Sembuhkan Diri Anda dari Ejakulasi Dini ! Ayo Masbro klik disini !
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘rahasia otak’

 Powered by Max Banner Ads 

Penyembuhan Emosional

December 2nd, 2009 3 comments

Selama kita masih sering terjebak dalam emosi-emosi negatif seperti marah, sedih, benci, takut, atau cemas, berarti kita masih jauh dari ketenangan, kebahagiaan, dan kedamaian hati yang didambakan setiap orang. Karena emosi-emosi negatif itu akhirnya menjadi selubung di dalam hati dan membuat kita sulit untuk berbahagia.

Selain itu, memendam berbagai perasaan negatif juga dapat membuat kita sakit. Carl Simonton, seorang dokter dari Texas, AS, yang banyak meneliti tentang kanker menemukan bahwa kebanyakan penderita kanker memiliki kecenderungan untuk memendam kebencian, rasa enggan memberi maaf, dan kecenderungan mengasihani diri sendiri.

Barangkali Anda pun pernah menemukan wanita-wanita yang tiba-tiba menderita penyakit kronis seperti serangan jantung koroner atau kanker, tak lama setelah berpisah dengan pasangannya, baik karena meninggal, perceraian, atau sebab-sebab lainnya. Atau, mungkin Anda pernah membaca mengenai kasus seorang remaja yang menderita penyakit kulit yang tidak kunjung sembuh meskipun sudah berulang kali diobati, tak lama setelah pindah sekolah. Atau mungkin Anda pernah menemukan orang-orang yang mengeluh kesakitan tanpa penyebab fisik yang jelas.

Antara pikiran, perasaan, dan kondisi sel-sel di dalam tubuh kita memang berhubungan. Dan kenyataannya, banyak masalah kesehatan atau penyakit fisik memiliki akar permasalahan pada perasaan atau emosi yang kebanyakan sudah tidak kita ingat lagi. Karenanya, kondisi itu seperti ‘melekat’ pada sel di tubuh kita dan sulit untuk dihilangkan.

Karena itu, orang yang mampu berdamai dengan diri sendiri dan lingkungannya akan cenderung lebih sehat, damai, dan bahagia. Itulah sebabnya keterampilan membersihkan diri dari berbagai emosi negatif sangat penting untuk dikuasai.

Hal itu sekarang bisa semakin mudah dilakukan. Karena kini sudah ada teknologi yang memungkinkan kita menghapus sendiri luka batin, trauma masa lalu, juga pikiran dan keyakinan negatif dengan mudah dan dalam waktu yang singkat.

Dua orang tokoh peningkatan kesadaran kesehatan dan kesuksesan hidup, yaitu Erbe Sentanu dan Reza Gunawan, masing-masing dari Katahati Institute dan True Nature Holistic Healing, Jakarta, secara khusus bekerja sama menciptakan suatu alat bantu penyembuhan (cellular healing tools) yang istimewa dan efektif. Alat ini merupakan gabungan antara energy psychology dan brainwave management technology. Sebuah terobosan teknologi pendukung proses penyembuhan yang belum pernah dibuat sebelumnya.

Energy psychology merupakan teknik baru yang efektif untuk mengatasi masalah-masalah psikologi dan spiritual, mulai dari fobia, trauma, hingga meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja serta kreativitas. Caranya yaitu dengan menyeimbangkan medan energi seseorang, yang selama ini lebih dikenal sebagai aura, cakra, dan meridian.

Sedangkan brainwave management (pengaturan gelombang otak) adalah suara-suara alam yang telah diracik dalam CD (compact disc) dengan menggunakan teknologi audio yang khusus didesain untuk menghasilkan kondisi-kondisi otak dan kesadaran tertentu.

Dengan alat bantu berupa CD tersebut, menghapus luka batin atau pengalaman traumatis bisa kita lakukan sendiri dengan mudah, semudah menekan tombol “play” pada CD player. Begitu juga dengan menghapus pikiran dan keyakinan negatif yang selama ini menjadi penghalang sukses dalam karier maupun kehidupan sosial. Pikiran dan keyakinan negatif tersebut seringkali sudah kita sadari namun sulit dihilangkan. Manfaat lain dari mendengarkan CD tersebut adalah segera mencapai relaksasi dan terbebas dari stres.

Sumber: erbesentanu.com dan alpha-matic.com. Kunjungi kedua situs tersebut untuk melihat-lihat produk Brainwave / Simulasi Gelombang Otak yang ditawarkan.

Pesan Sponsor: Sobat juga dapat melihat paket sejenis dari kami (klik gambar untuk melihat keterangan tentang paket ini)

Spiritual Intelligence

Categories: rahasia otak

Otak: Mesin Pembuat Ilusi dan Sensasi

October 13th, 2009 1 comment

:ngupil: Pernahkah kita berpikir tentang otak kita? Mungkin sering kali kita tidak sadar bahwa ada suatu rahasia besar di balik kehebatan otak kita yang selama ini kita belum tahu. Bahkan para ilmuwan memasukkan pembahasan tentang otak dalam bahasan khusus, atau ada istilah brainnomi disejajarkan kandungan misterinya seperti dalam ilmu astronomi yang belum banyak rahasia terkuak. Apa rahasia di balik sebuah daging yang dibungkus kulit, di mana menempelnya pusat-pusat syaraf yang berhubungan dengan seluruh indera kita? Saya akan mencoba sedikit menguak rahasia otak kita yang telah diketahui para ilmuwan lewat tulisan ini.

