Mau Tahu Teknik Membesarkan Penis Cara Arab? Free Tutorial and Video: Semuanya Gratis! Klik disini!
Powered by MaxBlogPress 

Archive

Posts Tagged ‘warta parapsikologi’

 Powered by Max Banner Ads 

Agama dan Gejala Supranormal (3) – TAMAT

September 7th, 2009 No comments

Setelah planet ini terkucil dari pergaulan kosmik, Bumi kita hanya diamat-amati dari jauh saja. Pesawat UFO masih tetap datang namun tidak melakukan pendaratan.

Mereka datang setiap 6000 tahun sekali hanya sekadar melihat bagaimana Bumi berkembang tanpa bantuan dari luar. Namun kira-kira 35.000 tahun yang lalu, suatu rombongan mahluk celestial kembali mendarat, yaitu rombongan Adam dan Hawa. Kalau rombongan pertama terdiri dari mahluk spiritual tanpa badan fisik, Adam dan Hawa adalah mahluk semi-material, yang perlu makan-minum, perlu pakaian dan bernafas. Mereka juga bisa memperoleh keturunan. Tujuan misi mereka adalah untuk melakukan percampuran darah dengan mahluk Bumi. Namun percampuran ini hanya dapat dimulai jika keturunan rombongan mereka telah mencapai jumlah sejuta orang. Ketetapan ini langsung datang dari pusat pemerintahan celestial tertinggi, yang harus menjadi pegangan bagi “para pegawai” di tingkat bawah.

Tapi Sat-an masih leluasa bergerak di Bumi sebagaimana dapat di baca pada Kitab Ayub 1:7. Ia berusaha menggagalkan rencana kosmik dengan membujuk Hawa. Melalui mahluk-mahluk Bumi, ia menerangkan pada Hawa bahwa menurut rencana semula, proses peningkatan mutu biologis manusia akan makan waktu yang terlampau lama. Ada cara lain yang jauh lebih cepat, ialah jika Hawa rela melakukan perkawinan langsung dengan manusia Bumi. Hawa terkena bujuk rayu ini karena ia lupa bahwa keturunannya hanya boleh melakukan hubungan seksual dengan penduduk Bumi jika telah mencapai sejuta orang. Padahal keturunan rombongannya baru berjumlah kurang lebih 1600 orang. Seandainya rencana celestial ini tidak gagal, maka umat manusia akan jauh lebih homogen baik dalam warna kulit maupun dalam syifat bathin sehingga akan mempermudah persatuan umat manusia. Perlu dicatat disini bahwa rombongan Adam – Hawa mendapat pengampunan meski telah melanggar perintah atasan, walau akhirnya mereka harus mengalami nasib seperti manusia biasa lainnya, yaitu mengalami kematian secara fisikal. Sebelumnya, mereka tergolong mahluk yang dapat hidup kekal dalam ujud material. Cerita ular dan buah apel adalah suatu distorsi dari kejadian yang sebenarnya dan ini terjadi karena kurangnya pengertian manusia ketika itu.

Secara genetik darah Adam dan Hawa paling banyak ditemukan dalam diri orang-orang dari ras kaukasoid (suku bangsa Eropah), dan yang paling murni dari mereka adalah darah orang-orang Yunani (Greek). Bangsa Yunani telah menghasilkan banyak karya-karya patung yang menunjukkan keindahan fisikal nenek moyang mereka yang celestial misalnya patung Venus de Milo. Keindahan fisikal ini tidak dapat lagi dilampaui pada generasi berikutnya karena semakin menipisnya darah Adam dan Hawa. Dewasa ini bangsa Eropah pun tidak lagi dapat menunjukkan keunggulan dalam darahnya, mereka malah mengalami kemunduran hebat dalam hal kehidupan bathiniah. Tapi ini hanya berlangsung sementara. Seluruh umat manusia akan memasuki jaman kehidupan spritual, New Age.

Pembinaan berikutnya terjadi di jaman Nabi Ibrahim. Meski dalam skala yang tidak begitu luas, namun cukup untuk membangkitkan kembali gagasan adanya Tuhan YME sebagaimana yang terdapat dalam ajaran Nabi Musa yang lalu disempurnakan oleh Jesus. Ajaran Musa akhirnya membatu dalam syariat yang sangat kaku dan ketat dalam ujud agama Yahudi. Sedang ajaran Jesus Christ praktis belum dapat diterapkan dengan utuh oleh para pengikutnya karena ajaran Jesus hanya cocok bila manusia telah mencapai taraf kesadaran spiritual dimana permusuhan sesama manusia dilampaui. Namun esensi ajaran Jesus masih berlaku hingga kini yaitu agar kita menyayangi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kemauan. Yang masih belum bisa dilakukan oleh kebanyakan manusia adalah “memberi pipi kanan jika yang kiri ditampar orang” atau “mencintai orang-orang yang memusuhimu”. Ajaran ini menuntut agar manusia benar-benar melampaui ego-nya, hawa nafsunya sendiri. Ajaran ini praktis dilupakan orang-orang bahkan orang Kristen sekalipun. Hakekat semua ajaran tentu ialah untuk menjaga kerukunan antara sesama manusia. Ini hendak dicapai oleh kaum Muslim melalui acara maaf-memaafkan pada tiap akhir puasa. Namun ini pun nampaknya telah membatu dalam syariat yang cukup kaku.

