Lengkapi Rumah Anda dengan Orgonite 168. Klik disini !
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘terapi music’

 Powered by Max Banner Ads 

Manfaat Terapi Musik Bagi Kesehatan

February 6th, 2010 No comments

MUSIK bukan hanya sekadar untuk hiburan. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa melodi yang baik merupakan obat yang baik. Musik bisa meredakan rasa sakit, mengurangi stres, menurunkan tekanan darah, memperbaiki mood, serta menyembuhkan insomnia. Sekarang ini, terapis musik bersertifikasi bahkan menggunakan musik untuk mengatasi penyakit jantung, asma dan kepikunan. Tapi, Anda tidak perlu mempelajari teori musik untuk mendapatkan manfaatnya. Berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk menemukan keharmonisan antara fisik dan mental Anda.

Merasa sakit? Cobalah padukan musik dengan imajinasi

Peneliti dari Cleveland Clinic menemukan bahwa mendengarkan musik selama satu jam sehari bisa mengurangi rasa sakit hingga 20 persen. Musik juga dinyatakan bisa mengurangi penggunaan obat penghilang rasa sakit sebelum dan sesduah operasi.

Menurut profesor di bidang terapi musik dari Arts and Quality of Life Research Center di Temple University, Cheryl Dileo, musik menstimulasi pelepasan endorphin di otak. Zat kimia otak ini berfungsi menutupi rasa sakit. Selain itu, musik juga bisa memaksimalkan efek latihan visualisasi yang dikenal dengan guided imagery. Dalam latihan ini, pasien diminta fokus pada satu gambar tertentu.

Terapi pribadi

Menurut Joke Brandt, PhD dari Temple University, Anda bisa mencoba terapi musik sendiri di rumah. Cobalah duduk bersila di atas kursi nyaman dengan mata terpejam . Jika rasa sakit membatasi gerakan Anda, pilihlah musik yang membuat Anda merasa berenergi. Jika mengalami gangguan tidur, pilihlah nada yang membuat Anda rileks.

Selanjutnya, pikirkan salah satu tempat favorit Anda, seperti sungai yang tenang atau pantai di tempat terpencil.”Fokuslah pada tarikan nafas dan sensasi di dalam tubuh Anda. Bayangkan semua indra Anda berinteraksi dengan tempat favorit tersebut, mulai dari aroma, bunyi, hingga pemadangan. Saat pikiran Anda sedang mengembara, fokuslah pada musik,” terang Brandt. Jangan langsung berdiri begitu musik berhenti. Tetaplah duduk tenang selama satu atau dua menit. Ulangi setiap hari.

Susah tidur? Cobalah atasi dengan musik

Studi dari University of Toronto menemukan, penderita insomnia yang mendengarkan pianio klasik selama empat minggu mengalami perbaikan tidur. Terapi ini, menurut peneliti, meningkatkan kadar melatonin, zat kimia otak yang mendorong tidur nyenyak.

Phil Eichling, MD dari pusat gangguan tidur di University of Arizona menganjurkan Anda agar menjadikan musik sebagai bagian dari ritual tidur. Menurut Eichling, semua musik yang berkaitan dengan relaksasi bisa membantu.

Sedang stres?

Peneliti dari Cleveland Clinic Sandra Siedlecki, PhD, menemukan bahwa mendengarkan musik riang bisa meredakan gejala-gejala depresi hingga 25 persen. Tidak hanya itu, masih banyak studi lain yang mengungkap manfaat musik. Studi baru-baru ini dari Prancis menyatakan bahwa musik New Agebisa mengurangi kadar hormon stres cortisol. Studi dari University of California menyatakan bahwa mendengarkan musik klasik bisa menurunkan tekanan darah. Sebuah studi dari Jepang menyatakan bahwa musik favorit Anda bisa mengusir keletihan saat berolahraga.

Saat berusaha menghibur diri, terang Dileo, cobalah menghindari lagu-lagu sedih. Pilihlah lagu riang. Mendengarkan musik ini selama 10 hingga 20 menit tanpa gangguan bisa memperbaiki mood.

