

  1. Tatalah tujuan-tujuan hidup anda, harus spesifik dan anda harus serius terhadapnya.
  2. Temukan tempat yang tenang dan bebas gangguan.
  3. Duduklah dan rilekskan pikiran anda. Duduk dengan posisi tegak semampu anda, tetapi jangan buat tubuh menjadi kaku atau tidak nyaman.
  4. Tarik napas dalam lewat hidung dan hembuskan secara perlahan lewat mulut. Ulangi hal ini 2-3 kali, lalu pejamkan mata anda dan terus tarik napas dalam-dalam masuk dan keluar. Tarikan napas harus perlahan dan hembusan napas harus terkontrol dan hanya sebagian kecil saja udara yang keluar melalui mulut selama proses ini.
  5. Terus fokus pada pernapasan anda untuk waktu yang sedikit lebih lama dan anda akan merasa rileks.
  6. Saat anda merasakan tubuh rileks sepenuhnya, perintahkan pula diri anda untuk merilekskan bahu. Rasakan bahu anda yang melentur dan anda akan semakin rileks.
  7. Kemudian secara sadar lepaskan ketegangan dari otot-otot leher anda, bila mereka belum juga rileks dengan bahu anda.
  8. Selanjutnya perintahkan diri anda untuk merilekskan otot-otot dada dan perut, diikuti dengan otot-otot tangan dan kaki. Semua ini dilakukan setahap demi setahap, jangan tergesa-gesa.
  9. Setelah mencapai keadaan rileks, maka nikmati karena keadaan ini begitu sentosa. Sekarang anda siap melakukan visualisasi yang sesungguhnya.
  10. Masukkan gambaran tujuan yang anda inginkan ke pikiran dan pertahankan tetap berada disana. Mungkin saja gambaran itu bergerak-gerak tetapi harus tetap kuat dan mantap.Bila tujuan anda adalah Mercedes S Class, gambarkan di dalam pikiran, diri anda yang sedang berada didalam mobil itu, duduk bersandar dibangkunya yang berlapis kulit hitam saat sopir mengantar anda ke tempat tujuan.
  11. Pertahankan gambaran diatas dan katakan pada diri anda sendiri betapa nyamannya berada disana. Pertahankan gambaran ini selama tiga menit.
  12. Tetap fokus saja kira-kira tiga menit, kemudian pindah ketujuan anda selanjutnya. Mungkin rumah nan asri. Didalam pikiran anda, lihat rumah impian anda itu dan diri anda yang sedang berjalan memasukinya. Lihat gambaran ini dengan jelas dan rinci dan pertahankan lagi sekitar tiga menit.
  13. Ulangi ini untuk semua tujuan anda dan ketika selesai, tarik dan keluarkan napas dalam-dalam lagi secara perlahan.
  14. Bagi anda yang pemula, praktekkan ini untuk satu tujuan saja selama 3-4 minggu, dan saat anda telah memperoleh beberapa level kompetensi dan kepercayaan diri di teknik ini, anda dapat mengenalkan ke tujuan berikutnya. Demikian seterusnya di pekan-pekan berikutnya.
  15. Anda dapat mulai dengan tujuan yang paling mendesak dan penting dan seiring dengan waktu anda secara bertahap menambahkan tujuan lainnya.

ATURAN DASAR PENEGASAN TERTULIS (Tentang Tujuan Hidup) :

  • Ia harus bersifat pribadi. Penegasan-penegasan anda harus bersifat pribadi. Anda harus menulis untuk diri sendiri. Anda tak dapat menulis untuk orang lain dan berharap dapat merubah mereka. Anda hanya dapat memprogram ulang pikiran bawah sadar anda sendiri dan mengubah tindakan, kebiasaan dan perilaku anda sendiri. Mulailah mengubah diri sendiri dan orang lain akan berubah atau mendekati anda. Agar lebih bersifat personal, semua pernyataan anda harus mulai dengan “Saya..” atau ”Saya telah…” dan semua yang berhubungan dengan anda dan tujuan anda.
  • Ia harus positif. Anda harus menulis segala sesuatunya dengan positif. Pikiran bawah sadar tak punya logika. Ia hanya melihat kata-kata sebagai gambar-gambar atau pikiran-pikiran. Bila anda menggunakan kata-kata negatif, ia akan menerima dan mewujudkan perasaan utama pikiran negatif tersebut.
  • Ia harus berada saat ini. Semua pernyataan anda harus terbaca seolah-olah anda sudah memiliki apa yang anda inginkan. Anda harus menulis “Saya punya kebebasan finansial.” Serupa dengannya anda harus menulis “Saya punya fisik yang hebat”, dan jangan “Saya akan mempunyai fisik yang hebat.”
  • Ia harus visual. Semua pernyataan anda harus ditulis dalam bentuk yang benar-benar dapat anda bayangkan. Karena pikiran bawah sadar bekerja dengan gambar-gambar, anda harus membahasakan pernyatan dengan cara yang dapat anda visualisasikan dipikiran anda : “Saya diantar sopir dengan Mercedes S500” dan bukan “Saya diperlakukan dengan hormat.”
  • Ia harus menciptakan sebuah perasaan. Ini berarti semua pernyataan anda harus menggiring sebuah emosi dan pastinya haruslah sebuah emosi yang positif, misalnya perasaan telah mencapai apa yang anda inginkan. Bila anda menginginkan hubungan yang baik, perasaan apa yang akan anda miliki setelah mencapai tujuan itu? Mungkin puas, sentosa atau bahagia. Apapun itu, anda harus menyertakannya ke dalam pernyataan tentang hubungan anda itu : “Saya begitu bahagia menikah dengan orang yang paling mengagumkan dan saya selalu merasa dicintai.”