Dewasa ini Bumi nampaknya dinilai telah cukup matang untuk kembali dalam jajaran planet-planet yang bergabung dalam pemerintahan celestial. Matriks organisasi daya dan gaya sedang disusun untuk itu, baik di belakang layar di tingkat eterik maupun di tingkat fisikal. Berbagai unit sedang bekerja keras walau masing-masing unit untuk sementara belum menyadari untuk apa mereka bekerja. Ada unit komunikasi, unit transportasi dan sebagainya. Suatu ground network juga sedang disusun. Di bidang spiritual, manusia sedang dibina oleh karena banyak pelaksanaan tugas berada di tingkat spiritual. Karena sebagian besar pelaksana berada di alam eterik, manusia Bumi harus benar-benar memahami berbagai aspek alam eterik ini dan dapat bergaul dengan mahluk-mahluk yang tidak berbadan fisik. Inilah masa yang kita lalui dewasa ini. Semoga kita siap untuk menghadapi berbagai perkembangan yagn mungkin mengejutkan bilamana tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

Yang disebut “Surga” sebenarnya adalah benda angkasa yang terbuat dari bahan semi material yang menjadi pusat dari alam semesta. Inilah satu-satunya benda di alam semesta yang tidak bergerak. Ini pula titik pusat dari 3 medan gravita, yaitu medan gravita spiritual (asal muasal segala yg berujud spiritual), medan gravita mental (asal muasal pikiran dan ujud mental) dan medan gravita material (asal muasal segala yg berujud material/fisikal). Benda angkasa ini dikelilingi oleh benda-benda angkasa hitam, sehingga kalaupun dapat dijangkau oleh teleskop kita, tidak akan dapat dilihat.

“Surga” ini adalah kediaman mahluk-mahluk celestial tertinggi yang mengurusi alam raya. Dari tempat inilah dapat diutus mahluk-mahluk celestial lainnya ke sebuah planet yang telah siap untuk memasuki tingkat kehidupan spiritual. Mereka disebut bangsa Avonal. Besar kemungkinan, apa yang disebut Rabbilfalaq dalam Quran adalah bangsa Avonal ini yang berinkarnasi sebagai manusia biasa. Beliau lahir dari seorang ibu, dibesarkan sebagai bayi dan kemudian dewasa. Tugasnya adalah sebagai penutup jaman yang lalu dan membuka jaman yang akan datang. Tentu tidak secara formal melalui kata-kata pengumuman di TV atau media massa, melainkan dengan tindakan-tindakannya. Tapi karena Beliau melakukannya secara diam-diam dan low profile, kita tidak akan mudah mengenalinya. Namun jika kita jeli memperhatikan berbagai sumber keterangan, khususnya dari literatur Kitab-kitab Suci, kita akan sampai pada kesimpulan yang saya coba utarakan di atas. Namun ini pun hanya penafsiran pribadi belaka dari penulis, harap jangan diambil terlalu serius.

Beliau menutup jaman yang lalu dengan memberikan manusia suatu metoda untuk dapat mendekatkan diri ke Tuhan sehingga semua metoda terdahulu menjadi “obsolete”, daluwarsa. Ini pula yang membuka jaman baru, sehingga manusia mampu membangun dunia baru berdasar prinsip-prinsip spiritual. Menurut keterangan Beliau, keadaan yang sebenarnya baru akan terungkap bilamana beliau sudah tidak ada lagi.

Menurut Beliau, sesungguhnya berbicara mengenai yang spiritual praktis tidak bermanfaat, oleh karena jurang yang terlampau besar antara dunia dan alam spiritual. Alam spiritual hanya dapat dialami. Pengungkapan dengan kata-kata bisa membawa gambaran yang keliru. Ingat akan kata-kata Beliau ini, saya menutup tulisan ini dengan mohon maaf kalau saya sudah terlampau banyak bicara dan mohon maaf jika ada kata yang kurang pada tempatnya.

-TAMAT-

Oleh (alm.) M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 8 Tahun 1 dari kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di Forum Supranatural WebGaul

Categories: Extraterrestrial

Agama dan Gejala Supranormal (2)

September 2nd, 2009 No comments

Bila benar kita telah berada dalam hari akhir sebagaimana yang saya tulis dalam artikel terdahulu, maka masa yang lama dalam Quran disebut “malam” yang sedang menggelap (Q 93:2) oleh karena gelapnya kehidupan secara spiritual. Masa yang akan datang disebut “siang” karena terang dengan adanya penglihatan spiritual.

Maka kita dewasa ini sudah berada di waktu “subuh” dari hari yang akan terbit. Di waktu ini sedang dilakukan persiapan menjelang hari yang baru, jaman baru, New Age. Siapa yang diserahi tugas di waktu “subuh” ini tepat disebut komandan dalam istilah militer, manajer dalam istilah manajemen, atau “rabbi” dalam istilah spiritual. Dialah yang disebut “Rabbilfalaq” dalam Surat 113. Memang terlampau ringkas keterangan dalam surat ini untuk dapat dijadikan patokan. Tapi sebagaimana lazimnya dalam ayat-ayat kitab suci, kita hanya diberi petunjuk yang sangat samar, sehingga seribu interpretasi pun mungkin saja terjadi. Kembali bukan itu yang pokok, melainkan kemampuan kita mengenali kebenaran bila hidung kita menyentuhnya atau mengenali kodrat spiritual bilamana kita melihat hasilnya. Sebagaimana yang dikatakan Jesus, “pada buahnya pohon itu dapat dikenal”. Yang dapat saya katakan dalam konteks ini ialah pohon sudah berada di tengah-tengah kita dan buahnya pun sudah siap dipetik. Tinggal siapa yang ingin tahu pohon itu pasti dapat menemukannya.

