Dapatkan cara jitu menjadi LOVE and SEX MAGNET! Sudah terbukti dan sangat AMPUH! Klik disini!
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘simulasi gelombang otak’

 Powered by Max Banner Ads 

Obesitas: Program Bawaan Semua Orang

March 4th, 2010 1 comment

:nerd  Anda tidak salah membaca tulisan tersebut, Anda memang memilikinya. Sebenarnya saya sendiri hampir-hampir tidak mempercayainya, tetapi setelah banyak membaca beberapa literatur dan mereungkannya maka saya sampai pada satu kesimpulan bahwa Obesitas bukan masalah fisik, tetapi lebih tepatnya adalah Pikiran. Pikiran disini bukan karena orang yang menderita Obesitas memiliki masalah pikiran, beban pikiran atau stress, yang biasa terjadi pada rekan-rekan kita, yang jika memiliki masalah makan dan menjadi gemuk!

Pikiran disini adalah program yang sudah ditanamkan atau tertanam dalam diri kita secara sadar ataupun tidak sadar. Atau lebih singkatnya ini adalah program bawah sadar, dimana program ini mendominasi 90% dari aspek kehidupan kita. Wow!!!

Mau bukti? Oke, siapa yang mengajarkan kita “makan harus dihabiskan, kamu itu tidak tau mengucap syukur! masih banyak orang yang kelaparan disana, AYO HABISKAN!” ingat siapa yang bilang? atau “nanti nasinya nangis loh, kasihan kan?” atau seperti “makan ini dibeli pake uang, cari uang itu susah, hargai dong?” dan masih banyak lagi pesan-pesan yang seringkali berulang kita terima saat kita kecil atau hingga saat ini.  Benar kan?

Nah… karena seringnya kita menerima pesan-pesan tersebut maka itu akan menjadi program dalam diri kita, dan berjalan secara otomatis. Walaupun kita sadar, kita mesti mengurangi makan, tapi harap diingat, program ini sudah berada dibawah sadar dan kekuatannya 90% mengendalikan diri kita. Saat kita sadar pun, tak ada kuasa untuk memberontak. Bagaikan 1 orang yang dikeroyok 9 orang sekaligus.

Sama seperti iklan televisi yang sering diputar saat ”premium time” (jam 18.00-21.00), iklan pada jam-jam itu harus bayar mahal, kenapa? Karena iklan itu akan masuk ke bawah sadar para pemirsa yang menonton. Dimana pada jam segitu biasanya kita pulang kerja dan sudah lelah, level kesadaran agak turun, sehingga pintu ke bawah sadar terbuka. Dan apapun informasi yang masuk langsung “tepat sasaran” ke pikiran bawah sadar manusia.

Seringkali saya bertanya pada seorang teman “apa produk air minum mineral yang muncul dibenak Anda pertama kali?” tahu jawabanya? semua menjawab “Aqua”, begitu juga jika saya tanya tentang motor atau mobil, kecap, pasta gigi dan lainya. Sama seperti pesan yang disampaikan mengenai program bawah sadar tentang aturan makan. Jelas? mau Anda tolak tidak bisa. Mengapa? Anda sudah tahu jawabnya… ingat saja proses “pengeroyokan” yang terjadi dipikiran Anda.

Masih banyak program-program yang ada dibawah sadar kita, dimana sifatnya bisa personal sekali. Aturan-aturan yang tidak kita sangka, yang ternyata justru seringkali menghambat kita untuk memiliki tubuh ideal. Inilah jawaban mengapa diet yang kita lakukan seringkali gagal dan mendapat istilah “DIET YOYO” turun dan kemudian naik lagi.

Selama ini, kita mungkin hanya tahu bahwa melakukan diet, atau proses pengurusan badan tubuh hanya melalui sarana fisik. Seperti olah raga, dan menjaga makan. Tapi kita seringkali melupakan aspek yang satu ini, aset vital dari setiap manusia yaitu Pikiran. Seperti komputer, jika kita ingin mendesain sebuah foto tetapi kita tidak punya software (program) untuk mendesain maka pekerjaan akan sangat susah. Tetapi jika program sudah dimasukan maka pekerjaan akan menjadi sangat mudah.

Sama halnya dengan pikiran kita, jika kita menghapus program penyebab Obesitas dalam diri kita, dan kemudian memasukan program yang mendukung pencapaian berat tubuh ideal, maka akan terasa sangat mudah bagi kita untuk mencapai berat tubuh ideal tanpa rasa tersiksa. Hampir tidak memerlukan upaya berlebih seperti, olah raga berlebihan, mengurangi porsi makan dan obat penghancur lemak.

Sebagai ilustrasi sebelum saya mengakhiri tulisan ini, bayangkan apa yang terjadi pada seorang ibu yang meiliki anak lebih dari satu, kemudian memiliki salah satu saja dari pesan-pesan bawah sadar yang saya tulis diatas. Jika makan dengan anaknya dan kemudian anaknya tidak menghabiskan makanannya. Maka sang ibu akan menghabiskan makanan tersebut karena “sayang kan?” maka saya sering melihat ibu – ibu yang mempunyai anak lebih dari satu dan memiliki berat tubuh yang terus bertambah. Sama halnya dengan seorang pria yang makan dengan kekasihnya atau istrinya, jika makanan istri atau kekasihnya tidak habis, maka siapa yang akan menghabiskan dengan alasan “sayang” dan ditambah ada pesan di bawah sadar yang berbisik pelan sekali “ inikan makanan mahal dan dibeli pake uang, sayang dong!”.

Jadi kini kita telah mengerti, apa akar penyebab dari Obesitas itu dan masih banyak hal yang dapat dibahas dari Obesitas, antara lain: penyakit, harga diri rendah, nilai estetika dan masih banyak lagi.

