Dapatkan cara jitu menjadi LOVE and SEX MAGNET! Sudah terbukti dan sangat AMPUH! Klik disini!
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘spiritualitas’

 Powered by Max Banner Ads 

Segala Sesuatu Tentang Malaikat

January 16th, 2010 No comments

Malaikat adalah makhluk spiritual yang tinggi. Tuhan menugaskan malaikat sebagai penuntun, pelindung dan pembantu ciptaan- Nya. Sebagian besar manusia adalah roh-roh yang evolusi spiritualnya tidak begitu sempurna yang berada dalam tubuh fisik untuk mengalami berbagai pengalaman kehidupan di atas Bumi ini.

Semua orang dan segala benda terdiri dari pancaran gelombang cahaya. Makin tinggi gelombang itu makin padat benda tersebut. Itulah sebabnya mengapa kursi, meja dan manusia dapat dilihat dan dirasakan.

Malaikat mempunyai gelombang yang lebih ringan dan lebih cepat sehingga biasanya tidak dapat dilihat oleh manusia. Malaikat adalah makhluk androgen yang melampaui kebutuhan seksual karena aspek kelaki-lakian dan kewanitaannya sangat seimbang. Jika manusia, laki-laki atau perempuan dapat mencapai keseimbangan sempurna antara energi kelaki-lakian dan kewanitaannya berarti mereka melampaui keinginan seksual. Hanya manusia yang berevolusi sempurnalah yang sanggup mencapai tingkat ini.

Kedudukan malaikat dalam hierarki spiritual umumnya berada pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada manusia. Meskipun bentuknya sama seperti manusia tetapi pertumbuhan rohaninya berbeda-beda menurut tingkat pencerahan spiritual yang mereka capai.

Manusia berevolusi pada jalur yang satu ( mengutamakan keduniawian ) dan malaikat pada jalur lainnya ( mengutamakan kerohanian / spiritual ). Oleh karena itu manusia benar-benar jarang menjadi malaikat, demikian juga sebaliknya.

Pada waktu lahir kita semua memang mempunyai Malaikat Pelindung / Pribadi Tinggi (letaknya lebih kurang 30 cm diatas kepala atau dikenal dengan Cakra ke-8 ) dan akan tetap berada di dekat kita sampai akhir hayat. Sama seperti roh-roh suci penuntun hidup kita, malaikat pelindung ini tentu akan terasa dekat jika kita memungkinkan mereka untuk dekat dengan kita. Mereka sering tidak sanggup menembus gejolak emosi kita untuk bisa mencapai dan mendekap kita sebagaimana yang selalu mereka inginkan.

Ada malaikat-malaikat kecil yang mengurus tugas-tugas kecil dan ada malaikat-malaikat besar dengan energi yang sangat besar yang mengawasi proyek-proyek semesta berukuran besar.

Anda tentu saja akan menemukan malaikat di sekitar tempat ibadah. Malaikat ini juga hadir setiap kali orang berkumpul untuk tujuan-tujuan yang berkaitan dengan agama dan spiritual. Malaikat berkumpul pada titik-titik kekuatan di bumi yang sering berupa tempat-tempat yang sangat indah. Ada malaikat-malaikat raksasa yang menjaga berbagai gunung yang sangat besar, hutan, bintang dan matahari. Ada malaikat-malaikat yang sangat besar di ruang angkasa sana.

M a l a i k a t Pelindung (download E-Book Lokakarya Guardian Angels)

Malaikat pelindung menyertai kita sepanjang hidup. Malaikat ini datang kepada kita pada saat lahir. Tidak seorangpun berjalan dengan sendirinya di planet bumi ini. Seandainya kita tahu berapa banyak bantuan yang ada di sekeliling kita dalam dunia roh suci , kita tidak akan merasa begitu lemah dan sendirian. Pada masa-masa krisislah kita sering menyadari kehadiran pertolongan ini.

Jika seorang ibu yang mencemaskan anaknya meminta malaikat prlindung anaknya untuk melindunginya dan kemudian merasa tenang dan percaya akan perlindungan tersebut, dunia akan menjadi tempat yang lebih ringan dan aman.

Sebagian besar orang tua beranggapan bahwa mereka adalah orang tua yang baik jika mereka mencemaskan anak-anaknya. Tidak demikian, kecemasan adalah getaran gelombang yang berat, padat dan negatif. Jika kita mengarahkan kecemasan itu dengan kekuatan pada anak yang kita cintai , yang secara fisik mempunyai hubungan dengan kita, berarti kita membuat anak kita terbuka terhadap penyakit , bahaya, dan pengaruh-pengaruh negatif. Energi kekuatan dan kecemasan yang hitam dan menyedihkan ini dapat mengakibatkan anak yang sensitive jatuh sakit.

Jika kita mengirimkan cinta, kesembuhan,dan pikiran-pikiran positif kepada anak kita, berarti kita menyelimuti anak itu dengan kekuatan perlindungan dan kegembiraan. Jika kita meminta malaikat pelindung tersebut untuk melindunginya, energi cinta kita akan memberi malaikat pelindung tersebut jalan untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan anak kita.
Kita tentu saja dapat melakukan ini untuk setiap orang, apakah itu teman atau itu orang yang tidak kita kenal. Cinta adalah energi yang dapat membuka hati orang lain dan kita bisa mengarahkan energi cinta dengan pikiran –pikiran kita. Ketika kita mengirimkan sinar cinta yang murni kepada orang, kekuatan malaikat dapat terhubungkan dengan mereka untuk menghidupkan mukjizat-mukjizat. Bahkan lebih hebat lagi jika kita mengarahkan para malaikat untuk membantunya.

Dengarkanlah intuisi anda dan kirimkanlah cinta kepada orang yang membutuhkannya, orang yang mengalami bahaya, rasa sakit atau duka cita. Jika anda lewat didepan rumah sakit, mintalah malaikat kesembuhan membantu orang-orang yang membutuhkannya. Campur tangan anda yang penuh cinta kasih itu memungkinkan para malaikat untuk mendekatkan dan menyembuhkannya dengan lebih efektif.

Malaikat juga menyembuhkan binatang. Jika anda tahu bahwa seekor binatang sedang menderita, mintalah malaikat untuk membantunya. Malaikat akan mempercepat kesembuhan binatang tersebut.

Jika anda sedang memikirkan zona perang, jangan fokuskan pikiran anda pada hal-hal buruk yang terjadi disana karena itu akan memperkuat kegelapan tersebut.Sebaiknya, gambarkanlah cahaya yang masuk kedaerah itu. Mintalah para malaikat membantu orang-orang disana. Doa anda akan menjadi jalan cahaya agar para malaikat masuk dan memberi bantuan.

Jika kita mendengar , membaca dan melihat berita-beruta buruk dalam media, kita dapat berhenti sebentar dan mengirimkan cahaya ke daerah itu. Ini akan lebih banyak membantu daripada yang kita sadari. Cinta dan terang yang kita kirimkan dapat mencegah malapetaka tersebut, dapat membantu dan menyembuhkan orang-orang lain. Setiap orang diantara kita mempunyai peran penting di planet ini. Anda mungkin berpikir bahwa peran kecil anda tidak akan menghasilkan suatu perubahan. Tetapi, jika ditambahkan dengan energi yang dikirimkan orang-orang lain, peran itu akan menciptakan sebuah gelombang cahaya besar yang dapat membantu menghasilkan perubahan yang sangat besar untuk menyembuhkan berbagai orang dan tempat.

Kejahatan, atau rasa terpisah dari Sang Sumber adalah ketakutan terhadap cahaya. Kirimkan gelombang cahaya ke pikiran orang-orang yang dan pemimpin-pemimpin ‘jahat’ yang mengutamakan kekuasaan pribadi dibanding pertumbuhan orang-orangnya, akan melenyapkan perlakuan kejam dan memungkinkan pulihnya kebebasan.

M a l a i k a t Selalu Melayani

Emas adalah warna kebijaksanaan dan cinta yang sama sekali tidak bersyarat. Ketika anda menyembuhkan dengan para malaikat ini, berarti itu dengan energi emas.

Energi malaikat mengandung kehangatan bagaikan sinar matahari dan tidak ada satu pun malaikat yang akan membuat anda merasa dingin jika dia tinggal di dekat anda.

Aura itu adalah perisai elektromagnetik kita. Aura ini diciptakan oleh pemikiran kita. Pemikiran plin-plan berarti bahwa aura kita lemah hingga tidak dapat melindungi kita dari tindakan atau pemikiran orang lain. Pemikiran yang kokoh, positif,dan penuh kasih menjamin aura pelindung yang kokoh. Pemikiran-pemikiran negatif mengakibatkan aura kita berlubang-lubang. Jika kita terguncang, aura kita sering hilang dan kita menjadi sangat mudah diserang kekuatan-kekuatan dari luar.

Kebanyakan diantara kita pernah melihat gambar orang suci, guru, dan orang-orang kudus dengan lingkaran emas yang indah di sekeliling kepalanya atau aura emas di sekeliling tubuhnya. Inilah warna pemikiran spiritual dan pemikiran murni mereka sebagaimana yang dilihat oleh orang-orang yang sanggup melihat aura.

Hal yang sama terjadi ketika kita membuka diri sebagai saluran kesembuhan spiritual ( misal : menjadi Praktisi Reiki / Shamballa / Karuna Ki / Kundalini dll ). Makin jernih diri kita sebagai saluran cahaya makin banyak energi kesembuhan Ilahi mengalir melalui tubuh kita.

M a l a i k a t Menyembuhkan Hati Kita

Para malaikat bersedia dan selalu siap membantu kita. Mereka tinggal dekat planet kita dalam jumlah besar dan sedang menanti untuk dipanggil. Satu –satunya yang mengakibatkan mereka gagal memberi bantuan adalah karena kita tidak terbuka kepada mereka. Mereka senang membantu kita dalam hal apapun.

Sama dengan malaikat kesembuhan, ada juga malaikat kegembiraan, keseimbangan, rahmat, dan kepercayaan.

Dengan energi yang berbeda-beda, seluruh malaikat ini berbeda-beda. Mereka tanpak berwarna-warni sesuai dengan energinya, jubahnya juga beragam dalam hal gaya dan pola.

Sama seperti semua malaikat lainnya, jika dipanggil, malaikat ini akan menjawab doa-doa kita dan memberi bantuan. Dalam kesadaran baru ini, kita akan meminta sifat-sifat, bukan barang-barang, untuk dibawa kepada kita.

M a l a i k a t Warna (download E-Book  The Colors of Angels)

Para dokter menggunakan ultrasonografi untuk menghilangkan energi negatif yang tersumbat dalam sendi-sendi yang sakit. Mereka menggunakan sinar ultraviolet untuk menembus dan membuang penyakit-penyakit tertentu dari dalam tubuh. Kita tahu, penggunaan suara dan warna dengan cara seperti ini sangat efektif dalam menyembuhkan. Akan tetapi, ini termasuk penggunaan suara dan warna yang sangat kasar, bagaikan menggunakan palu untuk memecahkan buah kelapa.

Setiap warna mempunyai vibrasi dan energinya sendiri yang tanpa sadar mempengaruhi kita, sekalipun kita tidak sadar pada suatu tingkat kesadaran. Merah muda akan menguatkan kita, hijau akan memberi keseimbangan, dan biru akan menenangkan hati. Kuning membantu kita berkonsentrasi dan nila akan menenangkan pikiran. Warna-warna yang kita gunakan sebagai cat tembok rumah kita akan mempengaruhi kita. Kita memilih warna pakaian yang kita kenakan dan itu akan mencerminkan kepribadian kita atau memberi sesuatu yang tidak kita miliki.

Sama halnya, jika warna yang kita arahkan untuk menyembuhkan tubuh, warna ini akan menembus sel-sel dan menguatkannya atau menghancurkan energi yang negatif. Jika salah satu penyakit memberi tanggapan pada salah satu warna, berarti penyakit lain dipengaruhi oleh warna yang berbeda.
Misalnya, kanker memberi tanggapan pada warna hijau, yang merupakan warna pusat hati, dan kita perlu membuka dan menenangkan pusat hati kita agar warna ini masuk dengan efektif. Orang yang kaget atau orang yang pikirannya perlu ditenangkan memberi tanggapan pada warna nila. Orang yang mengalami depresi akan memberi tanggapan yang lebih baik pada warna merah hangat dan oranye.