Johan dalam buku Psikologi musik menyebutkan bahwa terapi musik adalah penggunaan musik sebagai alat terapi untuk memperbaiki, memelihara, dan meningkatkan keadaan mental, fisik dan emosi. Terapi musik juga cara yang mudah yang bermanfaat positif bagi tubuh, psikis, serta meningkatkan daya ingat dan hubungan sosial.

Beberapa manfaat terapi musik antara lain:

1. Meningkatkan kreatifitas.
2. Mengurangi kecemasan dan stress.
3. Meningkatkan intelegensi.
4. Mengubah mood menjadi lebih positif.
5. Meningkatkan konsentrasi.
6. Bikin rileks.
7. Mengatasi gangguan autis pada anak kecil.
8. Membuat emosi jadi lebih positif (senang/gembira).
9. Meningkatkan kemampuan bahasa.

Nah, manfaat musik diatas tidak dikarang dan didapatkan begitu saja, akan tetapi merupakan hasil penelitian dan pengamatan banyak ahli yang melakukan penelitian tentang efek-efek positif dari mendengarkan jenis-jenis musik tertentu. Diantaranya:

1. Jazz.

Penelitian oleh Blaum pada tahun 2003 mendapatkan hasil bahwa setelah para siswa mendengarkan musik jazz, mod mereka menjadi lebih enak, sehingga membantu para siswa untuk belajar. Hasil penelitian ini kemudian diterapkan oleh Norman L. Barber dan Jameson L. barber dengan memberikan CD Jazz for Success pada mahasiswa tingkat pertama Universitas Massachusetts. Mereka memberikan CD tersebut dengan tujuan agar mahasiswa tingkat satu dapat mengatasi emosi negatif (marah, cemas, depresi, takut) karena sulit menyesuaikan diri dengan dunia perkuliahan (Lihat “Kawanku”, edisi 40: 2006). Beberapa contoh musik jazz yang layak didengarkan (vatonie collection): Norah Jones, Natalie Cole, Nat King Cole, KLA Project (hue he he, nuekat dimasukkan ke jazz ndak pa pa kan?) dll.

2. Rock.

Nah, kalo yang ini gua banget… Siapa bilang bahwa suara musik rock yang bising itu nggak ada menfaatnya dan bikin kita nggak mikir? Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Leigh Riby dan George Caldwell, Psikolog dari Glasgow Cladenian University membuktikan bahwa siswa yang mendengarkan musik rock hanya membutuhkan sedikit kerja otak untuk mengerjakan tugas dengan baik. Selain itu, musik rock dapat meningkatkan produtivitas ketika sedang bekerja (Lihat “Kawanku”, edisi 40: 2006). Beberapa contoh musik rock yang layak didengarkan (vatonie collection): Dream Theater, Rush, Hammerfall, Scorpion, SOAD, The Queen, dll).

3. Klasik.

Manfaat-manfaat musik klasik sudah banyak diketahui terutama Efek Mozart. Terlepas dari banyaknya pro dan kontra tentang Efek Mozart ini, beberapa penelitian menunjukkan bahwa musik Mozart bermanfaat dalam bidang kesehatan. Samuel Halim dalam penelitiannya menemukan bahwa efek Mozart dapat membantu penyembuhan penyakit Alzheimer (Sakit yang biasa diderita oleh lanjut usia ditandai dengan susah berjalan, bicara, jarang bergaul). Penelitian lain yang dilakukan oleh Campbell menemukan bahwa musik klasik bisa membantu penyembuhan penyakit-penyakit, seperti stress, kanker, dyslexia, dan tekanan darah tinggi. Beberapa contoh musik klasik yang layak didengarkan (vatonie collection): The Ultimate Mozart Album, Maksim, The Most Relaxing Classical Album in The World Ever, dll.