Lalu Bagaimana Mengatasi Program Bawah sadar ini?

Pernahkah anda ingin merubah diri anda sendiri atau orang lain, tapi susah berubah, pernahkah anda mencoba melepaskan kebiasaan buruk ? tapi begitu susah, dan tetap tak berubah, pernahkah anda ingin menurunkan berat badan ? lalu anda ingin diet dan berolah raga, tapi susah untuk diet dan berolah raga secara rutin, Bila anda seorang HRD Manager atau Trainer di bidang pengembangan diri, pernahkah anda mencoba merubah orang, tapi orang yang diberi pelatihan atau nasihat, kok perubahannya tidak langgeng, dan akhirnya kembali ke kebiasaan semula, kenapa orang yang merokok dan tahu bahwa rokok itu tidak bagus untuk kesehatan tapi tetap terus merokok ?

Kita telah bekerja di industri kesadaran dan pengembangan diri bertahun-tahun, kita tahu persis hal ini, kita sudah coba segala cara, untuk jelasnya;

Mari kita jawab pertanyaan tersebut di atas, ada 2 alasan kenapa hal tersebut tidak berjalan, yang pertama, mari kita ambil contoh menurunkan berat badan, mengetahui cara menurunkan berat badan, yaitu dengan diet dan berolah raga rutin saja tidak cukup, masalahnya bukannya tidak tahu caranya, masalahnya adalah rasa malas diet dan berolah ragalah, yang menjadi hambatan mental, dan perasaan itu adanya di bawah sadar, sedangkan pengetahuan adanya di pikiran sadar, seperti kita ketahui, bawah sadar kekuatannya 88 %, pikiran sadar hanyalah 12%, sementara kebanyakan program perubahan diri hanyalah di level pikiran sadar, tidak menembus bawah sadar, tak heran kalau itu tak bertahan lama.

Mungkin inipun bukan hal yang baru buat anda, karena kita tahu dahsyatnya bawah sadar, nah di sini kita bukan hanya sekedar tahu, tapi langsung mengalaminya, langsung masuk dan mendaya gunakan bawah sadar untuk semua perubahan diri yang kita inginkan.

Solusinya adalah teknologi simulasi gelombang otak (BWE). Sebelum teknologi ini ada, diperlukan latihan mental berbulan-bulan bahkan tahunan untuk masuk ke bawah sadar atau gelombang Alpha, dengan teknologi ini, perubahan diri hanyalah  A PLAY BUTTON AWAY.

BWE secara otomatis akan menginstal program perubahan diri di level pikiran sadar dan bawah sadar secara otomatis dan dalam waktu yang relative singkat,bila Losing weight yang anda jalani, tiba-tiba anda ingin berolah raga secara rutin,ingin makan banyak sayuran dan buah-buahan, dapat mengontrol nafsu makan dengan mudah. It all comes naturaly and effortlessly from within.

sumber artikel: www.produkdahsyat.com. Mereka menjual simulasi gelombang otak yang dapat membantu sobat menurunkan berat badan. dengan efektif.  Please check their wonderfull products

:beer:

Sobat juga bisa menggunakan produk kami untuk membantu membantu sobat mencapai berat badan ideal:

Paket Sehat

Mantap!

Categories: Healthy Living

Pengendali Komputer Pakai Otak

September 18th, 2009 No comments

:wow:  Bukan mustahil untuk mengoperasikan komputer, manusia cukup menggunakan pikiran tanpa bantuan tangan. Kenyataannya, otak manusia menghasilkan gelombang Alpha saat berkonsentrasi, dan bisa diterjemahkan dalam sinyal digital.

Penelitian untuk mewujudkan pengoperasian komputer dengan cara menangkap sinyal-sinyal dari otak, sudah dilakukan tim reaserch Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB. Tim ini terdiri dari Mahasiswa-mahasiswa S2 yang tergabung dalam grup riset bernama Digital Media and Game Center. Awal penelitian mereka lebih fokus untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi yang sebagian besar berupa game edukasi.

Sinyal gelombang Alpha yang dihasilkan otak dalam bereaksi terhadap suatu kondisi dibaca oleh Teknologi Brain Computer Interface. Sinyal gelombang analog ini kemudian dikonversi ke biner untuk mengendalikan suatu objek di komputer tanpa menggunakan alat apapun.

Simulasi pembacaan perintah otak ini diuji coba dengan memasangkan suatu alat pendeteksi gelombang alpha pada kepala. Alat yang menggunakan sumber arus DC yang terukur, dikoneksikan ke komputer, dimana pengunjung mencoba untuk menggerakkan suatu balok dari suatu tempat ke tempat lainnya hanya dengan memikirkannya dalam otak. Dan ternyata objek-objek tersebut memang bergerak menurut keinginan pengunjung.

“Alat ini sebenarnya memiliki konsep awal untuk mengendalikan robot hanya melalui pikiran. Hanya dengan berkonsentrasi terhadap suatu objek dan perintah yang ingin kita berikan maka robot akan bereaksi sesuai dengan keinginan kita. Selain itu, alat ini juga dapat mendeteksi tingkat stress seseorang,” ujar anggota tim reasearch Digital Media and Game Centre Hendra di stand STEI ITB dalam pameran Bandung Comtech di BeMall, Minggu (16/11/08)

Beberapa aplikasi yang disuguhkan dalam pameran pertama tim ARAD, Magic Book and Volcanopedia, AR Flood, Flight Simulator, Tank Simulator dan games Sultan Agung. Beberapa aplikasi tersebut menerapkan konsep augmented reality, real time simulator, dan brain computer interface.