Penyembuhan dengan warna sangat efektif dan makin diakui. Beberapa penyembuh sangat intuitif tentang warna dan mengirimkan naungan warna yang sempurna untuk membantu pasien-pasiennya. Penyembuh lainnya tidak dapat melihat warna dengan jelas atau tidak yakin dapat memilih warna tepat.
Namun, kita sering tidak sadar bahwa malaikat-malaikat warna selalu siap memberinya bantuan. Setiap kali kita memikirkan warna dan memancarkannya kepada seseorang, malaikat akan datang membantu kita. Jika kita meminta bantuan dari malaikat ini, berupayalah menenangkan diri dan biarkan mereka mengambil alih. Kita bisa istirahat sambil percaya bahwa mereka akan memilih warna-warna yang sempurna. Dengan demikian, pasien tersebut akan memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.

Oleh karena itu, jika kita berkonsentrasi terlalu keras, hasilnya akan kontraproduktif, tugas kita hanya mempertahankan agar pikiran tetap focus dan tenang sehingga para malaikat dapat bekerja dalam diri kita.

Jika kita ingin membayangkan warna tersebut, lebih baik kita memfokuskan diri pada warna putih. Ini mengandung warna dalam spectrum sehingga malaikat dapat memilih dan menggabungkan warna apa pun yang paling dibutuhkan orang yang menerimanya itu.

Putih adalah warna yang sangat murni dan memberi perlindungan dan, jika kita mengunakan cahaya putih sebagai perlindungan, kita akan kebal terhadap segala serangan. Kita boleh yakin bahwa para malaikat sangat menyertai kita.
Apakah kita perlu mempercayainya agar cahaya putih ini dapat bekerja ? Sama seperti cahaya lainnya, cahaya ini taat pada hukum spiritual semesta. Selama kita tenang dan percaya, para malaikat dapat memdekat dan membantu kita.
Kepercayaan seseorang lebih kuat daripada akumulasi keraguan orang lain.

M a l a i k a t -  M a l a i k a t Praktis

Malaikat penuh hal-hal menggembirakan. Mereka membantu dan memudahkan kita menyelesaikan tugas belanja, mengetik, menghitung, bahkan apa-apa yang kita inginkan. Apakah tidak mengagumkan jika kita pikir bahwa, ketika kita sedang bekerja keras menyeimbangkan neraca pembukuan, ada malaikat akuntansi yang melayang-layang diatas komputer sambil menunggu memudahkan penyelesaian tugas tersebut ? Ketika kita kesulitan memikirkan hadiah yang harus dibeli, ada malaikat belanja yang bersedia memberitahu hadiah yang paling baik.!

Kita sendiri yang sebenarnya mempersulit hidup kita …..dan ada malaikat-malaikat yang sedang menunggu untuk memuluskan jalan kita selama semua maksud kita itu murni dan baik.

Sebagaimana malaikat pelindung, ada juga malaikat belas kasihan, kebenaran, cinta, rasa kasihan, kerendahan hati, kedamaian.

Hukum spiritual berkata bahwa apapun yang kita perhatikan akan bertambah. Jadi, jika kita memusatkan perhatian pada sifat, seperti cinta atau kedamaian, malaikat akan membantu membawa lebih banyak sifat yang lebih tinggi kedalam hidup kita.

Tentu saja, hal yang sama berlaku pada sifat-sifat yang lebih rendah. Jika kita memusatkan perhatian pada kekuatan, ketamakan, nafsu atau semua sifat negatif lain, kekuatan-kekuatan gelap akan makin banyak membawa perasaan dan kejadian seperti ini ke dalam hidup kita.

Akan tetapi, malaikat membawa harapan.Mereka mencoba mengilhami dan menghibur kita pada saat-saat yang sulit. Kadang-kadang kita merasa sangat putus asa untuk merasakan kehadirannya, sekalipun mereka mencoba mengangkat kita. Kemudian, jika dimungkinkan berdasarkan karma, mereka akan mengilhami seseorang untuk meringankan kita.

Malaikat adalah pelindung dunia. Mereka dengan senang hati membantu manusia dan kerajaan-kerajaan dunia untuk berkembang. Mereka mengatur unsur-unsur yang memelihara alam.

Gerbang Antar Dimensi

Semua gunung, sungai, batu, dan pohon mempunyai malaikat untuk menjaga mereka dan tentu saja mengatur unsur-unsur yang bekerja di dalam diri mereka.
Jika merasakan kekuatan gunung atau air terjun, kita akan selaras dengan malaikat yang menjaga tempat tersebut.

Terdapat berbagai titik kekuatan di Bumi ini dan orang-orang tertarik pergi kesana karena merasa damai dan tenang apabila berada disana. Biasanya titik kekuatan ini adalah tempat alami yang sangat indah dan menimbulkan rasa takjub dan kagum.

Beberapa dari titik kekuatan ini adalah gerbang antardimensi. Melalui gerbang inilah manusia dan makhluk-makhluk dari dimensi lain dapat menjalin komunikasi dengan lebih mudah. Jika kita berada disalah satu gerbang ini, kita akan terbuka terhadap kesan, pandangan, percikan intuisi, dan semua bentuk pesan spiritual atau psikis.

Banyak gerbang antardimensi ini yang mempunyai jalur searah dengan kata lain, makhluk-makhluk yang lebih tinggi tersebut dapat datang melalui pusaran ini untuk berkomunikasi dengan kita dan beberapa diantaranya mempunyai jalur dua arah dan melalui gerbang ini kita dapat menerima pesan-pesan universal dan juga mengirimkannya ke Semesta. Stonehenge di Inggris adalah salah satu pusat komunikasi dua arah, yang kembali dibuka pada waktu itu. Gerbang antardimensi yang paling kuat di planet bumi ini adalah Machu picchu di Peru.

Satu-satunya pintu masuk makhluk-makhluk asing ke planet kita ialah melalui gerbang ini. Malaikat pun meresa lebih mudah menggunakan gerbang terbuka ini untuk masuk ke planet kita. Akan tetapi, jika kita tidak melindungi pintu masuk yang berharga ini, malaikat-malaikat kegelapan dan makhluk-makhluk asing yang negatif pun akan melaluinya. Kita pun tidak lagi melindungi dan memasukkan cahaya kedalam gerbang-gerbang antardimensi yang kuat ini.Awalnya gerbang-gerbang ini adalah tempat-tempat yang paling sacral dan suci, yang di pelihara melalui upacara-upacara dan cinta kasih oleh orang-orang yang khusus dilatih untuk itu. Kini, kita mengabaikannya begitu saja.
Jika manusia yang mempunyai maksud dan focus spiritual yang tinggi mengunjungi atau memikirkan Stonehenge (Inggris ) , Machu picchu ( Peru ), dan gerbang-gerbang lain, secara otomatis cahayanya akan membantu melindungi gerbang-gerbang penting ini. Kita dapat juga mencurahkan energi cinta dan cahaya ke dalam semesta melalui gerbang ini.

Semua “kumpulan lingkaran” (crop circle) dibentuk dan ditempatkan oleh malaikat-malaikat komunikasi berwarna pirus. Kumpulan lingkaran adalah symbol. Setiap kali kita melihat gambarnya di koran atau di layar tv, simbol-simbol ini adalah kunci yang membuka informasi semesta dalam pikiran kita. Kita tidak perlu mencari makna masing-masing simbol agar pesan-pesan tersebut bekerja dibawah sadar.

Tahun 1996, sebuah kumpulan lingkaran raksasa terbentuk di seberang Stonehenge. Kumpulan lingkaran itu ditempatkan disana untuk menambah energi gerbang antardimensi tersebut, pesan sandi simbol tersebut ialah tentang perjalanan antargalaksi. Orang diundang untuk melewati gerbang tersebut dalam keadaan mimpi dan melakukan perjalanan antargalaksi sehingga mereka dapat belajar tentang luasnya semesta. Hal ini akan memperbesar kesadaran mereka.

Setiap kali orang duduk dalam suatu kumpulan lingkaran, mereka akan terhubungkan dengan para malaikat.

Banyak kekuatan gelap, atau kekuatan jahat sebagaimana yang lebih sering disebut beberapa orang, sanggup mendekat selama beberapa ribu tahun terakhir ini karena kita mengabaikan upacara-upacara perlindungan sakral dan hal-hal negatif dan ketakutan yang telah dikirimkan manusia di planet bumi ini. Kegelapan kita memberi kekuatan pada kesadaran malaikat-malaikat kegelapan dan memungkinkannya untuk tetap hidup dan aktif di sekeliling kita. Akan tetapi, jika kita tidak mengirimkan ketakutan dan hal-hal negatif itu sendiri, mereka tidak akan dapat mempengaruhi kita.

Banyaknya makhluk cahaya dan malaikat, yang begitu ingin mendekat dan bekerja sama dengan kita, membutuhkan pancaran cinta kita agar mereka sanggup mendekat. Energi cinta yang kita pancarkan juga menjadi gizi dan makanan bagi para malaikat. Mereka perlu dicintai dan perlu makanan sama seperti halnya kita. Jika kita memancarkan cinta, ucapan terima kasih dan sifat-sifat utama melalui gerbang-gerbang tersebut , berarti kita mengirimkan undangan agar kesadaran yang lebih tinggi ini mampir kedalam diri kita.

Pada saat pergantian kesadaran di planet bumi, kita diharuskan mengirimkan cahaya melalui jalur padang rumput yang menghubungkan kita dan planet-planet dan galaksi-galaksi lain sehingga bumi dapat tertata kembali dan mendapat tempat yang sebenarnya di alam semesta. Ini dapat kita lakukan lebih aktif melalui gerbang –gerbang antardimensi tersebut.

Tentu ada gunanya bila kita sedapat mungkin mengirimkan cinta sebanyak-banyaknya, cahaya dan energi yang lebih tinggi sepanjang masa. Akan tetapi, jika kita menyampaikan permintaan untuk memohon lebih banyak cinta dan bantuan melalui gerbang tersebut, ia akan masuk lebih jauh menembus semesta. Dari sana, makhluk-makhluk cahaya yang tingkat perkembangan spiritualnya yang sudah tinggi akan dapat memberikan jawaban.

Jika kita meminta bantuan dari malaikat, mereka akan mengarahkan pancaran cinta dan cahaya kita ke tempat yang paling tepat.

M a l a i k a t Dalam Ruang Ibadah

Orang-orang sering mempunyai pengalaman spiritual dan pengalaman malaikat ketika sedang berada di alam bebas. Hal ini dapat terjadi karena para malaikat tidak menghakimi atau mengkritik kita. Dengan dikelilingi hanya oleh malaikat-malaikat pohon, batu, gunung dan sungai, kita menerima diri kita sebagaimana adanya dan kita akan merasa aman. Ketika itulah kita dapat menenangkan hati. Ini terjadi bila kita terbuka pada dimensi yang lebih tinggi.

Didalam bangunan yang digunakan untuk tujuan rohani selalu terdapat rasa aman. Jika hidup spiritual umat di tempat itu cukup tinggi sehingga tidak menghakimi dan mau menerima semuanya, tempat itu akan berada dalam kedamaian yang memungkinkan kita menenteramkan pikiran dan membuka hati.

Di dunia ini terdapat berbagai keributan, ketidak harmonisan, kegembiraan dan kekerasan. Kita tidak akan menemukan jalan menuju Sang Sumber jika kita selalu sibuk atau pikiran kita sedang terganggu. Rumah-rumah ibadah biasanya adalah tempat-tempat yang hening dan damai dan disana kita dapat memusatkan pikiran.

Untuk menghubungkan diri ke intuisi kita, kita harus tenang. Untuk menemukan kebijaksanaan, kita harus memasang telinga dalam keheningan. Jika kita duduk setiap hari dalam kedamaian, keheningan, dan ketenangan batin, jalan kita ke depan akan dibuka dan dimuluskan. Pada saat terhubungkan dengan Sang Sumber itulah kita menemukan kesegaran sejati bagi jiwa kita. Dalam ketenagan hati dan pikiran kita inilah kekosongan diri kita dipenuhi dengan cinta.

Jika kita sudah merasa tenang, pikiran kita sudah terpusat dan hening, kita akan memancarkan gelombang-gelombang kedamaian luar biasa itu ke sekeliling kita sehingga orang ingin terjun ke dalam laut keharmonisan kita.

Para malaikat alam, dan tempat –tempat yang sangat spiritual membantu untuk menenangkan dan menentramkan pikiran dan hati yang terganggu. Malaikat ini memberikan tempat yang tenang dan aman dan disinilah hubungan ini dapat terbentuk.