Manfaat Musik Klasik Pada Otak

Beberapa penelitian telah dilakukan dalam membuktikan manfaat musik klasik bagi kesehatan, terutama untuk kecerdaan otak. Memang dalam hidup ini kita tak kan pernah lepas dari yang namanya musik. dimanapun kita berada kita akan selalu bersentuhan dengan musik. namun pilihan kita terhadap musik juga dapat berpengaruh pada kesehatan kita.

Pada tahun 1998, Don Campbell, seorang musisi sekaligus pendidik, bersama Dr. Alfred Tomatis yang psikolog, mengadakan penelitian untuk melihat efek positif dari beberapa jenis musik. Hasilnya dituangkan dalam buku mereka yang di Indonesia diterbitkan dengan judul Efek Mozart, Memanfaatkan Kekuatan Musik Untuk Mempertajam Pikiran, Meningkatkan Kreativitas dan Mnyehatkan Tubuh.Banyak fakta menarik yang diungkap Campbell dan Tomatis. Diantaranya, adanya hubungan yang menarik antara musik dan kecerdasan manusia.

Musik (klasik) terbukti dapat meningkatkan fungsi otak dan intelektual manusia secara optimal. Campbell kemudian mengambil contohkarya Mozart, Sonata in D major K 488 yang diyakininya mempunyai efek stimulasi yang paling baik bagi bayi.

Sedangkan menurut Dra. Louise, M.M.Psi., psikologi sekaligus terapis musik dari Present Education Program RSAB Harapan Kita, Jakarta, sesungguhnya bukan hanya musik Mozart yang dapat digunakan. Semua musik berirama tenang dan mengalun lembut memberi efek yang baik bagi janin, bayi dan anak-anak.
Lebih sering disebut efek Mozart sebab musik-musik gubahan Mozart-lah yang pertama kali di teliti.

Dikutip dari “INTISARI : Kumpulan Artikel Psikologi Anak 3” di mtvasiablog.com

Penelitian lain juga pernah dilakukan Frances Rauscher dan koleganya dari Universitas Wisconsin, AS melakukan penelitian hubungan antara kecerdasan dan musik. Para peneliti dari perguruan tinggi tersebut membagi dua kelompok tikus hamil. Kepada kelompok pertama diperdengarkan sejumlah sonata-sonata yang indah dari Mozart. Lalu, bayi-bayi tikus yang baru lahir masih tetap disuguhi musik yang sama sampai mereka berusia 2 bulan. Kelompok induk lainnya diperdengarkan musik minimalis Glass dan hal itu dilanjutkan sampai bayi-bayi tikus berusia 2 bulan. Rauscher dan kawan-kawannya kemudian menguji apakah “vitamin musik” yang diberikan sebagai makanan suplemen untuk dua kelompok tikus itu memberi dampak pada kecerdasan. Mereka menguji tikus-tikus bayi itu untuk berlomba di jaringan jalan yang ruwet, jalan yang simpang siur, untuk mendapatkan hadiah makanan. Hasil uji coba sangat mengesankan. Bayi-bayi tikus yang mendapatkan “vitamin musik klasik” dari sonata-sonata Mozart bekerja dengan sempurna dan sedikit sekali melakukan kesalahan dan mereka membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama untuk makanan sebagai hadiahnya. Sedangkan kelompok tikus yang mendapat vitamin musik minimalis dari Glass tampak tidak secerdas kelompok “klasik”. Demikian laporan para peneliti dalam jurnal ilmiah Neurological Research seperti yang dikutip oleh Reuters (5/8/98).