Pembinaan manusia oleh mahluk celestial sudah dimulai sekitar 500.000 tahun yang lampau. Pada waktu itu serombongan besar mahluk celestial mendarat di suatu tempat yang sekarang kita kenal sebagai Iran. Mereka adalah mahluk spiritual yang tidak berbadan material. Untuk dapat bergaul dan berkomunikasi dengan manusia primitif waktu itu, diadakan modifikasi sedemikian rupa sehingga mereka mempunyai badan semi-material yang harus dirawat dengan makan, minum dan istirahat. Mereka bahkan dapat pula melakukan hubungan sex. Mungkin dari masa inilah berlaku ayat dalam Kitab Kejadian (Book of Genesis) di Taurat yang mengatakan bahwa : “Maka pada jaman itu ada raksasa-raksasa di dunia dan juga sesudah itu ketika anak-anak Tuhan kawin dengan anak-anak perempuan manusia sehingga lahirlah keturunan mereka yang menjadi orang berkuasa dan kenamaan” (Kejadian 6:4)

Anggota rombongan ini memang orang-orang yang jangkung, sama dengan Adam yang tingginya lebih dari 240 cm. Bahwa keturunan mereka menjadi terkenal akan kekuasaannya dapat diketahui dari kemampuan mereka sebagai hasil mutu genetik yang kualitasnya sangat tinggi. Rombongan pertama ini terdiri dari 100 orang dan disebut “kelompok seratus”. Mereka dibagi dalam 10 kelompok untuk meningkatkan mutu kehidupan manusia primitif agar lebih beradab. Mereka dibagi dalam kelompok: pengajaran adanya Tuhan, pengajaran bahasa dan tulis menulis, peningkatan kecerdasan, pemeliharaan kesehatan, pertanian, peternakan dan penjinakan hewan liar untuk dipelihara, menenun, membuat barang tembikar, dll.

Wajah mereka sangat menyilaukan, demikian juga dengan pakaiannya. Dalam sastra Timur dapat kita jumpai istilah “sons of the dazzling face” (dazzling = menyilaukan). Ini disebabkan tingginya putaran dan vibrasi elektron dalam tubuh mereka. Seperti pada las listrik, elektron meningkat kecepatannya sehingga las busur itu memancarkan sinar yang menyilaukan. Tapi sinar yang menyilaukan itu tidak menimbulkan panas sama dengan lampu neon yang menyala terang, tidak terjadi panas yang membakar tubuh. Sons of the dazzling face dalam bahasa Sanskrit (Sansekerta) disebut Deva(s) atau Dewa-dewa. Mereka datang dalam pesawat yang dalam Epic of Ramayana disebut “aerial vehicle” atau “vimana” (Sanskrit). Mereka sempat berfungsi selama 300.000 tahun.

Dalam kurun waktu sekian lama, mereka tentu sudah banyak menyebar ke tempat-tempat lain dan meninggalkan bekas peradaban yang mereka bina. Kalau tidak dalam ujud material, mungkin dalam ujud legenda, folklore dan sebagainya. Agama Hindu kemungkinan besar adalah campuran dari ajaran agama, folklore dan legenda yang bercampur aduktanpa dapat ditemukan lagi bentuk aslinya.

Usaha awal mahluk celestial ini menemui kegagalan dengan terjadinya suatu pembangkangan dalam pemerintahan celestial. Lucifer adalah pemimpin pemerintahan celestial tingkat rendah yang membawahi 619 planet hunian. Ia mengutus Sat-an (wakilnya) ke Bumi untuk mengajak pemerintahan planet Bumi turut serta dalam pembangkangan itu. (Kisah pembangkangan ini terekam dalam Book of Enoch / Kitab Enoch yg mengisahkan pertempuran Arcangel Mi-Ka-EL melawan seorang malaikat Seraphim yang memberontak – Lucifer). Sat-an berhasil dan semenjak itulah planet Bumi terkucil dari pergaulan kosmik hingga sekarang. Akibat dari pada pengucilan ini ialah bahwa kita tidak dapat lagi bergaul bebas dengan mahluk-mahluk luar Bumi dan dewasa ini sulit sekali bagi umat manusia untuk menerima keterangan adanya mahluk-mahluk luar Bumi dengan peradaban yang amat tinggi. Kita selama 200.000 tahun berada dalam kegelapan informasi mengenai adanya pemerintahan celestial. Tapi kini sudah tiba saatnya kepada kita kembali diberitakan pengetahuan ini. Tentu saja ini perlu waktu karena apa yang hilang dalam kurun waktu 200.000 tahun tidak begitu saja dapat kembali dan diterima.