Hierarki M a l a i k a t

Banyak orang yakin bahwa para malaikat diciptakan oleh Sang Sumber sebelum manusia di tambahkan ke tatanan isi semesta.
Ketika manusia di ciptakan, sebagian lapisan malaikat yang lebih rendah diutus untuk menjaga kita.

Ada berbagai pendapat tentang urutan malaikat. Umumnya, orang berpendapat bahwa semua malaikat terdiri dari tiga hierarki dan masing-masing mempunyai tiga tingkatan.

  • Lapisan utama yang paling tinggi adalah Seraphim, Cherubim, dan Singgasana ( Throne ).
  • Lapisan kedua adalah Dominion, Kebajikan ( Virtue ), dan Kekuasaan ( Power ).
  • Lapisan ketiga dan paling rendah adalah Kepangeranan ( Principality ), Malaikat Agung, dan Malaikat.

Urutan tertinggi hierarki malaikat adalah Seraphim, yang esensinya adalah cinta murni. Mereka adalah penghuni-penghuni surga yang terus menerus menyanyikan pujian kepada Sang Pencipta. Itu berarti mempertahankan berlangsungnya pancaran gelombang penciptaan. Mereka mengarahkan energi Illahi ketika memancar dari Sang Sumber. Hanya makhluk-makhluk berkekuatan paling tinggi inilah yang sanggup memerima tingkat kekuatan Tuhan semacam itu.

    Cherubim, malaikat kebijaksanaan, menebarkan cahaya yang sulit ditangkap pikiran. Mereka adalah pelindung bintang- bintang dan surga.

    Singgasana (Throne) menjaga dan melindungi planet-planet. Oleh karena itu, planet kita, Bumi, juga diawasi oleh Singgasana.

    Ketiganya, Seraphim, Cherubim, dan Singgasana (Throne) , langsung mendapat cahaya dari Sang Sumber. Setelah mengubah cahaya tersebut, mereka mengirimkannya ke tingkat yang dapat diterima oleh tatanan yang lebih rendah di Semesta ini.

    Malaikat Dominion adalah makhluk-makhluk sempurna surgawi, yang mengawasi semua yang ada di dunia malaikat yang tingkatannya lebih rendah dibanding mereka. Malaikat ini adalah saluran rahmat dan walaupun jarang berhubungan dengan manusia, mereka membantu memuluskan jalan antara hal-hal yang spiritual dan material.

    Malaikat Kebajikan mengirimkan banyak sinar cahaya dalam bentuk yang dapat dicapai manusia. Inilah malaikat yang memungkinkan terjadinya mukjizat. Jika berbagai kelompok meningkatkan kesadarannya dan menyelaraskan diri dengan energi malaikat, mereka akan dapat mencapai berbagai informasi yang dipancarkan oleh Kebajikan. Kesadaran-kesadaran ini akan memudahkan naiknya ke kesadaran untuk Zaman Baru.

    Mungkin kita belum pernah mendengar Malaikat Kekuasaan (Power), tetapi kebanyakan diantara kita telah mendengar malaikat kelahiran dan kematian. Malaikat kelahiran, yang dengan penuh kasih mendekap kita pada saat kita lahir, adalah kekuasaan yang juga merupakan malaikat yang dengan gembira membantu kita dalam peralihan dari tubuh manusia menjadi tubuh cahaya kematian. Mereka akan membantu dan menuntun manusia jika mereka tersesat dalam tataran bintang-bintang setelah meninggalkan jasadnya. Dewan-dewan karma yang sepenuhnya mengurus catatan-catatan karma, adalah Malaikat Kekuasaan. Mereka menjaga kesadaran umat manusia. Ada juga dewan-dewan karma Kelompok, karma nasional, karma dunia,dan karma semesta.

    Malaikat Kepangeranan (Principality) menjaga dan melindungi kota, negara, perusahaan multinasional,dan setiap organisasi manusia. Sama seperti rombongan malaikat, mereka bekerja di seluruh Semesta, dan Bumi merupakan bagian yang sangat kecil dari wilayah kekuasaannya.

    Kemudian ada Malaikat Agung (Archangel) yang memimpin kelompok para malaikat. Mereka mengawasi berbagai proyek cahaya. Meskipun ada jutaan Malaikat Agung di seluruh alam semesta, yang mempunyai ikatan paling dekat dengan Bumi adalah Mikael , Gabriel / Jibril, Rafael dan Uriel.

    Dari kelompok Malaikat, dipilih Malaikat Pelindung yang bekerja dengan manusia. Meskipun menjaga kita sejak lahir, mereka juga bersedia menuntun dan membantu kita dengan berbagai cara, jika kita memintanya.

    Mereka dapat melancarkan jalan hidup kita, menyembuhkan kita seluruhnya, mengilhami dan memenuhi kita dengan energi yang lebih tinggi, bekerja sama dengan kita dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dan menyebarkan cahaya Ilahi tersebut ke seluruh alam semesta. Malaikat adalah pelindung kita di Bumi. Masing-masing kita mempunyai Malaikat Pelindung yang merupakan malaikat “ Pencatat Segala Sesuatu “ kita. Dengan demikian malaikat pelindung selalu mencatat pikiran dan perbuatan kita setiap saat dan tetap menjaga catatan tersebut hingga kita meninggal dan melaporkan kepada Dewan-Dewan Karma.

    M a l a i k a t Kegelapan ?

    Kita telah dicekoki dengan cerita malaikat-malaikat kegelapan atau malaikat terkutuk yang melakukan pemberontakan dalam melawan Tuhan dan akhirnya menjadi jahat serta penuh dendam. Nama-nama mereka yang sudah dikenal antara lain Lucifer, Setan, Mefistofeles, Samael atau Beelzebub. Semua agama menyebutnya sebagai malaikat-malaikat dan dewa-dewa kegelapan yang selalu menggoda dan merusak jiwa dan pikiran manusia . Hanya di planet bumi inilah, tempat yang menpunyai pilihan bebas dan dualitas, kekuatan kegelapan ini dapat memperoleh kepercayaan.

    Bumi bersifat unik karena Sang Sumber memutuskan untuk menetapkan Eksperimen Kehendak Bebas terjadi disini. Apakah ada cara yang lebih hebat bagi makhluk hidup untuk tumbuh dan mengalami sesuatu selain mempunyai pilihan ? Alasan adanya eksperimen tersebut adalah seperti ini. Suatu keadaan sempurna bukanlah keadaan pertumbuhan. Untuk berkembang harus ada tantangan. Tidak ada yin tanpa yang, tidak ada hal negatif tanpa hal positif, tidak ada wanita tanpa pria. Jadi, Bumi ditetapkan sebagai tataran untuk menentukan pilihan dan disinilah makhluk hidup dapat belajar menyeimbangkan hal-hal material dan spiritual. Dengan mengalami kedua polaritas ini, kesadaran makhluk yang menjelma disini akan makin besar dan akan memperkaya Sang Sumber jika mereka kembali ketempat asalnya.

    Ketika Sang Sumber menetapkan wilayah kehendak bebas ini, seorang malaikat agung yang maha besar diperlukan untuk mengawasi proyek Illahi ini. Malaikat agung Lucifer dengan sukarela memimpin eksperimen ini melalui pilihan bebas. Kepada kita berulang –ulang dikisahkan bahwa suatu hari nanti Lucifer akan dikembalikan ke tempatnya semula. Ini akan terjadi jika semua yang ada diatas bumi meningkatkan kesadarannya dan memadukan sisi suram mereka. Kemudian tugasnya akan selesai.

    Untuk ikut serta dalam eksperimen kehendak bebas ini, Lucifer dan teman-temannya setuju untuk memutuskan hubungan dari Sang Sumber. Begitu masuk dalam kegelapan, Lucifer beralih ke kutub negatif dan menggunakan kekuasaannya yang sangat besar untuk melakukan kejahatan dan melancarkan godaan kepada manusia.

    Sang pencipta menetapkan bahwa semua yang menjelma disini bebas memilih pemikiran-pemikiran dan tindakan-tindakanya. Meskipun percikan keIllahian masih tetap ada pada diri kita, kenangan tentang warisan keIllahian tersebut sudah tertutup. Demikianlah, kita di bumi mempunyai kebebasan penuh untuk memikirkan hal-hal negatif atau positif, melakukan tindakan-tindakan atau baik. Lebih jauh, apapun yang kita pikirkan, lakukan dan yakini, akan dipantulkan kembali kepada kita dalam hidup kita (Hukum Karma ). Berarti, masing-masing kita menciptakan realitas pribadi kita sendiri. Jika kita mengubah keyakinan, pikiran atau tindakan kita, energi semesta akan memantulkan kembali perubahan –perubahan itu kepada kita sehingga kita mempunyai hidup yang berbeda.

    Dengan kata lain, diatas bumi ini, dunia batin kita di pantulkan oleh dunia luar. Ini memberi kita yang sangat besar untuk tumbuh secara spiritual. Kita tumbuh dengan menghadapi ujian yang disajikan ( misal malapetaka, musibah, penyakit , persoalan keluarga dll ). Setiap kali kita mengambil pilihan pemikiran yang besar atau perbuatan yang besar, kita tumbuh lebih terang. Dalam tataran yang tidak menyediakan pilihan bebas, pertumbuhan akan berlangsung lebih lambat.

    Kegelapan, hal-hal negatif atau kejahatan adalah ketiadaan cahaya atau kurangnya pengetahuan spiritual. Jika kita berada dalam kegelapan, kita terpisah dari Sang Sumber. Ini menyakitkan dan hanya makhluk yang kesakitanlah yang akan merugikan pihak lain.

    Keterpisahan dari cahaya memungkinkan masuknya rasa bersalah, ketakutan, dan penipuan diri sendiri. Jika kita melupakan Sang Sumber atau percaya bahwa kita sendiri akan terpisah, berarti kita bergantung dan berpegang pada orang-orang. Berarti kita keliru jika mencoba menyenangkan orang-orang atau menguasai mereka untuk menghindari perasaan sendiri tersebut. Dengan demikian, kegelapan dalam diri kita pun menjadi berkembang.

    Melupakan kebenaran spiritual berarti orang mengambil pilihan untuk merugikan orang lain, merusak planet ini, memusatkan perhatiannya pada milik material, dan memikirkan hal-hal yang gelap dan amarah. Malaikat-malaikat kegelapan memanfaatkan hal-hal negatif ini. Dengan demikian, kekuatannya akan semakin bertambah.

    Kita akan sangat sulit untuk tidak dinodai oleh hal-hal yang negatif jika kita masih berada dalam bentuk tubuh fisik. Bahkan, roh- roh ynag paling indah pun merasa sulit untuk bertahan dalam kegelapan planet kita ini. Meskipun d iplanet ini ada risiko cahaya kita akan diliputi oleh selimut kegelapan, jiwa-jiwa dari semua penjuru semesta ini menunggu untuk menjelma di planet bumi karena tantangan-tantangan dan peluang-peluang unik yang ditawarkannya.
    Orang-orang yang akhirnya bersifat sangat negatif atau tertutup pada kebenaran akan sering melanjutkan hidupnya dalam jalan tersebut sampai mereka merasa sedemikian sakit hingga mereka berseru minta pertolongan. Para malaikat cahaya menjawab semua seruan ini dan membantu mereka memulai perjalanannya kembali menuju Sang Sumber.

    Sama seperti malaikat cahaya yang menggunakan kekuatannya untuk membantu, mendorong dan membebaskan orang-orang, malaikat-malaikat kegelapan berjuang untuk menggoda, membisikkan pikiran-pikiran kemarahan atau pengerusakan dan melemahkan manusia. Dalam zona kehendak bebas planet bumi ini, malaikat-malaikat kegelapan akan melakukan apapun untuk mencapai tujuan-tujuannya, bahkan berkedok sebagai malaikat-malaikat cahaya ( Cara membedakan Malaikat Cahaya yang sesungguhnya dengan Malaikat Kegelapan / palsu akan diajarkan di Shamballa ). Perlindungan terbesar melawan suara-suara kegelapan atau godaan ini adalah akal sehat dan kemampuan memilah-milah dan juga maksud baik dan hal-hal positif dan selalu mendengarkan suara hati yang tenang dan tenteram dari dalam.

    Malaikat sejati mempunyai kualitas dan pancaran sinar keemasan yang terpancar melalui bisikan-bisikannya kedalam pikiran anda. Jika bisikan-bisikan ini penuh dengan cinta dan keharmonisan, keadilan, dan penerimaan, berarti hal itu berasal dari malaikat cahaya. Malaikat cahaya akan selalu membiarkan kita merasa hangat dan damai.