Anda mungkin sudah sering mendengar kelainan seseorang, yang berputar masalah persepsi atau indera. Misalnya kelainan buta warna, phobia (ketakutan berlebihan terhadap sesuatu) atau mungkin sinesthesia, istilah yang terakhir ini mungkin jarang terdengar. Saya akan mencoba menerangkan singkat masing-masing kelainan ini, sebagai contoh sebelum saya menjelaskan kerja otak. Ketiga kelainan tersebut berkaitan dengan kerja otak kita? yang bekerja seperti komputer supaya kita mengerti mengapa kelainan itu bisa terjadi. Kelainan buta warna didefinisikan sebagai sebuah kesulitan seseorang untuk membedakan warna yang sangat berdekatan, misalnya merah dan jingga, atau hijau muda dan kuning. Ternyata semua itu terjadi di dalam otaknya, artinya di pusat penglihatan sel-sel syarafnya tak mampu menginterpretasikan warna itu. Lain halnya dalam kasus phobia bisa dibilang adalah kasus yang ekstrim, karena seseorang menderita ketakutan (kebanyakan terjadi karena trauma masa lalu) hanya karena hal-hal yang biasa saja, misalnya, takut hewan-hewan atau benda tertentu, takut ketinggian, tempat gelap, lorong panjang, dan sebagainya. Di mana yang menjadi masalah adalah peristiwa itu membuat seseorang menjadi “gila” dalam arti jantung berdebar-debar, berkeringat, menangis atau berteriak-teriak kesakitan atau bisa sesak napas dan kejadian-kejadian “aneh” lainnya. Semua itu terjadi akibat memori masa lalu yang dihadirkan kembali oleh otak penderita karena pikiran si penderita itu sendiri, yang menyebabkan si otak bekerja agar merasakan sensasi, rasa sakit, panas atau apapun, dan memerintahkan organ-organ lain bekerja seakan-akan dalam situasi ‘darurat’ sesungguhnya yang merupakan khayalan (tapi mungkin pernah dialami) si penderita, namun hal itu tetaplah nyata baginya, hingga dapat membahayakan diri si penderita jika dibiarkan.

Dalam kasus terakhir, yaitu kelainan sinesthesia, bukanlah kelainan yang membahayakan, bahkan mungkin bisa dianggap sebagai anugrah. Kelainan ini didefinisikan berupa tercampurnya persepsi panca indera, para sinesthesiker ibaratnya menangkap persepsi lingkungan lebih luas ketimbang orang normal. Misalnya, nasi putih rasanya kuning, atau sebuah komentar suatu masakan “rasa ayamnya kurang banyak titiknya”, atau angka lima kenyal seperti karet, hari senin warnanya biru. Francis Galton, seorang ilmuwan inggris melakukan penelitian kepada para sinesthesiker lalu menarik kesimpulan, bahwa bentuk sinesthesia yang paling umum adalah mendengar warna. Kesan yang ditimbulkan dari penerapan informasi (dalam otak), diolah dalam spektrum yang kemungkinan yang lebih lebar. Fenomena sinesthesia ini pernah diteliti lebih jauh di sekolah tinggi kedokteran Jerman. Dari penelitian itu, ditemukan kurva gelombang otak yang berbeda secara signifikan dengan kurva gelombang otak manusia normal. Di dalam otak pengidap sinesthesia, informasi dari luar ditafsirkan secara luas dan beraneka ragam, artinya ketika ada informasi dari panca indera?misalnya suara?tidak hanya diterima syaraf pusat pendengaran, tapi mungkin saja diterima juga oleh syaraf-syaraf pusat pengecapan atau peraba atau juga pusat penglihatan yang menginterpretasikan warna dan rasa sehingga orang bisa berkata makanan ini rasanya kuning, atau musik Iwan Fals terdengar lembek hijau, dan sebagainya. Persepsi yang multi dimensional ini, juga berfungsi sebagai acuan memori yang kuat. Contohnya komposer musik klasik terkemuka, Franz Liszt yang mengakui, melihat aneka warna jika ia membuat komposisi musiknya. Ahli fisika pemenang hadiah Nobel, Richard Feynman juga mampu merumuskan hitungan fisika yang sulit. Kuncinya, ternyata ia seorang sinesthesiker yang melihat warna-warni dalam persamaan yang dibuatnya. Yah menurut saya bagian ini sudah cukup sebagai contoh sedikit kehebatan yang bisa diperbuat oleh otak kita.

Kita sudah mengetahui cara kerja otak kita yang bekerja seperti sebuah super komputer yang rumit nan canggih, yang merekam informasi dari ‘dunia luar’ lalu diinterpretasikan oleh syaraf-syaraf pusat indera kita, tentang apa itu warna, rasa pengecapan, bau dan rasa keras, lembut, sakit, panas, kemudian diinformasikan kepada diri kita. Sehingga kita dapat merasai kehidupan dunia seperti sekarang ini dan juga termasuk alam mimpi yang nyata. Namun marilah coba pertajam pikiran logis kita dari fakta dan data di atas, bahwa sesungguhnya alam ini tidak mutlak seperti yang kita pikirkan selama ini, karena otak adalah ‘mesin komputer’ yang memiliki pusat persepsi indera-indera (pusat penglihatan seperti monitor, atau pusat pendengaran seperti speaker) untuk kita rasakan, yang dapat dimanipulasi. Paparannya tentang hal itu akan saya tulis di paragraf selanjutnya.