Penelitian tersebut mengisyaratkan musik yang kompleks (musik klasik) telah meningkatkan daya belajar tikus terhadap ruang dan waktu (spatial-temporal). Dan hal ini juga berlaku untuk manusia. Para peneliti sampai pada kesimpulan, kemampuan spatial dapat ditemukan pada orang yang telah mendapat pelajaran matematika, musik dan ilmu pengetahuan. Penelitian diatas menguatkan hasil penelitian selama ini mengenai pengaruh musik klasik pada peningkatan kecerdasan. UNESCO Music Council malah telah menegaskan, pertama, musik klasik adalah alat pendidikan. Kedua, musik adalah alat untuk mempertajam rasa inteletual manusia (intellect Einfullung). Musik yang demikian biasanya mempunyai keseimbangan antara empat unsur musik, yakni melodi, harmoni, irama (rhythm) dan warna suara (timbre). Musik yang memenuhi persyaratan ini adalah musik klasik, semi klasik, musik rakyat juga musik tradisional seperti karawitan.

Credit goes to: mediaindonesia.com, vatonie.wordpress.com, imadeharyoga.com

Categories: Mind, Body and Soul

Terapi Musik

August 21st, 2009 No comments

Bagaimana Musik Mempengaruhi Hidup Kita?

Sejak kita lahir kita telah dibekali penginderaan. Setiap alat indera menerima rangsang stimulus dari lingkungan kita hidup. Penginderaan kita memiliki hubungan satu dengan yang lainnya dan bekerja secara bersama-sama. Rangsang stimulus tertentu yang ditangkap oleh indera tertentu menghasilkan kesan tertentu di dalam diri kita.

Musik merupakan salah satu bentuk rangsang suara yang merupakan stimulus khas untuk indera pendengaran. Musik lebih dari sekadar bunyi. Bunyi dihasilkan oleh adanya benda yang bergetar atau adanya benturan benda yang menggetarkan udara disekelilingnya. Lebih daripada sekadar bunyi, musik merupakan bunyi yang dibentuk secara harmonis. Musik merupakan getaran udara harmonis yang ditangkap oleh organ pendengaran dan melalui saraf di dalam tubuh kita dan disampaikan ke susunan saraf pusat sehingga menimbulkan kesan tertentu di dalam diri kita. Akibatnya jika kita mendengarkan musik kita cenderung menghentakkan kaki pada lantai atau mengetukkan tangan pada meja, atau membayangkan iramanya di dalam diri kita sendiri. Getaran udara (vibrasi) yang dihasilkan oleh alat musik mempengaruhi getaran udara yang ada di sekeliling kita. Harmonisasi nada dan irama musik mempengaruhi kesan harmoni di dalam diri kita. Jika harmoni musik setara dengan irama internal tubuh kita, maka musik akan memberikan kesan yang menyenangkan, sebaliknya jika harmoni musik tidak setara dengan irama internal tubuh kita, maka musik akan memberikan kesan yang kurang menyenangkan. Karena musik dihasilkan oleh adanya getaran udara, bukan hanya organ pendengaran atau telinga saja yang mampu menangkap stimulus musik, tetapi saraf pada kulit juga turut merasakannya. Demikian pula organ vestibul (pada sekitar belakang telinga) yang merupakan alat keseimbangan manusia memperoleh dampak yang berarti dari adanya musik.

Mengapa Musik Dapat Menjadi Alat Terapi?

Getaran suara adalah alami sifatnya, namun alat yang menghasilkan secara garis besar ada dua:

  • Alat musik alami karya Illahi seperti suara manusia.
  • Alat musik buatan manusia seperti yang banyak kita kenal

Kedua jenis alat ini memiliki warna pada masing-masingnya yang dipengaruhi oleh unsur benda yang menghasilkan bunyinya. Warna masing-masing alat musik dan jenis suara yang dihasilkan mempengaruhi organ dan proses kebutuhan seseorang. Suara dan alat musik tiup dihasilkan oleh gerakan udara dan mempengaruhi pernapasan. Perkusi (musik pukul) dihasilkan oleh adanya benturan benda padat dan menghasilkan hentakan yang mempengaruhi detak nadi. Alat musik dawai menghasilkan bunyi yang mempengaruhi arus aliran darah di dalam tubuh kita.

