Download Simulasi Mak Erot 3D Khusus Dewasa. Klik disini !
Powered by MaxBlogPress 

 Powered by Max Banner Ads 

Tarot dan Transformasi Watak

December 14th, 2009 Leave a comment Go to comments

Ketika para praktisi energi-energi universal (chi,
prana, reiki, kundalini, gong, dsb) sudah tidak lagi
mempersoalkan tentang bagaimana menarik energi dan
menyalurkannya, ketika intensi dalam meditasi sudah
tidak lagi menjadi pusat perhatian, ketika segala
paradigma “klasik” telah ditempatkan dalam posisi
semestinya, … maka tugas saya adalah meluruskan
pengertian hakiki tentang tarot bahwa segala ramalan
atau divination itu bukanlah tujuan utama dari praktek
yang satu ini. Tujuan utamanya adalah sama seperti
para praktisi energi, yaitu kultivasi watak. Watak
yang berubah atau diubahkan.

Kenapa bisa demikian? Tentu saja bisa, karena sebagai
suatu permainan iman dan probabilitas, tarot adalah
pengertian-pengertian. Pengertian-pengertian mengenai
hubungan antar manusia, hubungan antara manusia dengan
alam semesta, dan hubungan antara manusia dengan Al
Khalik.

Tarot adalah suatu sistem psikologi, suatu sistem ilmu
jiwa yang tujuannya adalah agar manusia bisa sadar
bahwa apa yang dihadapinya saat ini adalah konsekwensi
dari apa yang telah diputuskan dan dilakukannya di
masa lalu. Kalau itu diproyeksikan ke masa depan,
jadilah ramalan atau divination; walaupun tidak semua
yang diproyeksikan ke masa depan itu harus dijalani.
Jadi tidak semuanya bersifat divine atau berhubungan
dengan takdir. Takdir dalam arti bahwa masa depan
adalah sesuatu yang telah ditetapkan sebelumnya adalah
suatu salah kaprah. Masa depan, untuk sebagian besar,
bersifat pilihan. Kita bisa memilih jalan mana yang
akan kita ambil. Apabila sesuai dengan tujuan,
ambillah. Apabila tidak, tidak ada yang memaksa.
Bahkan YME tidak memaksa kita untuk menjalani sesuatu
yang tidak kita inginkan.

Tapi saat ini, hampir semua orang berpikir bahwa
melalui tarot akan diketahui masa depan tertentu
sehingga bisa bersiap-siap menghadapinya. Itu kalau
mengikuti sistem tarot yang praktisinya mematok mati
masa depan sebagai sesuatu yang tidak bisa diubah,
sebagai takdir yang harus terjadi. Kalau dengan
praktisi yang bisa membukakan berbagai alternatif
solusi bagi pilihan masa depan, maka clients akan
meminta untuk dipilihkan alternatif yang paling bagus
baginya. Dan itu biasanya adalah yang termudah. Siapa
yang mau susah, tentu saja. Hidup sudah banyak
susahnya, kok mau tambah susah?

Dan semuanya selalu bertanya tentang hal-hal yang
biasa-biasa saja: karir, rumah tangga, jodoh,
kesempatan usaha, investasi baru, hubungan dengan
atasan, kesempatan studi ke luar negeri. Semua
biasa-biasa saja. Dan semuanya mau mudah.

Apakah ada transformasi watak disana? Mungkin ada,
mungkin pula tidak. Saat ini, paling jauh saya bisa
menyarankan clients untuk memperbanyak doa (bagi yang
memegang agama sebagai patokan), atau meditasi (bagi
yang mempraktekkannya). Terkadang saya menyarankan
puasa, wirid, tahajud, novena, dsb… walaupun saya tahu
bahwa pengertian mereka adalah bahwa hal itu perlu
dilakukan demi tercapainya tujuan dengan mulus dan
selamat.

Hampir bisa dipastikan bahwa tidak ada client yang
bisa melihat bahwa transformasi watak adalah tujuan
akhir dari penggunaan tarot.

Tarot adalah memilah dan memilih masa depan; sedangkan
untuk memilah dan memilih, ada syarat-syarat tertentu.
Syarat pertama: client harus mau berubah. Harus ada
sesuatu yang berubah di diri client apabila dia ingin
ada perubahan di lingkungannya. Tetapi, perubahan di
diri client, seandainya dijalanipun, hampir bisa
dipastikan akan dijalani dengan pengertian demi
tercapainya sesuatu yang diinginkan, sesuatu yang
didambakan sebagai suatu nilai. Nilai adalah sesuatu
yang dihargai sebagai hal yang dikejar di dunia ini.
Jadi masih duniawi pula.