Saya mencoba menggunakan sebuah contoh, atau lebih ekstrim bisa disebut kasus ‘manipulasi’ otak. Bagaimana seandainya ada ilmuwan mencoba menciptakan seorang sinesthesiker buatan namun sangat ektrim? Mari kita lihat. Para ilmuwan telah sedikit banyak mengetahui segala sensasi rasa yang kita rasakan diatur dalam otak, contoh; inti ventromedial hipotalamus adalah bagian dari otak yang mengatur respon dan sensasi dari rasa lapar, kenyang, dan rangsangan seksual. Kemudian bila ada ilmuwan dengan peralatan canggih ‘mengalihkan’ sinyal-sinyal masukan yang menuju inti ventromedial hipotalamus itu ke pusat penginderaan rasa panas, dingin kemudian diparalelkan ke pusat penciuman dan pusat penginderaan warna! Apakah yang terjadi? Ilmuwan itu telah ‘membuat’ manusia pengidap sinesthesia ‘ekstrim’! Sinesthesiker itu tidak akan pernah merasakan rasa lapar, kenyang ataupun kenikmatan seksual! Yang terjadi adalah apabila ia selesai makan; mungkin dia berkata: “perutku rasanya panas kebiruan”, atau “perutku terasa bau busuk hijau”, begitu juga ketika ia lapar atau mendapat rangsangan seksual. Namun ada satu hal penting yaitu: ilmuwan itu tidak perlu menggunakan materi sesungguhnya untuk mendapatkan sensasi rasa tersebut! Dia hanya perlu memberi input sinyal-sinyal listrik dari luar?seperti mendapat rangsangan sesungguhnya?ke pusat-pusat pengindraan, sehingga si sinesthesiker benar-benar merasakan sensasi rasa tersebut. Jadi memang benar bahwa sensasi rasa adalah sesuatu yang relatif, tergantung di otak kita. Inilah kira-kira contoh yang bisa saya berikan untuk menjelaskan bahwa otak adalah mesin pembuat sensasi yang bisa dimanipulasi tanpa keberadaan mutlak rangsangan obyek materi.

Apa yang bisa kita simpulkan dari penjelasan di atas adalah bahwa dunia yang kita rasakan ini adalah sebuah kerelatifan semata. Karena ‘dunia luar’ ada hanya sebatas kemampuan indera dan otak kita. Dan ternyata otakpun dapat dimanipulasi, seperti kejadian mimpi dan kasus kelainan otak lain, yang membuat ‘dunia lain’, sebagaimana anjing yang diteliti ilmuwan, hanya mampu melihat warna dari tingkatan putih, abu-abu, dan hitam, namun memiliki ‘sensor’ penciuman yang tajam, begitu pula hewan yang lain memiliki ‘dunia yang berbeda’. Artinya, dari semua kerelatifan ini semua hakikatnya adalah ilusi (namun tidak berarti materi tidak ada)! Tiada yang mutlak ada, kecuali sesuatu Yang Agung yang menciptakan sensasi gambaran ini semua. Ada beberapa ayat Al-Qur’an yang mengabarkan kenyataan ini:

…Dan tidak ada hidup di dunia ini, kecuali kesenangan, yang sebenarnya tipuan belaka. (Al-Hadid/57: 20)

…dan lenyaplah di akhirat itu apa-apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. Hud: 16)

Intelektual muslim seperti Imam Rabbani menyadari tanda-tanda ini dari Al-Qur’an dan dengan menggunakan akalnya.

Allah…substansi dari yang Ia ciptakan hanyalah ketiadaan (nothingness)… Ia menciptakan semuanya dalam wilayah perasaan dan ilusi…Keberadaan jagad ini juga dalam wilayah perasaan dan ilusi, dan bukan materi. Dalam kenyataannya, tidak ada sesuatupun di luar sana, kecuali Yang Maha Agung, (Yaitu Allah). (Imam Rabbani, Hz. Maktuplari (Letters of Rabbani), Vol. II, 357, Letter. P. 163)

sumber: hadenworld @ geocities.com

Categories: rahasia otak

10 Misteri Otak Manusia yang Belum Terpecahkan

October 10th, 2009 3 comments

:nangis: Jangankan alam sekitar, diri sendiri kita pun masih banyak menyimpan tanda tanya. Otak manusia bisa disamakan dengan prosesor komputer. Bedanya, kinerja prosesor dapat diuraikan secara logika, sedangkan otak kita tidak.

Ada sepuluh misteri yang masih menyelubungi seluk beluk otak manusia. Ilmuwan masih terus mencoba mencari penjelasan ilmiahnya. Tapi tetap saja misteri itu merupakan rahasia kehidupan ciptaan Tuhan yang luar biasa. Berikut 10 misteri seputar otak manusia yang kita alami sehari-hari, tapi tetap kita tak mampu mencari penyebabnya.