Mungkin perlu beberapa generasi lagi agar kita terbiasa kembali dengan ide

adanya mahluk-mahluk celestial (meski saat ini mulai ada manusia-manusia yang tergerak hatinya untuk menyelidiki hal-hal demikian). Sekarang ini masih banyak orang yang takut dengan mahluk UFO, dikiranya mereka adalah kuasa gelap / setan (baca : utusan Sat-an). Sungguh ironis bahwa yang memerangi Sat-an ini malah dikira Sat-an sendiri. Tapi ini mungkin merupakan siasat Sat-an untuk mengacaukan DNA kita

Oleh M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 8 Tahun 1 dari kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di Forum Supranatural WebGaul

Categories: Extraterrestrial

Jaman Akhir dan Dunia Baru (Bagian Keenam-Tamat)

August 27th, 2009 No comments

Ruh / atma adalah kodrat spiritual yang kita rasakan sebagai sesuatu yang menerangi pandangan kita, yang meringankan penderitaan dan meluaskan pemandangan hati. Itulah sebabnya ruh juga disebut nur (nur ilahi). Kodrat ini pula yang kita dengar sebagai suara yang amat halus di kala kita sudah putus asa mencari perlindungan, di kala kita dirundung prihatin yang mencekam. Suara ini acap kali disebut suara hati nurani yang berusaha menghibur kita dengan mencari perlindungan kepada Tuhan. Memang tugas nur ilahi ialah untuk menghantarkan kita ke jalan Sang Sumber / Divine Source.

Dalam Al Fathihah disebut bahwa perlindungan hanya datang dari Tuhan dan hanya pada-NYA kita meminta perlindungan dan diberikan petunjuk ke jalan Tuhan yaitu jalan yang lurus. Permintaan ini usah kita tujukan jauh-jauh karena Tuhan yang memberi petunjuk itu ada di dalam diri kita sendiri ( Menurut mahluk luar Bumi, tepatnya di cakra jantung ). Inilah yang menjelaskan ayat Q 50 : 16 yaitu bahwa Tuhan lebih dekat pada manusia daripada urat nadi di leher kita.

Doa / mantra untuk diberikan petunjuk ke jalan Tuhan kita ucapkan 17 kali dalam 5 kali shalat dan mustinya sudah cukup berhasil sebagai suatu disiplin spiritual yang akan menghasilkan efek spiritual pula. Efek spiritual ini adalah turunnya kodrat spiritual dari Sang Ilahi sendiri yang kita sebut nikmat khusuk / sat-cit ananda / bliss. Bliss adalah suatu keadaan dimana diri seseorang diliputi oleh perasaan yang kenikmatannya tidak dapat diucapkan oleh kata-kata, melebihi nikmatnya seluruh dunia ini. Dalam bliss seluruh diri manusia hanya tertuju pada Sang Sumber. Damai dan cinta kasih yang meliputi kita amat luar biasa. Keadaan nikmat khusuk ini dapat dirasakan oleh siapa saja, bersifat universal. Semua disiplin spiritual seperti yoga, meditasi, shalat, dll dapat menghantarkan kita menuju pemenuhan kodrat spiritual ini.

Manusia Baru dan Dunia Baru

Istilah manusia baru dan dunia baru terutama kita jumpai dalam kalangan umat nasrani. Dalam surat wahyu dapat dijumpai keterangan bahwa Yohanes menerima impresi supra normal mengenai pembaharuan dunia dan hal-hal yang akan terjadi pada jaman akhir. Impresi ini tentu bersyifat simbolis sehingga susah untuk ditafsirkan.

Dalam literatur modern telah banyak kita jumpai keterangan lebih jelas mengenai manusia baru. Satu sumber mengatakan bahwa perbedaan terbesar antara manusia lama dan baru terletak pada kesadaran mereka. Manusia lama masih berkiblat pada dunia yang materialistik, manusia baru sudah mulai berkiblat pada Tuhan. Untuk ini diperlukan perobahan struktural mengenai mekanisme terjadinya kesadaran.

Kesadaran manusia lama terutama diperoleh melalui impresi sensoris yang menggunakan sistem syaraf sentral. Pada manusia baru sistem syaraf ini tidak dapat digunakan sehingga harus dibentuk saluran baru. Saluran baru didapat dalam sistem urat syaraf otonom. Untuk itu kedua cabang urat syaraf ini di bagian bawah tubuh harus disambung secara anatomis.

Perbedaan manusia lama dan baru demikian besarnya hingga Quran menyebutnya sebagai ciptaan baru. Quran mengatakan :

- akankah kami lelah dengan ciptaan yang pertama ? Tidak ! namun mereka meragukan adanya ciptaan baru (Q 50:15)

- Tidakkah engkau lihat bahwa Tuhan menciptakan langit dan bumi dengan
kebenaran ? Bila ia kehendaki digantinya kamu dengan ciptaan baru (Q 14:19)

Apa yang terjadi, menurut keterangan mahluk luar Bumi adalah bahwa dengan masuknya tata surya kita dalam suatu medan bio-magnetik yang sangat kuat, atom-atom yang terdapat dalam diri semua mahluk di bumi akan mendapatkan vibrasi yang lebih tinggi. Mungkin belum setinggi atom-atom mahluk lainnya di alam semesta namun gejalanya sama yaitu meningkatnya kebutuhan untuk pemenuhan kesadaran ilahi dalam diri manusia.

