Powered by Max Banner Ads 

Tentang Kartu Tarot

Apa itu Tarot?

Tarot adalah satu set kartu yang terdiri dari 78 buah kartu yang berisikan gambar dan simbol-simbol. 22 kartu disebut sebagai Arkana Mayor, dan 56 kartu lainnya disebut Arkana Minor. Masing-masing kartu mempunyai makna dan penginterpretasian yang berbeda-beda, karena masing2 kartu terdiri dari elemen-elemen yang dikandungnya yaitu : Api, Air, Udara, dan Tanah. Tarot biasanya digunakan sebagai penginterpretasian / pewacanaan / pembabaran terhadap permasalahan-permasalahan bawah sadar seseorang, baik itu berhubungan dengan wacana relasi antar individu, kesempatan-kesempatan yang ada, hingga perubahan-perubahan dalam hidup seseorang.

Bagaimana Tarot Bekerja?

Kartu tarot yang terdiri dari 78 buah kartu Mayor dan Minor ini, yang terdiri dari 4 elemen, apabila disusun, dan dipadukan di dalam proses tebaran (spread) pewacanaan tarot, maka akan memiliki arti yang akan menjadi satu kesatuan cerita pewacanaan.

Proses tebaran itu sendiri ada banyak dan ragam kombinasinya, yang mempunyai pemahamannya sendiri-sendiri, yang harus bisa dipertanggung jawabkan oleh seorang pewacana tarot dalam penginterpretasiannya.

Kesatuan cerita pewacanaan yang terjadi, adalah gambaran bagaimana sebenarnya segala sesuatu terekam di dalam bawah sadar seseorang yang apabila terpendam bisa menjadikan itu hambatan, atau halangan bagi seseorang untuk mencapai kemajuan dalam proses pendewasaan hidupnya.

Dapatkah Tarot Meramalkan Masa Depan Saya?

Tarot bukanlah bagian dari proses meramalkan kehidupan seseorang. Tarot tidak memberitahukan bagaimana masa depan kita. Tetapi, tarot memberi masukan kepada kita, bagaimana seharusnya kita bersikap dan bertindak, sehingga kita bisa mendapatkan masa depan seperti yang kita butuhkan.

Tebaran-tebaran dalam kartu tarot hanya memberikan ‘kemungkinan-kemungkinan’ yang ada diantara sekian banyak pilihan dan kesempatan dalam hidup seseorang. Hasil finalnya tetap kembali kepada orang tersebut di dalam menjalani pilihan hidupnya berdasarkan refleksi yang didapat setelah proses pewacanaan tarot yang dilakukannya. Tarot mewacanakan apa yang tersembunyi di dalam EGO kita, bawah sadar kita.

Berwacanalah dengan pewacana tarot selayaknya kita meminta masukan / saran dari teman terdekat, atau pembimbing kita [guru, orangtua, dll].

Pertanyaan Apa yang Sebaiknya ditanyakan Melalui Kartu Tarot?

Tanyakanlah pertanyaan-pertanyaan yang menjadi kebutuhanmu, jangan pertanyaan-pertanyaan yang hanya menjadi keinginanmu semata. Hasil pewacanaan akan jauh lebih mendalam ketika kita menanyakan hal yang menjadi kebutuhan kita.

Bertanyalah secara spesifik, dan cobalah untuk terbuka di dalam proses pewacanaan tarot.

Relasi antar manusia, dinamika pekerjaan, perpolitikan di kantor, permasalahan keluarga, spiritual, kesehatan, orientasi hidup kedepan, adalah beberapa contoh pewacanaan yang dapat ditanyakan di dalam pewacanaan tarot.

Apakah Tarot Berhubungan dengan Mistik dan Perdukunan?

Tarot sama sekali tidak berhubungan dengan klenik, mistik, apalagi perdukunan. Karena seperti yang kita ketahui sebelumnya, tarot bukanlah bagian dari proses meramalkan kehidupan seseorang. Tarot tidak memberitahukan bagaimana masa depan kita. Tetapi, tarot memberi masukan kepada kita, bagaimana seharusnya kita bersikap dan bertindak, sehingga kita bisa mendapatkan masa depan seperti yang kita butuhkan. Jadi, erat sekali hubungannya disini antara pewacanaan tarot dengan psikologi seseorang dan kebiasaan sehari-hari.

Bagaimana Pewacana Tarot (Tarot Reader) yang Baik itu?

Pewacana tarot yang baik, adalah pewacana tarot yang tidak hanya dapat memberikan masukan yang baik kepada kliennya tentang bagaimana seharusnya bersikap, bertindak, dan menjalani kehidupan ini, tanpa ia terlebih dahulu bisa meresapi, memaknai, dan menjadikan itu semua bagian dari kesehariannya.

Dengan sinkronisasi yang baik antara seorang pewacana tarot dengan kartu tarotnya, bawah sadar dengan kesadarannya, seorang pewacana tarot dapat mewacanakan tarot dengan baik dan dapat menginformasikan apa yang dibacanya dengan baik pula.

Tetapi, di dalam pewacanaan tarot, tidak ada pengklasifikasian pewaca tarot yang baik, dan yang buruk. Yang membedakan’nya hanyalah, apakah ia sudah bisa berbicara jujur, baik terhadap dirinya sendiri, maupun kepada klien’nya??? Apakah masukan yang dia berikan sudah dapat ia lakukan, dan menjadi bagian kesehariannya? ataukah itu semua hanyalah ke’semuan, yang ditunjukkan karena semata-mata demi menjaga image’nya sebagai pewacana tarot??
Marilah kita sikapi bersama-sama di dalam hati saja.

Bagaimana Memilih Kartu Tarot yang Tepat Bagi Saya?

Bagi siapapun yang mempunyai minat dengan tarot, dan ingin menjadi seorang pewacana tarot, sebaiknya ia memiliki kartu tarotnya sendiri. Memilih kartu tarot mana yang tepat bagi kita tidaklah sulit. Ini semua kembali kepada selera kita masing-masing. Tetapi, mungkin juga anda dapat meminta masukkan, saran atau pendapat mereka-mereka yang terlebih dahulu mendalami tentang kartu tarot.

Berikut adalah contoh deck dari Kartu Tarot ciptaan para Master Tarot Indonesia

Tarot Wayang: ciptaan Bunda Ani Sekarningsih

Tarot Bali: divisualisasikan oleh Gede Jayadi Pramana Kusuma, alumnus Fakultas Teknik Arsitektur, Universitas Udayana, Denpasar, dalam kolaborasi dengan Leonardo Rimba, alumnus FISIP Universitas Indonesia dan the Pennsylvania State University. Tarot ini di-dedikasikan kepada Arthur Edward Waite dan Pamela Colman Smith.

Tarot Nusantara diciptakan oleh Hisyam A. Fachri, adalah seorang Trainer, Mind Consultant dan Therapist Hypnosis di Jasa Psikologi Indonesia yang juga menggeluti seni Tarot sebagai pewacana konsultan psikologi. Berbagai ornamen Nusantara yang diwakilkan budaya Jawa, Bali, Dayak, Sentani, dan Tana Toraja di ilustrasikan secara menarik di kartu ini.

sumber artikel: mbah thony kazuhiro di blog pewacanaan-tarot.blogspot.com sumber gambar: transbonja.deviantart.com (tarot nusantara), webgaul.net (tarot bali dan tarot wayang)

 Powered by Max Banner Ads