1. Kesadaran

Saat bangun di pagi hari, kita tersadar dari tidur. Menikmati sinar matahari dari celah jendela, udara pagi nan sejuk, dan seterusnya. Kita menyebutnya sebagai kesadaran. Bidang ini memicu topik majemuk yang dibahas ilmuwan sejak zaman dulu. Pakar neurologi mutakhir menjabarkan kesadaran sebagai suatu topik riset realistis.

2. Hidup Membeku

Hidup abadi memang hanya ada dalam khayalan manusia. Namun ilmuwan telah menemukan cryonic, temuan yang mampu membuat manusia memiliki dua kehidupan. Salah satu pusat cryonic adalah Alcor Life Extension Foundation, di Arizona, yang menyimpan tubuh mahluk hidup dalam tabung berisi nitrogen cair dengan suhu minud 320 fahrenheit.

Idenya adalah manusia yang sudah meninggal akibat penyakit akan dicairkan dan dihidupkan kembali di masa mendatang saat penyakit itu sudah bisa disembuhkan. jenazah Ted Williams, pemain baseball kenamaan disimpan di sini. Karena teknologinya belum ditemukan, maka penghidupan kembali belum dilakukan. namun tubuhnya sudah “dilelehkan” dengan suhu yang tepat sehingga sel-selnya membeku dan memecah.

3. Misteri Kematian

Bagaimana manusia menjadi tua? manusia terlahir dengan mekanisme tubuh yang mampu bertahan dari penyakit. Itu sebabnya luka bisa sembuh sendiri wanta diobati. Tapi seiring dengan bertambah usia, mekanisme itu menurun. kenapa bisa begitu? Ada dua teori penjelasannya. Pertama, penuaan adalah bagian dari genetika manusia. Kedia, penuaan adalah hasil dari sel-sel tubuh yang rusak.

4. Alam VS Asuhan

Perdebatan tentang pikiran dan kepribadian manusia masih berkutat antara dua hal di atas. Kepribadian dan pemikiran manusia dikatakan dikontrol oleh gen atau lingkungan?Atau bisa jadi keduanya? Masih belum ada kesepakatan di kalangan ilmuwan tentang hal ini.

5. Pemicu Otak

Tertawa adalah hal yang paling sedikit dipahami dari perilaku manusia. Para ilmuwan menemukan bahwa selama tertawa, ada tiga bagian otak yang terlibat. Pertama, bagian yang berpikir sebelum kita memahami suatu gurauan. Kedua, area yang bergerak untuk memberitahu otot kita untuk melakukan sesuatu. Lalu sebuah area emosional yang menggugah perasaan geli.

John Morreall, ilmuwan peneliti humor dari College of William and Mary, menemukan bahwa tertawa adalah respon bermain atas kisah yang tidak sesuai dengan harapan. Tertawa juga mampu menular pada orang lain.

6. Daya Ingat

Beberapa pengalaman sulit dilupakan, sebaliknya kita justru kerap melupakan hal-hal penting. Bagaimana itu bisa terjadi? menggunakan teknik pencitraan otak, ilmuwan menemukan adanya mekanisme yang bertanggungjawab pada penciptaan dan penyimpanan memori. mereka menemukan hippocampus dan materi abu-abu otak yang berperan sebagai kotak memori. Tapi mengapa ada memori yang mudah diingat dan dipukana, masih tetap jadi misteri.

7. jam Biologis

Otak juga memiliki nukleus suprachiasmatic nucleus alias jam biologi. Bagian ini memprogram tubuh untuk mengikuti irama waktu 24 jam. Jam biologi juga menyesuaikan suhu tubuh, siklus bangun tidur, juga produksi hormon melatonin. Perdebatan terakhir adalah apakah suplemen melatonin mampu mencegah jet lag?

8. Perasaan Dihantui

Diperkirakan 80 persen dari sensasi pengalaman termasuk gatal, tertekan, nyaman dan rasa sakit datang dari bagian tubuh yang hilang. Ada orang yang mengalami adanya organ tubuh mereka yang tidka nampak tapi bisa merasakan. Salah satu penjelasan adalah adanya area syaraf di salah satu organ tubuh yang menciptakan konseksi baru pada saraf tulang belakang dan berlanjut mengirimkan sinyal ke otak.

9. Tidur

Mengapa manusia butuh tidur? Ilmuwan paham bahwa semua mamalia butuh tidur cukup. Tidak cukup tidur berkepanjangan akan menimbulkan halunisasi bahkan kematian. Ada dua tingkatan dalam tidur, yakni tidur yang non-rapid eye movement (NREM), terjadi selama otak memperlihatkan rendahnya aktivitas metabolik. Lalu tidur tingkat rapid eye movement (REM), saat otak masih cukup aktif.

10. Mimpi

Selain tidur, mimpi juga menjadi misteri. Kemungkinannya adalah, bermimpi merupakan latihan otak yang menstimulasi trafik synap antar sel-sel otak. Teori lain mengatakan manusia bermimpi mengenai tugas dan emosinya yang tak sempat diperhatikan selama mereka terjaga di siang hari.

Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience.com.

Kredit foto: www.ucdmc.ucdavis.edu. Diambil dari http://netsains.com

Categories: rahasia otak

Tubuh Kita adalah Mesin Organik!