Untuk tercapainya peningkatan kesadaran yang permanen, diperlukan mekanisme untuk penyaluran energi spiritual yang menimbulkan kesadaran tersebut. Hal ini sudah kita singgung dalam bersambungnya kedua cabang sistem urat syaraf otonom.

Energi spiritual ini diperoleh dari nur ilahi dalam diri kita yang kini mempunyai mekanisme anatomis bagi penguasaan diri kita. Dengan adanya mekanisme ini kita mampu benar-benar berkiblat pada Tuhan karena nur ilahi-lah yang mengendalikan sistem urat syaraf otonom ini. Pribadi-pribadi yang tenang, damai, bahagia, dan selalu dipenuhi cinta kasih dan bliss akan bermunculan dalam masyarakat. Mereka ini akan membentuk keluarga-keluarga khusuk dan keluarga – keluarga ini akan membentuk masyarakat khusuk. Ini adalah dasar untuk membangun peradaban baru yang penuh dengan perdamaian umat manusia yang mengabdi pada Tuhan. Ilmu dan teknologi akan menjadi tools bagi manusia untuk lebih dekat pada-NYA. Jaman ini disebut sathya yuga (jaman keemasan / golden age).

Bila nur ilahi telah sepenuhnya menguasai kita, badan eterik kita memancarkan cahaya yang sangat terang. Khususnya di bagian ubun-ubun dan kening akan memancarkan cahaya yang terang. Mahluk-mahluk luar Bumi melakukan pencatatan manusia-manusia nur ilahi ini melalui semacam scanning dan komputer. Komputer mereka bekerja sedemikian rupa sehingga dapat menemukan kita dimanapun kita
berada. Menurut mereka inilah yang disebut dengan “penyaringan, penghitungan atau pengadilan” dalam kitab-kitab suci agama-agama. Hanya manusia-manusia dengan nur ilahi aktif-lah yang akan diselamatkan dari bencana yang menimpa bumi.

Walaupun akan terjadi bencana, perobahan-perobahan yang akan datang tetap disebut menggembirakan. Itulah sebabnya Jesus Christ disebut-sebut membawa “kabar gembira” atau Injil. Pun Nabi Muhammad membawa berita gembira sebagaimana dapat kita baca dari ayat berikut :

- Kami mengutus anda wahai Muhammad dengan kebenaran, pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan (Q 2 : 119)

Kegembiraan ini terletak dalam diri manusia baru yang penuh diliputi oleh rasa damai dan cinta kasih dalam dirinya karena nur ilahi telah berfungsi sepenuhnya mengendalikan diri manusia tsb. Apapun yang akan dilakukan oleh manusia ini semata-mata untuk kebaikan saja. Oleh karena itu kehidupan masyarakat, kebudayaan dan peradaban yang akan ia bangun adalah dunia yang penuh damai, persaudaraan dan kekeluargaan. Ini adalah kabar gembira yang telah digemakan oleh para nabi-nabi terdahulu. Jika semua ini terwujud maka barulah kemanusiaan akan diterima sebagai anggota baru Dewan Galaxy. Seluruh alam semesta menantikan
kita bergabung dengan mereka !

Sebagai anggota baru Dewan Galaxy, nantinya kita akan diberikan ilmu untuk menghapus penyakit dari muka Bumi agar umur tubuh jasmani kita semakin panjang seperti orang-orang berumur ratusan bahkan ribuan tahun yang diceritakan dalam kitab-kitab suci. Kita akan diberikan ilmu untuk membangkitkan energi murah yang tidak akan mengotori udara, air dan tanah kita. Rahasia interdimensional travel akan diberikan pula pada kita agar kita dapat melakukan perjalanan antar planit ala film star trek. Ketahuilah dahulu nenek moyang umat manusia telah mampu melakukan hal ini (sebagaimana yang diceritakan dalam banyak literatur Hindu).

Dalam Epic of Ramayana diceritakan bahwa Ravan (Rahwana/Dasa Muka) melarikan Sita (Dewi Shinta) dengan burung Garuda. Menurut keterangan mahluk luar Bumi, sesungguhnya cerita ini bukan rekaan dan benar-benar pernah terjadi. Yang terjadi adalah Sita dibawa dengan semacam Aerial Vehicle, yaitu pesawat yang dapat mengorbit di luar atmosfer Bumi. Pesawat ini disebut Vimana. Bahkan ada yang lebih besar dari Vimana. Pesawat ini seperti kota yang mengapung di luarangkasa. Disebut Hirayanapura.

Mahluk luar angkasa mengatakan “ … a remnant of your people will find themselves relocated in the great city craft that orbit the upper heavens”

Terjemahan bebas : Sejumlah manusia akan mendapatkan diri mereka beralih tempat ke dalam pesawat kota yang mengambang di angkasa raya. Pesawat kota yg dimaksud adalah pesawat yang besarnya beberapa mil. Memang sukar dibayangkan ada pesawat sebesar itu, sukar untuk dipercaya karena kita tidak pernah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Tapi inilah yang telah terjadi dan tidak lama lagi kemanusiaan akan menyaksikan semuanya itu.