ARAD, Volcano dan AR FLood adalah aplikasi yang menerapkan konsep augmented reality. Aplikasi-aplikasi tersebut menampilkan sebuah dunia virtual dengan menggunakan kode-kode yang disebut marker. Marker ini dapat ditempatkan pada meja yang didesain khusus untuk AR maupun pada sebuah buku. Dengan memanfaatkan web cam, gambar-gambar 3D akan muncul dari permukaan meja ataupun buku yang memiliki marker di atasnya.

ARAD didesain khusus untuk para arsitektur dan pengembang real estate untuk mendesain blueprint yang dinamis dan fleksibel. Volcano adalah aplikasi yang dapat menampilkan gambar 3D dari gunung-gunung berapi di Indonesia beserta jenis letusan yang dimiliki. Aplikasi ini sangat menarik karena dari tampilan peta wilayah Indonesia pada magic book, akan muncul topografi dari masing-masing gunung ketika web cam diarahkan pada permukaan buku.

Sedangkan AR Flood memiliki kelebihan dalam hal menanggulangi kemungkinan banjir dengan pembangunan tanggul virtual pada daerah tertentu dalam peta. Setelah pambangunan tanggul selesai, simulasi banjir dilakukan kemudian akan ada analisa berapa kerusakan rumah yang ditimbulkan maupun korban jiwa dari peristiwa banjir tersebut.

Konsep real time simulator diterapkan pada tank simulator dan flight simulator dimana pengunjung dapat mencoba mengoperasikan suatu pesawat maupun tank. Kemudian akan ada penilaian terhadap keahlian mengemudi dari masing-masing pengunjung, apakah mereka lulus atau tidak dalam mengoperasikan suatu kendaraan

sumber: www.stmikmj.ac.id

Categories: rahasia otak

Gelombang Otak dan The Power of Thinking

September 15th, 2009 No comments

Ketika kita berpikir, merenung, berdoa atau apa pun juga aktivitas batiniah, dalam otak kita sedang berlangsung suatu proses psikodinamika , yg menghasilkan gelombang elektromagnetik, nah gelombang tersebut bisa terpancar keluar, bisa menimbulkan resonansi pada orang lain. Begitu pula halnya ketika kita beribadah ,seperti sholat, bila kita sholat dg khusyu, konsentrasi yg tinggi, maka akan tinggi pula gelombang elektromagnetiknya, yg berkorelasi dg kualitas sholat kita, penerimaan penilaian ibadah kita oleh malaikat.

Dalam salah satu Hadits ada disebutkan bahwa tingkatan sholat masing2 orang itu berbeda2 kualitasnya , tergantung ke khusyuan sholat nya , ada yg nilainya membubung tinggi sampai ke langit ke tujuh, namun ada juga yg karena kualitas nya rendah, yg disimpan saja, bagaikan kain yg dilipat ( ibadah nya tetap diterima, tapi nilai nya rendah).  Sebenarnya sholat, adalah juga melatih kemampuan otak kita, khususnya bagaimana membangkitkan kemampuan2 khusus otak spt alam bawah sadar atau intuisi.

Ada beberapa macam gelombang otak yg didasarkan pada tingkatan konsentrasi atau focus pikiran kita sendiri atau kondisi fisik kita ;

  • Beta   14 – 100 hertz  – saat berpikir keras (menghitung atau saat stress)
  • Alpha   8 –  13,9 Hz    – alam bawah sadar, imajinasi dan relaksasi
  • Tetha   4 –   7,9 Hz      - intuisi
  • Delta 0,1 –   3,9 Hz     – saat tidur

Yang paling kuat resonansinya, adalah gelombang otak Alpha dan tetha, namun paling susah juga untuk bisa kita bangkitkan , dibanding gelombang beta yg kita gunakan saat berpikir sehari hari , sebagaimana hal nya susah utk berkonsentrasi.  Lontaran gelombang otak Alpha dan Tetha dari pikiran kita lah yg akan menyebar ke luar, sehingga menggerakkan orang lain melakukan hal yg kita harapkan.

Bagaikan resonansi gelombang gitar yg bila sama getaran nya , akan menimbulkan resonansi bunyi pada alat musik lain nya. Begitu pula orang yang saling jatuh cinta , pandangan mata atau bahkan text sms sekalipun ,bisa menimbulkan resonansi rasa kasmaran pada yg lain nya. Hal yg sama berlaku juga antara ibu dan anak , bila seorang anak menangis, ibu nya yg walau berada di tempat yg jauh, akan merasakan resonansi rasa gelisah dari tangisan anak nya tersebut.

Hal yang sama berlaku pula bila kita berdoa dg khusyu, konsentrasi, maka doa kita akan sampai pula ke alam transedental, terdengar oleh malaikat ! Bagi seorang muslim, nilai ibadah seperti sholat, berbagai macam pula tingkatan penilaian nya, ada yg bernilai tinggi adapula yg bernilai rendah. Sholat yg asal asalan, rendah pula nilainya.

Sholat yg khusyu saat yg khusus seperti sholat Tahajud saat dini hari , akan bernilai tinggi, karena kuat pancaran gelombangnya ( gelombang alpha dan tetha saat sholat yg begitu khusyu ). Aktivitas batin yang bernilai tinggi secara transedental , memberi dampak yg positif pula bagi mereka yg melakukan nya, yg tercermin pada perilaku se hari hari nya. ( dampak ibadah pada perubahan positif perilaku seseorang atau meditasi pada sebagian yg lain )

Contoh lain , misalnya kita pergi ke tempat keramaian seperti terminal atau mall, bila dalam otak kita telah tertanam ketakutan akan kecopetan,jambret, penodong dll, maka gelombang ketakutan tersebut akan menyebar ke luar, sampai pula ke para pencopet /penodong , yg akan membuat mereka tergerak utk melakukan kejahatan pada kita.