September 24th, 2009 No comments

Sudah berapa lama kita hidup? Mungkin jawabannya sudah belasan atau bahkan puluhan tahun bagi sebagian orang. Selama itu mungkin kita merasa telah menemukan sebuah jati diri atau mengenal diri kita sendiri menurut sudut pandang yang kita tahu. Tapi pernahkah kita berpikir mendalam tentang siapa diri kita sesungguhnya? Terlepas kita mengaku telah mengenal diri kita sendiri, misalnya saya seorang laki-laki atau perempuan yang bermartabat, bahkan ada yang mengaku waria, atau saya seorang pejabat. Bukan, yang saya maksud bukan dari sisi umum seperti itu, melainkan kita lihat dari fisik kita. Bukan juga maksudnya saya orang tinggi atau pendek, orang asia, melayu, eropa. Bukan itu semua. Yang saya maksud adalah pernahkah kita memperhatikan tubuh kita? Lebih jauh lagi adalah sistem kerja tubuh kita? Bagaimana tubuh kita bekerja? Dan lain sebagainya. Nah dalam tulisan ini saya ingin mencoba menjabarkannya secara singkat.

Seringkali kita telah belajar atau mengetahui dalam pelajaran sekolah atau kampus terutama yang mempelajari mata pelajaran biologi atau yang mempelajari teknik listrik atau mesin. Namun seringkali juga kita tidak ngeh bahwa di balik kehebatan mesin canggih buatan insinyur, ada sebuah rancangan atau sebuah masterpiece (maha karya) mesin yang melampaui kehebatan para desaigner mesin canggih tersebut, walau ada sebahagian kita?seperti seorang dokter?telah mengetahui fungsi tubuh namun jarang orang berpikir membandingkannya dengan mesin-mesin tercanggih manusia. Ya, tubuh manusia, bahkan juga tubuh hewan-hewan di sekitar kita adalah mesin-mesin organik yang canggih, yang melampaui kehebatan mesin-mesin canggih buatan manusia. Mari kita sama-sama membandingkannya.

Di dalam tulisan ini, saya lebih banyak membahas secara umum dan singkat tentang tubuh manusia dibandingkan tubuh makhluk hidup lain, walaupun memang secara umum mamalia atau vertebrata memiliki karakteristik yang relatif sama, contohnya mempunyai otak, jantung, cairan darah, lambung, paru-paru, indera-indera dan sebagainya. Dalam paragraf selanjutnya kita akan memulai “petualangan” kita.

Pertama-pertama mari kita membahas singkat tentang salah satu organ yang sangat vital dalam tubuh manusia, yaitu otak. Para ilmuwan sampai sekarang masih mempelajari lebih mendalam tentang kerja otak. Mengapa? Karena memang otak adalah suatu organ paling rumit dalam tubuh manusia, bahkan ada yang menyebutkan brainomi, sebuah ilmu yang mempelajari otak secara khusus sebagaimana astronomi?karena dilihat dari kesamaan luasnya misteri otak dan luar angkasa.

Teknologi manusia yang sangat maju telah berhasil membuat suatu perangkat elektronik yang super mini yang disebut  chip atau CPU (Central Processing Unit) mereka menyebut chip ini sebagai otaknya mesin-mesin cerdas atau peralatan elektronika canggih masa kini. Namun kalau kita bandingkan antara otak manusia dan chip masih terlalu jauh bila disamakan. Bisa dibilang otak adalah gabungan antara chip-chip yang canggih yang membentuk suatu sistem yang super canggih. Jika otak manusia mau disamakan atau dibandingkan, maka komputerlah yang mendekati sebagai perbandingannya. Kenapa? Karena komputer selain memiliki minimal sebuah CPU juga minimal memiliki memori, monitor, keyboard, speaker, sumber tegangan agar hidup dan lain sebagainya?sebagaimana otak manusia memiliki ingatan (memori), pusat penginderaan dan aliran darah ke otak pembawa oksigen (sebagai sumber “tegangan”) dan yang lainnya. Yang menarik adalah bahwa suatu proses di otak terjadi akibat rangsangan-rangsangan listrik dari koneksi antar syaraf dan juga rangsangan dari indera-indera dan organ-organ tubuh manusia seperti komputer atau mesin-mesin canggih lainnya. Artinya otak adalah sebuah komputer super canggih sebagai pusat sumber data, penerjemah (output) hasil rangsangan penginderaan dan pengontrol organ-organ dan sistem-sistem yang bekerja pada tubuh manusia. Apabila otak terganggu atau rusak, maka bisa akan mengganggu sebahagian atau seluruh mekanisme kerja dalam tubuh.

Kemudian mari kita beralih ke organ2 vital lainnya dalam tubuh manusia. Mari kita tengok jantung kita. Menurut ilmu pengetahuan yang kita telah pelajari di lembaga pendidikan (sekolah  dan kampus), jantung adalah sebuah organ yang berfungsi untuk memompa darah keseluruh tubuh yang mendapat sinyal-sinyal perintah dari otak untuk bekerja otomatis. Ya, jantung adalah sebuah pompa mekanik yang bekerja otomatis tanpa bisa kita pengaruhi oleh perintah (niat) kita. Mengapa darah harus diedarkan? Karena darah mengangkut oksigen dan “makanan” yang diperlukan sel-sel manusia agar hidup (bekerja semestinya). Begitu pula juga dengan organ vital dalam tubuh lainnya seperti paru-paru, ginjal, lambung dan yang lainnya adalah mesin-mesin yang bekerja otomatis yang memiliki fungsi-fungsi khusus yang kesemuanya membentuk suatu sistem yang canggih dan menakjubkan.