    Para malaikat cahaya akan berkata, “ Ikutilah kata hati anda. Inilah tujuan yang lebih tinggi.”

    Apakah malaikat-malaikat cahaya mempunyai kehendak bebas? Jawabnya tidak. Keinginan malaikat yang paling tinggi ialah mengabdi kepada Tuhan melakukan kehendak Sang Pencipta. Ini membatasi pilihan. Seandainya kesadaran manusia terlalu tinggi sehingga satu-satunya yang kita inginkan ialah mengikuti kehendak Sang Sumber, berarti kita tidak lagi menginginkan kebebasan untuk merusak diri sendiri.

    Kita mesti selalu ingat, kecerdasan Illahi adalah mengawasi proyek dan cahaya selalu lebih dahsyat daripada kegelapan. Tidak satupun kekuatan kegelapan yang akan sanggup menyentuh kita jika kita berpegang pada cahaya tersebut.
    Selama berlangsungnya eksperimen kehendak bebas ini, manusia telah melampaui batas-batas yang diperbolehkan. Kita telah merusak satu sama lain dan juga planet ini. Itulah sebabnya terdapat misi penyelamatan besar-besaran melalui tindakan para malaikat dan kekuatan-kekuatan cahaya lain untuk membantu kita. Oleh karena itu, kita harus merasa tenang, percaya, memusatkan perhatian, dan menenangkan diri sendiri sehingga mereka dapat mendekat.

    Sama seperti manusia, malaikat-malaikat kegelapan yang memisahkan diri dari Sang Sumber demi eksperimen ini mempunyai kebebasan penuh melakukan apapun yang mereka kehendaki.

    sumber: ayogyakaruna.org (via wayback machine)

    Categories: Spiritualism

    Meditasi Penyeimbangan Kelenjar Endokrin

    December 12th, 2009 No comments

    Meditasi ini didesain untuk menyeimbangankan fungsi otak dan sistem
    endokrin, mulai dari istana kristal, yang terletak tepat dibelakang
    pertengahan alis, dan di bawah ubun-ubun, di tengah kepala. Organ-
    organ otak mayor terdapat pada istana kristal – hypothalamus,
    amygdala, kelenjar pineal, dan pituitary terdapat di antaranya.
    Kelenjar endokrin merupakan struktur halus berikutnya di tubuh
    setelah chakra, dan dekat dengan chakra. Kelenjar ini menghasilkan
    hormon dan “neutrotransmitter” yang mengatur banyak fungsi tubuh dan
    yang membuatnya unik karena menggunakan aliran darah daripada
    saluran tubuh (duct) untuk mengalirkan hormonnya.

    Mulai dengan pemusatan. Latihan ini dapat dilakukan berdiri atau
    duduk tetapi yang penting adalah relaks (dan tidak jatuh). Tutup
    kedua mata, dan kemudian buka sedikit, tetapi daripada melihat pada
    suatu fokus, tataplah ke bawah dan jaga mata tidak tegang, jangan
    mencoba untuk melihat sesuatu. Bayangkan kita berada di tengah-
    tengah kubah dengan cahaya berwarna ungu yang memanjang ke bawah
    dari Bintang Utara melingkupi tubuh kita hingga ke bumi. Ketika kita
    fokus pada tengah-tengah kubah, niatkan untuk tersenyum pada setiap
    kelenjar. Ikuti intuisi untuk menuntun kita bertahan berapa lama
    pada setiap kelenjar. Ketika kita bernafas, bayangkan bahwa energi
    mengalir dalam bentuk spiral.

    Mulai bernafas melalui mata kiri, ke kelenjar pineal di istana
    kristal, dan dari sana, salurkan kembali ke pusat occipital ridge,
    benjolan kurus di belakang kepala. Tahan selama beberapa detik,
    bayangkan energi bergerak spiral di sana. Kemudian keluarkan kembali
    ke istana kristal, keluar melalui mata kanan dan ke titik di depan
    kita sejauh yang dapat dijangkau dengan ibu jari kita. Pusatkan
    pikiran kita pada pineal, pituitary dan organ otak yang lain.
    Kelenjar pineal merespon cahaya dari mata ketiga dan menentukan
    waktu internal dan mensinkronkan dengan waktu atau hari dan musim.

    Lanjutkan, saat ini mulai dengan menarik nafas melalui mata kanan,
    keluar melalui mata kiri, dan kemudian bergantian. Setelah itu,
    bayangkan kita bernafas melalui pertengahan alis, daripada mata.
    Biarkan intuisi yang menuntun kita untuk bertahan berapa lama pada
    masing-masing tempat.

    Selanjutnya, alirkan energi ke bawah melalui saluran pusat di pusat
    tubuh kita dari istana kristal ke tenggorokan. Tarik nafas dari
    suatu titik di depan tenggorokan; perpanjang nafas itu melalui tubuh
    dan keluar dari leher, dan kemudian di balik, dan bernafas dari
    belakang leher dan keluarkan dari tenggorokan. Pusatkan pikiran kita
    pada kelenjar thyroid dan parathyroid. Kelenjar thyroid mengatur
    metabolisme dan suhu tubuh. Kelenjar parathyroid khususnya pada
    pengaturan metabolisme kalsium.

    Alirkan energi ke bawah melalui saluran pusat ke pusat jantung.
    Bernafas melalui jantung, alirkan energi melalui tubuh dan keluarkan
    melalui tulang belakang di belakang jantung. Kemudian balik
    nafasnya. Fokus pada kelenjar thymus. Kelenjar thymus menghasilkan
    sel T, pivotal pada fungsi sistem kekebalan tubuh.

    Alirkan energi ke solar plexus, antara tulang rusuk dengan pusar.
    Bernafas melalui solar plexus dan keluarkan melalui ruang antara
    thoracic terakhir dan lumbar vertebra yang pertama. Kemudian
    dibalik, bernafas dari belakang dan keluarkan dari depan. Fokus pada
    pankreas, yang memiliki fungsi endokrin dan eksokrin. Hormon
    endokrin adalah insulin, yang mengatur gula darah.

    Alirkan energi ke pusat seks. Bernafas dari depan tubuh dan
    keluarkan melalui ujung sacrum, rasakan hubungan ke ovarium atau
    testis. Kemudian di balik, bernafas dari sacrum dan keluarkan
    melalui ujung pubic bone. Fokus pada gonad, yang mengatur fungsi
    kelenjar reproduksi.

    Alirkan energi ke perinium, antara vagina atau penis dengan anus.
    Bernafas melalui cakra dasar dan keluarkan melalui cakra mahkota.
    Kemudian di balik, menarik nafas dari cakra mahkota dan di
    keluarkan melalui perinium. Fokus pada kelenjar adrenalin, di atas
    ginjal. Kelenjar adrenalin terutama berhubungan dengan kelangsungan
    hidup, membantu kita menangani stres dengan fleksibel dan menyiapkan
    kita untuk bertahan hidup.

    Hubungkan energi dari perinium ke pusat seks, pusat seks ke solar
    plexus, solar plexus ke jantung, jantung ke tenggorokan,
    tenggorokan ke kelenjar pineal dan kemudian di balik, berhenti
    sejenak dan melakukan gerakan spiral pada setiap pusat. Ulangi
    hingga semua pusat terasa terbuka dan seimbang dalam hubungan satu
    sama lainnya.

    Duduklah dengan tenang, biarkan nafas menjadi santai, biarkan
    seimbang. Biarkan diri kita memperhatikan penyesuaian pada tubuh
    yang berlangsung secara spontan. Nikmati rasa itu. Semakin sering
    kita melatih, semakin cepat kita bisa kembali dalam keadaan ini.
    Catat semua perubahan yang terjadi pada aspek psikologi, emosional,
    mental atau spiritual.

    Kelenjar endokrin merupakan penemuan anatomi yang terbaru, baru
    terkuak rahasianya pada abad terakhir ini. Kelenjar ini paling halus
    dari struktur tubuh fisik, berkaitan dengan chakra. Yang kemudian
    membentuk kolam energi di dalam, di atas, maupun di bawah tubuh.

    Pentingnya pusat energi ini telah dikenal oleh berbagai kebudayaan
    asli di seluruh dunia. Teknik untuk memusatkan dan menyeimbangkan
    energi chakra melalui meditasi dan latihan ditemukan di banyak
    tradisi. Posisi Yoga dan meluruskan energi chakra. Para Taois
    menyalurkan chi dengan Orbit Mikrokosmos, yang menghubungkan setiap
    pusat energi dan membantu menyeimbangkannya. Pada tradisi Indian cherokee
    ada kumpulan nyanyian/mantra dan visualisasi untuk membantu
    perkembangan pada setiap pusat energi.

    Kelenjar pineal, sering disebut kelenjar master, memiliki hubungan
    utama dengan mata ketiga. Jumlah dan intensitas cahaya masuk melalui
    titik antara dua alis, mempengaruhi kelenjar pineal. Apa hari ini
    siang atau malam? Musim semi atau gugur? Sebaliknya, kelenjar pineal
    menentukan waktu internal, menentukan berapa banyak dan hormon yang
    mana yang akan keluar dan kapan. Sebagai contoh keseimbangan ini
    adalah hormon DHEA dan Melatonin. Melatonin mengalami puncaknya pada
    malam hari, membantu menyediakan tidur yang nyenyak. DHEA paling
    banyak pada pagi hari, menyediakan energi untuk kegiatan aktif
    sehari-hari. Jika hormon-hormon ini tidak bekerja dengan seimbang,
    tidur akan terganggu dan selama siang hari, seseorang dapat
    mengalami kelelahan.

    Kelenjar endokrin sangat khusus karena hormon yang dihasilkan
    mengalir melalui aliran darah ke organ-organ dan kelenjar-kelenjar
    tujuan daripada melalui aliran lain. Hormon tersebut, bersama dengan
    neutrotransmitter, mengatur fungsi seluruh tubuh.

    Kita memulai kehidupan dengan cahaya buatan dengan perkembangan bola
    lampu dan listrik pada abad terakhir. Dimulai tahun 1950-an malam
    hari menjadi lebih lambat karena adanya televisi. Pada akhir abad
    banyak aktivitas yang bisa dilakukan selama 24 jam. Banyak toko
    retail tetap buka. Banyak perumahtangga bertambah berjalan-jalan dan
    berbelanja sepanjang waktu.

    Aliran masuk cahaya buatan mengambil tempat pada sistem endokrin,
    sehingga pengaturan diri menjadi lebih berat. Banyak orang memiliki
    ketidakseimbangan hormon, meskipun banyak yang tidak perhatian
    terhadap sumber depresi mereka. Beberapa memiliki gelaja kronis
    seperti sakit kepala atau sakit perut atau menjadi sakit ketika
    stres tetapi tidak membuat hubungan antara gejala-gejala tersebut
    dengan penderitaan sistem endokrin.

    Faktor yang lain juga membuat gangguan pada keseimbangan. Hormon
    yang ditambahkan pada cadangan energi kehidupan akan membuatnya
    bertambah lebih gemuk, lebih cepat, tetapi ketika daging dicerna,
    hormon ini akan menciptakan kebingungan fisiologikal. Saluran
    telepon, komputer, listrik, dan kabel adalah bagian dari teknologi
    yang menghasilkan elektromagnetik yang dapat mengganggu sistem
    energi tubuh.

    Hal yang ditambahkan pada fenomena ini adalah peningkatan campuran
    foton ke dalam planet, bagian dari siklus astronomi yang sangat
    luas. Sistem matahari merupakan orbit elips yang membawa kumpulan
    foton setiap 11.500 tahun. Sangat sulit bagi manusia untuk
    memperoleh siklus yang sangat besar tersebut. Masuk ke dalam
    kumpulan cahaya tersebut dapat menjadi tanda kreatifitas besar.
    Energinya netral. Pada level praktisi, kita perlu meningkatkan
    kapasitas sistem energi kita – aura, chakra, dan meridian – untuk
    membawa lebih banyak energi. Tubuh dapat mengembangkan kapasitasnya
    untuk menyalurkan energi yang besar dan menyalurkannya ke bumi.