Tapi bila sebaliknya , kita berpikiran tenang dan positif, orang2 di tempat rawan tsb sebagai orang2 baik dan tak akan melakukan kejahatan pada kita, ditambah dengan zikir & do’a,maka akan tersebar gelombang otak positif , yang akan sampai pula kepada para pelaku kejahatan tersebut dan memberikan sinyal positif yg akan menutupi niat2 jahat yg timbul pada otak mereka , sehingga kita bisa aman2 saja bila lewat ke daerah2 rawan tsb.

Pancaran resonansi gelombang otak ataupun juga perasaan dari seseorang bisa terlihat pada sorot mata atau wajah seseorang. Karena itu kita sering mengalami bila bertemu dengan seseorang yang baru, kok rasanya akrab dan ramah, atau malah sebaliknya, baru bertemu, lihat wajah nya kok nggak nyaman saja rasa nya. Itu menandakan pancaran resonansi gelombang otak yg kita terima, berbeda beda tergantung dari orang nya.  Pancaran resonansi dari seorang manusia bisa bersifat positif atau negatif. Pancaran resonansi positif akan memberikan kenyamanan pada kita yg menerima nya yang akan menentukan juga persepsi kita terhadap orang tersebut.

Hal yang sama bisa terjadi pada orang lain saat bertemu dengan kita, bila kita selalu positive thinking, jiwa tenang dan hati yg tulus, orang lain pun akan merasakan kenyamanan saat bertemu kita, begitu pula kalau sebaliknya, kalau pikiran kita penuh negative thinking, hati yg gelisah, marah dan sebagainya, akan mengeluarkan sinyal gelombang yg negatif pula, sehingga membuat orang lain tak nyaman karena nya.

Sorot mata adalah salah satu bentuk tampilan dari sinyal gelombang otak kita. Pada hewan yang bermain dengan instink hal tersebut akan lebih terasa, hewan bisa memahami yang lain nya berdasar sorot matanya. Contoh sederhana kalau kita bertemu dengan anjing, lihatlah sorot matanya, kalau kita takut, anjing tersebut akan merasakan ketakutan kita, dan ia akan menyalak tambah keras atau mengejar kita. Tapi bila kita yakin, percaya diri dan berani, anjing akan bisa “membaca” juga, dan bila sorot mata kita lebih kuat, anjing tersebut akan jadi jinak atau lari. Demikianlah salah satu cara pawang binatang buas menjinakkan hewan peliharaan nya dengan beradu sorot mata, yg sebenarnya ialah menyampaikan pesan dari resonansi gelombang otak nya.

Kisah orang yg jatuh cinta pada pandangan pertama, adalah salah satu bentuk resonansi getaran jiwa yang terpancar dari sorot mata. Ingatlah saat kita muda, betapa saat kita bertemu pandang secara tidak sengaja dengan seseorang (pria-wanita), kok tiba2 hati ini bergetar dan sangat terkesan dengan pandangan pertama tersebut. Resonansi gelombang rasa cinta yang terpancar dari sorot mata, akan kita terima dengan perasaan khusus, yang kemudian akan turun ke perasaan kita. Bila terjadi dua arah itu menandakan ada kesesuaian frekuensi jiwa antara kedua orang tersebut.

Pancaran resonansi gelombang otak tersebut oleh orang Sunda disebut juga dengan istilah *Sima* orang-orang sholeh atau pancaran kharisma. Barangkali sebenarnya bukan karena pancaran gelombang otaknya saja, karena barangkali gelombang otak itu juga resonansi. Resonansi gelombang *cahaya* transedental dari Allah swt pada seorang manusia.

Syaikh Abdul Qodir Jaelani – qoddasaLlaahu sirrohu – menyebutkan seorang mukmin itu ibarat cermin. Cermin yang memantulkan Nur dari Allah. Kalau belajar ilmu bahan, peristiwa pemantulan sebenarnya bukan peristiwa pembelokan gelombang, akan tetapi energi gelombang datang diserap atom-atom yang dekat ke permukaan sehingga tambah bervibrasi kemudian dipakai untuk memancarkan gelombang balik, jadi resonansi juga.

Jadi barangkali seorang mukmin yang mendapat siraman Nur dari Allah,karena permukaan *cermin*nya bersih, Cahaya Ilmu itu bisa masuk secara maksimal kemudian menggetarkan qolbunya sehingga hidup dan memancarkan kembali kepada khalayak.  Nah bila pancaran gelombang itu kuat, bisa jadi orang-orang disekitarnya meskipun cerminnya rada buram – cahaya yang masuk ke qolbu mereka tetap rada lumayan sehingga qolbu yang kaku keras oleh penyakit bisa mulai berdenyut mau hidup lagi, seperti terasa menerima *sesuatu*.

Sensasi ini bisa kita rasakan bila bertemu dengan orang-orang yang sholeh yang hatinya benar-benar murni sehingga pancarannya kuat, bukan sekadar orang yang pengetahuan agamanya banyak tapi hatinya keras. Pernah ada kisah pada suatu majelis pengajian. Pas sedang asyik pembahasan tiba-tiba ada orang yang masuk mesjid lalu sholat. Sang ustadz mendadak berhenti. Padahal orang yang baru sholat itu tidak dikenal dan penampilannya biasa-biasa saja. Tapi sang ustadz terpana sekali ketika orang itu sholat. Kemudian setelah orang itu keluar, sang ustadz penasaran siapa orang itu. Ternyata ada yang menjelaskan bahwa orang itu sang ketua DKM yang rendah hati namun suka banyak menolong orang lain. Wah ternyata resonansi gelombangnya sampai bisa memukau sang Ustadz yang barangkali tidak kalah juga resonansi gelombangnya.