Teman-teman…ini hanya sebuah teknik…anda boleh mengambil pilihan untuk mempercayainya dan melakukannya dengan segenap kebulatan hati. Anda yang punya kuasa menentukan pilihan apapun dalam hidup anda. Tetapi hendaknya apapun pilihan anda, selalu anda bungkus itu semua dengan kekuatan doa kepada Sang Pencipta…Tuhan Yang Maha Esa…. Mari kita mencoba…dan semoga bermanfaat.

:cendol

Sumber: Komunitas Bawah Sadar asuhan Yoseph Tiens di Facebook

Categories: rahasia otak

Penyembuhan Emosional

December 2nd, 2009 3 comments

Selama kita masih sering terjebak dalam emosi-emosi negatif seperti marah, sedih, benci, takut, atau cemas, berarti kita masih jauh dari ketenangan, kebahagiaan, dan kedamaian hati yang didambakan setiap orang. Karena emosi-emosi negatif itu akhirnya menjadi selubung di dalam hati dan membuat kita sulit untuk berbahagia.

Selain itu, memendam berbagai perasaan negatif juga dapat membuat kita sakit. Carl Simonton, seorang dokter dari Texas, AS, yang banyak meneliti tentang kanker menemukan bahwa kebanyakan penderita kanker memiliki kecenderungan untuk memendam kebencian, rasa enggan memberi maaf, dan kecenderungan mengasihani diri sendiri.

Barangkali Anda pun pernah menemukan wanita-wanita yang tiba-tiba menderita penyakit kronis seperti serangan jantung koroner atau kanker, tak lama setelah berpisah dengan pasangannya, baik karena meninggal, perceraian, atau sebab-sebab lainnya. Atau, mungkin Anda pernah membaca mengenai kasus seorang remaja yang menderita penyakit kulit yang tidak kunjung sembuh meskipun sudah berulang kali diobati, tak lama setelah pindah sekolah. Atau mungkin Anda pernah menemukan orang-orang yang mengeluh kesakitan tanpa penyebab fisik yang jelas.

Antara pikiran, perasaan, dan kondisi sel-sel di dalam tubuh kita memang berhubungan. Dan kenyataannya, banyak masalah kesehatan atau penyakit fisik memiliki akar permasalahan pada perasaan atau emosi yang kebanyakan sudah tidak kita ingat lagi. Karenanya, kondisi itu seperti ‘melekat’ pada sel di tubuh kita dan sulit untuk dihilangkan.

Karena itu, orang yang mampu berdamai dengan diri sendiri dan lingkungannya akan cenderung lebih sehat, damai, dan bahagia. Itulah sebabnya keterampilan membersihkan diri dari berbagai emosi negatif sangat penting untuk dikuasai.

Hal itu sekarang bisa semakin mudah dilakukan. Karena kini sudah ada teknologi yang memungkinkan kita menghapus sendiri luka batin, trauma masa lalu, juga pikiran dan keyakinan negatif dengan mudah dan dalam waktu yang singkat.

Dua orang tokoh peningkatan kesadaran kesehatan dan kesuksesan hidup, yaitu Erbe Sentanu dan Reza Gunawan, masing-masing dari Katahati Institute dan True Nature Holistic Healing, Jakarta, secara khusus bekerja sama menciptakan suatu alat bantu penyembuhan (cellular healing tools) yang istimewa dan efektif. Alat ini merupakan gabungan antara energy psychology dan brainwave management technology. Sebuah terobosan teknologi pendukung proses penyembuhan yang belum pernah dibuat sebelumnya.

Energy psychology merupakan teknik baru yang efektif untuk mengatasi masalah-masalah psikologi dan spiritual, mulai dari fobia, trauma, hingga meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja serta kreativitas. Caranya yaitu dengan menyeimbangkan medan energi seseorang, yang selama ini lebih dikenal sebagai aura, cakra, dan meridian.

Sedangkan brainwave management (pengaturan gelombang otak) adalah suara-suara alam yang telah diracik dalam CD (compact disc) dengan menggunakan teknologi audio yang khusus didesain untuk menghasilkan kondisi-kondisi otak dan kesadaran tertentu.

Dengan alat bantu berupa CD tersebut, menghapus luka batin atau pengalaman traumatis bisa kita lakukan sendiri dengan mudah, semudah menekan tombol “play” pada CD player. Begitu juga dengan menghapus pikiran dan keyakinan negatif yang selama ini menjadi penghalang sukses dalam karier maupun kehidupan sosial. Pikiran dan keyakinan negatif tersebut seringkali sudah kita sadari namun sulit dihilangkan. Manfaat lain dari mendengarkan CD tersebut adalah segera mencapai relaksasi dan terbebas dari stres.

Sumber: erbesentanu.com dan alpha-matic.com. Kunjungi kedua situs tersebut untuk melihat-lihat produk Brainwave / Simulasi Gelombang Otak yang ditawarkan.

Pesan Sponsor: Sobat juga dapat melihat paket sejenis dari kami (klik gambar untuk melihat keterangan tentang paket ini)

Spiritual Intelligence

Categories: rahasia otak