    Jika kita belum melakukan persiapan, kita akan mengalami peningkatan
    emosi yang kuat dan merasa tidak terkontrol. Pada tingkat pribadi,
    ini dapat dipikirkan sebagai pengujian masalah dari struktur energi
    halus. Konsekuensinya serius. Gelombang energi emosi dari sumber
    universal begitu besar untuk disesuaikan dengan saluran energi yang
    ada. Seperti komputer atau perlengkapan listrik lainnya yang
    menunjukkan pada sumber dayanya, kita akan menyaksikan irasional,
    ungkapan kekerasan misterius. Di tinjau dari alam, kita akan melihat
    gempa bumi, air bah, dan petir yang mencelakakan. Dari tingkah laku,
    kita melihat kekerasan dan kemarahan, pembunuhan, pembersihan etnik,
    dan tindakan barbar lainnya. Dapat juga berupa masalah penyakit
    besar dan suatu epidemi atau tekanan. Semua yang menakutkan terjadi
    menunjukkan bukti bahwa energi lebih besar daripada kapasitas bumi
    dan orang-orang yang mendiaminya.

    Teknologi, cahaya buatan, dan energi yang besar dapat memproduksi
    lebih cepat dibandingkan dengan adaptasi tubuh yang dapat dilakukan.
    Pada tingkat ini, manusia dapat turut serta pada proses evolusinya
    sendiri dengan menggunakan perhatian sadar untuk memacu fungsi
    fisiologi. Latihan Chikung berguna untuk melatih tubuh, memperbesar
    kapasitas meridian untuk membawa energi, cahaya. Tubuh cahaya perlu
    diperbesar untuk mengakomodasi campuran foton. Jika itu terbentuk,
    energi secara baik akan dapat disalurkan dan kekerasan yang dapat
    terjadi bisa dikurangi.

    Meditasi penyeimbangan Kelenjar Endokrin ditawarkan sebagai cara
    sederhana tetapi teknik meditasi yang bagus untuk membantu
    mengembangkan kapasitas kita untuk tetap seimbang pada saat ini.
    Semakin sering kita melakukannya, semakin banyak efek positif yang
    dihasilkan, untuk bumi, sosial, politik, lingkungan, dan kesehatan.
    Sekali kita mengalami meditasi ini, jangan membatasi diri kita pada
    saat meditasi saja, tetapi ingatkan diri kita, biarkan nafas kita
    mengalir melalui pusat-pusat vital diri. Ini akan membantu kita
    untuk tetap terikat dengan bumi, sehingga angin tidak dapat
    mengganggu kita. Cobalah. Lihat warna yang datang di setiap pusat
    energi. Coba bernafas melalui semua pusat energi sekaligus,
    bayangkan kita bernafas dalam warna pelangi. Jika kita mengalami
    cuaca buruk, bayangkan kita menarik angin topan melalui kolam energi
    kita untuk membantu menenangkan sistem cuaca. Jika kita mendapati
    diri kita berada di tengah-tengah lingkungan yang tidak
    menyenangkan, bernafas melalui tubuh cahaya untuk menenangkan diri
    kita dan orang-orang di sekitar kita.

    Artikel diambil dari milis Mayapada Prana di mail-archive.com

    http://www.mail-archive.com/mayapadaprana@yahoogroups.com/msg05069.html. Di email tsb tertulis:

    Meditasi Penyeimbangan Kelenjar Endokrin
    oleh penjudith
    Source: http://www.balebengong.info/
    Categories: Mind, Body and Soul

    Bahasa Sansekerta: Bahasa Para Dewa?

    December 4th, 2009 2 comments

    Ketika Big Bang atau Dentuman Besar terjadi pada awal terciptanya alam semesta, sebenarnya tidak ada suara apa pun yang terdengar. Konon, yang mendengar juga belum ada dan mediumnya pun juga tidak ada. Kata Big Bang dimunculkan oleh Fred Hoyle pada tahun 1950 untuk menjelaskan karakteristik alam semesta yang mulai berekspansi dengan cara seketika seperti ledakan.

    Gambaran awal alam semesta ini dilihat oleh teleskop gelombang mikro milik NASA. Jika Big Bang memang terjadi, gelombang awal yang muncul pada saat itu akan menjadi gelombang mikro pada saat sekarang. Teleskop NASA menemukan gelombang mikro yang telah menempuh jarak selama hampir 14 milyar tahun cahaya. Gelombang ini muncul kira-kita 380.000 tahun setelah Big Bang, kurang lebih bagaikan 12 jam setelah kelahiran seorang bayi ke dunia.

    Secara visual, hanya gelombang mikro yang terlihat melalui teleskop. Tetapi, gelombang mikro ini memiliki suara. Suara yang pada mulanya tidak terdengar, tetapi kemudian muncul dalam bentuk desisan, yang semakin lama pitch atau tinggi-rendah nada desis tersebut akan semakin menurun. Suara awal ini terdeteksi sebagai noise. Noise yang memenuhi segala spektrum sehingga mampu menciptakan struktur penciptaan pada seluruh skala dari bintang hingga galaksi. NewScientist.com mempublikasikan artikel bahwa alam semesta lahir dengan desisan dan bukan ledakan. Dalam salah satu link-nya, juga terdapat rekaman suara awal (http://www.newscientist.com/). Maka, pemahaman Injil Yohanes versi Internasional bahwa “In the beginning was the Word”, menjadi keliru. Bukan Word tetapi Sound, suara. Suara yang tidak memiliki arti tertentu, tetapi esensial dalam pembentukan alam semesta. Suara penciptaan awal alam semesta.

    Para Resi jaman dahulu sudah mengetahui hal ini selama ribuan tahun. Mereka melakukan percobaan dengan elemen-elemen alam, kemudian hasil percobaan itu mereka tuliskan menjadi Veda atau Kitab Pengetahuan. Menurut Veda, suara awal penciptaan adalah AUM (OM).

    Dalam peradaban Sindhu (Hindu) dijelaskan bahwa awal Penciptaan bermula dari Suara Awal AUM. AUM tidak hanya mengacu pada penciptaan, tetapi juga menjadi motor penggerak seluruh alam semesta. A adalah simbol Penciptaan Materi. U adalah simbol Pemeliharaan Energi. M adalah simbol Pendaur-ulang.

    AUM ini kemudian menjadi mantra suci kebudayaan Hindu. Kata Mantra berasal dari bahasa Sansekerta Manas dan Yantra. Manas artinya, pikiran. Yantra artinya, alat. Mantra, tidak seperti yang dikenal orang sebagai jampi-jampi, mempunyai arti “alat untuk menenangkan pikiran”. Kata-kata apa pun yang bisa menenangkan pikiran manusia dapat dikategorikan sebagai Mantra. Mantra yang diucapkan berulang-ulang dalam Islam disebut Dzikir. Salah satu Dzikir yang paling umum adalah La Ila Ha Ila Allah yang artinya, tidak ada Tuhan selain Allah, atau tidak kebenaran apa pun di luar Tuhan. A-U-M sendiri dalam bahasa Arab menjadi Alif, Lam, Min. Di dalam bahasa Yahudi, Tuhan atau Kebenaran itu sendiri tidak memiliki nama. Tetapi, jika tetap harus diungkapkan, maka ungkapan yang tepat tentang Tuhan atau Kebenaran hanyalah suara yang diucapkan dalam bentuk gabungan huruf Y-H-V.

    Dalam tradisi Kristen, menurut Jnaneshvara Bharati, salah satu mantra yang bisa dipakai adalah Maranatha. Kata Maranatha disebut dalam surat St. Paulus kepada umatnya di Korintus dan juga muncul di Kitab Wahyu Injil. Maranatha berasal dari bahasa Aram (bahasa pergaulan bangsa Yahudi pada masa Yesus) yang mempunyai dua arti sebagai berikut:
    • mara – natha yang artinya “Tuhan datanglah”;
    • maran – atha yang artinya “Tuhan telah datang”.

    Dalam cerita Hindu, ketika Ia Yang Tak Bernama, tetapi memiliki tak terbatas Nama, sedang dalam tidur panjang, suara AUM yang berasal dari dalam diri-Nya sendiri yang telah membangunkan-Nya. AUM menyebabkan diri-Nya sadar akan Keberadaan-Nya sendiri. Pada saat ini, Ia pun berada dalam keadaan Turiya, keadaan keempat yang tak terjelaskan.

    AUM ini yang menyebabkan seluruh alam semesta tercipta dan mulai berekspansi. Mantra AUM dianggap sebagai mantra yang tertinggi dan disebut sebagai Pranava, awal. Bahkan dalam salah satu Upanishad (pelajaran dan pengamalan kebenaran), yaitu Mandukya Upanishad, berbunyi: “AUM – kata ini adalah segalanya: masa lalu, masa kini, masa depan, bahkan melampaui waktu. Semuanya adalah AUM”.

    Mandukya (dalam bahasa sansekerta berarti katak) Upanishad adalah hasil pengalaman seorang Resi yang belajar tentang rahasia Keberadaan-Nya dari seekor katak. Mandukya Upanishad ini sudah berusia ribuan tahun. Seekor katak mempunyai kemampuan lebih dibanding binatang lain, karena ia bisa hidup dalam dua dunia, yaitu air dan darat. Ia dengan mudah dapat berpindah antara kedua dunia tersebut. Kedua dunia ini oleh sang Resi tersebut sebagai lambang dari dunia materi dan dunia spiritual.

    Masih di dalam Mandukya Upanishad disebutkan pula bahwa alam semesta ini terdiri atas empat keadaan:

    1. Keadaan jaga atau Jagarita: keadaan ketika seseorang bangun tidur dan melakukan kegiatan sehari-hari. Ini adalah kesadaran materi, Vaishvaanara. Pada keadaan ini manusia menggunakan panca indera dan fisiknya untuk berinteraksi dengan alam sekitarnya. Keadaan jaga adalah setara dengan suara dari huruf “A” pada AUM.
    2. Keadaan tidur dengan mimpi atau Svapna: keadaan ketika seseorang sedang bermimpi dalam tidur. Di sini kesadaran yang berkuasa adalah energi, tajas. Energi memiliki massa, tetapi tidak memiliki bobot sehingga dapat dengan mudah berubah bentuk. Dalam mimpi seseorang bisa mengalami apa pun yang ketika jaga tidak mungkin terjadi. Bahkan seseorang bisa menciptakan apa pun secara instan dalam dunia mimpinya itu. Pikiran, dalam hal ini alam bawah sadar, menjadi penguasa dari alam mimpi ini. Keadaan bermimpi adalah setara dengan suara dari huruf “U” pada AUM.
    3. Keadaan tidur tanpa mimpi atau deep sleep (Susupti): keadaan ketika seseorang tidur lelap tanpa mimpi sedikit pun. Pada saat itu yang terjadi adalah kekosongan. Ketika kesadaran materi dan energi hilang, pada saat itulah kesadaran atau prajna ini muncul. Kesadaran atau prajna adalah sebab dari keadaan jaga dan tidur bermimpi. Kedua keadaan pertama ada karena keadaan deep sleep ini. Keadaan tidur tanpa mimpi adalah setara dengan suara dari huru “M” pada AUM.
    4. Keadaan Turiya: keadaan yang tidak terjelaskan. Keadaan yang melampaui semuanya, melampaui baik-buruk, melampui ilusi-realita, melampaui krodh (amarah), melampaui kaam (nafsu), melampaui lobh (keserakahan), dan melampaui moh (keinginan duniawi).

    Resi jaman dahulu bukan saja ilmuwan praktis, tetapi juga seorang psikolog ulung.

    Ketiga keadaan pertama di atas dalam psikologi sekarang dikenal sebagai: Kesadaran jaga (consciousness); kesadaran alam bawah sadar (sub consciousness); kesadaran supra (super consciousness). Sementara keadaan keempat, kesadaran no-mind yang melampaui ketiga kesadaran sebelumnya tidaklah dikenal oleh pemikiran Barat, tetapi sudah dikenal dalam peradaban Timur. Keadaan keempat inilah yang disebut Pencerahan Buddha atau Kesadaran Kristus.

    Hansberger, seorang ilmuwan Jerman setelah Perang Dunia Pertama, menemukan bahwa kesadaran mempunyai kaitan erat dengan frekuensi gelombang otak. Gelombang otak adalah frekuensi pancaran otak yang direkam dengan electroencephalogram (EEG). Gelombang Beta mempunyai frekuensi 14 sampai 28 siklus per detik. Ini adalah kesadaran jaga kita. Ketika kita sedang tegang, kuatir, atau sibuk dengan kegiatan yang menguras otak, maka Gelombang Beta yang mendominasi otak kita.

    Gelombang berikutnya adalah Gelombang Alpha dengan panjang gelombang 8 sampai 13 siklus per detik. Pada gelombang ini seseorang masih berada dalam kesadaran jaga, tetapi dalam kondisi yang rileks, kreatif, bebas dari kekhawatiran – atau sering disebut sebagai kondisi meditatif ringan. Pada kondisi ini seseorang belum sampai pada keadaan tidur, namun pikirannya sudah tidak lagi aktif. Kondisi ini adalah kondisi netral di mana panca indera bekerja maksimal sehingga seseorang akan menjadi sangat “awas”.