Berikut tambahan tulisan tentang power of thinking yg dikutip dari blog nya Badroni Yuzirman   The Power of Thinking. Just Thinking, Not Doing The Power of Thinking.

Saya sudah sering mendengar istilah ini. Cuma belum ‘ngeh’ benar sampai suatuketika saya mengikuti pelatihan Mind Management tahun2002 lalu. Di pelatihan itu saya diajari bahwa kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan hanya dengan memikirkannnya saya. O ya?  Adalah Pak RB Sentanu yang membawa ilmu ini dan mengembangkannya di
Indonesia. Pelatihan itu sendiri banyak mempraktekkan teknik meditasi visual didukung oleh audio. Tapi yang menarik sekaligus kontroversial menurut saya adalah, dia mengatakan bahwa kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan hanya dengan memikirkannya saja, tanpa usaha. Doing-less. What an idea!

Sebagai seorang yang selalu tertarik dengan ide-idebaru, apalagi yang berguna untuk pertumbuhan bisnisdan pribadi, saya pun mencoba mempraktekkannya. Dan alhamdulillah berhasil! Ternyata, tanpa saya sadari,saya telah mempraktekkan ilmu ini di masa lalu tanpa disengaja.

Berikut ini adalah beberapa cerita hasil dari mempraktekkan ilmu ini secara sengaja maupun tidak sengaja:

Waktu masih berdagang di Tanah Abang, saya dan istri ingin sekali dapat supplier dari salah satu produk dijual saat itu. Produk tersebut selama ini didapat dari tangan ketiga dengan harga mahal. Saya selalu memikirkan bagaimana caranya supaya dapat produk inidari tangan pertama. Produk ini sendiri didistribusikan secara tertutup kepada jaringan tertentu yang sulit ditembus. Saya tidak tahu di manasumbernya.  Suatu hari, datanglah seorang perempuan etnis Cina berusia setengah baya dengan bahasa Cina mendatangi toko saya. Dibantu oleh seorang penterjemah, dia menawarkan produk yang selama ini saya cari. Kaget dan setengah tidak percaya, saya minta dia mengulangi penawarannya. Ternyata benar. Dia membuat produk itu di Cina dan membawanya langsung ke Indonesia.Harganya? Setengah dari harga yang saya dapatkan selama ini. Singkat cerita saya ambil produknya.

Penasaran, saya bertanya bagaimana dia bisa sampai ditoko kami dan hanya menawarkan ke toko saya saja. Dia menjawab, begitu turun dari kendaraan umum langsung berjalan ke arah toko saya tanpa menoleh ke toko lainnya. Saya hampir tidak percaya, tapi ini adalah kenyataan. Saya hanya memikirkannya saja. Tiba-tiba,subhanallah, yang saya pikirkan selama ini datang begitu saja di hadapan saya.

Sampai sekarang saya masih tidak percaya dengan kejadian ini. Masih banyak lagi sebenarnya cerita mengenai The Power of Thinking ini yang saya alami, seperti bagaimana saya memikirkan mendapatkan penghasilan setahun dalam sebulan, bagaimana bekerja dari rumah saja dengan hasil yang tidak kalah dengan di toko, bagaimana bekerja sedikit alias malas tapi hasil banyak. Semua itu terwujud dari keberanian saya memikirkan sesuatu yang saya inginkan. Itu saja. Dan saya tidak peduli bagaimana caranya. Itu kuasa Tuhan. Saya yakin Dia akan tunjukkan jalannya kepada saya. Saya percaya saja.

Supaya tidak salah kaprah dan menimbulkan kontroversi, tulisan saya tidak bermaksud untuk mempromosikan suatu ide yang mendewakan pikiran. Bukan sama sekali.Menurut saya pikiran itu adalah doa. Tuhan sangat terlibat dalam proses ini. Seratus persen!

Buku rujukan: Piece of Mind oleh Sandy macGregor, Gramedia. Diambil dari hdmessa.wordpress.com, judul asli: Teori Gelombang Otak dan The Power of Thinking

Categories: rahasia otak

Gelombang Suara Mampu Bangkitkan Kekuatan Tersembunyi

September 15th, 2009 No comments

Sebuah penelitian metafisika di Amerika menemukan metode modern untuk membangkitkan kekuatan Supranatural. Benarkah kekuatan tersembunyi itu bisa dibangkitkan tanpa mantera…?

Tak dapat dipungkiri, suara, nyanyian, atau gelombang suara dalam ritmik tertentu mampu mempengaruhi emosional manusia. Seseorang bisa tenang saat dirinya mendengarkan sebuah lagu. Namun, ada orang yang sektika berubah menjadi gundah dan gelisah akibat mendengarkan lagu. Oleh karena itu jangan heran jika dalam kondisi tertentu, manusia bisa menangis, tertawa, bahkan meledak emosinya karena mendengar sebuah nyanyian. Seseorang juga bisa nekad membunuh karena emosionalnya (alam bawah sadarnya) mendadak terpengaruh akibat dari sebuah tembang yang didengarnya.

Seorang anak belasan tahun nekad mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di dalam kamarnya. Tak jelas, apa yang melatarbelakangi aksi bunuh diri itu. Sebab beberapa jam sebelum ditemukan tergantung, anak itu terlihat tak memiliki masalah. Sorenya ia masih terlihat bermain sepak bola dengan teman-teman sebayanya. Ia nampak ceria, begitu tutur teman-teman korban. Satu petunjuk tertulis pada secarik kertas yang ditulis sebelum korban menghabisi nyawanya sendiri. Pesan terakhir dari korban itu hanya bertuliskan, jika si ibu ingat pada korban, putarlah lagu-lagu dari group musik Slank. Ini kisah nyata yang terjadi beberapa bulan lalu di Jawa Tengah.