** TAMAT **

Oleh M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 5 Tahun 1 dari kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di milis Mayapada Prana

Categories: Extraterrestrial

Jaman Akhir dan Dunia Baru (Bagian Kelima)

August 26th, 2009 No comments

Manusia Lama dan Dunia Lama

Untuk dapat memahami manusia baru yang akan menghuni Bumi, terlebih dahulu kita harus memahami syifat dan ujud manusia lama. Dalam ajaran agama dikatakan bahwa jalan kepada Kerajaan Tuhan adalah melalui pengenalan diri. Namun baik dalam Injil dan Quran tidak diberikan banyak penjelasan mengenai diri manusia. Bahan untuk itu penulis temukan dalam literatur Asia Timur dan keterangan dari mahluk luar Bumi.

Secara anatomis, manusia adalah mahluk biologis yang mempunyai badan jasmani. Secara struktural, badan jasmani ini terdiri dari sel-sel yang terbangun dari atom. Mahluk luar Bumi mengatakan bahwa dalam sel terdapat proses bio kimia dan proses ionik. Sel adalah sejenis elektrolit dimana terdapat ion-ion di dalamnya. Sel diliputi oleh suatu medan bio magnetik yang menyebabkan ion-ion bergerak dan melakukan proses bio kimia tersebut.

Proses-proses biologis ini menimbulkan impresi sensoris dalam diri manusia yang menjelma menjadi nafsu dan naluri. Inilah sumber daya pendorong yang menjadikan manusia bergerak, bekerja dan berusaha. Dalam melakukan kegiatan ini manusia juga terdorong oleh daya emosi dan daya akal fikiran. Kedua daya ini yang dalam literatur Asia Timur dikatakan berpusat pada badan “halus” atau badan energi atau badan eterik. Badan eterik (lingga sharira) adalah medan bio magnetik yg dihasilkan oleh proses-proses bio kimia dalam badan jasmani.

Badan eterik berhubungan dengan badan jasmani melalui sentra-sentra energi eterik atau prana. Sentra-sentra ini dikenal luas sebagai chakra. Penulis percaya pada mazhab 7 cakra besar/major chakra dalam tubuh eterik manusia.

  • Cakra mahkota terletak di ubun-ubun kepala mengatur bagian otak dan pineal gland.
  • Cakra dahi terletak di bagian wajah dan mengatur pituitary gland. Cakra ini juga populer disebut sebagai mata ketiga, pusat dari penglihatan supra-normal.
  • Di leher juga ada cakra besar yg mengatur tiroid gland. Bila cakra ini belum aktif sepenuhnya maka cakra leher ini justru menjadi semacam belenggu bagi naiknya kesadaran manusia menuju kesadaran ilahi.
  • Cakra besar berikutnya terletak di tengah-tengah dada, di ulu hati (solar plexus), di limpa kecil dan di ujung tulang ekor.

Sentra-sentra energi/prana ini dapat diaktifkan melalui disiplin yang disebut yoga menurut ajaran Hindu atau tarekat menurut ajaran Islam. Aktifnya suatu cakra menimbulkan pengalaman supra normal tapi tidak ada kaitannya dengan kemajuan spiritual manusia. Untuk itu semua chakra harus aktif dan energi chakra disalurkan melalui sistem urat syaraf otonom. Pada manusia lama, sistem urat syarat otonom mereka tidak bersambung, makanya mereka belum punya kesadaran spiritual. Pikiran mereka amat sempit dan tidak dapat menerima kebenaran yang diusung oleh kelompok lain dengan gaya yang berbeda.

Semua pengalaman hidup manusia menembus sampai badan halus emosional dan mental (perasaan dan fikiran). Menurut keterangan dari mahluk luar Bumi, rangsangan pada badan eterik ini menimbulkan zat baru yang lebih tinggi baik terhadap zat-nya emosi dan zat-nya akal fikiran. Zat baru ini disebut “morontial” dan zat Ini adalah komponen yang membangun ruh manusia. Menurut literatur Yoga, tubuh jasmani – emosi dan fikiran akan sirna tapi ruh bersyifat kekal. Inilah wahana yang kita tumpangi kelak dalam perjalanan menuju kehidupan akhirat. Menurut keterangan mahluk luar Bumi, Jesus Christ bangkit dari Goa Kuburnya dalam ujud morontial untuk memberikan bukti bagi umat manusia bahwa kehidupan setelah kematian itu benar-benar ada.

Kesadaran manusia lahir sebagai hasil rangsangan terhadap zat-nya badan emosi dan badan mental (fikiran). Rangsangan ini datang dari dunia fisikal melalui impresi sensoris, sehingga isi kesadaran kita pada umumnya bersifat
fisikal/keduniawian juga. Inilah dasar kita membangun kehidupan individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan akhirnya peradaban dunia. Dengan sendirinya peradaban dunia juga bercorak fisikal / keduniaan ini atau materialistik. Inilah peradaban dunia di jaman Kaliyuga dan peradaban inilah yang akan dihancurkan oleh energi Shiva yang sudah mulai beraksi.