    Banyak latihan-latihan beladiri yang memiliki unsur meditasinya bertujuan agar orang tersebut mencapai Gelombang Alpha sehingga tubuh dapat merespons dengan cepat. Contoh: Tai Chi, Aikido, dan Ba Gua Chuan sering disebut moving zen, karena beberapa latihan-latihannya menginduksi gelombang otak untuk mencapai Gelombang Alpha. Respons tubuh dengan cara ini berbeda dibanding ketika hormon adrenalin seseorang bekerja. Seseorang yang hormon adrenalinnya sedang bekerja, maka tubuhnya juga akan merespons dengan cepat, tetapi pada saat itu hanya kesadaran binatang (insting) yang terletak di batang otak yang aktif. Kedua gelombang Beta dan Alpha adalah keadaan jagarita.

    Gelombang yang sedikit lebih panjang lagi adalah Gelombang Theta yang mempunyai frekuensi dengan siklus 4-7 kali per detik. Inilah keadaan Svapna. Umumnya kondisi jaga anak-anak berada pada frekuensi ini, sementara orang-orang dewasa jarang yang berfrekuensi Theta pada kondisi jaga. Pada orang-orang dewasa, kondisi ini sering muncul menjelang tidur dan ketika sedang mengalami mimpi sehingga berhubungan langsung dengan alam bawah sadar orang tersebut. Seseorang yang sedang dalam kondisi meditatif secara mendalam, kreatifitas yang tinggi, dan reseptif terhadap hal-hal paranormal sebenarnya juga sedang mengalami Gelombang Theta. Tidak heran bila kita sering kali tidak bisa membedakan dengan tepat keadaan seseorang yang sedang bermimpi dengan seseorang yang sedang berhalusinasi. Pada saat bermimpi, seseorang mengalami REM (Rapid Eye Movement) atau mata bergerak dengan cepat.

    Seseorang yang mengalami sleepwalking atau berjalan sambil tidur, gelombang otaknya pun juga berada pada tingkat ini. Tetapi, ketika bangun ia tidak ingat sama sekali apa yang telah dilakukannya, karena ia sebenarnya berada dalam alam mimpi. Seseorang yang berada dalam alam mimpi, umumnya ketika bangun tidur tidak ingat mimpi apa yang dialaminya.

    Gelombang keempat adalah Gelombang Delta yang mempunyai frekuensi dengan siklus 1 – 3 per detik. Gelombang ini muncul pada saat seseorang berada dalam kondisi tidur tanpa mimpi (deep sleep) atau meditasi yang sangat dalam. Inilah keadaan susupti ketika Prajna memegang kendali.

    Sampai saat ini, ilmuwan masih dapat memetakan hingga deep sleep. Tetapi, ribuan tahun yang lalu para Resi sudah mengenal hingga tahap berikutnya yang disebut Turiya. Pada saat itu, seseorang akan mempunyai gelombang otak 0 siklus per detik. Akan sangat lama bagi para ilmuwan masa kini untuk membuktikan frekuensi 0 siklus per detik. Mereka akan menganggap seseorang yang berada pada kondisi itu telah mati secara klinis. Tapi, bagi para Resi, seseorang yang mati secara klinis belumlah mencapai kondisi Turiya. Bagaikan transmiter rusak, otak tidak memancarkan frekuensi apa pun karena otak sudah tidak berfungsi. Tapi, di lain pihak, penelitian pernah membuktikan bahwa seorang Yogi dapat menurunkan frekuensi otaknya hingga hampir 0 siklus per detik. Setiap beberapa menit atau jam, otak yang kelihatannya datar mengalami spike atau lonjakan. Frekuensinya menjadi satu dibagi beberapa ratus siklus per detik, tetapi tetap belum mencapai 0.

    Gelombang otak manusia hanyalah medium. Apa yang dipancarkan bersama gelombang otak tersebut bisa berlainan. Jika tiga orang yang sedang tidur bermimpi dan ketiganya berada pada gelombang yang sama, maka tidak berarti ketiga orang tersebut bermimpi hal yang sama, meskipun kadang-kadang hal tersebut bisa terjadi. Seperti modem internet pada komputer yang menggunakan kabel telpon untuk mengirimkan sinyal-sinyal berupa data-data komputer. Data-data yang dikirim melalui sinyal-sinyal pada kabel telepen itu sesungguhnya dikonversikan ke dalam bentuk suara. Demikian juga pikiran manusia menggunakan medium gelombang otak hingga mampu dialami oleh seluruh bagian tubuh.

    Pada saat seseorang sedang tertidur dan mengalami mimpi buruk, dia akan terbangun sambil berkeringat dingin serta jantung berdebar-debar. Apa yang hanya dialami dalam alam mimpi (kesadaran kedua), secara fisik dirasakan oleh tubuh dalam kesadaran jaga. Jadi, batas antara keempat keadaan tersebut tidak sejelas yang dikira.

    Dalam alam mimpi seseorang hampir tidak bisa “berpikir”. Bahkan untuk menyadari bahwa dirinya sedang bermimpi pun tidak bisa. Ketika ia menyadari dirinya sedang bermimpi, maka sebetulnya saat itu ia sedang tidak bermimpi. Svami Anand Krishna dalam ceramahnya pernah meyinggung bahwa pernyataan “Saya sedang tidur” tidak mungkin terjadi. Meskipun secara tata bahasa adalah benar, tetapi jika seseorang sedang tidur, maka ia tidak akan tahu dirinya sedang tidur. Pengetahuan bahwa dirinya tidur baru bisa disadari ketika orang tersebut sudah keluar dari tidurnya.

    Kembali kepada soal vibrasi materi atau energi. Fisika Modern telah membuktikan bahwa seluruh alam semesta ini sedang bervibrasi. Alam semesta mempunyai getaran yang saling tumpang tindih dengan rentang frekuensi yang tidak terbayangkan. Karena semua adalah vibrasi dengan frekuensi tertentu, maka manipulasi elemen atau materi di alam semesta ini pun bisa dilakukan dengan frekuensi tertentu pula. Salah satu metode yang digunakan oleh para Resi adalah menggunakan simbol-simbol. Simbol-simbol dengan kombinasi tertentu dapat menciptakan hasil yang spesifik. Simbol-simbol ini kemudian dikumpulkan dan sekarang dikenal sebagai “Bahasa Sansekerta”, yang artinya “telah disempurnakan”.

    Bahasa Sansekerta adalah bahasa teknik karena dirancang khusus untuk keperluan tertentu. Bahasa Sansekerta bukanlah bahasa percakapan sehari-hari. Bahkan menurut penelitian ilmuwan NASA, Badan Penerbangan Angkasa Amerika Serikat, Bahasa Sansekerta adalah satu-satunya bahasa yang bisa diterjemahkan secara langsung ke dalam bahasa pemrograman komputer.

    Sementara bahasa-bahasa lain membutuhkan parser (untuk memisahkan sintaksis) agar dapat dimengerti komputer dan membutuhkan karakter alfanumerik (angka dan tanda baca), Bahasa Sansekerta mampu melakukannya dengan jelas tanpa keduanya. Tidak heran selama ribuan tahun Bahasa Sansekerta dipakai sebagai bahasa tulisan dalam berbagai bidang profesi, seperti matematika, hukum, filsafat, linguistik, astronomi, kedokteran, sastra dan lain sebagainya.

    Kembali kepada AUM, setiap pengucapan A-U-M dengan intonasi dan nada tertentu akan menghasilkan efek tertentu. Distorsi pada suara awal AUM menciptakan perbedaan frekuensi yang disebut Dvhani atau pola frekuensi. Perbedaan pola ini disebut Varna yang kemudian menjadi suku kata Sansekerta. Kata “warna” dalam bahasa Indonesia juga berasal dari Varna dari Bahasa Sansekerta, yang sebetulnya merujuk pada rentang frekuensi yang beraneka ragam. Setiap warna memiliki rentang frekuensi sendiri.

    Dalam dunia medis saat ini terapi warna sudah mulai diterima sebagai terapi komplementer. Prinsip dasar dari terapi warna adalah agar setiap organ atau anggota tubuh bekerja pada rentang frekuensi tertentu. Jika organ tersebut frekuensi kerjanya berubah, organ tersebut akan mengalami gangguan fungsi.

    Dalam terapi warna, setiap warna akan memberikan respons yang berbeda ke syaraf-syaraf otak dan dari otak diteruskan ke organ-organ tertentu yang juga beroperasi pada rentang frekuensi tertentu. Sebagai contoh, seseorang yang mengalami gangguan pada ginjal dapat terbantu proses pemulihannya jika ia melihat warna oranye. Warna ini akan merangsang syaraf-syaraf di otak dan mengaktifkan hormon tertentu. Selain itu impuls-impuls tersebut akan diteruskan ke ginjal dan membuat ginjal kembali bekerja pada rentang frekuensinya sendiri.

    Bahasa Sansekerta sendiri dianggap sebagai bahasa tertua dan terstruktur, karena sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, dan aksara pembentuknya berasal dari perbedaan frekuensi. Contohnya adalah sebagai berikut. “Aa” adalah aksara pertama dan “Ha” adalah aksara terakhir.Ketika dua aksara tersebut digabung, maka hasilnya adalah “Aham” yang artinya adalah Aku.

    Dalam bahasa Yunani, awal adalah alpha dan akhir adalah omega. Tradisi Kristen mengatakan bahwa Tuhan adalah awal dan akhir. Alpha dan Omega. Di tengahnya inilah manusia. Bandingkan dengan bahasa Sansekerta yang juga mengatakan bahwa di antara Awal dan Akhir itulah “Sang Aku” (Tuhan) berada.

    Contoh lain dari struktur kata pada Bahasa Sansekerta: Padartha yang artinya adalah Materi, terdiri atas dua kata, Pada artinya Kata atau Suara, serta Artha bermakna tujuan atau arti. Suara + Arti = Materi. Dalam bahasa Fisika Kuantum, bisa diartikan sebagai: vibrasi suara yang diucapkan dengan tujuan tertentu akan membentuk materi. Dan memang materi inilah yang akan mencul. Setiap vibrasi adalah energi. Setiap tujuan atau niat juga memiliki massa. Maka, yang terjadi adalah materi yang memiliki energi dan massa.

    Dalam keadaan jaga, materi yang tercipta tidak akan terlihat. Tetapi, setiap energi tidak pernah musnah. Apa pun yang pernah ada, akan tetap ada dan hanya berubah bentuk. Bentuk dan komposisi bisa berubah-ubah meski substansinya tidak.

    Dalam keadaan tidur bermimpi, energi (tajas) adalah dominannya. Pada saat itu, pengertian Padartha akan lebih mudah dimengerti. Suara apa pun yang muncul ditambah dengan niat tertentu akan menciptakan wujud tertentu pula secara seketika. Setiap orang pasti mengalami hal ini ketika ia sedang bermimpi.

    Satu-satunya perbedaan antara orang awam dan para Resi adalah Resi sadar bahwa mereka sedang berada di alam mimpi. Tidak ada mimpi yang sedemikian buruk atau sedemikian nikmat yang dapat mempengaruhi tubuh jaga seorang Resi. Karena mereka menyadari bahwa mimpi ini pun adalah proyeksi pikiran mereka sendiri. Maka dengan sangat mudah para Resi akan dapat menghentikan atau mengubah mimpinya dengan seketika.

    Sementara itu, orang awam baru menyadari bahwa mereka sedang bermimpi hanya ketika sudah bangun dari tidurnya. Orang awam akan terbawa oleh mimpinya dan jika mimpinya sangat intens, efek pada tubuh jaga akan terasa besar juga. Tubuh sedang beristirahat, jantung sedang berirama dengan normal, tetapi jika seseorang bermimpi buruk – meskipun mereka tidak ingat dengan mimpinya ketika bangun – maka jantungnya akan berdebar sedemikian kencang seperti mau meledak, napas tersengal-sengal, dan dada terasa sesak. Penelitian membuktikan bahwa serangan jantung paling sering terjadi di pagi hari. Jika terasa tidak masuk akal, ingatlah bahwa Fisika Modern memang sering “tidak masuk akal”, tetapi bisa dibuktikan.