Dan boleh bilang tidak ada yang ingin berubah demi
perubahan itu sendiri. Tidak ada yang ingin merubah
wataknya karena dia merasa bahwa watak itu buruk atau
sudah tidak sesuai lagi. Boleh bilang tidak ada yang
bisa melihat bahwa tujuan akhir dari tarot adalah
kultivasi watak agar menjadi manusia yang lebih baik.

Yang saya lakukan selama ini adalah memberikan solusi
demi solusi kepada para clients. Banyak yang puas,
sebagian complaint, tetapi saya tahu pasti bahwa
sebagian besar puas dan minta lagi. Minta ketemu Mas
Leo lagi supaya dibacakan lagi tarotnya, supaya cepat
dapat lagi apa yang diinginkan, supaya tidak terjebak
ke dalam kesalahan-kesalahan remeh temeh yang tidak
terlihat tetapi dapat berakibat fatal.

Apa lagi yang harus saya lakukan selain mengikuti
keinginan clients? Bila hidup yang mudah yang mereka
inginkan, itulah yang akan mereka dapatkan. Saya cuma
membaca dari kartu-kartu saja, atau membaca aura;
paling jauh cuma menarik energi negatif dari diri
mereka sehingga tidak menghalangi apa yang ingin
mereka lakukan.

Baru-baru ini saya membaca buku Zhuan Falun karya Li
Hongzhi, pendiri Falun Gong, dan buku itu menyentil
saya lebih dari sekenanya. Li Hongzhi sebagai seorang
praktisi chigong (chikung) telah membuang segala
paradigma lama mengenai energi positif dan negatif.
Sebagai gantinya, dia mengajarkan kultivasi watak. Ini
adalah pengembangan watak pribadi yang menyertai
praktek olah tubuh dan meditasi di dalam gerakan
spiritual yang didirikannya itu. Saya benar-benar
tersentil. Kalau para praktisi gong telah meninggalkan
paradigma lama dan kembali kepada paradigma asli,
yaitu kultivasi watak, apakah bukan waktunya pula bagi
saya untuk terus terang mengungkapkan bahwa tarot
mempunyai tujuan yang sama: kultivasi watak menjadi
manusia baru?

Menjadi manusia baru tidak berarti harus berubah
total. Cukup berubah sedikit demi sedikit seiring
dengan majunya kekuatan batin melalui doa, meditasi,
dan pengertian-pengertian rohaniah. Sedikit demi
sedikit, lama-lama menjadi bukit. Kalau tahun lalu
korupsinya 100 juta, tahun ini cukup 50 juta saja.
Belum total menjadi manusia baik, memang, tetapi sudah
ada kemajuan, dan perlu diacungi jempol. Good job!

Itulah yang saya maksud sebagai transformasi watak.
Transformasi watak adalah merubah pola hubungan dengan
orang lain, dengan YME, dan dengan alam semesta. Dan
siapa bilang bahwa ini harus dilakukan secara
serempak. Semua adalah proses. Alam semesta adalah
proses, dan kita sebagai bagian dari alam semesta,
bagian dari proses, ikut memiliki sifat yang sama.
Semua ada aturannya. Berubah atau “mati”.

Dan kematian adalah arti dari kartu tarot Arkana Mayor
nomor XIII. Ya, nomor tiga belas. Itulah arti
sebenarnya dari ungkapan “celaka tiga belas”. Kenapa
celaka? Karena harus berubah. Siapa yang harus
berubah? Saya dan Anda. Harus ada perubahan, harus ada
transformasi, dan transformasi itu terletak di watak
atau kepribadian.

Bukankah itu juga tujuan dari agama-agama? Jawaban
saya adalah “ya”. Semua agama tanpa kecuali
mengajarkan kultivasi watak agar manusia menjadi
semakin manusiawi, semakin bermoral, semakin baik.
Menjadi manusia yang diubahkan, menjadi manusia baru.
Tarot bukan agama, tetapi kultivasi atau transformasi
watak itu juga ada.

Damai di Bumi,
Leonardo Rimba

www.facebook.com/leonardo.rimba

Categories: Divination
Share This Post To :
Facebook | Twitter | Digg | Technorati | Delicious | Google
Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Tentang Kartu Tarot
  2. Benarkah Ramalan Suku Maya Kiamat pada 2012?
  3. Feng Shui: Abstrak Tapi Ilmiah
  4. Analisa Watak Manusia
  5. Arti 78 Kartu Tarot – Bagian 1
  6. Arti 78 Kartu Tarot – Bagian 5
  7. Arti 78 Kartu Tarot – Bagian 2
  8. Arti 78 Kartu Tarot – Bagian 4
  9. Mengetahui Hoki dari ‘Berat Tulang’
  10. Makna di Balik Coretan Tangan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.