Musik memiliki irama (ritme) yang mempengaruhi irama yang ada di dalam diri kita. Jika irama musik cepat, kesan irama yang kita rasakan juga cepat, sebaliknya jika irama lambat, kesan irama yang kita peroleh juga lambat. Jadi jika ritme kehidupan seseorang terlalu cepat, ia dapat menetralisirnya dengan sering mendengarkan musik dengan tempo yang relatif lambat. Sebaliknya jika ritme kehidupan seseorang terlalu lambat, ia dapat menetralisirnya dengan mendengarkan musik yang bertempo agak cepat. Suara yang dihasilkan bisa kuat bisa pula lemah. Kuat – lemahnya suara ditangkap oleh penginderaan seseorang yang dipengaruhi oleh ambang kepekaan seseorang. Jika seseorang mempunyai kepekaan tinggi dan mendengar suara yang terlalu kuat, ia dapat merasa terganggu. Jika seseorang memiliki ambang kepekaan rendah dan mendengar suara terlalu lemah, ia tidak akan merasakan dampak yang berarti.
Musik mengandung unsur harmoni dengan adanya orkestrasi yang tersusun secara harmonis pula. Hal ini menyebabkan musik mempengaruhi orkestrasi kehidupan internal seseorang. Jika harmoni nada dan irama sesuai dengan nada dan irama seseorang, musik akan dirasakan menyenangkan. Sebaliknya jika harmonisasi musik tidak sesuai dengan irama internal seseorang, musik akan dirasakan mengganggu.

Musik berkaitan erat dengan emosi. Karena, pencipta musik menciptakannya dengan melibatkan emosi yang dimilikinya. Sebaliknya pendengar musik kerap kali mengasosiasikan musik dengan peristiwa tertentu di masa lampau. Peristiwa tertentu di masa lampau mungkin membangkitkan emosi tertentu. Dengan mendengarkan musik tertentu, seseorang bisa mengulang kembali pengalaman masa lampaunya secara bayangan.

Musik juga merupakan alat komunikasi yang menjembatani dunia dalam dan dunia luar seseorang. Melalui musik seseorang dapat mengungkapkan dirinya ke luar, untuk menyampaikan pesanpesan dari dalam dirinya kepada orang lain.

Musik merupakan salah satu bentuk bahasa simbolis yang iramanya dapat bersifat universal. Vibrasi yang dihasilkan musik mempengaruhi secara fisik, sedangkan harmoni yang dihasilkan mempengaruhi secara psikis. Padahal fisik dan psikis memiliki hubungan yang timbal balik. Dengan menggunakan musik keadaan fisik dan psikis seseorang dapat dipengaruhi. Jika vibrasi dan harmoni musik yang digunakan tepat, pendengar akan merasa nyaman. Jika pendengar merasa nyaman ia akan merasa tenang. Jika ia merasa tenang metabolisme tubuhnya akan berfungsi maksimal. Jika metabolisme tubuhnya berfungsi maksimal ia akan merasa lebih bugar, sistem pertahanan tubuhnya akan bekerja lebih sempurna, dan kemampuan kreatifnya akan berkembang lebih baik.  Bagaimana Caranya?

Memanfaatkan musik ada dua cara secara garis besar:

  • Secara aktif yaitu memainkan alat musik.
  • Secara pasif yaitu mendengarkan musik.

Cara aktif dilakukan dalam upaya menggiatkan kegiatan energi psikofisik, sehingga kegiatan fisik dan mental diarahkan ke keadaan seimbang. Hal ini serupa dengan melakukan senam kebugaran. Cara pasif dilakukan dalam upaya menerima sumbangan tenaga psikofisik, dan melalui proses pencernaan tenaga psikofisik membawa keadaan tubuh dan mental ke dalam keadaan seimbang. Hal ini serupa dengan makan makanan yang bergizi.

Di samping itu musik dapat dinikmati dengan berbagai cara yang secara garis besar terbagi atas empat cara:

  • Aktif sendiri (memainkan suatu alat musik tertentu).
  • Aktif berkelompok (memainkan alat musik bersama-sama seperti dalam “band”).
  • Pasif sendiri (mendengarkan musik secara individu
  • Pasif berkelompok (menonton pagelaran musik).