    Bahasa Sansekerta diperkirakan telah berusia minimal antara 4000-7000 tahun dan menjadi dasar dari banyak bahasa-bahasa klasik di Eropa seperti Yunani, Latin dan Romawi. Tidak mengherankan jika Bahasa Sansekerta digunakan dalam kitab Veda (Pengetahuan) yang sering dianggap sebagai kitab suci dari peradaban Hindu.

    Aksara-aksara yang digunakan dalam Bahasa Sansekerta disebut Devnagari (bahasa atau tulisan para Dewa). Dewa atau Malaikat, sesungguhnya, adalah elemen-elemen dasar pembentuk materi. Melalui Bahasa Sansekerta, seseorang dapat berinteraksi langsung dengan elemen-elemen alam. Karena seluruh aksara berasal dari variasi frekuensi, maka mantra-mantra Sansekerta yang disuarakan dengan benar akan menciptakan vibrasi tertentu dan mempengaruhi semua tingkat fisik, emosi, mental, energi, dan spiritual. Bahkan, menilik teori Fisika Modern di atas, vibrasi tertentu akan dapat menciptakan materi, meski untuk mewujudkannya dibutuhkan energi yang luar biasa besar.

    Bahasa Sansekerta sendiri mengalami beberapa kali perubahan tata bahasa. Tata bahasa disebut sebagai vyakarana, yang arti harafiahnya “analisa yang dibedakan”. Tata bahasa terakhir Sansekerta dibuat oleh Panini pada 1300 SM (ada yang menyebut 500 SM) yang menjadi tata bahasa terpendek, tetapi terlengkap di seluruh dunia. Panini menyebut tata bahasa ini sebagai Ashtadhyayi. Dalam 4000 ayat-ayat pendeknya, beliau menunjukkan bagaimana kerja Bahasa Sansekerta dan kombinasi yang bisa muncul baik arti maupun efeknya secara filosofis.

    Ilmuwan NASA telah membuktikan bahwa Sansekerta adalah satu-satunya bahasa yang dapat mengekspresikan setiap kondisi yang ada di alam semesta dengan jelas. Dengan struktur bahasa yang sempurna, Bahasa Sansekerta dapat dan telah digunakan sebagai Bahasa Kecerdasan Buatan, Artificial Intelligence.

    Rigg Briggs, seorang peneliti NASA, menjelaskan bahwa struktur Panini bisa digunakan untuk menciptakan bahasa tingkat tinggi yang efisien dan sistematis tanpa perlu menggunakan karakter alfanumerik yang sekarang dipakai dalam semua bahasa tingkat tinggi komputer. Bahasa tingkat tinggi artinya, bahasa yang menyerupai bahasa manusia dan merupakan jembatan instruksi manusia dengan mesin (komputer). Bahasa tingkat tinggi ini berkebalikan dengan bahasa mesin (bahasa tingkat rendah) pada komputer yang terdiri atas kombinasi biner: 0 dan 1 (open and close positions).

    Penelitian-penelitian tentang bagaimana aturan-aturan Panini dapat diterapkan dalam software sedang dilakukan di banyak tempat seperti Akademi Penelitian Sansekerta dan Siddhaganga Mutt di Karnataka. Bahkan dalam linguistik, aturan ini pun dapat diterapkan karena aturan Panini juga melingkupi aktivitas otak dan cara kerja suara manusia. Contoh, lebih mudah mengatakan jagat + naatha sebagai jagannaatha (dalam Bahasa Sansekerta) atau abd-ul + rahman sebagai abd-ur-rahman (dari Bahasa Semit) – keduanya mengikuti aturan fonetik Panini. Hal ini juga berarti bahwa bahasa Semit pun berasal dari Sansekerta. Diperkirakan sebagian besar bahasa-bahasa kuno di bumi seperti bahasa Persia, Yunani, Teutonic, dan Celtic berasal dari Sansekerta.

    Setiap mekanisme tata bahasa dalam Bahasa Sansekerta sudah disempurnakan. Setiap penjelasan tentang kondisi emosi serta berbagai kondisi lainnya sudah baku dan tidak mengalami perubahan selama ribuan tahun. Bahasa Sansekerta tidak mengalami penambahan kata baru karena semuanya sudah ada, termasuk materi apa pun di muka bumi sudah ada istilahnya. Jika para Resi sudah mengetahui tentang sistem ucapan manusia yang canggih ini pada ribuan tahun yang lalu, maka para ilmuwan Barat baru menyadarinya pada abad ini.

    Tetapi, bahasa peninggalan dari Sindhu tidak saja muncul di India dan melebar ke Eropa. Di Indonesia peradaban yang mirip sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Bahasa Indonesia akarnya berasal dari Melayu dan bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Tetapi, bahasa-bahasa daerah di Indonesia banyak yang berasal dari bahasa Sansekerta. Contoh, varna di Indonesia dikenal sebagai warna; Bhumi menjadi bumi; dev menjadi dewa/dewi; jiiva menjadi jiwa, dan lain sebagainya.

    Bahasa Daerah Jawa tidak menggunakan huruf alfabet a-z, tetapi menggunakan aksara Ha-Na-Ca-Ra-Ka yang masing-masing mempunyai arti filsafatnya. Bahasa Jawa dan Bali menggunakan aksara yang sama meskipun dengan pengucapan yang berbeda. Aksara-aksara ini mempunyai kemiripan dengan aksara-aksara bahasa Telugu yang digunakan di India Selatan.

    Hal-hal seperti ini menunjukkan ketinggian suatu budaya di mana suatu kata tidak terbentuk oleh sekedar alfabet, tetapi aksara dengan lafal yang berirama, mempunyai vibrasi, dan arti tertentu. Satu pepatah bahasa Jawa yang menggambarkan keadaan ini berbunyi: “Basa iku busananing Bangsa”, yang artinya budi pekerti seseorang atau suatu bangsa akan terlihat melalui bahasa yang dituturkannya

    Bandingkan dengan alfabet Romawi yang kita pakai sekarang (huruf a sampai z) di mana lafal serta penggunaannya tidak konsisten. Sayangnya, kedalaman budaya lokal Indonesia telah dianggap kadaluarsa oleh sebagian orang-orang Indonesia padahal dunia Barat justru mulai melakukan penelitian mendalam terhadapnya.

    *) Tulisan ini diambil dari buku berjudul “Sains dan Spiritualitas”, terbitan PT One Earth Media, 2006, karya Roy B. Efferin — seorang yang menekuni dunia Sains, Spiritualitas, dan Aikido.

    Untuk berkenalan lebih jauh dengan sang penulis silahkan kunjungi: http://www.facebook.com/roy.b.efferin

    NYHMWMYU7Z2T

    Categories: Spiritualism

    Agama dan Gejala Supranormal (3) – TAMAT

    September 7th, 2009 No comments

    Setelah planet ini terkucil dari pergaulan kosmik, Bumi kita hanya diamat-amati dari jauh saja. Pesawat UFO masih tetap datang namun tidak melakukan pendaratan.

    Mereka datang setiap 6000 tahun sekali hanya sekadar melihat bagaimana Bumi berkembang tanpa bantuan dari luar. Namun kira-kira 35.000 tahun yang lalu, suatu rombongan mahluk celestial kembali mendarat, yaitu rombongan Adam dan Hawa. Kalau rombongan pertama terdiri dari mahluk spiritual tanpa badan fisik, Adam dan Hawa adalah mahluk semi-material, yang perlu makan-minum, perlu pakaian dan bernafas. Mereka juga bisa memperoleh keturunan. Tujuan misi mereka adalah untuk melakukan percampuran darah dengan mahluk Bumi. Namun percampuran ini hanya dapat dimulai jika keturunan rombongan mereka telah mencapai jumlah sejuta orang. Ketetapan ini langsung datang dari pusat pemerintahan celestial tertinggi, yang harus menjadi pegangan bagi “para pegawai” di tingkat bawah.

    Tapi Sat-an masih leluasa bergerak di Bumi sebagaimana dapat di baca pada Kitab Ayub 1:7. Ia berusaha menggagalkan rencana kosmik dengan membujuk Hawa. Melalui mahluk-mahluk Bumi, ia menerangkan pada Hawa bahwa menurut rencana semula, proses peningkatan mutu biologis manusia akan makan waktu yang terlampau lama. Ada cara lain yang jauh lebih cepat, ialah jika Hawa rela melakukan perkawinan langsung dengan manusia Bumi. Hawa terkena bujuk rayu ini karena ia lupa bahwa keturunannya hanya boleh melakukan hubungan seksual dengan penduduk Bumi jika telah mencapai sejuta orang. Padahal keturunan rombongannya baru berjumlah kurang lebih 1600 orang. Seandainya rencana celestial ini tidak gagal, maka umat manusia akan jauh lebih homogen baik dalam warna kulit maupun dalam syifat bathin sehingga akan mempermudah persatuan umat manusia. Perlu dicatat disini bahwa rombongan Adam – Hawa mendapat pengampunan meski telah melanggar perintah atasan, walau akhirnya mereka harus mengalami nasib seperti manusia biasa lainnya, yaitu mengalami kematian secara fisikal. Sebelumnya, mereka tergolong mahluk yang dapat hidup kekal dalam ujud material. Cerita ular dan buah apel adalah suatu distorsi dari kejadian yang sebenarnya dan ini terjadi karena kurangnya pengertian manusia ketika itu.

    Secara genetik darah Adam dan Hawa paling banyak ditemukan dalam diri orang-orang dari ras kaukasoid (suku bangsa Eropah), dan yang paling murni dari mereka adalah darah orang-orang Yunani (Greek). Bangsa Yunani telah menghasilkan banyak karya-karya patung yang menunjukkan keindahan fisikal nenek moyang mereka yang celestial misalnya patung Venus de Milo. Keindahan fisikal ini tidak dapat lagi dilampaui pada generasi berikutnya karena semakin menipisnya darah Adam dan Hawa. Dewasa ini bangsa Eropah pun tidak lagi dapat menunjukkan keunggulan dalam darahnya, mereka malah mengalami kemunduran hebat dalam hal kehidupan bathiniah. Tapi ini hanya berlangsung sementara. Seluruh umat manusia akan memasuki jaman kehidupan spritual, New Age.

    Pembinaan berikutnya terjadi di jaman Nabi Ibrahim. Meski dalam skala yang tidak begitu luas, namun cukup untuk membangkitkan kembali gagasan adanya Tuhan YME sebagaimana yang terdapat dalam ajaran Nabi Musa yang lalu disempurnakan oleh Jesus. Ajaran Musa akhirnya membatu dalam syariat yang sangat kaku dan ketat dalam ujud agama Yahudi. Sedang ajaran Jesus Christ praktis belum dapat diterapkan dengan utuh oleh para pengikutnya karena ajaran Jesus hanya cocok bila manusia telah mencapai taraf kesadaran spiritual dimana permusuhan sesama manusia dilampaui. Namun esensi ajaran Jesus masih berlaku hingga kini yaitu agar kita menyayangi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kemauan. Yang masih belum bisa dilakukan oleh kebanyakan manusia adalah “memberi pipi kanan jika yang kiri ditampar orang” atau “mencintai orang-orang yang memusuhimu”. Ajaran ini menuntut agar manusia benar-benar melampaui ego-nya, hawa nafsunya sendiri. Ajaran ini praktis dilupakan orang-orang bahkan orang Kristen sekalipun. Hakekat semua ajaran tentu ialah untuk menjaga kerukunan antara sesama manusia. Ini hendak dicapai oleh kaum Muslim melalui acara maaf-memaafkan pada tiap akhir puasa. Namun ini pun nampaknya telah membatu dalam syariat yang cukup kaku.

    Dewasa ini Bumi nampaknya dinilai telah cukup matang untuk kembali dalam jajaran planet-planet yang bergabung dalam pemerintahan celestial. Matriks organisasi daya dan gaya sedang disusun untuk itu, baik di belakang layar di tingkat eterik maupun di tingkat fisikal. Berbagai unit sedang bekerja keras walau masing-masing unit untuk sementara belum menyadari untuk apa mereka bekerja. Ada unit komunikasi, unit transportasi dan sebagainya. Suatu ground network juga sedang disusun. Di bidang spiritual, manusia sedang dibina oleh karena banyak pelaksanaan tugas berada di tingkat spiritual. Karena sebagian besar pelaksana berada di alam eterik, manusia Bumi harus benar-benar memahami berbagai aspek alam eterik ini dan dapat bergaul dengan mahluk-mahluk yang tidak berbadan fisik. Inilah masa yang kita lalui dewasa ini. Semoga kita siap untuk menghadapi berbagai perkembangan yagn mungkin mengejutkan bilamana tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

    Yang disebut “Surga” sebenarnya adalah benda angkasa yang terbuat dari bahan semi material yang menjadi pusat dari alam semesta. Inilah satu-satunya benda di alam semesta yang tidak bergerak. Ini pula titik pusat dari 3 medan gravita, yaitu medan gravita spiritual (asal muasal segala yg berujud spiritual), medan gravita mental (asal muasal pikiran dan ujud mental) dan medan gravita material (asal muasal segala yg berujud material/fisikal). Benda angkasa ini dikelilingi oleh benda-benda angkasa hitam, sehingga kalaupun dapat dijangkau oleh teleskop kita, tidak akan dapat dilihat.