Kepribadian adalah sumber dari akhlak dan watak yang membuat setiap individu manusia itu unik, tunggal tak ada duanya. Ini disebabkan oleh adanya kehendak bebas (free will) sebagai anugerah penciptaan dari Sang Sumber. Mahluk luar Bumi mengatakan bahwa free will ini adalah anugerah tertinggi di alam semesta yang tidak boleh dilanggar tanpa menimbulkan karma. Penindasan free will sebagaimana yang masih sering merajalela di Bumi akan berhenti jika dunia baru sudah datang. Manusia harus diberi keleluasaan untuk mengembangkan diri sesuai dengan kodrat-kodrat yang bersarang di dalam dirinya dan berdasar berfungsinya free will. Bila manusia memilih kejahatan secara bebas maka ia akan menuai karma negatif yang harus ia bayar sendiri. Bila ia memilih kebaikan secara bebas maka nantinya ia memperoleh karma positif. Karma ini akan tergores dalam ruh dan tidak ada yang dapat menghapusnya atau menambahkan karma ini ke dalam ruh seseorang kecuali Sang Sumber.

Oleh M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 5 Tahun 1 dari kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di milis Mayapada Prana (milisnya admin)

Categories: Extraterrestrial

Jaman Akhir dan Dunia Baru (Bagian Keempat)

August 21st, 2009 No comments

Akhir Jaman
Menurut penulis, keterangan yang diperoleh dari mahluk luar Bumi cocok dengan keterangan dalam Quran dan Injil. Atas dasar kecocokan tersebut penulis mengambil kesimpulan bahwa ucapan mahluk luar Bumi itu benar adanya dan dengan sendirinya kita dapat menyimpulkan bahwa mahluk luar Bumi benar-benar ada.

Keterangan dalam kitab suci yang khusus menyangkut adanya akhir jaman dapat kita temui dalam sejumlah ayat yang cukup besar jumlahnya. Dibawah ini penulis mengutip beberapa keterangan pokok :

- Keadaan Bumi dan kehidupan dunia dewasa ini hanya akan berlangsung sampai pada suatu jangka waktu tertentu saja. Quran menyatakan : Hari akhir itu adalah suatu jangka waktu yang telah ditentukan (Q 11:104). Jadi baik adanya jangka waktu sudah ditentukan, demikian pula lamanya jangka waktu ini sudah tetap. Injil menyebut adanya kesudahan alam. Yang lebih tepat meungkin adalah kesudahan suatu pola kehidupan, kesudahan suatu peradaban (Matius 24:3)

- Jesus Christ mengatakan bahwa pada akhir jangka waktu akan dilakukan panen jiwa-jiwa yang selamat (Matius 13:39). Quran mengatakan bahwa akan diadakan perhitungan (Q 21:1) atau akan dilakukan pengadilan (Q 51:12). Di hari itu akan terjadi pemisahan (Q 37:21).

- Pada hari akhir jangka waktu yang telah ditetapkan itu akan terjadi goncangan. Dalam Quran kita dapatkan ayat yang bunyinya : Sudahkah sampai kepada anda berita tentang kejadian yang menggemparkan ? Beberapa muka di hari itu menunduk, bersusah payah, kelelahan, terbakar oleh api yang menyala (Q 88:1 sd 4)

- Orang yang berkiblat pada tuhan akan selamat, karena mereka diselamatkan. Quran mengatakan : … menjadi kewajiban bagi kami untuk menyelamatkan orang-orang yang beriman (Q 10:103)

Secara umum keterangan mahluk luar Bumi senada dengan ajaran agama, malah saling melengkapi. Suatu keterangan dapat kita tambahkan dalam hal ini :

Tata surya anda telah memasuki sektor baru dalam galaxy. Ini akan berpengaruh pada dimensi kehidupan. Vibrasinya akan meningkat menurut siklus perkembangan yang harus dilaluinya. Planet anda akan mengalami goncangan disebabkan bergesernya sumbu perputaran planet anda. Namun ahli-ahli kami menguasai masalah seperti ini. Mereka akan menuntun Bumi melewati titik yang gawat sehingga goncangan menjadi sekecil mungkin. Letusan gunung berapi dan gempa akan meningkat.

Adanya keterangan-keterangan di atas bila benar, telah menempatkan umat manusia dalam suatu posisi yang istimewa. Penulis tidak ragu akan kebenarannya karena ditunjang oleh kenyataan yang dapat kita saksikan setiap hari. Penulis menemukan suatu petunjuk bilamana kiranya jaum il akhir itu mulai. Petunjuk ini dapat kita jumpai dalam ayat dimana Tuhan berfirman pada bani Israil setelah mereka diselamatkan Musa dari penjajahan Mesir (Q 17:104) : … Diamlah kamu di negeri ini (Palestina) dan bila datang janji hari akhir itu, kami akan mengumpulkan kamu dari berbagai penjuru.

Pembentukan negara Israil Modern pada 1947 merupakan petunjuk jelas tentang awal Yaum Il Akhir. Tidak dapat disangkal bahwa pertengahan kedua pada aban 20 dipenuhi oleh berbagai peristiwa luar biasa, misalnya istilah piring terbang dikemukakan tepat pada tahun 1947. Gejala UFO ini menjadi penyebab lahirnya kesadaran kosmis (Cosmic consciousness) dalam diri manusia. Dalam kesadaran inilah mula-mula berfikir bahwa mungkin ada kehidupan cerdas di luar Bumi. Ini akan membawa implikasi yang amat luas dan akan merobah sikap manusia terhadap segala hal yang bersyifat kosmis.