Kemudian mari kita teliti lebih jauh tentang panca indera kita lewat penjelasan singkat. Apabila kita telah mempelajari organ-organ panca indera kita, maka bisa kita ambil kesimpulan bahwa indera-indera kita berfungsi sebagai alat pengumpul informasi tentang rangsangan dan kondisi yang dihadapi tubuh kita, atau biasa di sebut dengan istilah sensor atau tranduser di bidang teknik. Kita ambil contohnya mata. Menurut bukti sains, mata berfungsi sebagai sensor layaknya kamera yang mengambil informasi-informasi dunia luar akibat adanya kumpulan cahaya yang jatuh pada retina setelah memalui lensa mata. Hasil ini membuat menghasilkan rangsangan dirubah menjadi sinyal-sinyal listrik yang berjalan menuju otak kemudian diterjemahkan dan hasilnya ditampilkan di pusat penglihatan. Begitu juga dengan telinga. Telinga adalah organ seperti microphone yang berfungsi mengubah gelombang suara yang diteruskan gendang telinga menuju rumah siput kemudian di rubah menjadi sinyal-sinyal yang berjalan melalui syaraf-syaraf pendengaran menuju otak, kemudian diterjemahkan dan di tampilkan (diperdengarkan bagai sebuah speaker) di pusat  pendengaran. Begitu juga indera-indera lain seperti indera penciuman indera perasa, dan peraba seperti kulit.

Selain bagian-bagian tubuh yang telah disebutkan di atas, masih banyak bagian-bagian tubuh lain yang memiliki fungsi-fungsi khusus, seperti tulang, otot, tangan, kaki dan lain-lain. Jadi kalau buat kesimpulan adalah bahwa tubuh manusia?juga hewan dan tumbuhan?adalah sebuah hasil maha karya Sang Pencipta yang membuat tubuh sedemikian rupa hebat tak terkira. Mulai dari bagian kecil tubuh seperti sel saja sudah mempunyai sistem yang rumit. Lalu sel-sel ini berlanjut bergabung membentuk organ-organ yang memiliki fungsi yang berlainan seperti jantung, otak, lambung, ginjal paru-paru, mata, hidung, telinga, saluran syaraf, daging (otot), kulit dan lain-lain. Kemudian organ-organ ini masing-masing membentuk suatu sistem khusus yang berbeda; seperti sistem pernafasan, sistem penginderaan, sistem pencernaan, sistem metabolisme tubuh, sistem reproduksi, sistem kekebalan tubuh, sistem pergerakan otot dan sistem-sistem lainnya. Lalu gabungan seluruh sistem-sistem yang saling berhubungan ini membentuk suatu tujuan yaitu mesin canggih yang bernama tubuh. Dan ternyata memang para ilmuwan meniru sistem kerja pada tubuh makhluk hidup yang menghasilkan  robot-robot listrik. Yang membedakannya jika dilihat dari bahannya adalah bahwa tubuh makhluk hidup dibentuk dari bahan organik, sedangkan tubuh robot dibentuk dengan bahan sintetis, logam dan bahan buatan manusia lainnya. Sedangkan persamaannya (dilihat cara kerjanya) adalah bahwa keduanya menghasilkan sistem kerja mekanik dan listrik, karena keduanya sebenarnya memang adalah materi yang terdiri dari atom-atom yang bermuatan (inti dan elektron) sehingga juga mampu menghantarkan arus atau sinyal-sinyal listrik akibat adanya perpindahan elektron dalam atom-atom. Seorang filsuf sains Bertrand Russel menulis dalam bukunya ABC of relativity (Harun Yahya: Ketiadaan Waktu dan Realitas Takdir, 2001), “Menurut ilmu fisika, ketika indra peraba di jari kita menyentuh meja, akan terjadi gangguan dalam listrik elektron dan proton di ujung jari kita oleh dekatnya elektron dan proton pada meja…”

Setelah kita mengetahui bahwa tubuh kita adalah sebuah mesin, timbul pertanyaan, yaitu: “Apakah kita sebuah mesin? Mesin yang terdiri hanya dari atom-atom yang tak berakal namun mampu memiliki pikiran, emosi perasaan, keinginan?” Jika jawabannya bukan. Lalu siapakah  aku? Siapakah aku yang berpikir, berperasaan dan berkeinginan? Siapakah yang berkata aku adalah aku? Apakah aku materi atau bukan?