    “Surga” ini adalah kediaman mahluk-mahluk celestial tertinggi yang mengurusi alam raya. Dari tempat inilah dapat diutus mahluk-mahluk celestial lainnya ke sebuah planet yang telah siap untuk memasuki tingkat kehidupan spiritual. Mereka disebut bangsa Avonal. Besar kemungkinan, apa yang disebut Rabbilfalaq dalam Quran adalah bangsa Avonal ini yang berinkarnasi sebagai manusia biasa. Beliau lahir dari seorang ibu, dibesarkan sebagai bayi dan kemudian dewasa. Tugasnya adalah sebagai penutup jaman yang lalu dan membuka jaman yang akan datang. Tentu tidak secara formal melalui kata-kata pengumuman di TV atau media massa, melainkan dengan tindakan-tindakannya. Tapi karena Beliau melakukannya secara diam-diam dan low profile, kita tidak akan mudah mengenalinya. Namun jika kita jeli memperhatikan berbagai sumber keterangan, khususnya dari literatur Kitab-kitab Suci, kita akan sampai pada kesimpulan yang saya coba utarakan di atas. Namun ini pun hanya penafsiran pribadi belaka dari penulis, harap jangan diambil terlalu serius.

    Beliau menutup jaman yang lalu dengan memberikan manusia suatu metoda untuk dapat mendekatkan diri ke Tuhan sehingga semua metoda terdahulu menjadi “obsolete”, daluwarsa. Ini pula yang membuka jaman baru, sehingga manusia mampu membangun dunia baru berdasar prinsip-prinsip spiritual. Menurut keterangan Beliau, keadaan yang sebenarnya baru akan terungkap bilamana beliau sudah tidak ada lagi.

    Menurut Beliau, sesungguhnya berbicara mengenai yang spiritual praktis tidak bermanfaat, oleh karena jurang yang terlampau besar antara dunia dan alam spiritual. Alam spiritual hanya dapat dialami. Pengungkapan dengan kata-kata bisa membawa gambaran yang keliru. Ingat akan kata-kata Beliau ini, saya menutup tulisan ini dengan mohon maaf kalau saya sudah terlampau banyak bicara dan mohon maaf jika ada kata yang kurang pada tempatnya.

    -TAMAT-

    Oleh (alm.) M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 8 Tahun 1 dari kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di Forum Supranatural WebGaul

    Categories: Extraterrestrial

    Bertuhan dengan Marah

    September 4th, 2009 No comments

    Ditulis oleh Komaruddin Hidayat
    Jumat, 07 Agustus 2009 07:35
    Tulisan ini pernah dimuat di koran Seputar Indonesia, Jumat 7 Agustus 2009
    http://www.uinjkt.ac.id

    DALAM suatu forum dialog antarumat beragama,saya pernah membagi tiga pertanyaan untuk dijawab secara tertulis di awal ceramah saya.

    Pertama, apakah Tuhan yang kita imani dan kita sembah itu sama atau berbeda, mengingat kita memeluk agama yang berbeda.Kedua,bumi yang kita tempati dan matahari yang setia memancarkan cahaya itu milik Tuhan agama siapa? Ketiga, mengingat setiap umat beragama meyakini dan mengharapkan nantinya masuk surga, apakah setiap agama memiliki surga dan neraka masing-masing ataukah surga dan neraka itu hanya satu untuk semua manusia?

    Setelah jawaban terkumpul, cukup menarik jawaban peserta. Dari sekitar dua ratus peserta yang mayoritasnya beragama Islam, terlihat bahwa mereka menjawab Tuhan mereka tidak sama. Ketika ditanya bumi ini disediakan Tuhan untuk pemeluk agama yang mana, jawaban mulai problematik.Begitu pun ketika diskusi menyangkut surga dan neraka, jawaban juga terbelah.

    Ada yang berpandangan, setiap pemeluk agama nantinya akan disediakan surga dan neraka masing-masing, sehingga tidak perlu ancammengancam dengan neraka terhadap umat beragama yang berbeda. Ada pula jawaban yang menyebut surga dan neraka itu satu untuk semuanya,dan mereka yang berbeda keyakinan agama dipandang tersesat dan kafir sehingga ancamannya neraka. Saya membahas problem di atas semata dari analisis psikologi beragama, bukan pembahasan filsafat dan akidah agama.

    Karena psikologi, yang saya ingin dengarkan dan pahami adalah bagaimana pandangan dan sikap seseorang memandang orang lain dengan keyakinan yang berbeda. Dengan demikian saya ingin mengenal lebih lanjut mengapa seseorang begitu toleran dan ramah dalam beragama, dan mengapa ada orang yang beragama serta bertuhan dengan mudah marah melihat orang yang berbeda agama. Bahkan mereka itu dianggap dan diposisikan sebagai musuh yang mesti dihancurkan, meskipun tidak saling kenal dan tidak mengganggu dalam kehidupan sosialnya.

    Mungkin karena diskusi berlangsung lintas agama, berbagai jawaban terhadap tiga pertanyaan di atas tidak muncul secara bebas dan transparan, agar tidak menyinggung perasaan umat lain. Tetapi ketika dibahas dalam forum kecil sesama mereka sendiri,mulai kelihatan lebih jelas sikap aslinya. Di antaranya ada orang yang beragama dan bertuhan disertai sikap marah. Hatinya tidak rela melihat bumi ini dihuni dan dimakmurkan oleh umat yang berbeda keyakinan agama.

    Tidak rela melihat orang lain lebih maju dan sejahtera di bumi Tuhan yang dia imani dan dia sembah. Namun karena kenyataannya penduduk bumi ini sangat beragam bahasa, budaya, dan agamanya, dan itu tidak mungkin dihilangkan, maka suasana batin dalam beragama selalu disertai kemarahan. Beragama dan bertuhan dengan marah.Kalau berdoa selalu dipanjatkan, ya Tuhan, hancurkanlah mereka yang kafir, tak ada tempat paling layak bagi mereka kecuali neraka.

    Ya Tuhan, mereka itu musuh-musuh kami, juga musuh-Mu, berilah kami kekuatan iman dan keberanian untuk berperang menghadapi mereka. Lebih baik kami mati membela kemuliaan-Mu dan agama-Mu daripada kami hidup terhina tanpa makna.

    Membela Tuhan dengan Bom?

    Dalam berbagai kesempatan, sering saya mendengarkan ceramah seorang ustaz, bahwa Tuhan itu Mahaagung dan Mahakaya, tidak memerlukan belas kasih dan pertolongan manusia.Kebaikan dan kejahatan yang dilakukan manusia tidak akan mengurangi keagungan dan kebesaran-Nya.

    Begitu pun kejahatan yang diperbuat manusia tak akan mengurangi sifat-Nya yang rahmandan rahim. Tuhan menciptakan semua ini dan mengirim rasul-Nya semata karena kasih-Nya pada manusia untuk memakmurkan bumi, menciptakan bayang-bayang surgawi di dunia.Karena itu,asma Tuhan yang selalu dikenalkan dan agar selalu disebut dan diingat oleh manusia adalah Dia Yang Pengasih dan Penyayang.

    Siapa pun yang mencintai Tuhan dan berakhlak dengan sifat-sifat ilahi hendaknya menjadi pribadi penyebar damai dan kasih sayang untuk lingkungannya. Pribadi yang berkualitas sifat ilahi itu dalam Alquran sering dimisalkan dengan kata “cahaya” dan “air”.Bagi masyarakat padang pasir tatkala Alquran diturunkan, cahaya dan air benar-benar dirasakan sebagai penerang dan sumber kehidupan paling nyata. Tatkala cahaya datang,kegelapan akan terhalau.

    Ketika air datang, maka sekitar menjadi subur.Cahaya dan air sifatnya melimpah dan memberi tanpa diskriminasi dan preferensi. Memberi tanpa minta imbalan kembali. Begitulah Alquran menggambarkan misi ajaran Nabi Muhammad yang disebarkan untuk seluruh manusia. Jadi, sejak awal mula para Rasul itu adalah figur-figur pembangun peradaban dan sangat membenci penindasan. Menindas dan membunuh orang yang tidak dalam posisi menyerang adalah kesalahan dan dosa besar.

    Karena itu, sangat bertentangan dengan nalar sehat, dengan hukum negara, dengan nurani masyarakat, dengan ajaran agama, mereka yang meledakkan bom dengan dalih membela Tuhan dan membela agama.Tuhan tidak perlu dibela. Kalau ingin membela Tuhan caranya adalah menyebarkan kasih, mencerdaskan,menyejahterakan, dan menunjukkan jalan kebenaran dengan cara yang benar.

    Ketika dulu rakyat Nusantara ditindas oleh penjajah, maka dibenarkan mengangkat senjata melawan mereka. Ketika rakyat Palestina dibantai oleh tentara Israel dan tanahnya direbut, mereka dibenarkan melawan dengan senjata. Begitu pun perlawanan dan keberanian tentara Vietnam sangat mengagumkan ketika melawan tentara Amerika yang ingin menguasai tanah dan rakyat di sana.

    Tetapi ketika bom diledakkan di Indonesia,yang merupakan negeri dengan penduduk muslim terbesar, tempat melaksanakan ajaran Islam tak ada halangan suatu apa pun, sungguh itu suatu tindakan kriminal melawan kemanusiaan dan pesan dasar agama. Lebih menyedihkan lagi adalah para korban itu juga penduduk Indonesia yang muslim yang mesti menanggung ekonomi keluarganya. Mesti mencarikan nafkah dan biaya untuk pendidikan anakanaknya.

    Orang asing yang jadi korban juga sahabat warga Indonesia. Makanya sangat sulit dan absurd ketika kemarahan itu diberi label sebagai pembelaan terhadap Tuhan dan kemuliaan Islam. Secara psikologis mereka itu pribadi yang hidupnya gelisah, mengalami disorientasi nilai, muatan informasi pada jaringan sarafnya terkena virus doktrin yang menyesatkan, tak ubahnya narkoba yang menghancurkan nalar sehatnya,sehingga tindakannya bisa tak terduga.

    Untuk itu pendekatannya tidak cukup hanya dari segi keamanan. Perlu melibatkan sosok-sosok yang dicintai dan disegani, terutama orang tua, istri, dan anak-anaknya. Seperti digambarkan dalam film, salah satu cara efektif untuk menangkap musuh adalah melalui mediator anak atau istri tercinta. Ketika itu ternyata tidak mempan, maka semakin membuktikan bahwa otak para teroris itu memang sudah rusak.

    Doktrin utamanya hanyalah menghancurkan siapa pun yang dia anggap musuh.Tuhan yang mereka yakini dan persepsikan adalah Tuhan yang lemah sehingga perlu dibantu dengan paksa siapa yang tidak menyembah-Nya. Tuhan yang mereka yakini bukan Tuhan sumber kasih dan sayang, melainkan Tuhan yang haus darah korban, persis seperti dewa kuno yang selalu minta pengorbanan nyawa manusia.

    Mereka itu ingin mengatur-atur Tuhan Mahaagung dan Mahakasih oleh nalar dan nafsunya yang sakit dan sempit karena sudah terkena virus permusuhan pada siapa pun yang berbeda keyakinan. Lebih dari itu para teroris itu juga mengacau dan menghancurkan usaha-usaha kemanusiaan dan intelektual para anak bangsa dan ormas besar yang ada, misalnya Muhammadiyah dan NU, yang tak henti-hentinya memperjuangkan Islam yang ramah, damai dan cerdas untuk memajukan bangsa ini. Namun semua itu jadi berantakan karena sabotase mereka.

    Belum lagi hubungan antara Indonesia- Malaysia juga terlukai akibat gembong teroris dari negeri jiran itu. Dilihat dari segi apa pun para teroris itu ternyata hanya menghancurkan usaha-usaha mulia para ulama Indonesia, para diplomat, pengusaha dan pemerintah.(*)

    Categories: Spiritualism