Upaya individual dilakukan untuk menghimpun tenaga di dalam diri dan menyebarkan tenaga secara merata ke seluruh tubuh sehingga tercapai keadaan seimbang. Sedangkan upaya sosial, atau berkelompok dilakukan untuk memperoleh tenaga sosial dan pada saat yang bersamaan memberikan sumbangan tenaga pada orang lain melalui vibrasi psikofisik; jika keseimbangan tercapai maka fungsi psikofisik akan bekerja lebih sempurna sehingga sistem pertahanan dan kekebalan tubuh dapat berfungsi secara maksimal.

Musik Seperti Apa?

Berbagai jenis musik memiliki manfaat bagi kesehatan. Musik yang terkait dengan budaya tradisional cenderung melibatkan aspek emosi secara lebih mendalam daripada musik yang belum dikenal oleh pendengarnya. Musik yang memiliki irama dan tekanan nada secara beraturan cenderung mempengaruhi irama psikofisik seseorang secara beraturan pula. Sebaliknya musik yang memiliki irama dan
tekanan nada kurang beraturan cenderung mengganggu sistem psikofisik seseorang.

Di bawah ini terdapat beberapa contoh musik serta dampak khususnya berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di beberapa negara maju. Senandung berpengaruh secara positif terhadap pernapasan. Musik ini baik untuk meditasi dan mengurangi stres.

  • Musik yang berasal dari masa Barok seperti karya Bach, Handel, Vivaldi, bersifat stabil, beraturan, sehingga membangkitkan rasa aman.
  • Musik masa Romantik seperti karya Schubert, Schumann,
    Tchaikovsky, Chopin dan Liszt membangkitkan perasaan simpati,
    cinta.
  • Musik karya Mozart menggambarkan kejernihan, transparansi,
    dan mampu membangkitkan kemampuan ingatan serta
    kemampuan persepsi ke ruangan.
  • Musik masyarakat kulit hitam Amerika dan Puerto Riko seperti
    Jazz, Blues, Dixieland, Soul, Calypso, Reggae, cenderung
    membangkitkan semangat.
  • Musik Amerika Selatan seperti Salsa, Rhumba, Maranga,
    Macarena, cenderung bersifat eksotis, dan memacu ritme hidup.
  • Musik dari “New Age” (Abad Baru) seperti Steven Halpern, J. Michel Jarre, memperluas kesan ruang dan waktu.
  • Musik agama terarah pada upaya pendekatan diri kepada Sang
    Pencipta.

Perlu diperhatikan bahwa setiap budaya memiliki bentuk musiknya sendiri, dan pendekatan sosiologis sangat berperan dalam menentukan musik yang memiliki manfaat kesehatan terhadap budaya tertentu

Untuk dapat memanfaatkan peranan musik bagi kesehatan perlu dikaji terlebih dahulu suatu musik dengan cara sebagai berikut

  • Jika musik belum terlalu dikenal, kenali musiknya terlebih
    dahulu, kenali iramanya.Ikuti iramanya, pejamkan mata, rasakan kesan yang ditimbulkan, perhatikan bayangan yang muncul di dalam alam pikiran
  • Jika musik tersebut mengandung syair, coba mengerti dan pahami syairnya.
  • Hindari musik keras dan hingar-bingar yang kurang beraturan. Hal ini akan  menghambat proses psikofisik ke keseimbangan.
  • Gunakan musik tradisional seperti bunyi tambur, genta dan gamelan bertenaga untuk membangkitkan gairah hidup.
  • Gunakan senandung internal untuk memperoleh rasa kedamaian. Suara pribadi adalah alat musik Illahi yang dibekali untuk memperoleh rasa damai di dalam diri

Author: Drs. Monty P. Satiadarma, MS/AT, MCP/MFCC (Psikolog)

Sumber: milis IndoSoundWave

Categories: Mind, Body and Soul