Di paragraf terakhir ini kita akan bermain sedikit logika bahasa, untuk membuka celah sebuah pintu untuk menjawab pertanyaan: “Siapakah aku?” mari kita ambil contoh sebuah kata; “itu rumahku” atau cukup “rumahku”, didalamnya mengandung dualisme atau saya sebut terdapat dua wujud, yaitu wujud “rumah” dan “aku” yang mengandung pengertian milik atau “rumah itu milikku”. Mari kita berlanjut. Kita ambil contoh lain; misal; “mobilku”, “motorku”, “bajuku”, “celanaku”; di dalamnya masih sama seperti pengertian “rumahku” yang berarti benda itu milikku. Mari kita menuju bagian pentingnya. Saat kita berkata “mataku”, “wajahku”, “tubuhku”, ”otakku”, “tangan dan kakiku”, ”jantungku”, ”perutku”; di dalamnya mengandung pengertian sama seperti “rumahku”, yaitu terdapat dua wujud, “benda itu” dan “aku”. Artinya adalah “aku” bukanlah wujud materi tubuh yang selama ini kita pikirkan!!! “Aku” adalah sesuatu wujud yang abstrak dan bukan wujud materi?terlepas ada kelemahan dalam logika bahasa tersebut?hikmahnya adalah ada sisi yang abstrak (imaterial) pada manusia. Si “Aku”-lah yang memiliki pikiran, emosi perasaan, dan keinginan, sedangkan tubuh hanyalah sebuah mesin organik seperti robot!!! Artinya, kita semua tidak tahu bentuk wujud kita sebenarnya!!! Ada sebuah ayat dalam Al-Qur’an, yang terjemahannya berbunyi:

Apakah mereka tidak memikirkan tentang diri mereka? Tiada Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya, kecuali dengan benar dan menurut waktu yang telah ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan  manusia mengingkari akan bertemu Rabb mereka.
(Q.S. Ar-Rum/30:8)

Ali bin Abi Thalib ra. pernah berkata, yang kurang lebih artinya, “Siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya”. Maka sudahkah kita mengenal diri kita sendiri? Wallahu’alam. (dari berbagai sumber)

Sumber: hadenworld @ geocities.com, artikel asli berjudul: mesin organik

Categories: rahasia otak

Rahasia Otak si Kecil

September 22nd, 2009 No comments

Setiap bayi memiliki potensi milyaran sel otak yang siap mendapat rangsangan. Sentuhan, lingkungan yang ramah otak, dan hands on, adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi otak anak.

Sebagian ahli berpendapat, sel otak seorang bayi sebanyak bintang yang bertebaran di langit. Ada pula yang menduga, jumlah sel otak kurang lebih 100 milyar. Seluruh sel ini punya peran penting dalam menunjang fungsi otak sebagai pengatur semua kemampuan manusia di masa dewasa.

Super cerdas dengan hanya 7 persen

Namun, meski ada milyaran sel otak, nyatanya tak semuanya berkembang sempurna, karena amat tergantung pada stimulasi yang diterimanya. Konsultan Keluarga Budi Darmawan, menyatakan stimulasi ini memang amat menentukan sejauh mana jaringan sel-sel otak dapat berkembang. Jika sedikit mendapat stimulasi, bisa jadi yang berkembang hanya 1 persen dari sekian milyar sel otak. Sebaliknya, bila stimulasinya banyak, perkembangannya pun bisa lebih besar lagi.

Berbicara tentang sel yang aktif, Maxwell Malt, seorang peneliti asal Amerika mengemukakan pendapatnya tentang hubungan sel otak yang aktif dengan kecerdasan. Bila manusia dapat mengaktifkan sekitar 7 persen saja dari sel otaknya, ujar Malt, maka gambaran kecerdasan orang itu adalah bisa menguasai 12 bahasa dunia, memiliki 5 gelar kesarjanaan, dan hapal ensiklopedi lembar-demi lembar, huruf demi huruf, yang satu setnya terdiri dari beberapa puluh buku. Menanggapi ini, Budi Darmawan menyatakan, “kalau kemampuan itu digunakan seorang muslim untuk menghapal, tentu dia mampu menghapal Qur’an dan sunnah Rasulullah sekaligus.”

Sentuhan, Lingkungan Ramah Otak, Hands on

Ada beberapa faktor yang akan merangsang fungsi otak anak. Pertama, anak sangat membutuhkan sentuhan. Saat anak tidak mendapat sentuhan, sel otaknya banyak yang mati. Karenanya, ditemukan bahwa anak-anak yang berada di keluarga yang hangat dan sakinah, cenderung memiliki perkembangan otak yang bagus.

Kedua, faktor lingkungan. Lingkungan yang baik bagi perkembangan otak anak adalah yang ramah otak. Misalnya saja, tidak banyak teriakan-teriakan yang menakutkan, dan anak kerap mendapat panggilan sayang.

Ketiga, stimulasi yang benar, dengan memberikan berbagai permainan hands on. Hands on artinya permainan yang bisa disentuh, dipelajari, dan dieksplorasi. Selama rentang usia bayi, sebaiknya mereka mendapat rangsangan hands on, yaitu pengenalan tiga dimensi. Dengan rangsangan tersebut, anak diberi kesempatan untuk mengeksplorasi dunia. Dia boleh main pasir, air, tepung, dan segala macam permainan lainnya. Saat memasuki usia TK sampai SD ke atas, barulah anak diperkenalkan proses pembelajaran dua dimensi.

Konsekuensi, bukan hukuman

Hukuman (punishment) sesungguhnya tidak pernah ramah buat otak. Kalau anak sering disiksa, secara verbal maupun fisik, dipukul, atau dituding sebagai anak yang bermasalah, maka fungsi dan lampu otaknya akan mati, terutama di bagian tengah, yaitu bagian emosional. Anak akan sangat terpukul dengan kata-kata yang negatif. Berbagai siksaan, ancaman, verbal atau fisik, akan mengurangi daya fungsi otak secara keseluruhan.