Penelitian tentang irama lagu, bunyi-bunyian atau yang kemudian disebut gelombang suara sebenarnya telah lama dilakukan di Amerika. Hasilnya sungguh mencengangkan, ternyata gelombang suara mampu mempengaruhi emosional manusia. Bahkan sejak dalam kandungan, emosional jabang bayi bisa dipengaruhi oleh nyanyian yang dibawakan ibunya. Bahkan secara tegas penelitian itu menyatakan; berbagai irama yang dihasilkan oleh musik-musik klasik memiliki gelombang suara yang terbaik untuk membentuk emosional calon bayi.

Tak hanya itu, penelitian di Negeri Paman Sam ini juga berhasil membuktikan betapa gelombang suara yang diset pada frekwensi tertentu mampu membangkitkan hidden energy seseorang. Penelitian ini kemudian dikenal sebagai penelitian Metafisik Spiritual. Dengan mendengarkan gelombang suara pada frekwensi yang terprogram, seseorang bisa masuk ke alam bawah sadarnya (alpha, theta dan delta), tetapi masih dalam kontrol kesadaran. Pada saat itu seseorang mampu melakukan berbagai kegiatan yang tak mungkin bisa dilakukan pada saat dirinya dalam kesadaran penuh (beta). Fenomena ini di Indonesia lazim disebut orang dengan nama kesurupan, trance.

Alih-alih, penelitian orang asing itu sebenarnya mencoba mengilmiahkan berbagai fenomena trance yang banyak mereka lihat di negeri ini atau kawasan Asia Tenggara pada umumnya. Tak bisa dipungkiri, sebenarnya banyak orang asing yang merasa takjub saat mereka melihat orang Indonesia yang bertubuh kebal, atau bahkan bisa meragasukma hanya dengan melantunkan bait-bait mantera atau doa khusus. Bahkan mereka juga kagum saat para penari Bali memperagakan tariannya yang diakhiri dengan melakukan penusukan pada perut. Atau Kuda Lumping yang memakan beling pada saat pertunjukan tengah berlangsung dan Seni Debus yang mempertunjukkan seni yang benar-benar sensasional.

Dengan kata lain, sebenarnya, Penelitian Metafisik Spiritual di Amerika itu sama dengan meditasi yang dilakukan di Indonesia. Mereka hanya merubah metode menjadi ilmiah, tidak lagi menggunakan mantera, menyan atau semedi dalam goa. Mereka menggunakan pembangkitan dengan cara mendengarkan gelombang suara pada frekwensi yang sebelumnya telah diprogram. Tujuannya tak lain, untuk mempercepat proses pembangkitan indera ke-enam.

Perhatikan folklore, pada masa lalu, para Warok Ponorogo acap menggunakan madat pada saat mereka hendak melakukan ritual. Suatu upaya untuk mempercepat bersatunya cipta, rasa dan karsanya. Tapi segala hal berbau klenik itu tak dipergunakan para peneliti di Amerika. Mereka hanya perlu mendengarkan sebuah gelombang suara dari headphone. Dan, hasilnya sama dengan orang-orang sakti di negeri ini, mereka bisa kebal senjata, bisa menerawang masa depan bahkan bisa juga meragasukma.

Menurut para peneliti Metafisik dari negara Paman Sam, mantra adalah sebait kata yang jika dibaca dengan ritmik tertentu dapat menimbulkan gelombang suara yang dapat mempengaruhi alam bawah sadar dan keyakinan seseorang. Mereka kemudian mengadaptasi mantera menjadi sebuah gelombang suara yang mampu mempengaruhi kerja otak manusia diambang kesadaran. System ini kemudian mereka sebut dengan nama Alfa-theta mind program. Sebagai catatan, alam bawah sadar seseorang bekerja 24 jam sehari.

Alfa-theta mind program ini dilakukan dengan cara relaksasi diri dimana pada kondisi tersebut manusia dapat menyelaraskan gelombang pikiranya dengan gelombang alam semesta sehingga apabila hubungan atau vibrasi telah terjadi dengan gelombang mikrokosmik alam tersebut maka manusia tersebut dapat mewujudkan apapun yang diinginkan. Baik itu keinginan meningkatkan kemampuan supranatural (metafisika), keinginan untuk menjadi orang sakti atau ingin kaya raya.

Di masa lalu, bahkan masih acap terdengar sampai belakangan ini khususnya di pedesaan, kidungan Rumeksa Ing Wengi yang dilantunkan dengan tepat dan benar mampu membuat si pelantun beserta seluruh keluarganya terhindar dari marabahaya. Baik berupa gangguan makhluk halus, penyakit atau orang yang akan berbuat jahat. Sayangnya, apa-apa yang dilakukan oleh nenek moyang kita ini menjadi dogma semata. Tak banyak yang mau melakukan penelitian dengan cara akademik. Alhasil kesaktian nenek moyang kita pun punah digilas kemajuan teknologi.

Menilik fenomena diatas, tak ada salahnya jika kita mulai mengadaptasi teknologi tersebut. Agus Hendra Jaya, 45 tahun, adalah salah seorang yang berusaha mengkolaborasikan Alfa-theta mind program dengan berbagai pengatahuan spiritual di negeri ini. Berbekal pengetahuannya di dunia musik dan metafisika, Agus mantan personel group musik Modulus Band mengembangkan metode ini. Dari hasil penelitian panjangnya itu ia telah menghasilkan beberapa Compact Disk (CD) yang mampu membangkitkan energi metafisik seseorang. Misalnya sebuah gelombang suara yang ia dapatkan dari penelitian seorang Amerika. Setelah diadaptasikan dengan kapasitas otak orang Indonesia terbentuk sebuah CD yang bisa membangkitkan indera ke-enam seseorang.