Bila untuk awal Yaum Il Akhir kita temukan petunjuk, demikian juga ada petunjuk untuk lamanya yaum il akhir. Petunjuk ini penulis temukan dalam gejala pertambahan penduduk. Pertambahan digambarkan sebagai garis hiperbola yang mempunyai asimptot. Secara teoretis, pertambahan penduduk tidak akan dapat melewati suatu nilai batas. Untuk menemukan nilai batas ini kita dapat menuliskan persamaan garis sebagai berikut :

Y = A / ( B – X ) dimana Y = jumlah penduduk pada tahun X; A dan B = dua bilangan konstan yang dapat kita hitung dari dua harga Y pada dua harga X.

Untuk data kependudukan dunia yang penulis pakai, diperoleh nilai B = 2025. Ini berarti antara tahun 1947 dan 2025 akan terjadi sesuatu yang menyebabkan pertambahan penduduk terhenti.

Baik Quran maupun Injil mengatakan akan terjadi goncangan. Tapi tidak jelas syifat dari goncangan tersebut. Namun dalam Quran kita dapati suatu petunjuk ke arah ini. Suatu ayat mengatakan bahwa siang akan tetap siang dan malam akan tetap malam (Q 28:71 dan 72). Ini hanya mungkin terjadi bila kutub utara menuju kearah matahari sehingga belahan bumi sebelah utara akan tetap siang, sebaliknya belahan selatan akan tetap malam. Akibatnya belahan utara akan terlalu panas dan belahan selatan akan terlalu dingin. Ini ditunjang oleh ayat Q 78:25 yang menyebut adanya air mendidih dan kedinginan yang mencekam. Dalam keadaan serupa ini, berat bagi umat manusia untuk bertahan. Keadaan inilah yang disebut neraka dalam kitab-kitab suci.

Mahluk luar Bumi memberikan keterangan yang lebih terperinci dan lebih jelas tentang apa yang akan terjadi. Memang benar bahwa kutub akan bergeser. Akibatnya keseimbangan Bumi akan terganggu. Permukaan Bumi adalah ibarat kulit telor yang pecah. Bila sumbu akan bergeser, maka pecahan-pecahan kulit ini yang disebut lempengan tektonis akan turut bergerak. Dalam skala Bumi pergeseran satu kilometer tidak berarti apa-apa, tapi untuk kehidupan manusia turunnya lempengan sejauh satu kilometer ini berarti lenyapnya sebuah benua ditelan samudera.

Inilah gambaran kejadian tentang apa yang akan dialami oleh Bumi yang telah diketahui secara luas oleh mahluk-mahluk celestial. Banyak sumber-sumber yang ingin menyampaikan situasi gawat ini agar manusia berhati-hati dan waspada, khususnya mengenai penggunaan tenaga atom. Mahluk-mahluk “discarnate” (non fisikal) berusaha menemukan manusia Bumi yg sensitif panca inderanya dan memberikan impresi kepada mereka secara telepatis. Inilah sumber pengalaman supra-normal yang disebut oleh Lobsang Rampa dalam bukunya “Chapters of Life”. Dalam suatu pengalaman clairvoyance (penglihatan supra-normal/gaib) ia melihat California tenggelam dalam samudera. Tapi Lobsang Rampa menambahkan apa yang ia lihat jangan dianggap sebagai suatu ramalan yang pasti terjadi melainkan suatu hologram yang sifatnya mungkin terjadi. Suatu probability.

Edgar Cayce dalam keadaan “trance” dimana badan jasmaninya digunakan oleh “entity” lain mengatakan bahwa sungai Missisipi akan mengalir ke sebelah timur, bukan lagi ke sebelah selatan. California dan New York akan mengalami goncangan yang sangat dahsyat. Banyak daerah pantai di muka Bumi ini yang akan tenggelam ke laut. Pengalaman ini dipaparkan secara luas dalam buku “Edgar Cacye’s Prophecy” karangan Mary Ellen Carter.

Jeanne Dixon dalam bukunya “My Life and Prophecies mengalami banyak sekali kejadian supra-normal yang bersifat visi ke depan. Seperti Lobsang Rampa, Jeanne juga mengatakan bahwa visi yang ia lihat ini adalah hologram yang mempunyai kemungkinan terjadi atau tidak terjadi. Mahluk-mahluk luar Bumi sendiri mengatakan bahwa yang dapat diramal adalah kejadian yang bersyifat alamiah. Bila sudah menyangkut nasib manusia, semua ramalan akan menjadi hologram dan mengandung probability untuk terjadi/tidak terjadi. Hologram terjadi karena bekerjanya hukum alam semesta “Free Will” (kehendak bebas) yang tidak dapat diramal.

Untuk penyelamatan Bumi, para Celestial Beings mengerahkan tenaga dan keahlian dari mahluk-mahluk luar Bumi yang sudah advance ilmu pengetahuannya. Namun usaha ini dapat menemui kegagalan bila umat manusia dengan kehendak bebas yang mereka miliki memilih untuk terus menerus menghancurkan planet ini dengan perang, polusi dan pengrusakan lingkungan hidup mereka.
Oleh M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 5 Tahun 1 kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di milis Mayapada Prana (milisnya admin)

Categories: Extraterrestrial