Lantas bagaimana orangtua bisa menegakkan disiplin pada anak? “Sosialisasikanlah anak dengan konsekuensi. Bukan dengan hukuman,” ujar Emmy Soekresno, Konsultan pendidikan Jerapah Kecil, seraya menambahkan, “sebab hukuman sangat tidak efektif. Anak tidak teringat pada kesalahan, tapi teringat pada apa yang diucapkan kepadanya,”

Penerapan konsekuensi ini, ujar Emmy pula, sebenarnya sejalan dengan perintah Allah swt dalam Al Qur’an. “Bagi siapa yang shaum, maka akan mendapat pahala…” Itu sebuah konsekuensi yang jelas, jika tidak shaum, tidak dapat pahala. Maka, kalau misalnya anak tidak mau bekerjasama, guru jangan memberi anak stempel muka cemberut melainkan bisa berkata, “Siapa yang mengikuti permintaan Ibu, akan diberi stempel muka senyum. Bagi yang tidak, tidak akan dapat stempel.” Itulah konsekuensi. Orangtua dan guru pun harus mampu menerapkan percakapan yang Brain Friendly. Artinya, ramah terhadap otak. Bicara tidak berteriak, menuduh, memberi nilai-nilai negatif atau bernuansa negative thinking. Berbagai penelitian menunjukkan, bila orangtua terbiasa ramah kepada anak, otak anak pun menjadi ramah. Dan saat otak menjadi ramah, penggunaannya juga akan maksimal.

Masa pesat perkembangan otak anak

Lima tahun pertama kehidupan anak merupakan masa pesat perkembangan otak hingga masa ini sering disebut sebagai golden periode. Bahkan, anak di usia 5 tahun pertama diketahui punya kemampuan photographic memory, mengingat seperti mata kamera. Di atas lima tahun, kemampuan memorinya menurun. Tidak sehebat dan sepeka di masa golden periode.

Lebih jauh Emmy menjelaskan, meski secara keseluruhan, fungsi otak bekerja bersamaan, namun, ada penekanan-penekanan atau waktu prima (prime time) bagi otak. Misalnya, untuk belajar bahasa asing, misalnya bahasa Inggris, waktu primanya adalah pada usia 4-12 tahun. Pada usia ini, belajar dengan permainan dan sambil ketawa-ketawa pun, anak sudah bisa bicara bahasa Inggris. Setelah itu, ada second chance, kesempatan kedua untuk belajar, yaitu pada usia 12-15 tahun. Setelah usia 15 tahun, masih bisa belajar bahasa Inggris, tetapi lebih sulit.

Milyaran sel otak ini terbagi dalam beraneka bagian seumpama wadah yang siap diisi. Pada usia 12-13 tahun, akan terjadi pemangkasan sel otak. Pada saat itu, otak akan memeriksa isi otak itu sendiri. Jika ada tempat kosong, misalnya bagian kecerdasan emosi yang tidak pernah dilatih sejak usia 1 hingga 12 tahun, maka bagian itu akan dibuang.

Itu sebabnya, target orangtua setiap hari adalah bagaimana caranya mengisi otak dengan maksimal dengan memberi stimuli yang maksimal pula. Begitupun, jangan tergesa-gesa. Bila suatu ketika guru atau orangtua ingin anaknya mampu menulis, membaca dan berhitung di usia dini, sama saja mereka tengah menghilangkan beberapa aspek kehidupan anak. Karena sebelum melakukan ketiga hal tersebut, ada tahapan yang harus dijalani.

Sebelum bisa menghitung, anak harus bisa menggambar. Sebelum bisa menggambar, anak harus mampu memegang pensil. Sebelum mampu memegang pensil, maka anak perlu melatih motorik halusnya misalnya dengan bermain pasir. Dengan bermain pasir, anak sesungguhnya sedang menghidupkan otot tangannya dan belajar estimasi dengan menuang atau menakar, yang kelak semua itu ada dalam matematika.

Sejak dalam kandungan

Emmy menjelaskan beberapa langkah yang perlu diterapkan untuk mengoptimalkan fungsi otak anak. Pertama, tunjukkan rasa cinta dan ungkapkanlah rasa sayang pada anak.

Kedua, peduli pada basic needs anak. Penuhi kebutuhan gizi anak dengan tetap memperhatikan kebutuhan psikologisnya. Misal, memberi makan tanpa paksaan.

Ketiga, budayakan dialog dalam keluarga. Menurut Emmy, ada dua hal yang tidak bisa dipelajari oleh anak sendiri, yaitu moral, soal baik dan buruk, dan bicara. Kemampuan lainnya bisa dipelajari sendiri, orangtua hanya perlu memfasilitasi.

Tak kalah penting, ada kesadaran bahwa kesuksesan pengoptimalan fungsi otak si kecil, harus dimulai saat bayi masih dalam kandungan. Ibu hamil harus menjaga ketenangan batin, pikiran, termasuk pola konsumsi dan cara makan. Itu akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. “Karenanya, bapak pun harus ikut hamil saat istrinya hamil. Berikan back up sepenuhnya agar pertumbuhan dan perkembangan janin, termasuk otaknya, menjadi baik,” tutur Budi mengingatkan para ayah.

Penulis : Sarah Handayani/Bahan Ami, diambil dari: www.barikade.or.id

Categories: rahasia otak