Dijelaskan Agus, gelombang suara yang didengarkan menggunakan headphone masuk ke telinga lalu mempengaruhi pikiran, hati dan alam bawah sadar seseorang. Sambil mendengarkan CD tersebut seseorang bisa membayangkan apapun, seperti meragasukma, menerawang, menyembuhkan diri sendiri atau memelet seseorang. Sebab menurut Agus, kita adalah apa yang kita pikirkan. Jika kita percaya bahwa kita mampu maka kita pasti mampu. Tapi jika kita percaya kita tidak mampu maka kita tidak pernah mampu.

Menurut Agus, untuk mengaplikasikan penemuan baru ini tidaklah sulit. Seseorang hanya membutuhkan sebuah CD Player dengan headphone steereo. Dengan itu kita bisa memutar sebuah CD dengan spesifikasi gelombang suara tertentu. Misalnya CD yang diprogram untuk meragasukma. Dengan ketekunan, keyakinan dan parah diri pada Tuhan maka seseorang dalam waktu relatif singkat dapat merasakan perubahan keadaan yang disebut sensasi rasa. Meski tubuhnya terduduk di dalam kamar, namun jiwa, roh dan rasanya dapat pergi ke mana pun ia mau.

Lebih jauh dijelaskan Agus, gelombang suara pada CD tersebut diset pada frekwensi khusus. Misalnya pada tingkatan Delta (Deep sleep/tidur nyenyak), frequency range-nya 0,5Hz-4Hz. Theta, Drowsiness (ambang akan terlelap), frequency range-nya 4Hz-8Hz. Alpha, Relaxed but alert (rileks dengan mata terpejam), frequency range-nya 8Hz-14Hz. Dan Beta, Highly alert and focused (keadaan sadar penuh), frequency range-nya 14Hz-30Hz. “Frequency range tersebut diperlukan untuk menyelaraskan otak kita,” tutur Agus.

Meski begitu, diakui Agus CD yang ia program itu hanya sebuah alat, keberhasilan dari alat itu sepenuhnya tergantung pada keyakinan seseorang. Sebab kemampuan bawah sadar seseorang dapat bekerja sesuai dengan besarnya keyakinan yang dimiliki. Selain itu, sebagai manusia yang beriman, kita percaya sepenuhnya bahwa segala hal yang terjadi di muka bumi ini adalah atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Begitu pun dengan pemikiran kita, alam bawah sadar kita sepenuhnya dikuasai oleh kekuasaan Tuhan. Jadi semakin kita dekat dengan Tuhan, maka semakin terpenuhilah segala keinginan kita.

Penulis artikel: Eka Supriatna, diambil dari mystys.wordpress.com

Categories: rahasia otak

Sholat dan Gelombang Otak Manusia

September 9th, 2009 27 comments

Belum lama berselang, pada sebuah sesi kajian di Masjid Asy-Syakirin Kuala Lumpur, seorang jamaah bertanya,”Ustadz, saya merasa belum bisa secara maksimal memperoleh manfaat dari Sholat. Saya pikir itu karena saya belum bisa benar-benar khusyu’ saat menjalankan Sholat. Bagaimana caranya memprogram pikiran kita agar bisa melaksanakan Sholat dengan khusyu’?”

Sesungguhnya melaksanakan Sholat itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’

Mari kita mulai dengan bertanya pada diri sendiri, saat akan melaksanakan Sholat, apakah kita merasa berat? Jika jawabnya ”ya”, maka saat itu kita memang jauh dari khusyu’ karena kita merasa berat melakukannya. Jika jawabnya ”tidak”, maka kita sudah berada pada track untuk melaksanakan sholat dengan khusyu’, karena kita terhindar dari perasaan berat menjalankan Sholat. Selanjutnya bagaimana kita meninggikan derajat ke-khusyu’-an kita sepanjang Sholat kita? Sesungguhnya khusyu’ adalah dari Allah SWT. Sebagai hamba kita berupaya untuk menuju pada ke-khusyu’-an, menjemput ke-khusyu’an demi kesempurnaan Sholat kita.

Masuk ke dalam State Sholat

Saat kita tenggelam dalam aktivitas duniawi kita, bisa dipastikan kita bukan berada pada state Sholat. Dan pada saat kita hendak beralih atau masuk ke dalam state Sholat, ada kalanya kita berhasil melakukan dengan cepat, kadangkala tidak. Jika yang terakhir ini yang terjadi, maka saat kita melaksanakan Sholat kita belum berada pada state Sholat. Akibatnya banyak gangguan dalam pikiran kita yang membuat kualitas ke-khusyu’-an Sholat kita menjadi berkurang.

Kalau kita mempelajari NLP (neuro linguistic programming), Hypnosis atau ilmu lain tentang pemberdayaan pikiran, kita mengenal beberapa tingkat gelombang otak. Dalam aktivitas normal biasanya kita berada di gelombang Beta atau yang lebih tinggi. Saat kita rileks, santai, tenang kita menurunkan gelombang otak ke Alpha. Bisa jadi kebanyakan dari kita melaksanakan Sholat di gelombang ini. Jika saat sholat kita berada pada gelombang Alpha tinggi, sangat mungkin pikiran kita masih bisa terganggu dengan hal-hal lain karena belum benar-benar single focus hanya untuk berserah diri dan menyembah Allah SWT. Semakin rendah gelombang otak kita, maka semakin fokus dan semakin khusyu’ Sholat kita. Idealnya saat mengangkat takbir kita sudah berada di ambang gelombang Theta (lebih rendah lagi dari Alpha). Saat kita menikmati Sholat maka gelombang kita terus menurun dan terjaga di Theta mendekati Delta, sehingga pikiran kita tidak lagi terganggu dengan bayangan, gagasan atau informasi di luar Sholat kita.

Titian pikiran menuju State Sholat

Bagaimana cara kita agar pada saat Sholat kita sudah benar-benar berada pada State Sholat yang terbaik? Allah SWT melalui Rasulullah SAW telah memberikan jalan yang sebaik-baiknya. Sholat bukanlah sekadar gerak tubuh dan hafalan ucapan yang dimulai dengan Takbir sampai diakhiri Salam. Sholat adalah sarana berkomunikasi, berikrar, berserah diri dan menghamba secara total kepada Allah SWT. Karena itu ada sebuah jalur titian yang tersedia untuk memfasilitasi kita memastikan kita melaksanakan Sholat pada state Sholat yang terbaik. Insya Allah dengan mengam

Adzan (Beta ke Alpha)

Dengarkanlah, pahamilah dan resapilah makna Adzan. Jawablah Adzan dengan sepenuh hati, rasakan makna ucapan kita, bayangkan diri kita sedang mendengarkan dan menjawab panggilan suci untuk menghadap Allah SWT. Lanjutkanlah dengan do’a sesudah Adzan, dan rasakan ketenangan, rasa nyaman dan rileks mulai kita rasakan, sebagai titian awal kita menuju state Sholat kita.

Wudlu (Alpha ke Theta)

Niatkanlah berwudlu untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada diri kita setelah sekian lama berada dalam kesibukan dunia. Saat air menyentuh kulit kita. Serta bagian-bagian tubuh lainnya rasakan bahwa diri kita semakin bersih, semakin ringan dan semakin tenang bersiap menghadap Allah SWT. Biarkan suara gemercik air yang terdengar membawa pikiran kita semakin rileks, semakin tenang dan semakin dan semakin nyaman.

Sholat (Theta ke Delta)

Saat melangkah di tempat Shalat rasakan langkah kita semakin dekat untuk berhadapan dengan Allah SWT. Sebelum takbir, mantapkan niat, berserah diri sambil menarik nafas dalam-dalam. Angkatlah Takbir sambil menahan nafas dan mengucapkan ”Allahu Akbar”. Dan ketika tangan sudah bersedekap hembuskanlah nafas perlahan-lahan, dan kita merasakan tubuh kita sangat ringan, tenang dan nyaman. Seolah kita tidak lagi merasakan sedang menyangga badan atau menginjak sajadah ataumenempelkan tangan di dada. Semakin lama terasa semakin ringan, melayang dan nyaman sekali. Di saat itu sama sekali tidak ada ketergesaan, keinginan segera selesai, atau menghitung-hitung rekaat yang tersisa. Seolah bergerak dan terjadi dengan sendirinya karena bawah sadar kita telah mengendalikan gerak dan bacaan kita dalam ke-khusyu’-an.

Dzikir/Wirid (Theta ke Alpha)

Seusai mengucapkan Salam, kita hindari untuk langsung beranjak dan beraktivitas kembali. Biarkan gelombang otak kita secara gradual mulai naik dari state Sholat di Theta kembali Alpha. Sambil ber-dzikir atau membaca Wirid, kita rasakan ucapan, gerak dan perasaan kita meemberikan sensasi kenyamanan. Kita merasakan bawah tubuh kita menempel di sajadah, tangan kita bertumpu di paha, kepala bergerak-gerak seirama bacaan. Saat itu gelombang otak kita mulai merambat naik menuju Alpha.

Berdo’a (Alpha ke Beta)

”Sesungguhnya Aku adalah mengikuti persangkaan Hambaku”. Saat berdoa kita memanjatkan harapan, permintaan dan keinginan. Semakin kita memahami makna ucapan kita, semakin kita meyakini doa kita pasti terkabul. Semakin kita yakin maka semakin besar kemungkinan doa kita terijabah. Apakah langsung terealisasi, ditunda waktunya, atau diganti dengan yang lebih baik bagi kita, semuanya adalah bentuk terijabahnya doa sesuai perkenan Allah.

Saat memanjatkan Doa itulah gelombang otak kita sudah mulai naik lagi menuju Beta, dan mulai menyiapkan diri kita kembali pada aktivitas duniawi kita. Saat kita bangkit dari duduk dan melangkah, kita merasakan melewati titian menuju ke state awal kita.

Dua titian yang pertama, yaitu Adzan dan Wudlu sangat mungkin berbalikan waktunya, yaitu berwudlu terlebih dahulu sebelum Adzan. Itupun tetap bermanfaat membawa diri kita menuju State Sholat yaitu mulai dari gelombang Beta menuju ke Theta. Apapun urutannya, afirmasikan dalam diri untuk menurunkan gelombang otak, menuju ke state Sholat dengan niat melaksanakan sholat dengan khusyu’ dan penuh kepasrahan pada Allah SWT.

Jadikanlah Sholat dan Sabar sebagai penolongmu

Insya Allah apa yang tertulis ini adalah sharing dari apa yang telah penulis alami dan jalani sehari-hari, sebagai sebuah pengalaman aktual dalam penghambaan kepada Allah SWT. Penulis meyakini bahwa Sholat adalah kebutuhan manusia karena memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat beriman yang melaksanakannya. Semoga Allah melimpahkan petunjuk dan hidayahNya serta AmpunanNya bilamana sharing ini mengandung kekeliruan atau kekurangan karena ke-fakir-an serta ke-dhaif-an penulis.

Astaghfirullahaladzim. Astaghfirullahaladzim. Astaghfirullahaladzim. Innallahaghofururrohiim.

Sidoarjo, 5 Mei 2009

Abdul Aziez

Sumber:  portalnlp.com, artikel asli berjdul: State Shalat dan Gelombang Otak

Categories: rahasia otak